-
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Profil penulis
160 karya publik ditemukan.
Populasi lansia di Indonesia terus meningkat, sejalan dengan pada era global menuju penduduk menua (ageing population). Lansia memiliki risiko tinggi mengalami cedera akibat jatuh, yang dapat berakibat fatal. Penelitian ini bertujuan untuk membuat prototipe pendeteksi jatuh yang dapat digunakan oleh lansia yang menggunakan sensor accelerometer MPU6050 yang terhubung dengan blynk sebagai pengumpul data serta aplikasi telegram sebagai pemberi informasi sehingga korban terjatuh mampu mendapat pertolongan sesegera mungkin. Dalam penelitian ini menggunakan persamaan sum vector sebagai menentukan kondisi pengguna dengan menghitung sumbu x, y, dan z pada sensor accelerometer MPU6050. Nilai prototipe pendeteksi jatuh mampu membaca gerakan jatuh sebanyak 18 kali dari 20 kali percobaan yang dilakukan sehingga memperoleh nilai sensitivitas sebesar 90%. Dari hasil wawancara menyatakan bahwa wearable pendeteksi jatuh umumnya cukup nyaman, alat ini dapat melindungi orang tua, terutama yang lanjut usia. Alat ini memungkinkan pemantauan pergerakan orang tua saat kita tidak dirumah, serta dapat mendeteksi jatuh dan mengirimkan informasi melalui smartphone. Hanya saja perlu menambahkan alarm agar orang disekitar atau keluarga dapat merespons orangtua atau pengguna secara cepat tanpa mengandalkan notifikasi melalui smartphone.
Di kawasan Karang Anyar, Kota Tarakan, fenomena sedimentasi pada saluran drainase menjadi perhatian serius akibat pertumbuhan populasi dan pembangunan yang pesat. Aktivitas pembangunan infrastruktur yang tidak terkontrol serta kegiatan pertanian dan pemukiman turut berkontribusi terhadap peningkatan volume sedimen yang masuk ke sistem drainase. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju sedimentasi dan karakteristik sedimen pada saluran drainase Kebun Sayur, Karang Anyar, Kota Tarakan. Metode yang digunakan meliputi metode Yang, Bagnold, dan Shen & Hung, dengan pengambilan sampel sedimen dilakukan pada 11 titik sepanjang 500 meter saluran. Data primer yang dikumpulkan mencakup kecepatan aliran, kedalaman, suhu air, dan sampel sedimen yang diuji di laboratorium untuk menentukan berat jenis dan ukuran butir (d50). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sedimen di saluran drainase didominasi oleh material pasir dengan diameter rata-rata 0,312-0,352 mm. Berat jenis sedimen bervariasi antara 2570,71-2747,25 kg/m³, menunjukkan keberadaan lempung anorganik pada sebagian besar titik pengambilan sampel. Debit total sedimen dihitung menggunakan ketiga metode, menunjukkan perbedaan nilai yang signifikan. Metode Shen & Hung memberikan hasil yang lebih konservatif dibandingkan dengan metode lainnya. Temuan ini mengindikasikan perlunya pengelolaan sedimentasi secara terintegrasi untuk menjaga kapasitas drainase dan mencegah banjir di kawasan tersebut.
Perlindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Pemerkosaan Inses (Studi Kasus Putusan Nomor: 66/Pid.Sus/2022/PN Tar dan Putusan Nomor: 122/Pid.Sus/2023/PN Tar) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perlindungan hukum terhadap anak korban tindak pidana inses di Kota Tarakan. Serta untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap korban tindak pidana pemerkosaan inses (Studi kasus putusan nomor: 66/Pid.Sus/2022/Pn Tar dan putusan nomor: 122/Pid.Sus/2023/Pn Tar). Seluruh sumber bahan hukum yang diperoleh dalam penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Teknik pengumpulan sumber bahan hukum dilakukan dengan metode studi kepustakaan yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menganalisis sumber bahan hukum primer, sumber bahan hukum sekunder, dan sumber bahan nonhukum yang relevan untuk memperoleh hasil penelitian yang objektif terkait dengan penelitian. Sumber bahan hukum menggunakan sumber bahan hukum primer, sumber bahan hukum sekunder, dan sumber bahan nonhukum. Metode penelitian menggunakan jenis pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian hukum normatif yang dilengkapi dengan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa perlindungan hukum terhadap anak korban inses di Kota Tarakan belum terlaksana secara optimal. Meskipun pelaku dijatuhi hukuman maksimal, rehabilitasi fisik dan psikologis bagi korban pasca-putusan masih terabaikan. Hambatan utama meliputi minimnya anggaran, kurangnya tenaga ahli, stigma sosial, dan regulasi yang belum mengatur mekanisme pemulihan korban secara rinci; bahwa pertimbangan hakim dalam putusan didasarkan pada dampak psikologis terhadap korban, beratnya kejahatan, dan tujuan memberi efek jera. Namun, putusan belum mencakup upaya perlindungan lanjutan, seperti rehabilitasi atau pendampingan jangka panjang, yang sangat dibutuhkan korban inses untuk pemulihan menyeluruh.
Perlindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Pemerkosaan Inses (Studi Kasus Putusan Nomor: 66/Pid.Sus/2022/PN Tar dan Putusan Nomor: 122/Pid.Sus/2023/PN Tar) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perlindungan hukum terhadap anak korban tindak pidana inses di Kota Tarakan. Serta untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap korban tindak pidana pemerkosaan inses (Studi kasus putusan nomor: 66/Pid.Sus/2022/Pn Tar dan putusan nomor: 122/Pid.Sus/2023/Pn Tar). Seluruh sumber bahan hukum yang diperoleh dalam penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Teknik pengumpulan sumber bahan hukum dilakukan dengan metode studi kepustakaan yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menganalisis sumber bahan hukum primer, sumber bahan hukum sekunder, dan sumber bahan nonhukum yang relevan untuk memperoleh hasil penelitian yang objektif terkait dengan penelitian. Sumber bahan hukum menggunakan sumber bahan hukum primer, sumber bahan hukum sekunder, dan sumber bahan nonhukum. Metode penelitian menggunakan jenis pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian hukum normatif yang dilengkapi dengan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa perlindungan hukum terhadap anak korban inses di Kota Tarakan belum terlaksana secara optimal. Meskipun pelaku dijatuhi hukuman maksimal, rehabilitasi fisik dan psikologis bagi korban pasca-putusan masih terabaikan. Hambatan utama meliputi minimnya anggaran, kurangnya tenaga ahli, stigma sosial, dan regulasi yang belum mengatur mekanisme pemulihan korban secara rinci; bahwa pertimbangan hakim dalam putusan didasarkan pada dampak psikologis terhadap korban, beratnya kejahatan, dan tujuan memberi efek jera. Namun, putusan belum mencakup upaya perlindungan lanjutan, seperti rehabilitasi atau pendampingan jangka panjang, yang sangat dibutuhkan korban inses untuk pemulihan menyeluruh.
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait faktor penyebab terjadinya tindak pidana aborsi, serta bagaimana penerapan sanksi hukum terhadap pelaku tindak pidana aborsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian normatif. Seluruh data yang diperoleh dalam penelitian ini, menggunakan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier, dianalisis secara kualitatif kemudian disajikan secara deskriptif dengan menjelasakan, menguraikan, serta menganalisis sesuai dengan permasalahanpermasalahan yang ada dalama penelitian ini, berdasarkan hasil penelitian ini, maka penulis menyimpulkan bahwa faktor penyebab terjadinya aborsi faktor sosial, ekonomi, kesehetan, dan hukum serta kehamilan di luar nikah atau usia muda dan kehamilan akibat perkosaan dapat mendorong seseorang melakukan aborsi. Dan terkait penerapan sanksi hukumnya kepada pelaku tindak pidana aborsi yaitu penerapan hukuman sudah tepat dikenakan hukuman