Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: peer group
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Komparatif : Efektivitas Peningkatan Pengetahuan Dalam Penanganan Chocking Dengan Metode lecture Class dan Education Peer Group

2026•

ABSTRAK Tersedak (chocking) merupakan kondisi kegawatdaruratan akibat obstruksi jalan napas yang dapat menyebabkan hipoksia, henti jantung, hingga kematian apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Pengetahuan mengenai penanganan choking sangat pentin dimiliki oleh remaja, termasuk mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan. Metode edukasi yang tepat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan tersebut, salah satunya melalui Lecture Class dan Education Peer Group. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas peningkatan pengetahuan mahasiswa mengenai penanganan chocking dengan metode Lecture Class dan Education Peer Group, serta membandingkan hasil peningkatan pengetahuan dari kedua metode tersebut. Metode penelitian ini menggunakan Quasi Experimental Pretest-Posttest Group Design tanpa kelompok kontrol. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah nonprobability sampling dengan sampe sebanyak 66 mahasiswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kelompok Lecture Class (p = 0.035) dan kelompok Education Peer Group (p = 0,003). Perbandingan antar kelompok menunjukkan tidak terdapat perbedaan pretest (p = 0,495), namun terdapat perbedaan signifikan pada posttest antara Lecture Class Dan Education Peer Group (p0,005). Penelitian ini menunjukkan bahwa kedua metode efektif dalam meningkatkan pengetahuan penanganan chocking. Namun, metode Education Peer Group terbukti lebih efektif dibandingkan metode Lecture Class, karena memberikan interaksi dan dsikusi yang lebih intens sehingga memperdalam pemahaman peserta.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Metode Peer Group terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Remaja Putri di SMA Negeri 2 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Remaja putri merupakan kelompok usia yang mulai mengalami perubahan fisik, salah satu perubahan fisik yaitu perkembangan payudara yang dapat meningkatkan risiko terhadap kanker payudara. Deteksi dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sangat penting dilakukan, namun pengetahuan dan keterampilan remaja putri dalam melakukan SADARI masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode peer group terhadap pengetahuan dan keterampilan SADARI pada remaja putri di SMA Negeri 2 Tarakan. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest one group without control design. Sampel sebanyak 24 siswi kelas XI dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan selama tiga kali pertemuan dengan durasi setiap pertemuan selama 60 menit dan dipandu oleh peer educator yang telah dilatih selama 2 kali pertemuan dengan durasi setiap pertemuan selama 180 menit. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan lembar checklist keterampilan. Sebelum intervensi, pengetahuan responden mayoritas berada pada kategori cukup dan pada keterampilan seluruh responden tidak terampil. Setelah intervensi, mayoritas pengetahuan responden berada pada kategori baik dan pada keterampilan mayoritas berada pada kategori terampil. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan dengan nilai p-value 0,001 (p0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa metode peer group berpengaruh terhadap pengetahuan dan keterampilan remaja putri dalam melakukan SADARI. Diharapkan agar metode ini dapat diterapkan dalam program pendidikan kesehatan remaja di sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Peer Group Education Dan Latihan Assertive Terhadap Perilaku Seksual Remaja Di Wilayah Perbatasan Sebatik

2024•

Remaja yang melakukan perilaku seksual tidak aman sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual. Berdasarkan hasil wawancara terbuka dengan remaja Sebatik mengatakan perilaku seksual yang mereka lakukan yaitu berpacaran dengan perilaku bergandengan tangan ataupun berpelukan di tempat umum. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan melakukan pemberian intervensi peer group education dan latihan assertive. Di wilayah perbatasan Sebatik remaja masih belum mendapatkan terapi peer group education dan latihan assertive. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas pengaruh peer group education dan latihan assertive terhadap perilaku seksual remaja di wilayah perbatasan Sebatik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif metode quasi eksperimen pretest dan posttest with control group design. Penelitian ini menggunakan analisis uji Wilcoxon Signed Rank Test dan telah lulus uji etik (No.112/KEPK-FIKES UBT/XI/2024). Hasil penelitian: terdapat pengaruh peer group education dan latihan assertive terhadap perilaku seksual remaja di wilayah Perbatasan Sebatik dengan nilai p value adalah 0,001 (p0,05). Kelompok yang mendapatkan intervensi peer group education dan latihan assertive memiliki perubahan tingkat perilaku seksual lebih baik daripada kelompok yang tidak mendapatkan intervensi peer group education dan latihan assertive. Kesimpulan pada penelitian ini adalah peer group education dan latihan assertive berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku seksual remaja di wilayah perbatasan Sebatik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail