2023 · Book ·
Ikan mas koki (Carasius auratus) merupakan jenis ikan hias ini yang banyak digemari oleh masyarakat. Ikan hias ini memiliki nilai keindahan yang berbeda-beda mulai dari warna dan bentuk tubuh yang menarik sehingga banyak diminati pasar. Salah satu kendala dalam usaha budidaya ikan mas koki adalah proses pemeliharaan yang memerlukan waktu 4-6 bulan untuk mencapai ukuran siap jual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kunyit pada pakan komersil terhadap pertumbuhan ikan mas koki (C. auratus). Penelitian adalah penelitian eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari penambahan tepung kunyit dengan dosis kontrol (P0) pakan komersil; P1 sebesar 0,1 % pakan, P2 0,2 % P3 0,3 % yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Ikan yang digunakan yaitu benih ikan mas koki yang berukuran 3-4 cm panjang dan berat 2-3 gr diberikan pakan sesuai dosis tiap perlakuan sebanyak 2 kali sehari selama 40 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian pakan dengan penambahan tepung kunyit P3 pakan menberikan pertumbuhan bobot dan panjang total terbaik yaitu 4,66 gr, 2,92 cm dan laju pertumbuhan spesifik (SGR) 2,68 %, Rasio konversi pakan (FCR) sebesar 1,41%, kelansungan hidup ikan (SR) 95,24 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tepung kunyit dapat digunakan sebagai bahan tambahan pada pakan komersil untuk meningkatkan pertumbuhan ikan mas koki.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan mas koki (Carasius auratus) merupakan jenis ikan hias ini yang banyak digemari oleh masyarakat. Ikan hias ini memiliki nilai keindahan yang berbeda-beda mulai dari warna dan bentuk tubuh yang menarik sehingga banyak diminati pasar. Salah satu kendala dalam usaha budidaya ikan mas koki adalah proses pemeliharaan yang memerlukan waktu 4-6 bulan untuk mencapai ukuran siap jual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kunyit pada pakan komersil terhadap pertumbuhan ikan mas koki (C. auratus). Penelitian adalah penelitian eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari penambahan tepung kunyit dengan dosis kontrol (P0) pakan komersil; P1 sebesar 0,1 % pakan, P2 0,2 % P3 0,3 % yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Ikan yang digunakan yaitu benih ikan mas koki yang berukuran 3-4 cm panjang dan berat 2-3 gr diberikan pakan sesuai dosis tiap perlakuan sebanyak 2 kali sehari selama 40 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian pakan dengan penambahan tepung kunyit P3 pakan menberikan pertumbuhan bobot dan panjang total terbaik yaitu 4,66 gr, 2,92 cm dan laju pertumbuhan spesifik (SGR) 2,68 %, Rasio konversi pakan (FCR) sebesar 1,41%, kelansungan hidup ikan (SR) 95,24 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tepung kunyit dapat digunakan sebagai bahan tambahan pada pakan komersil untuk meningkatkan pertumbuhan ikan mas koki.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kebijakan yang memiliki perspektif gander yang telah di buat oleh pemerintah terkhususnya di dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang ketenagakerjaan,penulisan ini mengunakan metode penelitian empiris yaitu, penelitian yang dilakukan dengan melihat bagaimana pelaksanaan pemberlakuan aturan hukum dalam aspek kenyataan di lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, angket, observasi, populasi dan sampel, responden dan informan. Sumber data yang diperoleh dari pemerintah kota Tarakan, dewan perwakilan daerah kota Tarakan, dan PT.Idect abadi wood kota Tarakan, Urgensi feminisme di dalam hukum positif Indonesia yang tertuang dalam undang-undang nomor 13 tahun 2003 adalah sebuah bentuk implementasi pemahaman yang bias gander dalam perspektif feminisme, yang mengatur dan memperhatikan keseluruhan hak hak mendasar bagi perempuan. Disisi lain adalah perbandingan undang undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan terhadap undang undang nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja pasca perubahan juga menjadi salah satu kritik bagi pemahaman feminisme,karena dianggap dapat merugikan hak hak yang mendasar bagi buruh perempuan dan juga sebuah aturan yang di anggap berpihak untuk perusahan dan pemilik modal.karena dapat menjadi salah satu corong atau cela untuk menguntungkan pengusaha dan merugikan pekerja.pemerintah harus lebih jeli dan paham dengan kondisi buruh perempuan dan tetap harus berpihak untuk hak hak mendasar pekerja Indonesia
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Habitat Ikan di perairan sungai kayan kecamatan peso dapat dikatakan masih berlimpah dengan bebrapa jenis, salah satunya jenis ikan Tor soro yang memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga ikan ini dijadikan tangkapan target oleh nelayan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Habitat dan Karakteristik morfometrik, meristik ikan Tor soro di Daerah Sungai Kayan Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Metode Analisis dan deskripsi dengan penerapan dari metode ini mengumpulkan data secara primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Habitat Ikan Tor soro yang mendiami perairan Sungai Kayan dengan kondisi perairan jernih, dasar arus deras, substrat bebatuan, memiliki kualitas perairan seperti Suhu 26oC, derajat keasaman (pH) 7.5, kandungan oksigen terlarut (DO) 15.2 mg/l, kebutuhan oksigen biokimiawi (BOD) 0.6 mg/l, Total Suspended Solid (TSS) 0.054 mg/l, Nitrat (NO3-) 0.11 mg/l, Nitrit (NO2-) 0.002 mg/l, Fosfat 0.05 mg/l, serta terdapat 24 karakteristik morfometrik dan 5 karakteristik meristik ikan Tor soro. Pada karakter morfometrik ikan yang menjadi sampel memiliki panjang total (PT) 56.6 cm dengan panjang standar (PS) 41 cm dan karakter meristik menunjukkan bahwa ikan Tor soro memiliki rumus jari-jari sirip dorsal D I.8, sirip anal A I.5, sirip pectoral P I.8, sirip pelvic P I.7, dan sirip caudal C II.20 sehingga dalam identifikasi menunjukkan bahwa ikan Tor soro yang diidentifikasi selama penelitian berasal dari family Cyprinidae sp dengan spesies Tor.
2022 · Thesis ·
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kebijakan yang memiliki perspektif gander yang telah di buat oleh pemerintah terkhususnya di dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang ketenagakerjaan,penulisan ini mengunakan metode penelitian empiris yaitu, penelitian yang dilakukan dengan melihat bagaimana pelaksanaan pemberlakuan aturan hukum dalam aspek kenyataan di lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, angket, observasi, populasi dan sampel, responden dan informan. Sumber data yang diperoleh dari pemerintah kota Tarakan, dewan perwakilan daerah kota Tarakan, dan PT.Idect abadi wood kota Tarakan, Urgensi feminisme di dalam hukum positif Indonesia yang tertuang dalam undang-undang nomor 13 tahun 2003 adalah sebuah bentuk implementasi pemahaman yang bias gander dalam perspektif feminisme, yang mengatur dan memperhatikan keseluruhan hak hak mendasar bagi perempuan. Disisi lain adalah perbandingan undang undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan terhadap undang undang nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja pasca perubahan juga menjadi salah satu kritik bagi pemahaman feminisme,karena dianggap dapat merugikan hak hak yang mendasar bagi buruh perempuan dan juga sebuah aturan yang di anggap berpihak untuk perusahan dan pemilik modal.karena dapat menjadi salah satu corong atau cela untuk menguntungkan pengusaha dan merugikan pekerja.pemerintah harus lebih jeli dan paham dengan kondisi buruh perempuan dan tetap harus berpihak untuk hak hak mendasar pekerja Indonesia
2022 · Thesis ·
