Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

FITRI

417 karya publik ditemukan.

2026: 882025: 1002024: 422023: 672022: 712021: 412020: 72019: 1

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA PEMERKOSAAN INSES (Studi Kasus Putusan Nomor: 66/Pid.Sus/2022/PN Tar dan Putusan Nomor: 122/Pid.Sus/2023/PN Tar)

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Perlindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Pemerkosaan Inses (Studi Kasus Putusan Nomor: 66/Pid.Sus/2022/PN Tar dan Putusan Nomor: 122/Pid.Sus/2023/PN Tar) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perlindungan hukum terhadap anak korban tindak pidana inses di Kota Tarakan. Serta untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap korban tindak pidana pemerkosaan inses (Studi kasus putusan nomor: 66/Pid.Sus/2022/Pn Tar dan putusan nomor: 122/Pid.Sus/2023/Pn Tar). Seluruh sumber bahan hukum yang diperoleh dalam penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Teknik pengumpulan sumber bahan hukum dilakukan dengan metode studi kepustakaan yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menganalisis sumber bahan hukum primer, sumber bahan hukum sekunder, dan sumber bahan nonhukum yang relevan untuk memperoleh hasil penelitian yang objektif terkait dengan penelitian. Sumber bahan hukum menggunakan sumber bahan hukum primer, sumber bahan hukum sekunder, dan sumber bahan nonhukum. Metode penelitian menggunakan jenis pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian hukum normatif yang dilengkapi dengan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa perlindungan hukum terhadap anak korban inses di Kota Tarakan belum terlaksana secara optimal. Meskipun pelaku dijatuhi hukuman maksimal, rehabilitasi fisik dan psikologis bagi korban pasca-putusan masih terabaikan. Hambatan utama meliputi minimnya anggaran, kurangnya tenaga ahli, stigma sosial, dan regulasi yang belum mengatur mekanisme pemulihan korban secara rinci; bahwa pertimbangan hakim dalam putusan didasarkan pada dampak psikologis terhadap korban, beratnya kejahatan, dan tujuan memberi efek jera. Namun, putusan belum mencakup upaya perlindungan lanjutan, seperti rehabilitasi atau pendampingan jangka panjang, yang sangat dibutuhkan korban inses untuk pemulihan menyeluruh.

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA PEMERKOSAAN INSES (Studi Kasus Putusan Nomor: 66/Pid.Sus/2022/PN Tar dan Putusan Nomor: 122/Pid.Sus/2023/PN Tar)

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perlindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Pemerkosaan Inses (Studi Kasus Putusan Nomor: 66/Pid.Sus/2022/PN Tar dan Putusan Nomor: 122/Pid.Sus/2023/PN Tar) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perlindungan hukum terhadap anak korban tindak pidana inses di Kota Tarakan. Serta untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap korban tindak pidana pemerkosaan inses (Studi kasus putusan nomor: 66/Pid.Sus/2022/Pn Tar dan putusan nomor: 122/Pid.Sus/2023/Pn Tar). Seluruh sumber bahan hukum yang diperoleh dalam penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Teknik pengumpulan sumber bahan hukum dilakukan dengan metode studi kepustakaan yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menganalisis sumber bahan hukum primer, sumber bahan hukum sekunder, dan sumber bahan nonhukum yang relevan untuk memperoleh hasil penelitian yang objektif terkait dengan penelitian. Sumber bahan hukum menggunakan sumber bahan hukum primer, sumber bahan hukum sekunder, dan sumber bahan nonhukum. Metode penelitian menggunakan jenis pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian hukum normatif yang dilengkapi dengan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa perlindungan hukum terhadap anak korban inses di Kota Tarakan belum terlaksana secara optimal. Meskipun pelaku dijatuhi hukuman maksimal, rehabilitasi fisik dan psikologis bagi korban pasca-putusan masih terabaikan. Hambatan utama meliputi minimnya anggaran, kurangnya tenaga ahli, stigma sosial, dan regulasi yang belum mengatur mekanisme pemulihan korban secara rinci; bahwa pertimbangan hakim dalam putusan didasarkan pada dampak psikologis terhadap korban, beratnya kejahatan, dan tujuan memberi efek jera. Namun, putusan belum mencakup upaya perlindungan lanjutan, seperti rehabilitasi atau pendampingan jangka panjang, yang sangat dibutuhkan korban inses untuk pemulihan menyeluruh.

Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Pendapatan Usaha Tani Sawi (Brassica Juncea L) Di Kelurahan Kampung Enam Kota Tarakan

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Adanya permasalahan sosial ekonomi tentu akan berpengaruh pada pendapatan petani yang yang ada dalam penelitian ini, bertujuan untuk 1) Untuk mengetahui pendapatan usahatani sawi (Brassica juncea L) di Kelurahan Kampung Enam. 2) Untuk mengetahui kontribusi usahatani sawi terhadap total pendapatan keluarga petani di Kelurahan Kampung Enam. 3) Untuk mengetahui pengaruh faktor sosial ekonomi (Umur, pendidikan, pengalaman bekerja, tanggungan keluarga, luas lahan dan modal) terhadap pendapatan usaha tani sawi (Brassica juncea L) di Kelurahan Kampung Enam. Metode menentukan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Metode Menggumpulkan data yang digunakan yaitu, Wawancara dengan petani dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa pendapatan bersih usaha tani sawi di Kelurahan Kampung Enam Kecamatan Tarakan Timur diperoleh sebanyak Rp 402.961/MT. Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa kontribusi usaha tani sawi terhadap pendapatan total rumah tangga yaitu sebesar 28%. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya tingkat kontribusi usaha tani sawi terhadap pendapatan rumah tangga di Kelurahan Kampung Enam masuk kedalam kategori rendah. Faktor sosial ekonomi yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan usaha tani sawi di Kecamatan Tarakan Timur secara nyata adalah modal. Nilai signifikansi uji t yaitu 0,00 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya faktor modal berpengaruh secara nyata terhadap pendapatan usahatani sawi. Maka disarankan untuk petani agar kiranya lebih menyiapkan kesiapan sebelum melakukan usaha tani seperti tabungan dan pendapatan lain sehingga dapat menambah modal yang digunakan selama berusaha tani agar tidak kekurangan modal dan untuk meningkatkan pendapatan petani.

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA ABORSI DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2023 TENTANG KESEHATAN

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait faktor penyebab terjadinya tindak pidana aborsi, serta bagaimana penerapan sanksi hukum terhadap pelaku tindak pidana aborsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian normatif. Seluruh data yang diperoleh dalam penelitian ini, menggunakan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier, dianalisis secara kualitatif kemudian disajikan secara deskriptif dengan menjelasakan, menguraikan, serta menganalisis sesuai dengan permasalahanpermasalahan yang ada dalama penelitian ini, berdasarkan hasil penelitian ini, maka penulis menyimpulkan bahwa faktor penyebab terjadinya aborsi faktor sosial, ekonomi, kesehetan, dan hukum serta kehamilan di luar nikah atau usia muda dan kehamilan akibat perkosaan dapat mendorong seseorang melakukan aborsi. Dan terkait penerapan sanksi hukumnya kepada pelaku tindak pidana aborsi yaitu penerapan hukuman sudah tepat dikenakan hukuman penjara, namun impelmentasi putusan hakim tidak sesuai dikarenkan hanya dikenakan penjara 4,5 tahun seharusnya terdakwa bisa dikenakan lebih dari itu karena terdakwa telah melakaukan tindakan aborsi sebanyak tiga kali dan terdakwa bukan dokter spesialis Dokter kandung dan tidak terdaftar di Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA ABORSI DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2023 TENTANG KESEHATAN

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait faktor penyebab terjadinya tindak pidana aborsi, serta bagaimana penerapan sanksi hukum terhadap pelaku tindak pidana aborsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian normatif. Seluruh data yang diperoleh dalam penelitian ini, menggunakan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier, dianalisis secara kualitatif kemudian disajikan secara deskriptif dengan menjelasakan, menguraikan, serta menganalisis sesuai dengan permasalahanpermasalahan yang ada dalama penelitian ini, berdasarkan hasil penelitian ini, maka penulis menyimpulkan bahwa faktor penyebab terjadinya aborsi faktor sosial, ekonomi, kesehetan, dan hukum serta kehamilan di luar nikah atau usia muda dan kehamilan akibat perkosaan dapat mendorong seseorang melakukan aborsi. Dan terkait penerapan sanksi hukumnya kepada pelaku tindak pidana aborsi yaitu penerapan hukuman sudah tepat dikenakan hukuman penjara, namun impelmentasi putusan hakim tidak sesuai dikarenkan hanya dikenakan penjara 4,5 tahun seharusnya terdakwa bisa dikenakan lebih dari itu karena terdakwa telah melakaukan tindakan aborsi sebanyak tiga kali dan terdakwa bukan dokter spesialis Dokter kandung dan tidak terdaftar di Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Pendapatan Usaha Tani Sawi (Brassica Juncea L) Di Kelurahan Kampung Enam Kota Tarakan