penjara, namun impelmentasi putusan hakim tidak sesuai dikarenkan hanya dikenakan penjara 4,5 tahun seharusnya terdakwa bisa dikenakan lebih dari itu karena terdakwa telah melakaukan tindakan aborsi sebanyak tiga kali dan terdakwa bukan dokter spesialis Dokter kandung dan tidak terdaftar di Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait faktor penyebab terjadinya tindak pidana aborsi, serta bagaimana penerapan sanksi hukum terhadap pelaku tindak pidana aborsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian normatif. Seluruh data yang diperoleh dalam penelitian ini, menggunakan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier, dianalisis secara kualitatif kemudian disajikan secara deskriptif dengan menjelasakan, menguraikan, serta menganalisis sesuai dengan permasalahanpermasalahan yang ada dalama penelitian ini, berdasarkan hasil penelitian ini, maka penulis menyimpulkan bahwa faktor penyebab terjadinya aborsi faktor sosial, ekonomi, kesehetan, dan hukum serta kehamilan di luar nikah atau usia muda dan kehamilan akibat perkosaan dapat mendorong seseorang melakukan aborsi. Dan terkait penerapan sanksi hukumnya kepada pelaku tindak pidana aborsi yaitu penerapan hukuman sudah tepat dikenakan hukuman penjara, namun impelmentasi putusan hakim tidak sesuai dikarenkan hanya dikenakan penjara 4,5 tahun seharusnya terdakwa bisa dikenakan lebih dari itu karena terdakwa telah melakaukan tindakan aborsi sebanyak tiga kali dan terdakwa bukan dokter spesialis Dokter kandung dan tidak terdaftar di Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Abstrak Kesehatan mental adalah bagian integral dari kesehatan manusia yang sering terabaikan, terutama di wilayah perbatasan dengan keterbatasan fasilitas dan akses informasi. Masyarakat sering kali menganggap gangguan mental sebagai aib, yang menghalangi individu untuk mencari bantuan. Literasi kesehatan mental, yang didefinisikan sebagai kemampuan individu dalam memahami dan menggunakan informasi terkait kesehatan mental, menjadi penting untuk mengurangi stigma, di mana pemahaman yang rendah mengenai kesehatan mental memperkuat stigma negatif. Penelitian ini berfokus pada hubungan antara literasi kesehatan mental dan stigma sosial di daerah perbatasan khususnya di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross-sectional dengan teknik Purposive Sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 283 responden di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat Gamma dan telah lulus uji etik (No.118/KEPK-FIKES UBT/XII/2024). Hasil penelitian: Menunjukkan nilai p0,05 (P=0,001), menandakan adanya hubungan signifikan antara literasi kesehatan mental dan stigma sosial, dengan korelasi negatif sedang (-0,535). Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi literasi kesehatan mental pada masyarakat, maka akan semakin rendah stigmanya. Temuan ini menegaskan pentingnya meningkatkan literasi kesehatan mental untuk mengurangi stigma di masyarakat perbatasan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar bagi pengembangan program edukasi kesehatan mental yang lebih efektif, meningkatkan pemahaman masyarakat, dan mendukung individu yang mengalami gangguan mental. Kata Kunci: Literasi Kesehatan Mental, Stigma Sosial, Wilayah Perbatasan
Abstrak Kesehatan mental adalah bagian integral dari kesehatan manusia yang sering terabaikan, terutama di wilayah perbatasan dengan keterbatasan fasilitas dan akses informasi. Masyarakat sering kali menganggap gangguan mental sebagai aib, yang menghalangi individu untuk mencari bantuan. Literasi kesehatan mental, yang didefinisikan sebagai kemampuan individu dalam memahami dan menggunakan informasi terkait kesehatan mental, menjadi penting untuk mengurangi stigma, di mana pemahaman yang rendah mengenai kesehatan mental memperkuat stigma negatif. Penelitian ini berfokus pada hubungan antara literasi kesehatan mental dan stigma sosial di daerah perbatasan khususnya di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross-sectional dengan teknik Purposive Sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 283 responden di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat Gamma dan telah lulus uji etik (No.118/KEPK-FIKES UBT/XII/2024). Hasil penelitian: Menunjukkan nilai p0,05 (P=0,001), menandakan adanya hubungan signifikan antara literasi kesehatan mental dan stigma sosial, dengan korelasi negatif sedang (-0,535). Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi literasi kesehatan mental pada masyarakat, maka akan semakin rendah stigmanya. Temuan ini menegaskan pentingnya meningkatkan literasi kesehatan mental untuk mengurangi stigma di masyarakat perbatasan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar bagi pengembangan program edukasi kesehatan mental yang lebih efektif, meningkatkan pemahaman masyarakat, dan mendukung individu yang mengalami gangguan mental. Kata Kunci: Literasi Kesehatan Mental, Stigma Sosial, Wilayah Perbatasan