Habitat Ikan di perairan sungai kayan kecamatan peso dapat dikatakan masih berlimpah dengan bebrapa jenis, salah satunya jenis ikan Tor soro yang memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga ikan ini dijadikan tangkapan target oleh nelayan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Habitat dan Karakteristik morfometrik, meristik ikan Tor soro di Daerah Sungai Kayan Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Metode Analisis dan deskripsi dengan penerapan dari metode ini mengumpulkan data secara primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Habitat Ikan Tor soro yang mendiami perairan Sungai Kayan dengan kondisi perairan jernih, dasar arus deras, substrat bebatuan, memiliki kualitas perairan seperti Suhu 26oC, derajat keasaman (pH) 7.5, kandungan oksigen terlarut (DO) 15.2 mg/l, kebutuhan oksigen biokimiawi (BOD) 0.6 mg/l, Total Suspended Solid (TSS) 0.054 mg/l, Nitrat (NO3-) 0.11 mg/l, Nitrit (NO2-) 0.002 mg/l, Fosfat 0.05 mg/l, serta terdapat 24 karakteristik morfometrik dan 5 karakteristik meristik ikan Tor soro. Pada karakter morfometrik ikan yang menjadi sampel memiliki panjang total (PT) 56.6 cm dengan panjang standar (PS) 41 cm dan karakter meristik menunjukkan bahwa ikan Tor soro memiliki rumus jari-jari sirip dorsal D I.8, sirip anal A I.5, sirip pectoral P I.8, sirip pelvic P I.7, dan sirip caudal C II.20 sehingga dalam identifikasi menunjukkan bahwa ikan Tor soro yang diidentifikasi selama penelitian berasal dari family Cyprinidae sp dengan spesies Tor.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
.
2022 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen rantai pasok dan pandemi covid-19 terhadap kinerja proyek pembangunan gedung laboratorium sentral ilmu hayati (lSIH) universitas borneo tarakan. Responden dalam penelitain ini diambil menggunakan metode purposive sampling pada semua pihak yang terlibat dalam proyek ini. Pengujian instrumen menggunakan uji validitas dan reabilitas menggunakan spss versi 25. Metode analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen rantai pasok memberikan pengarih positif terhadap kinerja proyek sedangkan pandemic covid-19 memberikan pengarih negative terhadap kinerja proyek serta diperoleh persamaan regresi Y = 12.335 + 0.141X1 - 0.264X2.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kestabilan dan keandalan sistem jaringan distribusi sangatlah penting demi mensuplai daya pada mesin pendingin di PT. Mustika Minanusa Aurora. Transformator merupakan bagian penting dari sistem jaringan distribusi yang berfungsi untuk menaikkan/menurunkan level tegangan. Analisa umur transformator sangat penting agar stabilitas dan keandalan sistem distribusi dapat optimal. Penuaan isolasi transformator atau penurunan kualitas isolator merupakan masalah yang paling sering terjadi. Penuaan isolator disebabkan oleh beberapa faktor seperti kelebihan beban, beban tidak seimbang, suhu lingkungan, maupun faktor getaran. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui sisa umur pakai transformator 3 phasa di PT. Mustika Minanusa Aurora Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika prosentase pada pembebanan trafo semakin besar maka suhu lilitan pada trafo juga akan meningkat. Susut umur 24 jam pada transformator MMA 1A di dapatkan sebesar 76,70% dengan sisa umur trafo 19,55 tahun dan susut umur 24 jam pada transformator MMA 1B sebesar 144,83% dengan sisa umur trafo 10,35 tahun, beban yang di layani transformator MMA 1A lebih sedikit di bandingkan beban yang di layani transformator MMA 1B yang lebih banyak. Hal ini memengaruhi susut umur 24 jam dan memengaruhi lama pengoprasian transformator juga.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pada tahun 2018 produksi padi di Indonesia mencapai 11.377. 934, 44 ton dan mengalami penurunan mencapai 10.677.877,15 ton pada tahun 2019. Sedangkan pada Provinsi Kalimantan Utara, data produksi padi yang dihasilkan pada tahun 2018 di kabupaten Malinau sebesar 8.230,39 ton sedangkan pada tahun 2019 sebesar 6. 