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Adanya permasalahan sosial ekonomi tentu akan berpengaruh pada pendapatan petani yang yang ada dalam penelitian ini, bertujuan untuk 1) Untuk mengetahui pendapatan usahatani sawi (Brassica juncea L) di Kelurahan Kampung Enam. 2) Untuk mengetahui kontribusi usahatani sawi terhadap total pendapatan keluarga petani di Kelurahan Kampung Enam. 3) Untuk mengetahui pengaruh faktor sosial ekonomi (Umur, pendidikan, pengalaman bekerja, tanggungan keluarga, luas lahan dan modal) terhadap pendapatan usaha tani sawi (Brassica juncea L) di Kelurahan Kampung Enam. Metode menentukan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Metode Menggumpulkan data yang digunakan yaitu, Wawancara dengan petani dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa pendapatan bersih usaha tani sawi di Kelurahan Kampung Enam Kecamatan Tarakan Timur diperoleh sebanyak Rp 402.961/MT. Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa kontribusi usaha tani sawi terhadap pendapatan total rumah tangga yaitu sebesar 28%. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya tingkat kontribusi usaha tani sawi terhadap pendapatan rumah tangga di Kelurahan Kampung Enam masuk kedalam kategori rendah. Faktor sosial ekonomi yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan usaha tani sawi di Kecamatan Tarakan Timur secara nyata adalah modal. Nilai signifikansi uji t yaitu 0,00 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya faktor modal berpengaruh secara nyata terhadap pendapatan usahatani sawi. Maka disarankan untuk petani agar kiranya lebih menyiapkan kesiapan sebelum melakukan usaha tani seperti tabungan dan pendapatan lain sehingga dapat menambah modal yang digunakan selama berusaha tani agar tidak kekurangan modal dan untuk meningkatkan pendapatan petani.

HUBUNGAN LITERASI KESEHATAN MENTAL TERHADAP STIGMA SOSIAL MASYARAKAT DI WILAYAH PERBATASAN

2025 · Book ·

Abstrak Kesehatan mental adalah bagian integral dari kesehatan manusia yang sering terabaikan, terutama di wilayah perbatasan dengan keterbatasan fasilitas dan akses informasi. Masyarakat sering kali menganggap gangguan mental sebagai aib, yang menghalangi individu untuk mencari bantuan. Literasi kesehatan mental, yang didefinisikan sebagai kemampuan individu dalam memahami dan menggunakan informasi terkait kesehatan mental, menjadi penting untuk mengurangi stigma, di mana pemahaman yang rendah mengenai kesehatan mental memperkuat stigma negatif. Penelitian ini berfokus pada hubungan antara literasi kesehatan mental dan stigma sosial di daerah perbatasan khususnya di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross-sectional dengan teknik Purposive Sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 283 responden di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat Gamma dan telah lulus uji etik (No.118/KEPK-FIKES UBT/XII/2024). Hasil penelitian: Menunjukkan nilai p0,05 (P=0,001), menandakan adanya hubungan signifikan antara literasi kesehatan mental dan stigma sosial, dengan korelasi negatif sedang (-0,535). Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi literasi kesehatan mental pada masyarakat, maka akan semakin rendah stigmanya. Temuan ini menegaskan pentingnya meningkatkan literasi kesehatan mental untuk mengurangi stigma di masyarakat perbatasan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar bagi pengembangan program edukasi kesehatan mental yang lebih efektif, meningkatkan pemahaman masyarakat, dan mendukung individu yang mengalami gangguan mental. Kata Kunci: Literasi Kesehatan Mental, Stigma Sosial, Wilayah Perbatasan

