Profil penulis
DEWI
183 karya publik ditemukan.
PENGEMBANGAN BUKU CERITA RAKYAT PUTRI BENAYUK TERHADAP ELEMEN AKHLAK KEPADA MANUSIA DI SMP NEGERI 5 TARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media berupa buku cerita rakyat Putri Benayuk sebagai media layanan bimbingan dan konseling dalam menanamkan elemen akhlak kepada manusia pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 5 Tarakan. Masalah yang diangkat adalah rendahnya sikap menghargai pendapat dan empati antar siswa, yang telihat dalam interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, media berbasis budaya lokal dihadirkan sebagai pendekatan yang menyenangkan dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, yaitu tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli media untuk menilai kelayakan isi dan tampilan media. Sedangkan, uji kepraktisannya oleh guru bimbingan dan konseling serta siswa untuk menilai kemudahan penggunaan dan efektivitas media. Hasil validasi memperoleh presentase sebanyak 86,75%, bahwa buku ini dapat dikategorikan sangat layak dan hasil uji kepraktisan memperoleh presentase sebanyak 94,5%, menunjukkan bahwa buku ini sangat praktis digunakan dalam layanan bimbingan dan konseling. Media ini berhasil menyampaikan nilai-niai akhlak kepada manusia, seperti menghargai perbedaan dan berempati terhadap sesama. Selain menyampaikan nilai moral, buku ini juga berfungsi sebagai pengenalan budaya lokal yang memperkaya wawasan siswa. Dengan demikian, buku cerita rakyat Putri Benayuk diharapkan dapat menjadi alternatif yang menarik dan edukatif dalam mendukung pembelajaran berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) serta layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PEREMPUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI PADA PENCEGAHAN KEPUTIHAN (FLOUR ALBUS)
Keputihan (Flour Albus) merupakan salah satu gangguan kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri. Kondisi ini dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, sikap, dan perilaku yang kurang tepat dalam menjaga kebersihan organ reproduksi. Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat, sehingga pencegahan keputihan perlu dilakukan sejak dini. Pendidikan kesehatan reproduksi yang baik diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, dan mendorong perilaku pencegahan yang efektif pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja perempuan tentang kesehatan reproduksi pada pencegahan keputihan (Flour Albus) di SMP Negeri 1 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VIII dan IX di SMP Negeri 1 Tarakan dengan jumlah sampel 79 responden yang dipilih menggunakan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang mencakup variabel pengetahuan, sikap, dan pencegahan keputihan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (51,9%), sikap positif (98,7%), dan pencegahan keputihan baik (70,9%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada pencegahan keputihan (p = 0,003), sedangkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap pada pencegahan keputihan (p = 0,116). Pengetahuan berperan penting dalam pembentukan perilaku pencegahan keputihan, sedangkan sikap positif belum sepenuhnya diwujudkan dalam tindakan nyata. Diperlukan edukasi kesehatan reproduksi yang berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk perilaku pencegahan keputihan yang baik pada remaja perempuan. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Pencegahan Keputihan, Kesehatan Reproduksi, Remaja
Pemanfaatan Kulit Buah Rambutan (Nephelium Lappaceum L.) Dalam Mengidentifikasi Kandungan Boraks Pada Ayam Potong Yang Dijual Di Pasar Kota Tarakan Dan Potensinya Pada Pembelajaran IPA