564,07 ton. Penyebab menurunya produksi hasil panen padi yaitu kurang optimalnya pemberian pupuk. Pemupukan yang baik sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi, hal ini karena pupuk berperan dalam memberikan nutrisi pada tanah yang di gunakan sebagai media tanam. Mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK Phoska dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan tiga kultivar padi sawah (Oryza sativa L) Malinau. Jenis kultivar padi yang digunakan yaitu Unggul Lokal Malinau, Mente Susu dan Unggul Muncul dengan beberapa dosis pupuk NPK yaitu 34,7 g, 69,4 g dan 104,1 g. Pengaplikasian pupuk dilakukan secara bertahap dimana setiap pengaplikasian pupuk di berikan P0=sebagai kontrol (tanpa pembrian pupuk), P1=34,7. P2=69,4 dan P3=104,1 gram pada 2 MST ,4 MST dan 6 MST. Dengan cara memberikan langsung ke media tanam sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Hasil uji DMRT interaksi antara 3 Kultivar dan dosis pupuk diketahui bahwa dari ketiga kultivar (Unggul Lokal Malinau, Mente Susu dan Unggul Muncul) yang digunakan memiliki angka yang lebih baik dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3) terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan. Sedangkan pada panjang daun hasil yang baik yaitu K1dan K3 (Unggul Lokal Malinau dan Unggul Muncul) dengan penggunaan dosis pupuk 69,4 gram (P2), kemudian pada K2 (Mente Susu) nilai kontrol (P0) lebih tinggi. Pada jumlah daun dikeathui bahwa K1 (Unggul Lokal Malinau) memiliki jumlah daun yang lebih banyak dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3), kemudian K2 dan K3 (Mente Susu dan Unggul Muncul) lebih banyak menghasilkan daun dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3). Kata Kunci : Pada tahun 2018 produksi padi di Indonesia mencapai 11.377. 934, 44 ton dan mengalami penurunan mencapai 10.677.877,15 ton pada tahun 2019. Sedangkan pada Provinsi Kalimantan Utara, data produksi padi yang dihasilkan pada tahun 2018 di kabupaten Malinau sebesar 8.230,39 ton sedangkan pada tahun 2019 sebesar 6. 564,07 ton. Penyebab menurunya produksi hasil panen padi yaitu kurang optimalnya pemberian pupuk. Pemupukan yang baik sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi, hal ini karena pupuk berperan dalam memberikan nutrisi pada tanah yang di gunakan sebagai media tanam. Mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK Phoska dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan tiga kultivar padi sawah (Oryza sativa L) Malinau. Jenis kultivar padi yang digunakan yaitu Unggul Lokal Malinau, Mente Susu dan Unggul Muncul dengan beberapa dosis pupuk NPK yaitu 34,7 g, 69,4 g dan 104,1 g. Pengaplikasian pupuk dilakukan secara bertahap dimana setiap pengaplikasian pupuk di berikan P0=sebagai kontrol (tanpa pembrian pupuk), P1=34,7. P2=69,4 dan P3=104,1 gram pada 2 MST ,4 MST dan 6 MST. Dengan cara memberikan langsung ke media tanam sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Hasil uji DMRT interaksi antara 3 Kultivar dan dosis pupuk diketahui bahwa dari ketiga kultivar (Unggul Lokal Malinau, Mente Susu dan Unggul Muncul) yang digunakan memiliki angka yang lebih baik dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3) terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan. Sedangkan pada panjang daun hasil yang baik yaitu K1dan K3 (Unggul Lokal Malinau dan Unggul Muncul) dengan penggunaan dosis pupuk 69,4 gram (P2), kemudian pada K2 (Mente Susu) nilai kontrol (P0) lebih tinggi. Pada jumlah daun dikeathui bahwa K1 (Unggul Lokal Malinau) memiliki jumlah daun yang lebih banyak dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3), kemudian K2 dan K3 (Mente Susu dan Unggul Muncul) lebih banyak menghasilkan daun dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3). Rice production in Indonesia reached 11,377. 934.44 tons in 2018 and decreased to 10,677,877.15 tons in 2019. While in North Kalimantan Province, data on rice production produced in 2018 at Malinau Regency was 8,230.39 tons, and in 2019, it was 6,564.07 tons. The main cause of the production decline was the lack of optimal fertilizer application. Good fertilization affects the growth of rice plants, this is because fertilizer plays an important role in providing nutrients to the soil. By knowing the effect of applying NPK Phoska with different doses on the growth of three malinau rice cultivars (oryza sativa 1.). The types of rice cultivars used were Unggul Local Malinau, Cashew Milk and Unggul Muncul with several doses of NPK fertilizer, namely 34.7 g, 69.4 g and 104.1 g. Fertilizer application was carried out in stages where each application of fertilizer was given PO as a control (without fertilizer application), P1 34.7. P2 -69.4 and P3 = 104.1 grams at 2 MST ,4 MST and 6 MST. By giving directly to the planting medium based on predetermined doses The results of the DMRT interaction test between three rice cultivars and the doses of fertilizer showed that the three cultivars (Unggul Lokal Malinau, Mente Susu and Unggul Muncul) have better numbers with a fertilizer doses of 104.1 grams (P3) based on plant height and number of tillers. While on leaf length was KI and K3 (Local Superior Malinau and Unggul Muncul) with the use of a fertilizer dose of 69.4 grams (P2), then at K2 (Cashew Milk) the control value (PO) was higher. In the number of leaves, it was found that K1 (Local Superior Malinau) has more leaves with a dose of 104.1 grams of fertilizer (P3), then K2 and K3 (Mente Susu and Unggul Muncul) produced more leaves with a dose of 104 fertilizer, 1 gram (P3)
2021 · Thesis ·
Pada tahun 2018 produksi padi di Indonesia mencapai 11.377. 934, 44 ton dan mengalami penurunan mencapai 10.677.877,15 ton pada tahun 2019. Sedangkan pada Provinsi Kalimantan Utara, data produksi padi yang dihasilkan pada tahun 2018 di kabupaten Malinau sebesar 8.230,39 ton sedangkan pada tahun 2019 sebesar 6. 564,07 ton. Penyebab menurunya produksi hasil panen padi yaitu kurang optimalnya pemberian pupuk. Pemupukan yang baik sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi, hal ini karena pupuk berperan dalam memberikan nutrisi pada tanah yang di gunakan sebagai media tanam. Mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK Phoska dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan tiga kultivar padi sawah (Oryza sativa L) Malinau. Jenis kultivar padi yang digunakan yaitu Unggul Lokal Malinau, Mente Susu dan Unggul Muncul dengan beberapa dosis pupuk NPK yaitu 34,7 g, 69,4 g dan 104,1 g. Pengaplikasian pupuk dilakukan secara bertahap dimana setiap pengaplikasian pupuk di berikan P0=sebagai kontrol (tanpa pembrian pupuk), P1=34,7. P2=69,4 dan P3=104,1 gram pada 2 MST ,4 MST dan 6 MST. Dengan cara memberikan langsung ke media tanam sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Hasil uji DMRT interaksi antara 3 Kultivar dan dosis pupuk diketahui bahwa dari ketiga kultivar (Unggul Lokal Malinau, Mente Susu dan Unggul Muncul) yang digunakan memiliki angka yang lebih baik dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3) terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan. Sedangkan pada panjang daun hasil yang baik yaitu K1dan K3 (Unggul Lokal Malinau dan Unggul Muncul) dengan penggunaan dosis pupuk 69,4 gram (P2), kemudian pada K2 (Mente Susu) nilai kontrol (P0) lebih tinggi. Pada jumlah daun dikeathui bahwa K1 (Unggul Lokal Malinau) memiliki jumlah daun yang lebih banyak dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3), kemudian K2 dan K3 (Mente Susu dan Unggul Muncul) lebih banyak menghasilkan daun dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3). Kata Kunci : Pada tahun 2018 produksi padi di Indonesia mencapai 11.377. 