STUDI DESKRIPTIF: PENGETAHUAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI PESANTREN DI KOTA TARAKAN

2025 · Book ·

Anemia merupakan masalah kesehatan global yang banyak dialami oleh remaja putri, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Remaja putri memiliki risiko lebih tinggi terhadap anemia akibat menstruasi dan pola makan yang kurang bergizi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pengetahuan Tentang Anemia Pada Remaja Putri Di Pondok Pesantren Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan total sampling didapatkan sampel sebanyak 124 santri dari enam pondok pesantren di Kota Tarakan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah dimodifikasi dari Guidelines for assessing nutrition-related Knowledge, Attitudes and Practices (FAO) dan De, et al yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya mencakup item pernyataan definisi anemia, etiologi, gejala, dampak, pencegahan, dan pengobatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang bervariasi, dengan kategori baik 39,5%, cukup 34,7%, dan kurang 25,8%. Untuk ukuran numerik skor minimal 18,18, maksimal 100,00, rata-rata 70,24 dengan standar deviasi 19,10. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan program kesehatan di pesantren untuk mencegah anemia dan meningkatkan kualitas hidup santri.

HUBUNGAN LITERASI KESEHATAN MENTAL TERHADAP STIGMA SOSIAL MASYARAKAT DI WILAYAH PERBATASAN

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Kesehatan mental adalah bagian integral dari kesehatan manusia yang sering terabaikan, terutama di wilayah perbatasan dengan keterbatasan fasilitas dan akses informasi. Masyarakat sering kali menganggap gangguan mental sebagai aib, yang menghalangi individu untuk mencari bantuan. Literasi kesehatan mental, yang didefinisikan sebagai kemampuan individu dalam memahami dan menggunakan informasi terkait kesehatan mental, menjadi penting untuk mengurangi stigma, di mana pemahaman yang rendah mengenai kesehatan mental memperkuat stigma negatif. Penelitian ini berfokus pada hubungan antara literasi kesehatan mental dan stigma sosial di daerah perbatasan khususnya di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross-sectional dengan teknik Purposive Sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 283 responden di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat Gamma dan telah lulus uji etik (No.118/KEPK-FIKES UBT/XII/2024). Hasil penelitian: Menunjukkan nilai p0,05 (P=0,001), menandakan adanya hubungan signifikan antara literasi kesehatan mental dan stigma sosial, dengan korelasi negatif sedang (-0,535). Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi literasi kesehatan mental pada masyarakat, maka akan semakin rendah stigmanya. Temuan ini menegaskan pentingnya meningkatkan literasi kesehatan mental untuk mengurangi stigma di masyarakat perbatasan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar bagi pengembangan program edukasi kesehatan mental yang lebih efektif, meningkatkan pemahaman masyarakat, dan mendukung individu yang mengalami gangguan mental. Kata Kunci: Literasi Kesehatan Mental, Stigma Sosial, Wilayah Perbatasan

STUDI DESKRIPTIF: PENGETAHUAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI PESANTREN DI KOTA TARAKAN

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anemia merupakan masalah kesehatan global yang banyak dialami oleh remaja putri, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Remaja putri memiliki risiko lebih tinggi terhadap anemia akibat menstruasi dan pola makan yang kurang bergizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengetahuan anemia pada remaja putri pesantren di Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Jumlah sampel 124 remaja putri. Penentuan jumlah sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah dimodifikasi dari Guidelines for assessing nutrition-related Knowledge, Attitudes and Practices (FAO) dan De, et al sebanyak 11 item pernyataan. Hasil penelitian didapatkan remaja putri pesantren di Kota Tarakan memiliki pengetahuan baik 39,5%, pengetahuan cukup 34,7%, pengetahuan kurang 25,8%, dimana skor mean 70,24, SD 19,10, skor minimal 18,18, dan skor maksimal 100,00. Kesimpulan dari penelitian ini sebagian besar remaja putri pesantren di Kota Tarakan berpengetahuan baik tentang anemia.

karakterisasi kimia beras analog rumput laut (kappaphycus alvarezii) dari kalimantan utara

