Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ANTON

36 karya publik ditemukan.

2026: 42025: 82024: 122023: 82022: 4

URGENSI PENERAPAN MEKANISME INFORMED CONSENT DALAM RANGKA MENCEGAH TUNTUTAN MALPRAKTIK DALAM PERJANJIAN TERAPEUTIK

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK URGENSI PENERAPAN MEKANISME INFORMED CONSENT DALAM RANGKA MENCEGAH TUNTUTAN MALPRAKTIK DALAM PERJANJIAN TERAPEUTIK ANTONIUS LABA SARA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi penerapan mekanisme informed consent dalam rangka mencegah tuntutan malpraktik dalam perjanjian terapeutik. Fokus penelitian diarahkan pada dua permasalahan utama, yaitu: pertama, bagaimana penerapan mekanisme informed consent dapat berfungsi sebagai instrumen pencegahan sengketa dan tuntutan malpraktik dalam hubungan hukum antara dokter dan pasien; dan kedua, bagaimana akibat hukum apabila mekanisme informed consent diabaikan dalam perjanjian terapeutik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach).. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan informed consent memiliki urgensi yang signifikan dalam memperkuat posisi hukum pasien sekaligus memberikan perlindungan hukum bagi tenaga medis. Mekanisme ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan merupakan proses komunikasi yang mendalam antara tenaga medis dan pasien yang mencakup penjelasan mengenai diagnosis, tindakan medis yang akan dilakukan, risiko, manfaat, serta alternatif pengobatan yang tersedia. Dengan demikian, informed consent dapat berfungsi sebagai instrumen preventif yang mengurangi potensi timbulnya tuntutan malpraktik. Sebaliknya, pengabaian terhadap mekanisme informed consent berimplikasi serius terhadap keabsahan perjanjian terapeutik. Secara hukum, pengabaian tersebut dapat menimbulkan akibat berupa tanggung jawab perdata, pidana, maupun administratif bagi tenaga medis, karena dianggap melanggar hak pasien atas informasi dan persetujuan tindakan medis. Di sisi lain, hal ini juga melemahkan hubungan kepercayaan antara dokter dan pasien serta berpotensi menurunkan kualitas pelayanan medis. Sebagai rekomendasi, penelitian ini menekankan pentingnya penguatan regulasi teknis terkait pelaksanaan informed consent, peningkatan pemahaman tenaga medis mengenai aspek hukum dan etika dalam pelayanan medis, serta optimalisasi mekanisme pengawasan dan sanksi bagi pelanggaran. Dengan demikian, penerapan informed consent dapat berfungsi secara efektif sebagai sarana perlindungan hukum yang seimbang bagi pasien maupun tenaga medis, serta sebagai instrumen preventif terhadap sengketa malpraktik di bidang kesehatan

ANALISIS YURIDIS PERATURAN PNS MENDAPAT TUGAS BELAJAR TERHADAP STUDI KASUS DOKTER DI KABUPATEN MALINAU

2026 · Book ·

Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji secara yuridis terhadap Dokter Pegawai Negeri Sipil Yang Mendapatkan Tugas Belajar. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalalah Peraturan Tugas Belajar bagi Dokter Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Malinau dan pelaksanaan regulasi Tugas Belajar bagi dokter Pegawai Negeri Sipil sudah sesuai dengan ketentuan peraturan per Undang-undangan. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Berdasarkan hasil penelitian Peraturan tugas belajar bagi dokter PNS di Kabupaten Malinau diatur melalui Perbup No. 3 Tahun 2009, dengan kewenangan pelaksanaan berada pada Bupati dan BKD. Persyaratan meliputi masa kerja minimal dua tahun, nilai DP3 “baik”, tidak sedang dihukum disiplin, serta pendidikan pada perguruan tinggi terakreditasi dan relevan dengan kebutuhan organisasi. Seleksi seharusnya dilakukan Tim Seleksi Tugas Belajar, namun sering masih bergantung pada sponsor. PNS penerima tugas belajar wajib melapor perkembangan studi, meski pengawasan masih lemah. Pelaksanaan tugas belajar bagi dokter Pegawai Negeri Sipil (PNS) telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan, khususnya UU ASN, PP Manajemen PNS, serta aturan teknis dari Kementerian terkait. Tugas belajar diberikan sesuai kebutuhan instansi melalui seleksi tertentu, dengan jaminan hak PNS selama studi serta kewajiban menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan mengabdi kembali sesuai ikatan dinas. Regulasi ini seimbang antara pemenuhan hak pengembangan kompetensi dokter PNS dan kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat

URGENSI PENERAPAN MEKANISME INFORMED CONSENT DALAM RANGKA MENCEGAH TUNTUTAN MALPRAKTIK DALAM PERJANJIAN TERAPEUTIK

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK URGENSI PENERAPAN MEKANISME INFORMED CONSENT DALAM RANGKA MENCEGAH TUNTUTAN MALPRAKTIK DALAM PERJANJIAN TERAPEUTIK ANTONIUS LABA SARA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi penerapan mekanisme informed consent dalam rangka mencegah tuntutan malpraktik dalam perjanjian terapeutik. Fokus penelitian diarahkan pada dua permasalahan utama, yaitu: pertama, bagaimana penerapan mekanisme informed consent dapat berfungsi sebagai instrumen pencegahan sengketa dan tuntutan malpraktik dalam hubungan hukum antara dokter dan pasien; dan kedua, bagaimana akibat hukum apabila mekanisme informed consent diabaikan dalam perjanjian terapeutik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach).. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan informed consent memiliki urgensi yang signifikan dalam memperkuat posisi hukum pasien sekaligus memberikan perlindungan hukum bagi tenaga medis. Mekanisme ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan merupakan proses komunikasi yang mendalam antara tenaga medis dan pasien yang mencakup penjelasan mengenai diagnosis, tindakan medis yang akan dilakukan, risiko, manfaat, serta alternatif pengobatan yang tersedia. Dengan demikian, informed consent dapat berfungsi sebagai instrumen preventif yang mengurangi potensi timbulnya tuntutan malpraktik. Sebaliknya, pengabaian terhadap mekanisme informed consent berimplikasi serius terhadap keabsahan perjanjian terapeutik. Secara hukum, pengabaian tersebut dapat menimbulkan akibat berupa tanggung jawab perdata, pidana, maupun administratif bagi tenaga medis, karena dianggap melanggar hak pasien atas informasi dan persetujuan tindakan medis. Di sisi lain, hal ini juga melemahkan hubungan kepercayaan antara dokter dan pasien serta berpotensi menurunkan kualitas pelayanan medis. Sebagai rekomendasi, penelitian ini menekankan pentingnya penguatan regulasi teknis terkait pelaksanaan informed consent, peningkatan pemahaman tenaga medis mengenai aspek hukum dan etika dalam pelayanan medis, serta optimalisasi mekanisme pengawasan dan sanksi bagi pelanggaran. Dengan demikian, penerapan informed consent dapat berfungsi secara efektif sebagai sarana perlindungan hukum yang seimbang bagi pasien maupun tenaga medis, serta sebagai instrumen preventif terhadap sengketa malpraktik di bidang kesehatan

ANALISIS YURIDIS PERATURAN PNS MENDAPAT TUGAS BELAJAR TERHADAP STUDI KASUS DOKTER DI KABUPATEN MALINAU

2026 · Thesis ·

Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji secara yuridis terhadap Dokter Pegawai Negeri Sipil Yang Mendapatkan Tugas Belajar. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalalah Peraturan Tugas Belajar bagi Dokter Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Malinau dan pelaksanaan regulasi Tugas Belajar bagi dokter Pegawai Negeri Sipil sudah sesuai dengan ketentuan peraturan per Undang-undangan. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Berdasarkan hasil penelitian Peraturan tugas belajar bagi dokter PNS di Kabupaten Malinau diatur melalui Perbup No. 3 Tahun 2009, dengan kewenangan pelaksanaan berada pada Bupati dan BKD. Persyaratan meliputi masa kerja minimal dua tahun, nilai DP3 “baik”, tidak sedang dihukum disiplin, serta pendidikan pada perguruan tinggi terakreditasi dan relevan dengan kebutuhan organisasi. Seleksi seharusnya dilakukan Tim Seleksi Tugas Belajar, namun sering masih bergantung pada sponsor. PNS penerima tugas belajar wajib melapor perkembangan studi, meski pengawasan masih lemah. Pelaksanaan tugas belajar bagi dokter Pegawai Negeri Sipil (PNS) telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan, khususnya UU ASN, PP Manajemen PNS, serta aturan teknis dari Kementerian terkait. Tugas belajar diberikan sesuai kebutuhan instansi melalui seleksi tertentu, dengan jaminan hak PNS selama studi serta kewajiban menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan mengabdi kembali sesuai ikatan dinas. Regulasi ini seimbang antara pemenuhan hak pengembangan kompetensi dokter PNS dan kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat

ASSESSING THE EFFECT OF INTERACTIVE CULINARY SESSIONS ON ORAL ENGLISH SKILLS AT SMKN 1 TARAKAN

2025 · Book ·

This study aims to investigate the effect of interactive culinary sessions on the English oral communication skills of 11th-grade culinary students at SMKN 1 Tarakan. the study employed a pre-experimental method with a one-group pre-test and post-test design. The subjects were 30 students from the 11th grade specializing in culinary at SMKN 1 Tarakan. data collection utilized a speaking test instrument, assessing five indicators of speaking ability: fluency, pronunciation, vocabulary, grammar, and content, during both pre-test and post-test phases. the findings showed that the mean pre-test score of 65.87 increased to 76.67 in the post-test, signifying a notable 10.8-point improvement following the intervention through interactive culinary sessions. The most substantial improvement was observed in the content indicator, where 100% of students, initially at a fair level, advanced to an excellent level. Improvements were also evident in fluency, with the percentage of students at the excellent level increasing from 6.7% to 20%. in pronunciation, students achieving an excellent level rose from 0% to 10%, with no students remaining at the poor level. For grammar, an increase from 3.3% to 13.3% was noted at the good level, and students at the poor level were eliminated (0%). Although the increase in the vocabulary indicator was not statistically significant, students demonstrated progress in recognizing and utilizing new culinary-related terminology. Based on the results of Wilcoxon and paired sample t-tests, a significance value of 0.000 (p 0.05) was obtained. Consequently, the alternative hypothesis was accepted, and the null hypothesis was rejected. these empirical findings strongly support the conclusion that interactive culinary sessions are effective in enhancing students' english oral communication skills, particularly concerning fluency, pronunciation, vocabulary, grammar, and content.

ASSESSING THE EFFECT OF INTERACTIVE CULINARY SESSIONS ON ORAL ENGLISH SKILLS AT SMKN 1 TARAKAN

2025 · Thesis ·

This study aims to investigate the effect of interactive culinary sessions on the English oral communication skills of 11th-grade culinary students at SMKN 1 Tarakan. the study employed a pre-experimental method with a one-group pre-test and post-test design. The subjects were 30 students from the 11th grade specializing in culinary at SMKN 1 Tarakan. data collection utilized a speaking test instrument, assessing five indicators of speaking ability: fluency, pronunciation, vocabulary, grammar, and content, during both pre-test and post-test phases. the findings showed that the mean pre-test score of 65.87 increased to 76.67 in the post-test, signifying a notable 10.8-point improvement following the intervention through interactive culinary sessions. The most substantial improvement was observed in the content indicator, where 100% of students, initially at a fair level, advanced to an excellent level. Improvements were also evident in fluency, with the percentage of students at the excellent level increasing from 6.7% to 20%. in pronunciation, students achieving an excellent level rose from 0% to 10%, with no students remaining at the poor level. For grammar, an increase from 3.3% to 13.3% was noted at the good level, and students at the poor level were eliminated (0%). Although the increase in the vocabulary indicator was not statistically significant, students demonstrated progress in recognizing and utilizing new culinary-related terminology. Based on the results of Wilcoxon and paired sample t-tests, a significance value of 0.000 (p 0.05) was obtained. Consequently, the alternative hypothesis was accepted, and the null hypothesis was rejected. these empirical findings strongly support the conclusion that interactive culinary sessions are effective in enhancing students' english oral communication skills, particularly concerning fluency, pronunciation, vocabulary, grammar, and content.

PENGARUH IPM, PENGELUARAN PEMERINTAH BIDANG PENDIDIKAN, PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KALIMANTAN

2025 · Book ·

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan, Pengangguran dan Kemiskinan secara parsial terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan (2) Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan, Pengangguran dan Kemiskinan secara simultan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan (DJPK) dari tahun 2018 – 2023. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan bantuan program Eviews 13. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan (1) Secara parsial Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan, Pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan, sedangkan Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan dan Kemiskinan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan (2) Secara simultan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan, Pengangguran dan Kemiskinan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan.

PENGARUH IPM, PENGELUARAN PEMERINTAH BIDANG PENDIDIKAN, PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KALIMANTAN

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan, Pengangguran dan Kemiskinan secara parsial terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan (2) Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan, Pengangguran dan Kemiskinan secara simultan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan (DJPK) dari tahun 2018 – 2023. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan bantuan program Eviews 13. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan (1) Secara parsial Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan, Pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan, sedangkan Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan dan Kemiskinan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan (2) Secara simultan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan, Pengangguran dan Kemiskinan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan.

PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENGELOLAAN PERSEDIAAN DENGAN KUALITAS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI PEMODERASI DI PEMERINTAH KABUPATEN MALINAU

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknologi informasi dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) terhadap pengelolaan persediaan, dengan kualitas laporan keuangan sebagai variabel moderasi. Studi ini dilakukan pada pemerintah daerah di Kabupaten Malinau untuk memahami dinamika pengelolaan persediaan yang efektif dan efisien. Penelitian ini dilaksanakan dimana data dalam penelitian ini diperoleh dari 53 OPD, melalui metode pembagian kuesioner yang berbentuk formulir Google Form yang dapat diisi oleh responden secara online, dengan menggunakan metode Partial Least Square (PLS) untuk menguji pengaruh langsung dan moderasi antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi informasi dan kapasitas SDM memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan persediaan. Namun, kualitas laporan keuangan sebagai variabel moderasi menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan terhadap hubungan tersebut. Temuan ini mengindikasikan adanya faktor lain yang dapat mengurangi efektivitas integrasi antara kualitas laporan keuangan, teknologi informasi, dan kapasitas SDM dalam pengelolaan persediaan. Penelitian ini menyoroti pentingnya perhatian terhadap keterbatasan integrasi antara laporan keuangan berkualitas dengan sistem informasi dan kapasitas SDM. Meskipun laporan keuangan berkualitas dapat menyediakan informasi yang andal, hasil moderasi negatif menunjukkan perlunya dukungan dari faktor non-keuangan, seperti fleksibilitas kebijakan dan adaptabilitas teknologi terhadap kebutuhan lokal serta perlunya peningkatan pelatihan SDM, penyempurnaan integrasi sistem informasi, dan pemanfaatan laporan keuangan secara lebih strategis dalam pengambilan keputusan. Selain itu, penelitian ini membuka peluang untuk eksplorasi lebih lanjut terhadap faktor-faktor lain yang memengaruhi pengelolaan persediaan.

PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENGELOLAAN PERSEDIAAN DENGAN KUALITAS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI PEMODERASI DI PEMERINTAH KABUPATEN MALINAU

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknologi informasi dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) terhadap pengelolaan persediaan, dengan kualitas laporan keuangan sebagai variabel moderasi. Studi ini dilakukan pada pemerintah daerah di Kabupaten Malinau untuk memahami dinamika pengelolaan persediaan yang efektif dan efisien. Penelitian ini dilaksanakan dimana data dalam penelitian ini diperoleh dari 53 OPD, melalui metode pembagian kuesioner yang berbentuk formulir Google Form yang dapat diisi oleh responden secara online, dengan menggunakan metode Partial Least Square (PLS) untuk menguji pengaruh langsung dan moderasi antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi informasi dan kapasitas SDM memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan persediaan. Namun, kualitas laporan keuangan sebagai variabel moderasi menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan terhadap hubungan tersebut. Temuan ini mengindikasikan adanya faktor lain yang dapat mengurangi efektivitas integrasi antara kualitas laporan keuangan, teknologi informasi, dan kapasitas SDM dalam pengelolaan persediaan. Penelitian ini menyoroti pentingnya perhatian terhadap keterbatasan integrasi antara laporan keuangan berkualitas dengan sistem informasi dan kapasitas SDM. Meskipun laporan keuangan berkualitas dapat menyediakan informasi yang andal, hasil moderasi negatif menunjukkan perlunya dukungan dari faktor non-keuangan, seperti fleksibilitas kebijakan dan adaptabilitas teknologi terhadap kebutuhan lokal serta perlunya peningkatan pelatihan SDM, penyempurnaan integrasi sistem informasi, dan pemanfaatan laporan keuangan secara lebih strategis dalam pengambilan keputusan. Selain itu, penelitian ini membuka peluang untuk eksplorasi lebih lanjut terhadap faktor-faktor lain yang memengaruhi pengelolaan persediaan.