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perbandingan strategi pemasaran sayuran sistem hidroponik dan sayuran sistem konvensional di kota Tarakan. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Snowball Sampling Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 20 orang yang terdiri dari 10 petani hidroponik dan 10 petani konvensional. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data yang diganakan yaitu analisis kualitatif deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian 1. Strategi Pemasaran Sayuran Hidroponik: Para pelaku usaha sayuran hidroponik menerapkan strategi pemasaran yang inovatif dan adaptif. Mereka menetapkan harga jual kompetitif, menggunakan berbagai saluran pemasaran seperti pelanggan tetap, warung sayur, restoran, dan supermarket lokal. Promosi dilakukan melalui media sosial dan kemasan khusus untuk menjaga kesegaran dan menarik pelanggan. 2. Strategi Pemasaran Sayuran Konvensional: Pelaku usaha sayuran konvensional menggunakan strategi pemasaran yang lebih tradisional. Harga jual ditentukan berdasarkan ketersediaan dan permintaan pasar serta kondisi cuaca. Distribusi dilakukan melalui pasar tradisional dan penjualan langsung dari rumah. Promosi mengandalkan hubungan personal dan penyebaran informasi dari mulut ke mulut, dengan pengemasan yang sederhana. 3. Perbandingan Strategi Pemasaran: Sayuran hidroponik cenderung lebih inovatif dalam penetapan harga, memanfaatkan berbagai saluran pemasaran, dan promosi melalui media sosial, sementara sayuran konvensional mengandalkan pendekatan tradisional dengan harga fluktuatif dan pemasaran langsung. Kendala pemasaran juga berbeda, dengan hidroponik lebih fokus pada kendala produksi dan konvensional pada kondisi pasar dan cuaca.
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perbandingan strategi pemasaran sayuran sistem hidroponik dan sayuran sistem konvensional di kota Tarakan. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Snowball Sampling Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 20 orang yang terdiri dari 10 petani hidroponik dan 10 petani konvensional. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data yang diganakan yaitu analisis kualitatif deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian 1. Strategi Pemasaran Sayuran Hidroponik: Para pelaku usaha sayuran hidroponik menerapkan strategi pemasaran yang inovatif dan adaptif. Mereka menetapkan harga jual kompetitif, menggunakan berbagai saluran pemasaran seperti pelanggan tetap, warung sayur, restoran, dan supermarket lokal. Promosi dilakukan melalui media sosial dan kemasan khusus untuk menjaga kesegaran dan menarik pelanggan. 2. Strategi Pemasaran Sayuran Konvensional: Pelaku usaha sayuran konvensional menggunakan strategi pemasaran yang lebih tradisional. Harga jual ditentukan berdasarkan ketersediaan dan permintaan pasar serta kondisi cuaca. Distribusi dilakukan melalui pasar tradisional dan penjualan langsung dari rumah. Promosi mengandalkan hubungan personal dan penyebaran informasi dari mulut ke mulut, dengan pengemasan yang sederhana. 3. Perbandingan Strategi Pemasaran: Sayuran hidroponik cenderung lebih inovatif dalam penetapan harga, memanfaatkan berbagai saluran pemasaran, dan promosi melalui media sosial, sementara sayuran konvensional mengandalkan pendekatan tradisional dengan harga fluktuatif dan pemasaran langsung. Kendala pemasaran juga berbeda, dengan hidroponik lebih fokus pada kendala produksi dan konvensional pada kondisi pasar dan cuaca.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerpan Just In Time dalam efisiensi biaya persediaan bahan baku pada Mitra Usaha Tarakan, Ayam Potong “Bismillah”. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peramalan terendah adalah dengan menggunakan metode weight moving averages dengan tingkat error MAD = 289,5, MSE = 136.071,6 dan MAPE = 11.076,9% dengan hasil peramalan permintaan produk ayam potong (karkas) dalam memenuhi permintaan konsumen untuk periode selanjutnya sebanyak 166,6 Kg. Total biaya Total Inventory Cost menurut perusahaan Rp 84.983.865 sedangkan menurut Economic Order Quantity Rp 302.784.200 jadi ada penghematan biaya sebesar Rp 217.800.335 dan kebijakan dari Mitra Usaha Tarakan, Ayam Potong “Bismillah” mengeluarkan biaya lebih besar yaitu Rp 344.113.831 sedangkan dengan menerapkan metode Just In Time Mitra Usaha Tarakan, Ayam Potong “Bismillah” mengeluarkan biaya sebesar Rp 40.030.466. dengan menerapkan metode Just In Time Mitra Usaha Tarakan, Ayam Potong “Bismillah” dapat menghemat biaya pembelian dan biaya pemesanan bahan baku sebesar Rp314.847.046.