Boraks merupakan bahan kimia yang masih ditemukan penggunaanya pada makanan sehingga diperlukan metode identifikasi yang sederhana, murah dan ramah lingkungan. Rumusan masalah dalam penelitian ini: 1). Bagaimana hasil uji kadar ekstrak kulit buah rambutan dalam mengidentifikasi kandungan boraks pada pangan ayam potong, 2). Bagaimana hasil uji kandungan boraks pada pangan ayam potong yang dijual di pasar Kota Tarakan dan 3). Bagaimana potensi implementasi dari hasil uji tanaman kulit buah rambutan pada pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan: 1). Menentukan formulasi atau kadar ekstrak kulit buah rambutan dalam mendeteksi kandungan boraks pada pangan ayam potong, 2). Mengidentifikasi kandungan boraks pada pangan ayam potong yang dijual di pasar Kota Tarakan dan 3). Mengidentifikasi potensi penerapannya pada pembelajaran IPA. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen dengan memberikan empat perlakuan indikator alami (kadar konsentrasi ekstrak kulit buah rambutan). Analisis data yang dilakukan berupa deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan hasil pengamatan perubahan warna ekstrak kulit buah rambutan terhadap kadar boraks pada sampel pangan ayam potong, kemudian data disajikan dalam bentuk tabel dan uraian naratif untuk penarikan kesimpulan. Adapun potensi implementasi pada pembelajaran IPA dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi ekstrak kulit buah rambutan yang paling efektif dalam mendeteksi keberadaan boraks adalah pada ekstrak L1 (5 g kulit buah rambutan + 5 ml aquades). Ekstrak ini mampu mendeteksi boraks pada konsentrasi 0,1%, 1% dan 10%, sebagaimana ditunjukan dalam tabel data hasil pengamatan terhadap pemberian ekstrak kulit buah rambutan pada daging ayam potong yang mengandung berbagai kadar boraks. Penerapan ekstrak kulit buah rambutan sebagai indikator deteksi boraks menunjukan bahwa seluruh sampel pangan ayam potong yang dijual di pasar Kota Tarakan tidak mengandung boraks. Berdasarkan analisis pemanfaatan hasil penelitian, temuan ini berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar bagi peserta didik kelas VIII SMP, khususnya pada materi pembelajaran 2.1 “Makanan dan Sistem Pencernaan Makanan”, subbab 2.1.1 tentang Zat Aditif.
PENGARUH TEKNIK SELF MANAGEMENT TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA DI SMA NEGERI 3 TARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik self management terhadap prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda menyelesaikan tugas-tugas akademik. Teknik self management digunakan sebagai pendekatan intervensi dalam layanan konseling kelompok untuk membantu siswa mengelola diri dan mengurangi perilaku prokrastinasi akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah lima siswa kelas X yang dipilih secara purposive berdasarkan hasil skala prokrastinasi akademik dengan ketegori tinggi. Teknik analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest setelah diberikan layanan konseling kelompok menggunakan teknik self management. Dengan demikian, terdapat pengaruh teknik self management terhadap prokrastinasi akademik siswa di SMA Negeri 3 Tarakan.
SIFAT PERTUMBUHAN IKAN MARGA Lutjanus HASIL TANGKAPAN RAWAI YANG DIDARATKAN DI TEMPAT PENDARATAN IKAN SELUMIT PANTAI KOTA TARAKAN
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pola pertumbuhan ikan marga Lutjanus khususnya kakap jenaha (Lutjanus johnii) dan kakap merah (Lutjanus argntimaculatus), yang tertangkap menggunakan alat tangkap rawai (longline) dan didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Selumit Pantai, Kota Tarakan. Metode penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling selama tiga bulan (12 kali pengambilan sampel) . Parameter yang diamati meliputi panjang total, panjang standar, panjang cagak, berat tubuh ikan, serta kualitas air (suhu, pH, salinitas, dan kecerahan). Hasil analisis hubungan panjang-berat menunjukkan bahwa kedua spesies memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif (b 3), yang berarti pertmbuhan panjang lebih dominan dibanding peningkatan berat tubuh. Nilai faktor kondisi (Kn) berkisar 0,83 – 1,29 pada kakap jenaha dan 0,70 – 1,39 pada kakap merah; nilai Kn diatas 1 menandakan kondisi tubuh baik. Seluruh parameter kalitas air berada dalam kisaran yang sesuai bagi kehidupan ikan, namun variasi pertumbuhan diduga dipengaruhi faktor lain seperti ketersediaan pakan dan kepadatan populasi. Temuan ini menjadi sumber informasi awal untuk mendukung upaya pengelolaan perikanan kakap secara berkelanjutan di wilayah pesisir Tarakan.
