ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stabilitas tegangan merupakan faktor penting dalam menjaga keandalan sistem pembangkit tenaga listrik. Perubahan beban pada generator sinkron dapat menyebabkan gangguan tegangan yang memengaruhi kualitas daya dan kinerja sistem pembangkit. Penelitian ini bertujuan merancang kontrol optimal berbasis Linear Quadratic Regulator (LQR) untuk meningkatkan stabilitas tegangan generator pada PLTMG PT. Siantar Tara Sejati. Penelitian dilakukan melalui pemodelan matematis sistem elektrik yang terdiri dari amplifier, exciter, dan generator sinkron dalam bentuk state space. Perancangan pengendali LQR dilakukan dengan menentukan matriks pembobot Q dan R menggunakan metode trial and error, kemudian disimulasikan menggunakan MATLAB dengan penambahan faktor penguatan referensi Nbar. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem closed loop sebelum penerapan LQR memiliki Rise Time 0,5545 detik, Peak Time 1,3776 detik, Settling Time 4,2506 detik, Overshoot 29,163%, dan Steady-State Error 0,08333. Setelah penerapan LQR P6 dengan matriks pembobot Q = [0,02 0,01 500] dan R = 1 , performa sistem meningkat dengan Rise Time 0,2498 detik, Peak Time 0,5335 detik, Settling Time 0,6999 detik, Overshoot 4,2457%, dan Steady State Error 0. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode Linear Quadratic Regulator mampu mempercepat respons, mengurangi overshoot, serta meningkatkan kestabilan tegangan generator. Dengan demikian, LQR efektif diterapkan sebagai kontrol optimal pada sistem elektrik PLTMG PT. Siantar Tara Sejati.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Generator sinkron adalah mesin sinkron pengubah energi mekanik menjadi energi listrik yang memiliki frekuensi putar rotor sama dengan frekuensi tengangan yang dibangkitkan. Pada generator, energi mekanik didapat dari penggerak mula yang bisa berupa mesin diesel, turbin, baling-baling dan lain-lain. Pada pembangkit pembangkit besar, salah satu alat konversi yang sering digunakan yaitu generator sinkron 3 phasa. Generator sinkron yang ditinjau adalah generator sinkron pada PLTMG Max power BOT TARAKAN 2A. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa generator sinkron tiga fasa terhadap pengaruh perubahan beban terhadap efisiensi. Dari hasil analisa data berdasarkan log sheet yaitu Beban, Tegangan Output. Beban generator yang bersifat fluaktif atau berubah ubah tiap jam nya. Beban terendah pada unit 1 di jam 07.00 yaitu 1895 kW dan yang tertinggi 2532 kW pada jam 14.00, sedangkan Beban terendah pada unit 2 di jam 21.00 yaitu 2311 kW dan yang tertinggi 2526 kW pada pukul 11.00. Efisiensi generator berubah ubah berkisar 92,52% hingga 96,74%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peningkatan kebutuhan energi listrik menyebabkan variasi beban yang dapat memengaruhi karakteristik generator sinkron. Penelitian ini dilakukan di PT. Maxpower Indonesia Site Tarakan 4A untuk menganalisis karakteristik generator sinkron 3 phasa berdasarkan daya aktif (P), tegangan terminal (Vt) dan arus armature (Ia) pada kondisi perubahan beban. Data diperoleh dari log sheet operasi generator setiap 4 jam selama 24 jam dalam kurun waktu 1 minggu. Hasil analisis menunjukkan bahwa daya aktif Generator 1 berada pada rentang 3,907-4,078 MW dan Generator 2 pada rentang 3,290-3,998 MW. Tegangan terminal Generator 1 berada pada rentang 6,320-6,609 V, sedangkan Generator 2 pada rentang 6,492-6,595 V. Arus armature mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan beban listrik yang diterima oleh sistem, sedangkan tegangan terminal kedua generator relatif stabil dengan fluktuasi yang kecil. Nilai daya aktif hasil perhitungan menunjukkan kecenderungan yang sejalan dengan data log sheet generator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generator sinkron 3 phasa pada PLTMG PT. Maxpower Indonesia Site Tarakan 4A masih beroperasi dalam batas aman dan mampu mempertahankan kestabilan tegangan selama periode pengamatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Generator sinkron mempunyai permasalahan yaitu Ketidak stabilan tegangan pada generator sinkron menyebabkan sistem secara keseluruhan terutama kualitas sistem, kemampuan transfer daya dari pembangkit ke konsumen, kondisi terparah terjadinya mekanisme pelepasan beban dengan demikian maka diperlukan peralatan yang dapat mengendalikan kestabilan tegangan generator sinkron yaitu