Keanekaragaman Tumbuhan Perdu Di Kawasan Hutan Tane O'len Desa Wisata Setulang Kabupaten Malinau Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis-jenis tumbuhan perdu di Hutan Tane O'len Desa Wisata Setulang Kabupaten Malinau, selain itu untuk mengetahui tentang bagaimana habitat tumbuhan perdu mampu tumbuh di kawasan Hutan Tane O'len. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yaitu dengan membuat jalur line transek. Penelitian ini dilakukan di tiga stasiun berbeda yang terdiri dari tiga transek dan dua belas plot masing-masing panjang transek 300 meter dan ukuran plot 5x5 meter. Subjek pada penelitian ini adalah tumbuhan perdu yang tumbuh di Hutan Tane O'len, hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan jenis-jenis tumbuhan perdu yang tumbuh di kawasan Hutan Tane O'len sebanyaka sembilan spesies diantaranya, Mimosa pudica, Cassia alata, Melastoma malabathricum, Leea indica, Gynura procumbens, Solanum torvum, Phyllanthus reticulatus poir, Vitex pinnata dan Kopsia fruticosa. Indeks keanekaragaman tergolong sedang dengan nilai indek H'=1,8272. Habitat tumbuhan perdu di kawasan Hutan Tane O'len didukung oleh kelembapan tanah yang baik, suhu udara yang stabil, tanah yang sesuai untuk pertumbuhan atau habitat tumbuhan perdu, tumbuhan perdu di Hutan Tane O'len, tumbuhan yang ditemukan mampu beradaptasi di Hutan Tane O'len. Selanjutnya dilakukan analisis keterkaitan penelitian dengan pembelajaran biologi yaitu pada materi klasifikasi makhluk hidup KD 3.3 menjelaskan prinsip-prinsip kasifikasi makhluk hidup dalam kingdom plantae (Dunia Tumbuhan) melalui pengamatan secara teliti dan sistematis.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerpan Just In Time dalam efisiensi biaya persediaan bahan baku pada Mitra Usaha Tarakan, Ayam Potong “Bismillah”. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peramalan terendah adalah dengan menggunakan metode weight moving averages dengan tingkat error MAD = 289,5, MSE = 136.071,6 dan MAPE = 11.076,9% dengan hasil peramalan permintaan produk ayam potong (karkas) dalam memenuhi permintaan konsumen untuk periode selanjutnya sebanyak 166,6 Kg. Total biaya Total Inventory Cost menurut perusahaan Rp 84.983.865 sedangkan menurut Economic Order Quantity Rp 302.784.200 jadi ada penghematan biaya sebesar Rp 217.800.335 dan kebijakan dari Mitra Usaha Tarakan, Ayam Potong “Bismillah” mengeluarkan biaya lebih besar yaitu Rp 344.113.831 sedangkan dengan menerapkan metode Just In Time Mitra Usaha Tarakan, Ayam Potong “Bismillah” mengeluarkan biaya sebesar Rp 40.030.466. dengan menerapkan metode Just In Time Mitra Usaha Tarakan, Ayam Potong “Bismillah” dapat menghemat biaya pembelian dan biaya pemesanan bahan baku sebesar Rp314.847.046.
Asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. peran bidan selain memberikan asuhan komprehensif juga harus meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam penanganan dan memberikan pelayanan kesehatan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana . tujuan dari asuhan ini adalah memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin,nifas, dan bayi baru lahir pada ny.s di puskesmas pantai amal dengan menggunakan pendekatan manajeman kebidanan dengan pendekatan manajeman asuhan kebidanan. Pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif dimulai pada tanggal 13 Januari 2024 di Puskesmas Pantai Amal, kunjungan awal dilakukan pada saat klien memasuki usia kehamilan 37 minggu, dilakukan 2 kali kunjungan, persalinan terjadi pada usia kehamilan 38 minggu 3 hari pada tanggal 23 januari 2024. Asuhan kunjungan masa nifas dilakukan sebanyak 2 kali pada tanggal 23 januari 2024 6 jam postpartum atau KF-1. Pada tanggal 7 februari 2024 postpartum hari ke-15 atau KF-3. Dan asuhan kunjungan neonatal sebanyak 2 kali kunjungan pada tanggal 23 januari 6 jam atau KN1. Pada tanggal 7 februari 2024 atau KN3. penatalaksanaan asuhan masa nifas dan bayi baru lahir menyesuaikan kebutuhan selama masa nifas dan bayi baru lahir. Sehingga dapat disimpulkan bahwa asuhan kebidanan komprehensif telah dilakukan kepada Ny.S mulai dari kehamilan,bersalin,nifas dan bayi baru lahir,yang dimulai pada tanggal 13 januari 2024 di puskesmas pantai amal. Asuhan yang diberikan pada masa kehamilan sesuai dengan standar 14 T, asuhan persalinan sesuai standar asuhan persalinan normal (APN), dan telah dilakukan kunjungan nifas KF1 dan KF3 dan kunjungan neonatal KN1 dan KN3. Selama dilakukannya asuhan kebidanan secara komprehensif ini tidak ditemukan masalah pada kehamilan, persalinan, kunjungan nifas dan bayi keadaan ibu dan bayi dalam kedaan normal dan tidak ditemukan adanya masalah.
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran dan mengetahui bagaimana kelayakan pada media pembelajaran flashcard box untuk membaca permulaan siswa kelas 1 di SDN 052 Tarakan ditinjau dari validasi ahli media, ahli bahasa dan ahli praktisi serta mengetahui bagaimana ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran flashcard box untuk membaca permulaan dengan pemberian angket ketertarikan siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Prosedur pengembangan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu, Analysis (Analisis), Design (Rancangan), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), Evaluation (Evaluasi). Penilaian kelayakan media pembelajaran flashcard box terdiri dari validasi ahli media, ahli bahasa dan ahli praktisi. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 92%, ahli bahasa sebesar 86% dan ahli praktisi sebesar 92%. Hasil validasi para ahli menunjukkan bahwa media pembelajaran flashcard box masuk dalam kategori sangat layak digunakan pada pembelajaran membaca permulaan siswa kelas 1. Hasil ketertarikan siswa pada uji coba terbatas sebesar 86% dan uji coba kelompok luas sebesar 86% masuk dalam kategori sangat tertarik. Hasil angket ketertarikan siswa pada uji coba terbatas dan uji coba kelompok luas menunjukkan bahwa siswa sangat tertarik terhadap media pembelajaran flashcard box untuk membaca permulaan. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran flashcard Box efektif dalam mendukung proses belajar dan mengajar membaca permulaan yang dilakukan antara siswa dan guru di SDN 052 Tarakan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media apa saja yang digunakan oleh guru dalam mengajar bahasa Inggris, dan mengetahui jenis media apa yang dominan digunakan guru dalam mengajar bahasa Inggris di kelas sepuluh Teknik Otomotif A SMKN 2 Tarakan. Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling dalam memilih sampel. Kelas X teknik otomotif A menjadi sampel dalam penelitian ini, yang berjumlah 36 siswa. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan observasi, wawancara, dan analisa dokumen. Peneliti menggunakan tahapan Miles dan Huberman dalam menganalisis data, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa media yang digunakan dalam pengajaran bahasa Inggris di dalam kelas terdapat dua jenis media yaitu media konvensional seperti papan tulis, buku bahasa Inggris, dan media modern seperti laptop (PowerPoint), dan LCD Proyektor, serta Smartphone (Google Chrome). Media pembelajaran yang dominan digunakan oleh guru Bahasa Inggris adalah media modern. Siswa memiliki pendapat yang positif terhadap media yang digunakan dalam proses pembelajaran. Siswa berpendapat bahwa penggunaan media dalam proses pembelajaran bahasa Inggris sangat membantu dan mempermudah proses pembelajaran, membuat siswa lebih percaya diri, membuat siswa merasa senang, dan tertarik untuk belajar, serta dapat memotivasi siswa untuk lebih giat belajar.
Asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. peran bidan selain memberikan asuhan komprehensif juga harus meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam penanganan dan memberikan pelayanan kesehatan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana . tujuan dari asuhan ini adalah memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin,nifas, dan bayi baru lahir pada ny.s di puskesmas pantai amal dengan menggunakan pendekatan manajeman kebidanan dengan pendekatan manajeman asuhan kebidanan. Pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif dimulai pada tanggal 13 Januari 2024 di Puskesmas Pantai Amal, kunjungan awal dilakukan pada saat klien memasuki usia kehamilan 37 minggu, dilakukan 2 kali kunjungan, persalinan terjadi pada usia kehamilan 38 minggu 3 hari pada tanggal 23 januari 2024. Asuhan kunjungan masa nifas dilakukan sebanyak 2 kali pada tanggal 23 januari 2024 6 jam postpartum atau KF-1. Pada tanggal 7 februari 2024 postpartum hari ke-15 atau KF-3. Dan asuhan kunjungan neonatal sebanyak 2 kali kunjungan pada tanggal 23 januari 6 jam atau KN1. Pada tanggal 7 februari 2024 atau KN3. penatalaksanaan asuhan masa nifas dan bayi baru lahir menyesuaikan kebutuhan selama masa nifas dan bayi baru lahir. Sehingga dapat disimpulkan bahwa asuhan kebidanan komprehensif telah dilakukan kepada Ny.S mulai dari kehamilan,bersalin,nifas dan bayi baru lahir,yang dimulai pada tanggal 13 januari 2024 di puskesmas pantai amal. Asuhan yang diberikan pada masa kehamilan sesuai dengan standar 14 T, asuhan persalinan sesuai standar asuhan persalinan normal (APN), dan telah dilakukan kunjungan nifas KF1 dan KF3 dan kunjungan neonatal KN1 dan KN3. Selama dilakukannya asuhan kebidanan secara komprehensif ini tidak ditemukan masalah pada kehamilan, persalinan, kunjungan nifas dan bayi keadaan ibu dan bayi dalam kedaan normal dan tidak ditemukan adanya masalah.
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran dan mengetahui bagaimana kelayakan pada media pembelajaran flashcard box untuk membaca permulaan siswa kelas 1 di SDN 052 Tarakan ditinjau dari validasi ahli media, ahli bahasa dan ahli praktisi serta mengetahui bagaimana ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran flashcard box untuk membaca permulaan dengan pemberian angket ketertarikan siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Prosedur pengembangan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu, Analysis (Analisis), Design (Rancangan), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), Evaluation (Evaluasi). Penilaian kelayakan media pembelajaran flashcard box terdiri dari validasi ahli media, ahli bahasa dan ahli praktisi. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 92%, ahli bahasa sebesar 86% dan ahli praktisi sebesar 92%. Hasil validasi para ahli menunjukkan bahwa media pembelajaran flashcard box masuk dalam kategori sangat layak digunakan pada pembelajaran membaca permulaan siswa kelas 1. Hasil ketertarikan siswa pada uji coba terbatas sebesar 86% dan uji coba kelompok luas sebesar 86% masuk dalam kategori sangat tertarik. Hasil angket ketertarikan siswa pada uji coba terbatas dan uji coba kelompok luas menunjukkan bahwa siswa sangat tertarik terhadap media pembelajaran flashcard box untuk membaca permulaan. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran flashcard Box efektif dalam mendukung proses belajar dan mengajar membaca permulaan yang dilakukan antara siswa dan guru di SDN 052 Tarakan