Analisis High Order Thinking Skill (HOTS) Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Berbasis Open Ended Matematika
Kemampuan High Order Thinking Skill (HOTS) menjadi penting dalam pembelajaran abad 21 karena melibatkan proses berpikir tingkat tinggi seperti menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta, yang esensial dalam pemecahan masalah kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan High Order Thinking Skill (HOTS) siswa dalam menyelesaikan soal berbasis open ended matematika pada siswa kelas V Sekolah Dasar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dan subjek penelitian dipilih berdasarkan kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan hasil tes HOTS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara semi-terstruktur untuk menggali kemampuan berpikir siswa secara lebih mendalam. Instrumen penelitian terdiri dari tiga soal matematika berbasis open ended yang dirancang berdasarkan indikator HOTS dalam Taksonomi Bloom revisi, yaitu C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (mencipta). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kategori tinggi mampu menunjukkan ketiga indikator HOTS secara konsisten, baik dalam menjelaskan informasi, menyusun strategi pemecahan masalah, maupun menyimpulkan jawaban. Siswa kategori sedang mampu menganalisis dan mengevaluasi, namun mengalami kesulitan pada aspek mencipta secara tertulis. Sementara itu, siswa dengan kategori rendah hanya menunjukkan indikator menganalisis dan mengevaluasi pada satu soal sementara indikator mencipta tidak dapat terpenuhi. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan pembelajaran berbasis open ended yang mampu menstimulasi kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
PENGEMBANGAN BUKU CERITA RAKYAT PUTRI BENAYUK TERHADAP ELEMEN AKHLAK KEPADA MANUSIA DI SMP NEGERI 5 TARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media berupa buku cerita rakyat Putri Benayuk sebagai media layanan bimbingan dan konseling dalam menanamkan elemen akhlak kepada manusia pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 5 Tarakan. Masalah yang diangkat adalah rendahnya sikap menghargai pendapat dan empati antar siswa, yang telihat dalam interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, media berbasis budaya lokal dihadirkan sebagai pendekatan yang menyenangkan dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, yaitu tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli media untuk menilai kelayakan isi dan tampilan media. Sedangkan, uji kepraktisannya oleh guru bimbingan dan konseling serta siswa untuk menilai kemudahan penggunaan dan efektivitas media. Hasil validasi memperoleh presentase sebanyak 86,75%, bahwa buku ini dapat dikategorikan sangat layak dan hasil uji kepraktisan memperoleh presentase sebanyak 94,5%, menunjukkan bahwa buku ini sangat praktis digunakan dalam layanan bimbingan dan konseling. Media ini berhasil menyampaikan nilai-niai akhlak kepada manusia, seperti menghargai perbedaan dan berempati terhadap sesama. Selain menyampaikan nilai moral, buku ini juga berfungsi sebagai pengenalan budaya lokal yang memperkaya wawasan siswa. Dengan demikian, buku cerita rakyat Putri Benayuk diharapkan dapat menjadi alternatif yang menarik dan edukatif dalam mendukung pembelajaran berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) serta layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
SIFAT PERTUMBUHAN IKAN MARGA Lutjanus HASIL TANGKAPAN RAWAI YANG DIDARATKAN DI TEMPAT PENDARATAN IKAN SELUMIT PANTAI KOTA TARAKAN
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pola pertumbuhan ikan marga Lutjanus khususnya kakap jenaha (Lutjanus johnii) dan kakap merah (Lutjanus argntimaculatus), yang tertangkap menggunakan alat tangkap rawai (longline) dan didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Selumit Pantai, Kota Tarakan. Metode penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling selama tiga bulan (12 kali pengambilan sampel) . Parameter yang diamati meliputi panjang total, panjang standar, panjang cagak, berat tubuh ikan, serta kualitas air (suhu, pH, salinitas, dan kecerahan). Hasil analisis hubungan panjang-berat menunjukkan bahwa kedua spesies memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif (b 3), yang berarti pertmbuhan panjang lebih dominan dibanding peningkatan berat tubuh. Nilai faktor kondisi (Kn) berkisar 0,83 – 1,29 pada kakap jenaha dan 0,70 – 1,39 pada kakap merah; nilai Kn diatas 1 menandakan kondisi tubuh baik. Seluruh parameter kalitas air berada dalam kisaran yang sesuai bagi kehidupan ikan, namun variasi pertumbuhan diduga dipengaruhi faktor lain seperti ketersediaan pakan dan kepadatan populasi. Temuan ini menjadi sumber informasi awal untuk mendukung upaya pengelolaan perikanan kakap secara berkelanjutan di wilayah pesisir Tarakan.