Automatic Voltage Regulator (AVR). AVR adalah suatu perangkat yang dipasang pada generator yang dapat bekerja secara otomatis mengatur tegangan yang dihasilkan oleh generator agar tetap stabil. Pada tugas akhir ini mengontrol tegangan generator agar stabil menggunakan metode Neural Network (NN). Data pelatihan NN diambil dari input dan output kendali PID dengan Sistem AVR yang sama. AVR sederhana dengan respon delay time (t_d) 1,129s, rise time (t_r) 2,469s, peak time (t_p) 5,039s, settling time (t_s) 4,427s, max overshoot (M_p) 0% dan untuk error steady state (e_ss) 0%. AVR sederhana respon tidak terdapat overshoot dan respon waktunya lebih lambat 5,039s, konvensional terdapat overshoot yang tinggi dan lebih cepat 0,715s, NN respon yang didapatkan overshoot pada waktu 2,456s dan adanya usaha perbaikan respon tegangan kembali ke Vref.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Generator sinkron memerlukan alat yang berfungsi untuk mengatur tegangan terminal tetap terjaga, alat tersebut dikenal sebagai Automatic Voltage Regulator (AVR) atau alat yang dapat mengontrol tegangan dan arus eksitasi yang disuplai ke generator sehingga tegangan terminal generator tetap stabil. Penelitian ini membandingkan dua kendali yang berbeda yaitu logika fuzzy dan jaringan saraf tiruan pada AVR yang diharapkan dapat mengatur tegangan terminal generator pada nominal 220V. Data pelatihan jaringan saraf tiruan diambil dari input dan output kendali PID sedangkan desain rule logika fuzzy menggunakan metode trial and error pada AVR yang sama. Hasil penelitian menunjukkan respon transient kinerja generator dengan hasil sebagai berikut. Logika fuzzy menghasilkan respon delay time (t_d) 1.058s, rise time (t_r) 2.576s, peak time (t_p) 20s, settling time (t_s) 5.354s, max overshoot (Mp) 0%, error steady state (e_ss) 0%. Jaringan saraf tiruan menghasilkan respon delay time (t_d) 1.031s, rise time (t_r) 1.518s, peak time (t_p) 3.128s, settling time (t_s) 2.3286s, max overshoot (Mp) 1.345%, error steady state (e_ss) 0.045%. Berdasarkan nilai respon transient logika fuzzy memiliki respon lebih lambat dibandingkan jaringan saraf tiruan, akan tetapi logika fuzzy dapat meminimalisir overshoot.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Generator sinkron merupakan mesin-mesin listrik yang berfungsi untuk mengkonversi energi mekanik menjadi energi listrik. Generator sinkron mempunyai permasalahan yaitu ketidakstabilan tegangan pada saat perubahan beban, sehingga dibuthkan peralatan yang dapat mengendalikan kestabilan tegangan generator sinkron yaitu Automatic Voltage Regulator (AVR). AVR merupakan sebuah divais pengatur tegangan yang digunakan pada generator sinkron untuk menstabilkan tegangan keluaran yang dihasilkan dari generator sinkron. AVR bekerja dengan mengatur arus penguatan (excitacy) pada eksiter, apabila beban bertambah maka AVR akan memerintahkan eksiter untuk berkerja dengan menambah arus eksitasi sebaliknya apabila beban berkurang maka AVR akan memerintahkan eksiter untuk mengurangi arus eksitasi. Pada tugas akhir ini, untuk pengoptimalan tegangan generator sinkron agar konstan maka digunakan metode Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS). Adapun Traning data yang di gunakan, diproleh oleh Fuzzy Logic Control (FLC) pada penelitian sebelumnya mendesain sebagai acuan dalam pelatihan FIS menggunakan algoritma ANFIS. Kendali ANFIS bekerja dengan baik berdasarkan respon transien tegangan generator yang mengalami perubahan beban. Adapun hasil respon yang lebih baik dengan steady state 220,067 volt, relative optimal, settling time 6,65 s, overshoot 0,35% di bandingkan dengan kendali FLC pada penelitian sebelumnya diproleh respon dengan steady state 220,2 volt, settling time 7,75 s, dan overshoot 0,33%. Hasil yang diperoleh membuktikan bahwa kendali ANFIS sangat sesuai di gunakan dalam pengoptimalan tegangan generator sinkron tiga fasa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Konsumsi daya yang selalu berubah dapat mempengaruhi tegangan terminal generator, sehingga mengakibatkan penurunan keandalan sistem generator. Oleh karena itu diperlukan Automatic Voltage Regulator (AVR) , AVR merupakan suatu alat yang mampu mengatur besar kecilnya tegangan dan arus eksitasi yang akan disuplai ke generator bergantung dari besar kecilnya beban yang dikonsumsi. Pada penelitian ini akan dibuat sebuah AVR dengan metode Fuzzy Logic Control (FLC) yang