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KARAKTERISASI KIMIA BERAS ANALOG RUMPUT LAUT (kappaphycus alvarezii) DARI KALIMANTAN UTARA Abstrak Penduduk Indonesia saat ini sebagian besar masih mengkonsumsi beras padi sebagai makananan pokok yang menyebabkan ketergantungan dan mengakibatkan terjadinya risiko krisis pangan sehingga dibutuhkan pengembangan inovasi dari rumput laut seperti beras analog. Beras analog merupakan pangan fungsional yang diformulasikan dari beberapa bahan yang terbuat dari sereal, umbi-umbian, dan tepung serta memiliki karbohidrat yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan formulasi beras analog terbaik dari rumput laut dan menentukan karakterisasi kimia (proksimat, serat kasar, vitamin C, gula total dan fitokimia) beras analog dari rumput laut (kappaphycus alvarezii). Metode penelitian ini di bagi menjadi tiga tahapan yakni tahapan pertama pembuatan tepung rumput laut, tahap kedua formulasi beras analog dengan presentase rumput laut masing – masing 10%, 30%, 50%, tepung rumput laut yang dihasilkan adalah tepung rumput laut tanpa bahan kimia. Tahap ketiga pengujian proksimat, serat kasar, vitamin C, gula total dan fitokimia. Hasil pengujian beras analog 10% kadar air 8%, kadar abu 7%, kadar lemak 7,8%, protein 1,7%, serat kasar 0.62%, karbohidrat 75,5% vitamin C 0,016 mg, gula total 2,83%, fitokimia (alkaloid, fenol hidroquinan, triterpenoid). Hasil pengujian beras analog 30% kadar air 12%, kadar abu 7%, kadar lemak 6,16%, protein 4,4%, serat kasar 0,04%, karbohidrat 71,44%, vitamin C 0,003 mg, gula total 2,69%, fitokimia (alkaloid, fenol hidroquinan, steroid). Hasil pengujian beras analog 50% kadar air 9%, kadar abu 9%, kadar lemak 3,8 % protein 7%, serat kasar 0,22%, karbohidrat 71,2%. Vitamin C 0,045 mg, gula total 2,67%, fitokimia (alkaloid, fenol hidroquinan, triterpenoid).

THE EFFECT OF DIGITAL LEARNING MATERIAL ON STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY AT 8th GRADE STUDENTS OF SMPN 5 TARAKAN

2024 · Thesis ·

This study aimed to determine the significant effect of digital learning media on the vocabulary mastery of grade VIII students at SMPN 5 Tarakan. In addition, this study also aimed to assess the significant effect of paper-based learning media on vocabulary mastery in students at the same grade level. This study also compared the difference in significant effect between digital learning media and paper-based learning media in improving the student vocabulary mastery. The method used in this study was a pre-experimental design with a non-equivalent control group. The research sample consisted of students in class VIII-C as the experimental group and students in class VIII-B as the control group, which was selected using the purposive sampling technique. The research instruments were in the form of pre-test and post-test, with the data analyzed using a t-test of two independent samples. As a result, the experimental group that used the digital material experienced a significant improvement in their vocabulary score from 59.07 to 85.72, while the control group that used the paper-based material showed only a small improvement, with the score increasing from 63.73 to 69.20. Non-parametric statistical tests, specifically the Mann-Whitney U test, confirmed the results showing that the p score was lower than 0.05 (p 0.05). The data showed that the null hypothesis (Ho) was rejected, while the alternative hypothesis (H.) was accepted. Therefore, the results of the study showed that the use of digital learning media significantly increased the student vocabulary mastery compared to paper-based learning media, which indicates that the digital learning media has an effect on student vocabulary mastery.

PENGARUH TEKNIK RESTRUKTURISASI KOGNITIF TERHADAP PERILAKU MEROKOK PADA SISWA KELAS VIII E SMP 05 TARAKAN

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Perilaku merokok adalah upaya menghisap gulungan kertas yang didalamnya terdapat zat-zat berbahaya bagi kesehatan tubuh seperti nikotin, tar, karbon monoksida,hydrogen sianida, benzene,formaldehida, dll. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok dengan teknik restukturisasi kognitif terhadap perilaku merokok pada siswa. Penelitian ini dilakukan di SMP 5 Tarakan, penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasinya dalam penelitian ini sebanyak 12 siswa kelas VIII E. Teknik sampling yang digunakan jenuh sampling dengan klasifikasi seluruh populasi dijadikan sampel yaitu sebanyak 12 siswa. Analisis data yang digunakan yaitu statistic deskriptif dan Inferensial. Uji hipotesis meneggunakan paired sample t-test, dengan SPSS ver 26.0. Berdasarkan analisis disimpulkan bahwa nilai signifikansi sebesar (0,000 0,05) yang artinya terdapat pengaruh teknik restukturisasi kognitif terhadap perilaku merokok siswa kelas VIII E SMP 5 Tarakan. Adapun gambaran dari penelitian ini menunjukan bahwa hasil pre-test dan post-test pada indikator aktivitas dan persepsi, mengalami perubahan nilai ditunjukan dengan perubahan kategorisasi dari tinggi,sedang menjadi sedang rendah.