Pengaruh Berbagai Pembungkus Cangkok Terhadap Keberhasilan Pencangkokan Mangga Madu (Mangifera indica L)

2024 · Book ·

Mangga merupakan salah satu komoditas hortikultura yang berperan sebagai sumber vitamin dan mineral, serta mendukung perkembangan industri dan ekspor. Cangkok (layerage) merupakan salah satu jenis pembiakan tanaman secara vegetatif yang bertujuan untuk memperbanyak bibit. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui media pembungkus yang lebih berpengaruh terhadap pencangkokan mangga dan untuk mengetahui bagaimana pengaruh media pembungkus terhadap pencangkokan mangga madu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 1 faktor yaitu pembungkus cangkok yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu P1 = Sabut Kelapa, P2 = Plastik Bening, P3 = Plastik polybag. Parameter pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari panjang akar, jumlah akar, dan persentase keberhasilan cangkok. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada bulan kedua, pembungkus cangkok yang lebih berpengaruh dalam proses pencangkokan mangga madu ialah pembungkus polybag yang ditandai dengan tingginya nilai panjang akar pada bulan ke-2 yaitu 12,06 cm lalu diikuti dengan pembungkus plastik bening 11,6 cm dan nilai terendah pada sabut kelapa dengan nilai 9,53 cm. Dan tingginya nilai jumlah akar pada bulan ke-2 pada plastik polybag yaitu 41,88. lalu diikuti dengan sabut kelapa 32,55 dan nilai terendah pada pembungkus plastik bening yaitu 30,11.

Pengaruh Berbagai Pembungkus Cangkok Terhadap Keberhasilan Pencangkokan Mangga Madu (Mangifera indica L)

2024 · Thesis ·

Mangga merupakan salah satu komoditas hortikultura yang berperan sebagai sumber vitamin dan mineral, serta mendukung perkembangan industri dan ekspor. Cangkok (layerage) merupakan salah satu jenis pembiakan tanaman secara vegetatif yang bertujuan untuk memperbanyak bibit. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui media pembungkus yang lebih berpengaruh terhadap pencangkokan mangga dan untuk mengetahui bagaimana pengaruh media pembungkus terhadap pencangkokan mangga madu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 1 faktor yaitu pembungkus cangkok yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu P1 = Sabut Kelapa, P2 = Plastik Bening, P3 = Plastik polybag. Parameter pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari panjang akar, jumlah akar, dan persentase keberhasilan cangkok. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada bulan kedua, pembungkus cangkok yang lebih berpengaruh dalam proses pencangkokan mangga madu ialah pembungkus polybag yang ditandai dengan tingginya nilai panjang akar pada bulan ke-2 yaitu 12,06 cm lalu diikuti dengan pembungkus plastik bening 11,6 cm dan nilai terendah pada sabut kelapa dengan nilai 9,53 cm. Dan tingginya nilai jumlah akar pada bulan ke-2 pada plastik polybag yaitu 41,88. lalu diikuti dengan sabut kelapa 32,55 dan nilai terendah pada pembungkus plastik bening yaitu 30,11.