mampu mengatur tegangan terminal generator pada nominal 220V dimana ketika dilakukan pengujian tanpa beban didapatkan nilai delay time = 0.45 sekon, rise time = 0.72 sekon, nilai peak time = 0.65 sekon, nilai max overshoot = 2.27 % nilai settling time = 1.15 sekon, dan error steady state sebesar 0%. AVR mampu memperbaiki tegangan terminal dalam waktu ± 8 detik saat generator diberi beban resistif, dan ± 6 detik saat generator diberi beban induktif dan kapasitif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah synchronous dan asynchronous dapat meningkatkan prestasi belajar bahasa Inggris siswa kelas XI SMAN Tepadu Unggulan 1 Tana Tidung dengan metode penelitian eksperimen semu. Peneliti mencoba untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah diajarkan menggunakan masing-masing pendekatan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 1 dan kelas XI MIPA 3 yang berjumlah 52 siswa di SMAN 1 Tarakan tahun ajaran 2021/2022. Instrumennya berupa karangan dengan perintah untuk membuat paragraf. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest baik di kelas sinkron maupun di kelas asinkron. Hal itu dibuktikan dengan hasil nilai rata-rata siswa. Nilai rata-rata pretest kelas sinkron adalah 62,68 dan nilai rata-rata posttest adalah 62,86. Nilai rata-rata pretest kelas asynchronous adalah 61,67 dan nilai rata-rata pada posttest adalah 63,96. Rata-rata skor posttest relatif sama dengan skor pretest. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam prestasi bahasa Inggris siswa pada pretest dan posttest. Hasil pengujian dari independent sample test menunjukkan bahwa t-test (0,458) lebih rendah dari t-tabel (1,676). Jadi dapat disimpulkan bahwa synchronous dan asynchronous terbukti kurang efektif dalam meningkatkan prestasi belajar bahasa Inggris siswa kelas XI SMAN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Generator sinkron 3 fasa adalah pembangkit tenaga listrik yang diharapkan dapat menjadi sarana manusia untuk memenuhi kehidupan dan kebutuhan sehari-hari. Sebuah generator diharapkan harus dapat bekerja secara sinkron atau stabil serta dapat memenuhi akan daya yang di butuhkan beban pada segala kondisi. Penggunaan sistem eksitasi pada generator sinkron di butuhkan sebagai penguat pada generator atau sebagai pembangkit medan agar generator dapat menghasilkan tenaga listrik dengan keluaran tegangan generator yang bergantung dengan mengandalkan besarnya arus eksitasi. Beban yang dilayani melalui alat generator sinkron adalah beban linear dan beban nonlinear dan dapat berupa beban resistif, induktif, dan kapasitif. Pemberian dengan penyesuaian beban resistif, induktif, kapasitif dan nonlinear pada generator akan berpengaruh terhadap besaran eksitasinya. Arus eksitasi dapat di pengaruhi dengan cara menempatkan pengaturan perubahan beban yang akan diberikan. Semakin kecil perubahan beban yang diterapkan, maka semakin besar arus eksitasi yang dihasilkan. Pada beban RL, perubahan arus eksitasi paling tinggi terjadi saat satu beban resistif dan dua beban induktif saling di variabelkan yaitu 0,45 A dengan tegangan eksitasi 94 V. Sedangkan pada beban RC, arus eksitasi berkurang ketika satu beban resistif di variabelkan dengan banyak beban kapasitif yaitu dari 0,30 A hingga 0,14 A sehingga tegangan eksitasi berikutnya juga berkurang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Pada masa sekarang ini listrik sudah menjadi kebutuhan utama bagi kita, dan untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan sistem pembangkit listrik, salah satunya dapat menggunakan generator sinkron 3 fasa yang berfungsi untuk mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Besarnya permintaan energi listrik dengan kebutuhan yang beragam menyebabkan listrik yang dihasilkan generator sering kali tidak stabil, maka dari itu diperlukan Automatic Voltage Regulator (AVR) yang berkerja secara kontinyu untuk membaca error tegangan pada terminal generator lalu memperbaikinya. Pada penelitian ini sistem eksitasi AVR telah dirancang menggunakan kendali Proportional Integral Derivative (PID) dengan gain yang digunakan yaitu Kp = 0.25; Ki = 15; dan Kd = 0. Parameter PID ditanamkan pada mikrokontroler dengan bahasa pemrograman, dengan adanya AVR pada generator sinkron 3 fasa sistem pembangkit listrik mampu menghasilkan tegangan yang stabil dan sesuai dengan setandar PLN yaitu 220V baik ketika diberi beban ataupun tidak diberi beban.