Studi Perbandingan Strategi Pemasaran Sayuran Sistem Hidroponik dan Sayuran Sistem Konvensional di Kota Tarakan

2024 · Book ·

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perbandingan strategi pemasaran sayuran sistem hidroponik dan sayuran sistem konvensional di kota Tarakan. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Snowball Sampling Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 20 orang yang terdiri dari 10 petani hidroponik dan 10 petani konvensional. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data yang diganakan yaitu analisis kualitatif deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian 1. Strategi Pemasaran Sayuran Hidroponik: Para pelaku usaha sayuran hidroponik menerapkan strategi pemasaran yang inovatif dan adaptif. Mereka menetapkan harga jual kompetitif, menggunakan berbagai saluran pemasaran seperti pelanggan tetap, warung sayur, restoran, dan supermarket lokal. Promosi dilakukan melalui media sosial dan kemasan khusus untuk menjaga kesegaran dan menarik pelanggan. 2. Strategi Pemasaran Sayuran Konvensional: Pelaku usaha sayuran konvensional menggunakan strategi pemasaran yang lebih tradisional. Harga jual ditentukan berdasarkan ketersediaan dan permintaan pasar serta kondisi cuaca. Distribusi dilakukan melalui pasar tradisional dan penjualan langsung dari rumah. Promosi mengandalkan hubungan personal dan penyebaran informasi dari mulut ke mulut, dengan pengemasan yang sederhana. 3. Perbandingan Strategi Pemasaran: Sayuran hidroponik cenderung lebih inovatif dalam penetapan harga, memanfaatkan berbagai saluran pemasaran, dan promosi melalui media sosial, sementara sayuran konvensional mengandalkan pendekatan tradisional dengan harga fluktuatif dan pemasaran langsung. Kendala pemasaran juga berbeda, dengan hidroponik lebih fokus pada kendala produksi dan konvensional pada kondisi pasar dan cuaca.

Studi Perbandingan Strategi Pemasaran Sayuran Sistem Hidroponik dan Sayuran Sistem Konvensional di Kota Tarakan

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perbandingan strategi pemasaran sayuran sistem hidroponik dan sayuran sistem konvensional di kota Tarakan. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Snowball Sampling Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 20 orang yang terdiri dari 10 petani hidroponik dan 10 petani konvensional. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data yang diganakan yaitu analisis kualitatif deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian 1. Strategi Pemasaran Sayuran Hidroponik: Para pelaku usaha sayuran hidroponik menerapkan strategi pemasaran yang inovatif dan adaptif. Mereka menetapkan harga jual kompetitif, menggunakan berbagai saluran pemasaran seperti pelanggan tetap, warung sayur, restoran, dan supermarket lokal. Promosi dilakukan melalui media sosial dan kemasan khusus untuk menjaga kesegaran dan menarik pelanggan. 2. Strategi Pemasaran Sayuran Konvensional: Pelaku usaha sayuran konvensional menggunakan strategi pemasaran yang lebih tradisional. Harga jual ditentukan berdasarkan ketersediaan dan permintaan pasar serta kondisi cuaca. Distribusi dilakukan melalui pasar tradisional dan penjualan langsung dari rumah. Promosi mengandalkan hubungan personal dan penyebaran informasi dari mulut ke mulut, dengan pengemasan yang sederhana. 3. Perbandingan Strategi Pemasaran: Sayuran hidroponik cenderung lebih inovatif dalam penetapan harga, memanfaatkan berbagai saluran pemasaran, dan promosi melalui media sosial, sementara sayuran konvensional mengandalkan pendekatan tradisional dengan harga fluktuatif dan pemasaran langsung. Kendala pemasaran juga berbeda, dengan hidroponik lebih fokus pada kendala produksi dan konvensional pada kondisi pasar dan cuaca.