Analisis High Order Thinking Skill (HOTS) Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Berbasis Open Ended Matematika
Kemampuan High Order Thinking Skill (HOTS) menjadi penting dalam pembelajaran abad 21 karena melibatkan proses berpikir tingkat tinggi seperti menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta, yang esensial dalam pemecahan masalah kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan High Order Thinking Skill (HOTS) siswa dalam menyelesaikan soal berbasis open ended matematika pada siswa kelas V Sekolah Dasar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dan subjek penelitian dipilih berdasarkan kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan hasil tes HOTS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara semi-terstruktur untuk menggali kemampuan berpikir siswa secara lebih mendalam. Instrumen penelitian terdiri dari tiga soal matematika berbasis open ended yang dirancang berdasarkan indikator HOTS dalam Taksonomi Bloom revisi, yaitu C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (mencipta). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kategori tinggi mampu menunjukkan ketiga indikator HOTS secara konsisten, baik dalam menjelaskan informasi, menyusun strategi pemecahan masalah, maupun menyimpulkan jawaban. Siswa kategori sedang mampu menganalisis dan mengevaluasi, namun mengalami kesulitan pada aspek mencipta secara tertulis. Sementara itu, siswa dengan kategori rendah hanya menunjukkan indikator menganalisis dan mengevaluasi pada satu soal sementara indikator mencipta tidak dapat terpenuhi. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan pembelajaran berbasis open ended yang mampu menstimulasi kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
Pemanfaatan Kulit Buah Rambutan (Nephelium Lappaceum L.) Dalam Mengidentifikasi Kandungan Boraks Pada Ayam Potong Yang Dijual Di Pasar Kota Tarakan Dan Potensinya Pada Pembelajaran IPA
Boraks merupakan bahan kimia yang masih ditemukan penggunaanya pada makanan sehingga diperlukan metode identifikasi yang sederhana, murah dan ramah lingkungan. Rumusan masalah dalam penelitian ini: 1). Bagaimana hasil uji kadar ekstrak kulit buah rambutan dalam mengidentifikasi kandungan boraks pada pangan ayam potong, 2). Bagaimana hasil uji kandungan boraks pada pangan ayam potong yang dijual di pasar Kota Tarakan dan 3). Bagaimana potensi implementasi dari hasil uji tanaman kulit buah rambutan pada pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan: 1). Menentukan formulasi atau kadar ekstrak kulit buah rambutan dalam mendeteksi kandungan boraks pada pangan ayam potong, 2). Mengidentifikasi kandungan boraks pada pangan ayam potong yang dijual di pasar Kota Tarakan dan 3). Mengidentifikasi potensi penerapannya pada pembelajaran IPA. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen dengan memberikan empat perlakuan indikator alami (kadar konsentrasi ekstrak kulit buah rambutan). Analisis data yang dilakukan berupa deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan hasil pengamatan perubahan warna ekstrak kulit buah rambutan terhadap kadar boraks pada sampel pangan ayam potong, kemudian data disajikan dalam bentuk tabel dan uraian naratif untuk penarikan kesimpulan. Adapun potensi implementasi pada pembelajaran IPA dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi ekstrak kulit buah rambutan yang paling efektif dalam mendeteksi keberadaan boraks adalah pada ekstrak L1 (5 g kulit buah rambutan + 5 ml aquades). Ekstrak ini mampu mendeteksi boraks pada konsentrasi 0,1%, 1% dan 10%, sebagaimana ditunjukan dalam tabel data hasil pengamatan terhadap pemberian ekstrak kulit buah rambutan pada daging ayam potong yang mengandung berbagai kadar boraks. Penerapan ekstrak kulit buah rambutan sebagai indikator deteksi boraks menunjukan bahwa seluruh sampel pangan ayam potong yang dijual di pasar Kota Tarakan tidak mengandung boraks. Berdasarkan analisis pemanfaatan hasil penelitian, temuan ini berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar bagi peserta didik kelas VIII SMP, khususnya pada materi pembelajaran 2.1 “Makanan dan Sistem Pencernaan Makanan”, subbab 2.1.1 tentang Zat Aditif.
ASUHAN KEBIDANAN PADA REMAJA PUTRI DENGAN MASSAGE EFFLEURAGE TERHADAP PENURUNAN NYERI MENSTRUASI DI UPTD PUSKESMAS PULAU SAPI
Latar Belakang : Nyeri menstruasi merupakan salah satu keluhan ginekologi yang paling umum dialami oleh remaja putri di seluruh dunia. Prevalensi dismenore pada remaja berkisar antara 45-95% dengan tingkat keparahan yang bervariasi.Tujuan : Mengetahui gambaran efektivitas massage effleurage terhadap penurunan nyeri menstruasi pada remaja putri melalui pendekatan asuhan kebidanan komprehensif.Metode : Penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus menggunakan metode SOAP ( Subjektfif, Objektif, Assessment, Planning ) untuk asuhan kebidanan pada remaja dengan dismenore.Hasil : Massage effleurage terbukti efektif dalam menurunkan skala nyeri menstruasi dari tingkat sedang – berat menjadi ringan, dengan peningkatan kualitas aktivitas sehari – hari remaja putri. Kesimpulan : Asuhan kebidanan dengan teknik massage effleurage dapat menjadi alternatif terapi non farmakologis yang aman dan efektif untuk mengatasi nyeri menstruasi pada remaja putri.