Tinjauan Yuridis Terhadap Modus Aplikasi Penipuan (sniffing) Yang Disebarkan Melalui Platform Whatsapp

2024 · Book ·

Penelitian ini di latar belakangi oleh maraknya kasus kejahatan cyber crime dengan modus mengirimkan APK melalui aplikasi pesan whatsapp (sniffing) yang membahayakan dan merugikan korbannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaturan dalam UU ITE terkait dengan modus aplikasi penipuan (sniffing), penerapannya dan apa saja kelemahan kelemahan UU ITE terhadap tindak pidana cyber crime dan kejahatan sniffing. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif yaitu dilakukan dengan pengumpulan data dilakukan dengan cara kepustakaan, yang dimana penulis melakukan identifikasi dengan melakukan pengkajian terhadap peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, dan sumber-sumber lain yang berkaitan dengan objek penelitian. Setelah data diperoleh, penulis menganalisis secara yuridis normatif data yang diperoleh terhadap objek kajian penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis menyimpulkan bahwa pelaku kejahatan sniffing bisa dijerat dengan Pasal 36 UU No. 1 tahun 2024 tentang perubahan Kedua atas UU No. 11 Tahun 2008 ITE dengan ketentuan pidananya pada Pasal 51 ayat (2) UU ITE No. 11 Tahun 2008. Kejahatan cyber crime ini merupakan kejahatan yang terjadi pada era modern dengan menyalahgunakan teknologi untuk melakukan sebuah tindak pidana. Modus kejahatan dan dampaknya pun berbeda-beda dan tidak dapat diperkirakan sehingga baik masyarakat, kepolisian, dan lainnya menambah wawasan dan kewaspadaan secara mendalam dan berhati-hati agar tidak terkena dampak dari cyber crime. UU ITE sudah memberikan landasan hukum yang cukup kuat untuk menangani kejahatan siber. Namun masih banyak hal yang harus ditingkatkan dari berbagai aspek untuk mencapai efektivitas maksimal seperti, definisi definisi kejahatan cyber crime terbaru, perlu ditingkatkan pada aspek implementasi, penegakan hukum, kerjasama internasional, edukasi masyarakat dan dukungan teknologi. This research is motivated by the rise of cybercrime cases with the mode of sending APKs through the whatsapp message application (sniffing) which endangers and harms its victims. This research aims to find out how the regulation in the ITE Law related to the mode of fraudulent applications (sniffing), its application and what are the weaknesses of the ITE Law against cyber crime and sniffing crimes. This research uses a normative research method, which is carried out by collecting data by means of literature, where the author identifies by conducting an assessment of laws and regulations, books, journals, and other sources related to the object of research. After the data is obtained, the author analyzes juridically normative data obtained on the object of research study. Based on the results of the research, the author concludes that the perpetrators of sniffing crimes can be charged with Article 36 of Law No. 1 of 2024 concerning the Second Amendment to Law No. 11 of 2008 ITE with criminal provisions in Article 51 paragraph (2) of ITE Law No. 11 of 2008. Cyber crime is a crime that occurs in the modern era by misusing technology to commit a criminal offense. The mode of crime and its impact are different and unpredictable so that both the community, the police, and others add insight and vigilance in depth and be careful not to be affected by cyber crime. The ITE Law has provided a strong enough legal foundation to deal with cybercrime. However, there are still many things that must be improved from various aspects to achieve maximum effectiveness such as, the latest definition of cybercrime, need to be improved in the aspects of implementation, law enforcement, international cooperation, public education and technological support.

Tinjauan Yuridis Terhadap Modus Aplikasi Penipuan (sniffing) Yang Disebarkan Melalui Platform Whatsapp