PENGARUH TEKNIK RESTRUKTURISASI KOGNITIF TERHADAP PERILAKU MEROKOK PADA SISWA KELAS VIII E SMP 05 TARAKAN

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perilaku merokok adalah upaya menghisap gulungan kertas yang didalamnya terdapat zat-zat berbahaya bagi kesehatan tubuh seperti nikotin, tar, karbon monoksida,hydrogen sianida, benzene,formaldehida, dll. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok dengan teknik restukturisasi kognitif terhadap perilaku merokok pada siswa. Penelitian ini dilakukan di SMP 5 Tarakan, penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasinya dalam penelitian ini sebanyak 12 siswa kelas VIII E. Teknik sampling yang digunakan jenuh sampling dengan klasifikasi seluruh populasi dijadikan sampel yaitu sebanyak 12 siswa. Analisis data yang digunakan yaitu statistic deskriptif dan Inferensial. Uji hipotesis meneggunakan paired sample t-test, dengan SPSS ver 26.0. Berdasarkan analisis disimpulkan bahwa nilai signifikansi sebesar (0,000 0,05) yang artinya terdapat pengaruh teknik restukturisasi kognitif terhadap perilaku merokok siswa kelas VIII E SMP 5 Tarakan. Adapun gambaran dari penelitian ini menunjukan bahwa hasil pre-test dan post-test pada indikator aktivitas dan persepsi, mengalami perubahan nilai ditunjukan dengan perubahan kategorisasi dari tinggi,sedang menjadi sedang rendah.

PENERAPAN SISTEM JUST IN TIME (JIT) DALAM PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU GUNA MENINGKATKAN EFISIENSI BIAYA PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA MITRA USAHA TARAKAN, AYAM POTONG “BISMILLAH”

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerpan Just In Time dalam efisiensi biaya persediaan bahan baku pada Mitra Usaha Tarakan, Ayam Potong “Bismillah”. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peramalan terendah adalah dengan menggunakan metode weight moving averages dengan tingkat error MAD = 289,5, MSE = 136.071,6 dan MAPE = 11.076,9% dengan hasil peramalan permintaan produk ayam potong (karkas) dalam memenuhi permintaan konsumen untuk periode selanjutnya sebanyak 166,6 Kg. Total biaya Total Inventory Cost menurut perusahaan Rp 84.983.865 sedangkan menurut Economic Order Quantity Rp 302.784.200 jadi ada penghematan biaya sebesar Rp 217.800.335 dan kebijakan dari Mitra Usaha Tarakan, Ayam Potong “Bismillah” mengeluarkan biaya lebih besar yaitu Rp 344.113.831 sedangkan dengan menerapkan metode Just In Time Mitra Usaha Tarakan, Ayam Potong “Bismillah” mengeluarkan biaya sebesar Rp 40.030.466. dengan menerapkan metode Just In Time Mitra Usaha Tarakan, Ayam Potong “Bismillah” dapat menghemat biaya pembelian dan biaya pemesanan bahan baku sebesar Rp314.847.046.

Keanekaragaman Tumbuhan Perdu Di Kawasan Hutan Tane O'len Desa Wisata Setulang Kabupaten Malinau

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keanekaragaman Tumbuhan Perdu Di Kawasan Hutan Tane O'len Desa Wisata Setulang Kabupaten Malinau Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis-jenis tumbuhan perdu di Hutan Tane O'len Desa Wisata Setulang Kabupaten Malinau, selain itu untuk mengetahui tentang bagaimana habitat tumbuhan perdu mampu tumbuh di kawasan Hutan Tane O'len. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yaitu dengan membuat jalur line transek. Penelitian ini dilakukan di tiga stasiun berbeda yang terdiri dari tiga transek dan dua belas plot masing-masing panjang transek 300 meter dan ukuran plot 5x5 meter. Subjek pada penelitian ini adalah tumbuhan perdu yang tumbuh di Hutan Tane O'len, hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan jenis-jenis tumbuhan perdu yang tumbuh di kawasan Hutan Tane O'len sebanyaka sembilan spesies diantaranya, Mimosa pudica, Cassia alata, Melastoma malabathricum, Leea indica, Gynura procumbens, Solanum torvum, Phyllanthus reticulatus poir, Vitex pinnata dan Kopsia fruticosa. Indeks keanekaragaman tergolong sedang dengan nilai indek H'=1,8272. Habitat tumbuhan perdu di kawasan Hutan Tane O'len didukung oleh kelembapan tanah yang baik, suhu udara yang stabil, tanah yang sesuai untuk pertumbuhan atau habitat tumbuhan perdu, tumbuhan perdu di Hutan Tane O'len, tumbuhan yang ditemukan mampu beradaptasi di Hutan Tane O'len. Selanjutnya dilakukan analisis keterkaitan penelitian dengan pembelajaran biologi yaitu pada materi klasifikasi makhluk hidup KD 3.3 menjelaskan prinsip-prinsip kasifikasi makhluk hidup dalam kingdom plantae (Dunia Tumbuhan) melalui pengamatan secara teliti dan sistematis.