Asuhan kebidanan komprehensif pada ny.s dipuskesmas sebengkok tarakan
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASiEN DENGAN GANGGUAN SISTEM PERNAPASAN PNEUMONIA
PENGARUH TEKNIK SELF MANAGEMENT TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA DI SMA NEGERI 3 TARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik self management terhadap prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda menyelesaikan tugas-tugas akademik. Teknik self management digunakan sebagai pendekatan intervensi dalam layanan konseling kelompok untuk membantu siswa mengelola diri dan mengurangi perilaku prokrastinasi akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah lima siswa kelas X yang dipilih secara purposive berdasarkan hasil skala prokrastinasi akademik dengan ketegori tinggi. Teknik analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest setelah diberikan layanan konseling kelompok menggunakan teknik self management. Dengan demikian, terdapat pengaruh teknik self management terhadap prokrastinasi akademik siswa di SMA Negeri 3 Tarakan.
PENGARUH ROLE CONFLICT DAN INTERNAL COMPETITION TERHADAP KNOWLEDGE HIDING PEGAWAI PEMERINTAHAN DENGAN JOB PERFORMANCE SEBAGAI VARIABEL MEDIASI Studi Pada Badan Layanan Umum Kantor UPBU Kelas I Utama Juwata di Tarakan
Role Conflict dan Internal Competition merupakan hal yang sering ditemui di suatu organisasi. Tujuan penelitian adalah menguji pengaruh role conlict dan internal competition terhadap knowledge hiding yang dimediasi oleh job performance. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan populasi dan sampel yang diambil dari pegawai yang ada di Badan Layanan Umum Kantor UPBU Kelas I Utama Juwata di Tarakan. Jumlah sampel mengikuti aturan Hair, 10 times rule of thumb, dengan jumlah 226 responden yang menjawab. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan inferensial. Pendekatan untuk menganalisis data penelitian adalah Partial Least Square (PLS) yang merupakan model persamaan Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan aplikasi Smart PLS 4.0. Hasil penelitan menunjukkan bahwa Role Conflict berpengaruh positif terhadap Knowledge Hiding dengan p-value 0,000. Role Conflict tidak berpengaruh terhadap Job Performance dengan p-value -0,272. Internal Competition berpengaruh positif terhadap Knowledge Hiding dengan p-value 0,023. Internal Competition berpengaruh negatif terhadap Job Performance dengan p-value 0,000. Job Performance tidak berpengaruh terhadap Knowledge Hiding dengan p-value -0,573. Knowledge Hiding tidak memediasi hubungan Role Conflict terhadap Job Performance dengan p-value -0,685. Knowledge Hiding tidak memediasi hubungan Internal Competition terhadap Job Performance dengan p-value -0,584.
ANALISIS PENAWARAN BERAS DI KALIMANTAN UTARA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor produksi terhadap penawaran beras dan mengukur elastisitas penawaran beras di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan data sekunder dalam bentuk data time series selama enam tahun (2019–2024) yang diperoleh dari instansi resmi seperti BPS, PIHPSN, dan BPN. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda, disertai dengan pengujian asumsi klasik seperti uji normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas. Selain itu, dilakukan pula perhitungan elastisitas penawaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, variabel harga beras, harga bulan sebelumnya, jumlah produksi bulan sebelumnya, luas lahan panen, dan jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap penawaran beras di Kalimantan Utara. Secara parsial, luas lahan panen dan jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap penawaran, sementara variabel lainnya tidak berpengaruh signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,978 menunjukkan bahwa 97,8% variasi penawaran beras dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen dalam model. Analisis elastisitas menunjukkan bahwa penawaran beras di Kalimantan Utara bersifat inelastis, yang berarti perubahan harga tidak secara proporsional memengaruhi jumlah beras yang ditawarkan.