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini di latar belakangi oleh maraknya kasus kejahatan cyber crime dengan modus mengirimkan APK melalui aplikasi pesan whatsapp (sniffing) yang membahayakan dan merugikan korbannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaturan dalam UU ITE terkait dengan modus aplikasi penipuan (sniffing), penerapannya dan apa saja kelemahan kelemahan UU ITE terhadap tindak pidana cyber crime dan kejahatan sniffing. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif yaitu dilakukan dengan pengumpulan data dilakukan dengan cara kepustakaan, yang dimana penulis melakukan identifikasi dengan melakukan pengkajian terhadap peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, dan sumber-sumber lain yang berkaitan dengan objek penelitian. Setelah data diperoleh, penulis menganalisis secara yuridis normatif data yang diperoleh terhadap objek kajian penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis menyimpulkan bahwa pelaku kejahatan sniffing bisa dijerat dengan Pasal 36 UU No. 1 tahun 2024 tentang perubahan Kedua atas UU No. 11 Tahun 2008 ITE dengan ketentuan pidananya pada Pasal 51 ayat (2) UU ITE No. 11 Tahun 2008. Kejahatan cyber crime ini merupakan kejahatan yang terjadi pada era modern dengan menyalahgunakan teknologi untuk melakukan sebuah tindak pidana. Modus kejahatan dan dampaknya pun berbeda-beda dan tidak dapat diperkirakan sehingga baik masyarakat, kepolisian, dan lainnya menambah wawasan dan kewaspadaan secara mendalam dan berhati-hati agar tidak terkena dampak dari cyber crime. UU ITE sudah memberikan landasan hukum yang cukup kuat untuk menangani kejahatan siber. Namun masih banyak hal yang harus ditingkatkan dari berbagai aspek untuk mencapai efektivitas maksimal seperti, definisi definisi kejahatan cyber crime terbaru, perlu ditingkatkan pada aspek implementasi, penegakan hukum, kerjasama internasional, edukasi masyarakat dan dukungan teknologi. This research is motivated by the rise of cybercrime cases with the mode of sending APKs through the whatsapp message application (sniffing) which endangers and harms its victims. This research aims to find out how the regulation in the ITE Law related to the mode of fraudulent applications (sniffing), its application and what are the weaknesses of the ITE Law against cyber crime and sniffing crimes. This research uses a normative research method, which is carried out by collecting data by means of literature, where the author identifies by conducting an assessment of laws and regulations, books, journals, and other sources related to the object of research. After the data is obtained, the author analyzes juridically normative data obtained on the object of research study. Based on the results of the research, the author concludes that the perpetrators of sniffing crimes can be charged with Article 36 of Law No. 1 of 2024 concerning the Second Amendment to Law No. 11 of 2008 ITE with criminal provisions in Article 51 paragraph (2) of ITE Law No. 11 of 2008. Cyber crime is a crime that occurs in the modern era by misusing technology to commit a criminal offense. The mode of crime and its impact are different and unpredictable so that both the community, the police, and others add insight and vigilance in depth and be careful not to be affected by cyber crime. The ITE Law has provided a strong enough legal foundation to deal with cybercrime. However, there are still many things that must be improved from various aspects to achieve maximum effectiveness such as, the latest definition of cybercrime, need to be improved in the aspects of implementation, law enforcement, international cooperation, public education and technological support.

Sikap Peduli Lingkungan Siswa di Sekolah Adiwiyata SMP Negeri 7 Tarakan

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Peduli lingkungan merupakan sikap tindakan di kehidupan sehari hari dalam konteks pribadi, sosisal dan kultural di kehidupan seperti menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah kerusakan pada lingkungan alam sekitarnya serta berupaya untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang sudah ada.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap peduli lingkungan siswa terhadap sekolah adiwiyata di SMP Negeri 7 TARAKAN. Intrument penelitian yaitu kuantitatif dengan sample Random Sampling dan menggunakan instrument berupa angket respon siswa terhadap lingkungan hidup, dan mendapatkan hasil. Berdasarkan gambar di atas sikap peduli lingkungan siswa yang diperoleh dengan kategori cukup peduli diperoleh dengan presentase 12.90 % dan kategori peduli diperoleh dengan presentase 87.09 %. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah didapatkan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan sikap peduli lingkungan peserta didik anatar sekolah adiwiyata dengan hasil uji penelitian dengan presentase Cukup peduli = 0.12/12.90 dan Peduli = 0.87/ 87.09 terjadinya perbedaan sikap peduli lingkungan peserta didik terjadi karena beberapa faktor yaitu pengalaman pribadi, kebudayaan, orang lain yang diangap penting, media masa, lembaga pendidikan/pendidikan agama dan factor emosi dalam individu.