PENERAPAN SISTEM JUST IN TIME (JIT) DALAM PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU GUNA MENINGKATKAN EFISIENSI BIAYA PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA MITRA USAHA TARAKAN, AYAM POTONG “BISMILLAH”

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerpan Just In Time dalam efisiensi biaya persediaan bahan baku pada Mitra Usaha Tarakan, Ayam Potong “Bismillah”. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peramalan terendah adalah dengan menggunakan metode weight moving averages dengan tingkat error MAD = 289,5, MSE = 136.071,6 dan MAPE = 11.076,9% dengan hasil peramalan permintaan produk ayam potong (karkas) dalam memenuhi permintaan konsumen untuk periode selanjutnya sebanyak 166,6 Kg. Total biaya Total Inventory Cost menurut perusahaan Rp 84.983.865 sedangkan menurut Economic Order Quantity Rp 302.784.200 jadi ada penghematan biaya sebesar Rp 217.800.335 dan kebijakan dari Mitra Usaha Tarakan, Ayam Potong “Bismillah” mengeluarkan biaya lebih besar yaitu Rp 344.113.831 sedangkan dengan menerapkan metode Just In Time Mitra Usaha Tarakan, Ayam Potong “Bismillah” mengeluarkan biaya sebesar Rp 40.030.466. dengan menerapkan metode Just In Time Mitra Usaha Tarakan, Ayam Potong “Bismillah” dapat menghemat biaya pembelian dan biaya pemesanan bahan baku sebesar Rp314.847.046.

ANALISIS UNSUR INTRINSIK DALAM NOVEL MELANGKAH KARYA J.S KHAIREN

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Semakin berkembangnya zaman, semakin beragam pula perkembangan dalam dunia sastra, khususnya novel. Novel semakin mengalami berbagai perubahan mulai dari gengre, tema, dll. Novel juga memiliki Unsur pembangun di dalam nya yaitu Unsur intrinsik. Unsur Instrinsik merupakan unsur pembangun dalam sebuah karya sastra, merupakan unsur penting yang tidak boleh dilewatkan dalam karya sastra. Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang akan kita jumpai pada sebuah karya sastra, karena dengan unsur-unsur intrinsik inilah karya sastra dibangun atau disajikan. Unsur intrinsik sebuah novel adalah unsur-unsur yang secara langsung turut serta membangun cerita. Kepaduan antara berbagai unsur intrinsik inilah yang membuat sebuah novel berwujud. Unsur-unsur intrinsik antara lain: tema, penokohan, latar, alur, amanat, dan Majas. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui unsur-unsur intrinsik dalam novel Melangkah karya J.S. Khairen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah novel Melangkah karya J.S. Khairen dengan menggunakan teknik baca dan catat. Hasil penelitian menunjukkan dua data tema, empat belas data tokoh, dua data sudut pandang, dua data alur, sepuluh data latar, satu data amanat, dan delapan majas. As time progresses, the world of literature, particularly in the novel genre, has become increasingly diverse. Novels have undergone various changes, ranging from genre to theme, among other aspects. Novels also possess intrinsic elements, which are the fundamental building blocks of a literary work. Intrinsic elements are crucial components that cannot be overlooked in literature. These elements are the components we encounter within a scholarly work, as they are the foundations upon which the work is constructed and presented. The intrinsic elements of a novel are the elements that directly contribute to the story's development. The cohesion among these intrinsic elements gives a novel its form and substance. The inherent elements include theme, characterization, setting, plot, message, and figurative language. This study aims to identify the intrinsic elements in the novel Melangkah by J.S. Khairen. The research employs a qualitative descriptive method. The object of this study is the novel Melangkah by J.S. Khairen, and the data collection technique used is close reading and note-taking. The study results reveal two themes: fourteen character data, two point of view data, two plot data, ten setting data, one message data, and eight figurative language data.