ASUHAN KEBIDANAN PADA REMAJA PUTRI DENGAN MASSAGE EFFLEURAGE TERHADAP PENURUNAN NYERI MENSTRUASI DI UPTD PUSKESMAS PULAU SAPI
Latar Belakang : Nyeri menstruasi merupakan salah satu keluhan ginekologi yang paling umum dialami oleh remaja putri di seluruh dunia. Prevalensi dismenore pada remaja berkisar antara 45-95% dengan tingkat keparahan yang bervariasi.Tujuan : Mengetahui gambaran efektivitas massage effleurage terhadap penurunan nyeri menstruasi pada remaja putri melalui pendekatan asuhan kebidanan komprehensif.Metode : Penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus menggunakan metode SOAP ( Subjektfif, Objektif, Assessment, Planning ) untuk asuhan kebidanan pada remaja dengan dismenore.Hasil : Massage effleurage terbukti efektif dalam menurunkan skala nyeri menstruasi dari tingkat sedang – berat menjadi ringan, dengan peningkatan kualitas aktivitas sehari – hari remaja putri. Kesimpulan : Asuhan kebidanan dengan teknik massage effleurage dapat menjadi alternatif terapi non farmakologis yang aman dan efektif untuk mengatasi nyeri menstruasi pada remaja putri.
Amanda Rahmah Dewi
Pemerasan seksual atau sekstorsi merupakan salah satu bentuk kekerasan seksual yang semakin marak terjadi, terutama dengan kemajuan teknologi informasi. Sekstorsi dilakukan dengan cara mengancam korban untuk menyebarluaskan konten seksual pribadi, biasanya untuk memperoleh keuntungan tertentu, baik seksual, finansial, maupun lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan mengenai pemerasan seksual (sekstorsi) ditinjau dari hukum pidana Indonesia. Serta untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana pemerasan seksual (sekstorsi). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan hukum normatif mengacu pada bahan hukum sekunder seperti buku, jurnal dan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun belum terdapat istilah "sekstorsi" secara eksplisit dalam peraturan perundang-undangan Indonesia, unsur-unsur perbuatan tersebut dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana melalui pendekatan pada beberapa pasal terkait pemerasan, pencemaran nama baik, dan kekerasan seksual. Pengaturan terkait sekstorsi diatur di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Undang-Undang Pornografi serta Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Perlindungan hukum terhadap korban telah diatur dalam berbagai bentuk, mulai dari pendampingan hukum, perlindungan identitas, hingga rehabilitasi psikologis, namun implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan regulasi yang lebih komprehensif dan peningkatan kapasitas aparat penegak hukum untuk menjamin keadilan dan perlindungan maksimal bagi korban sekstorsi.
PENGARUH ROLE CONFLICT DAN INTERNAL COMPETITION TERHADAP KNOWLEDGE HIDING PEGAWAI PEMERINTAHAN DENGAN JOB PERFORMANCE SEBAGAI VARIABEL MEDIASI Studi Pada Badan Layanan Umum Kantor UPBU Kelas I Utama Juwata di Tarakan
Role Conflict dan Internal Competition merupakan hal yang sering ditemui di suatu organisasi. Tujuan penelitian adalah menguji pengaruh role conlict dan internal competition terhadap knowledge hiding yang dimediasi oleh job performance. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan populasi dan sampel yang diambil dari pegawai yang ada di Badan Layanan Umum Kantor UPBU Kelas I Utama Juwata di Tarakan. Jumlah sampel mengikuti aturan Hair, 10 times rule of thumb, dengan jumlah 226 responden yang menjawab. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan inferensial. Pendekatan untuk menganalisis data penelitian adalah Partial Least Square (PLS) yang merupakan model persamaan Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan aplikasi Smart PLS 4.0. Hasil penelitan menunjukkan bahwa Role Conflict berpengaruh positif terhadap Knowledge Hiding dengan p-value 0,000. Role Conflict tidak berpengaruh terhadap Job Performance dengan p-value -0,272. Internal Competition berpengaruh positif terhadap Knowledge Hiding dengan p-value 0,023. Internal Competition berpengaruh negatif terhadap Job Performance dengan p-value 0,000. Job Performance tidak berpengaruh terhadap Knowledge Hiding dengan p-value -0,573. Knowledge Hiding tidak memediasi hubungan Role Conflict terhadap Job Performance dengan p-value -0,685. Knowledge Hiding tidak memediasi hubungan Internal Competition terhadap Job Performance dengan p-value -0,584.