THE IMPLEMENTATION OF DUOLINGO APPLICATION IN TEACHING OF VOCABULARY AT EIGHT GRADE STUDENTS OF SMPN 5 TARAKAN

2024 · Book ·

Abstrak: Bahasa Indonesia Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat implementasi aplikasi Duolingo dalam pengembangan kosakata Bahasa inggris pada siswa kelas delapan di SMPN 5 Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan jumlah partisipan sebanyak 32 siswa. Data yang di hasil dalam penelitian ini adalah dokumen, observasi, dan wanwancara. Data kemudian di analisis secara kualitatif dengan analisis tematik untuk dapat menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian menujuk kan bahwa penggunaan aplikasi Duolingo membantu siswa dalam mempelajari kosakata Bahasa inggris. Menurut siswa aplikasi ini sangat positif memberikan manfaat sebagai media pembelajaran dan siswa bisa menggunakan aplikasi ini untuk belajar secara mandiri kapanpun dan dimanapun. Kata kunci: Aplikasi Duolingo, Kosakata Bahasa Inggris, Media Pembelajaran Abstrak: Bahasa Inggris The purpose of this study was to investigate how eighth grade students at SMPN 5 Tarakan used the Duolingo application to enrich their vocabulary in English. Thirty-two students participated in this qualitative descriptive study. This study collected documents, observations, and interviews. Subsequently, the data underwent a qualitative thematic analysis in order to address the study questions. The findings of the study demonstrated that students could enrich their vocabulary in English through the Duolingo application. The students' feedback explained that this application served as an excellent learning tool that allowed them to study on their own at any time and place. Keywords: Duolingo Application, English Vocabulary, Learning Media

Sikap Peduli Lingkungan Siswa di Sekolah Adiwiyata SMP Negeri 7 Tarakan

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peduli lingkungan merupakan sikap tindakan di kehidupan sehari hari dalam konteks pribadi, sosisal dan kultural di kehidupan seperti menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah kerusakan pada lingkungan alam sekitarnya serta berupaya untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang sudah ada.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap peduli lingkungan siswa terhadap sekolah adiwiyata di SMP Negeri 7 TARAKAN. Intrument penelitian yaitu kuantitatif dengan sample Random Sampling dan menggunakan instrument berupa angket respon siswa terhadap lingkungan hidup, dan mendapatkan hasil. Berdasarkan gambar di atas sikap peduli lingkungan siswa yang diperoleh dengan kategori cukup peduli diperoleh dengan presentase 12.90 % dan kategori peduli diperoleh dengan presentase 87.09 %. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah didapatkan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan sikap peduli lingkungan peserta didik anatar sekolah adiwiyata dengan hasil uji penelitian dengan presentase Cukup peduli = 0.12/12.90 dan Peduli = 0.87/ 87.09 terjadinya perbedaan sikap peduli lingkungan peserta didik terjadi karena beberapa faktor yaitu pengalaman pribadi, kebudayaan, orang lain yang diangap penting, media masa, lembaga pendidikan/pendidikan agama dan factor emosi dalam individu.

THE IMPLEMENTATION OF DUOLINGO APPLICATION IN TEACHING OF VOCABULARY AT EIGHT GRADE STUDENTS OF SMPN 5 TARAKAN

2024 · Thesis ·

Abstrak: Bahasa Indonesia Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat implementasi aplikasi Duolingo dalam pengembangan kosakata Bahasa inggris pada siswa kelas delapan di SMPN 5 Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan jumlah partisipan sebanyak 32 siswa. Data yang di hasil dalam penelitian ini adalah dokumen, observasi, dan wanwancara. Data kemudian di analisis secara kualitatif dengan analisis tematik untuk dapat menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian menujuk kan bahwa penggunaan aplikasi Duolingo membantu siswa dalam mempelajari kosakata Bahasa inggris. Menurut siswa aplikasi ini sangat positif memberikan manfaat sebagai media pembelajaran dan siswa bisa menggunakan aplikasi ini untuk belajar secara mandiri kapanpun dan dimanapun. Kata kunci: Aplikasi Duolingo, Kosakata Bahasa Inggris, Media Pembelajaran Abstrak: Bahasa Inggris The purpose of this study was to investigate how eighth grade students at SMPN 5 Tarakan used the Duolingo application to enrich their vocabulary in English. Thirty-two students participated in this qualitative descriptive study. This study collected documents, observations, and interviews. Subsequently, the data underwent a qualitative thematic analysis in order to address the study questions. The findings of the study demonstrated that students could enrich their vocabulary in English through the Duolingo application. The students' feedback explained that this application served as an excellent learning tool that allowed them to study on their own at any time and place. Keywords: Duolingo Application, English Vocabulary, Learning Media