934, 44 ton dan mengalami penurunan mencapai 10.677.877,15 ton pada tahun 2019. Sedangkan pada Provinsi Kalimantan Utara, data produksi padi yang dihasilkan pada tahun 2018 di kabupaten Malinau sebesar 8.230,39 ton sedangkan pada tahun 2019 sebesar 6. 564,07 ton. Penyebab menurunya produksi hasil panen padi yaitu kurang optimalnya pemberian pupuk. Pemupukan yang baik sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi, hal ini karena pupuk berperan dalam memberikan nutrisi pada tanah yang di gunakan sebagai media tanam. Mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK Phoska dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan tiga kultivar padi sawah (Oryza sativa L) Malinau. Jenis kultivar padi yang digunakan yaitu Unggul Lokal Malinau, Mente Susu dan Unggul Muncul dengan beberapa dosis pupuk NPK yaitu 34,7 g, 69,4 g dan 104,1 g. Pengaplikasian pupuk dilakukan secara bertahap dimana setiap pengaplikasian pupuk di berikan P0=sebagai kontrol (tanpa pembrian pupuk), P1=34,7. P2=69,4 dan P3=104,1 gram pada 2 MST ,4 MST dan 6 MST. Dengan cara memberikan langsung ke media tanam sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Hasil uji DMRT interaksi antara 3 Kultivar dan dosis pupuk diketahui bahwa dari ketiga kultivar (Unggul Lokal Malinau, Mente Susu dan Unggul Muncul) yang digunakan memiliki angka yang lebih baik dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3) terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan. Sedangkan pada panjang daun hasil yang baik yaitu K1dan K3 (Unggul Lokal Malinau dan Unggul Muncul) dengan penggunaan dosis pupuk 69,4 gram (P2), kemudian pada K2 (Mente Susu) nilai kontrol (P0) lebih tinggi. Pada jumlah daun dikeathui bahwa K1 (Unggul Lokal Malinau) memiliki jumlah daun yang lebih banyak dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3), kemudian K2 dan K3 (Mente Susu dan Unggul Muncul) lebih banyak menghasilkan daun dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3). Rice production in Indonesia reached 11,377. 934.44 tons in 2018 and decreased to 10,677,877.15 tons in 2019. While in North Kalimantan Province, data on rice production produced in 2018 at Malinau Regency was 8,230.39 tons, and in 2019, it was 6,564.07 tons. The main cause of the production decline was the lack of optimal fertilizer application. Good fertilization affects the growth of rice plants, this is because fertilizer plays an important role in providing nutrients to the soil. By knowing the effect of applying NPK Phoska with different doses on the growth of three malinau rice cultivars (oryza sativa 1.). The types of rice cultivars used were Unggul Local Malinau, Cashew Milk and Unggul Muncul with several doses of NPK fertilizer, namely 34.7 g, 69.4 g and 104.1 g. Fertilizer application was carried out in stages where each application of fertilizer was given PO as a control (without fertilizer application), P1 34.7. P2 -69.4 and P3 = 104.1 grams at 2 MST ,4 MST and 6 MST. By giving directly to the planting medium based on predetermined doses The results of the DMRT interaction test between three rice cultivars and the doses of fertilizer showed that the three cultivars (Unggul Lokal Malinau, Mente Susu and Unggul Muncul) have better numbers with a fertilizer doses of 104.1 grams (P3) based on plant height and number of tillers. While on leaf length was KI and K3 (Local Superior Malinau and Unggul Muncul) with the use of a fertilizer dose of 69.4 grams (P2), then at K2 (Cashew Milk) the control value (PO) was higher. In the number of leaves, it was found that K1 (Local Superior Malinau) has more leaves with a dose of 104.1 grams of fertilizer (P3), then K2 and K3 (Mente Susu and Unggul Muncul) produced more leaves with a dose of 104 fertilizer, 1 gram (P3)