Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: minyak_ikan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORTIFIKASI MINYAK IKAN PADA BISKUIT: EVALUASI NILAI GIZI DAN DAYA TERIMA KONSUMEN

2026•

Biskuit merupakan produk pangan yang berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional melalui fortifikasi minyak ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan minyak ikan terhadap kadar protein, kadar lemak, profil asam lemak, dan tingkat penerimaan konsumen terhadap produk biskuit. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan tiga perlakuan, yaitu F0 (0%), F1 (1%), dan F2 (2%) sebanyak tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein sebesar 10,76% dan kadar lemak 7,20% pada produk biskuit. Profil asam lemak yang diperoleh SFA dari 10,4089% menjadi 13,3986%, MUFA dari 6,6527% menjadi 8,5512%, dan PUFA dari 1,6954% menjadi 2,2102%. Berdasarkan uji hedonik yang telah dilakukan pada atribut rasa, tingkat penerimaan konsumen yaitu pada perlakuan F1 (1%) sebagai formulasi yang paling disukai panelis. Kesimpulan penelitian ini adalah fortifikasi minyak ikan sebesar 1% menghasilkan biskuit dengan tingkat penerimaan terbaik serta meningkatkan kandungan asam lemak produk.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENINGKATAN KUALITAS MINYAK IKAN BANDENG (Chanos chanos) DENGAN PENAMBAHAN BUBUK BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

2025•

Minyak ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu produk hasil perikanan perikanan yang bernilai gizi tinggi, terutama kaya akan EPA dan DHA, namun sangat rentan mengalami oksidasi selama penyimpanan. Oksidasi ini menyebabkan penurunan mutu minyak melalui peningkatan kadar asam lemak bebas dan nilai peroksida. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas minyak ikan bandeng dengan penambahan bubuk bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) sebagai antioksidan alami selama penyimpanan. Minyak diekstrak dari jeroan ikan bandeng menggunakan metode dry rendering pada suhu 60°C selama 1 jam dan dianalisis nilai rendemennya. Selanjutnya, sampel diberi beberapa perlakuan yaitu 0 gram (tanpa penambahan bubuk bawang dayak) sebagai kontrol, penambahan 1 gram bubuk bawang dayak, dan penambahan 2 gram bubuk bawang dayak per 100 gram minyak. Sampel disimpan selama 16 hari dan dianalisis nilai asam lemak bebas dan nilai peroksidanya. Hasil penelitian menunjukkan rendemen yang diperoleh dari hasil ekstraksi jeroan ikan bandeng sebesar 4,1%. Penambahan bubuk bawang dayak berpengaruh dalam menekan laju oksidasi dengan perlakuan terbaik yaitu pada penambahan bubuk bawang dayak sebanyak 2 gram dengan nilai parameter oksidasi asam lemak bebas sebesar 0,44% dan nilai peroksida 1,3 mEq/kg. Nilai ini telah memenuhi International Fish Oil Standard/IFOS (FFA ≤ 1,5 % dan PV ≤ 5 mEq/kg). Dengan demikian, penggunaan bubuk bawang dayak berpotensi dalam menjaga stabilitas minyak ikan bandeng selama penyimpanan dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan antioksidan alami dalam industri pengolahan hasil perikanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK MINYAK JEROAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) YANG DIMURNIKAN DENGAN MAGNESOL XL

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan Bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting di Indonesia. Daging ikan bandeng mengandung protein 20-24%, lemak 4-8%, dan mineral 1,2-1,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi minyak jeroan ikan bandeng (Chanos chanos) yang dimurnikan menggunakan adsorben Magnesol XL. Metode penelitian ini menggunakan Deskriptif, Metode ini menggunakan 4 pengujian Rendeman, Asam Lemak Bebas/Free Fatty Acid (FFA), Peroksida/peroxide velue (PV) dan Profil asam lemak Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 tahap, yaitu ekstraksi jeroan ikan bulan-bulan secara dry rendering pada suhu 70oC selama 1 jam, hasil yang diperoleh dihitung nilai rendemennya. Nilai rendemen minyak ikan bandeng sebesar 16,90%. dan pemurnian minyak ikan melalui proses bleaching dengan penambahan adsorben Magnesol XL 1%, 3% dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan penambahan Magnesol XL terbaik pada konsentrasi 5%. Karakteristik minyak ikan yang diperoleh, yaitu nilai asam lemak bebas 0,74%, nilai peroksida sebesar 3,6 mEq/kg, Hasil uji asam lemak diperoleh SFA sebesar 4,01%, MUFA sebesar 6,65%, dan PUFA sebesar 86,13%. Kesimpulan penelitian ini adalah minyak ikan yang diberi adsorben Magnesol XL pada konsentrasi 5% memenuhi International Fish Oil Standard/IFOS (FFA: ≤ 1,50% dan PV: ≤ 5,00 mEq/kg).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakteristik minyak hati ikan manyung (arius sp.) yang telah dimurnikan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Karakteristik Minyak Hati Ikan Manyung (Arius Sp.) yang Telah Dimurnikan Abstrak Ikan manyung (Arius sp.) merupakan salah satu jenis ikan yang termasuk dalam kelompok ikan demersal dan banyak diolah menjadi produk-produk diversifkasi Di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, daging ikan manyung banyak dikonsumsi, namun bagian hati hanya terbuang dan menjadi limbah hasil samping olahan ikan. Salah satu upaya agar hati ikan manyung dapat dimanfaatkan, maka dibuatlah produk minyak ikan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis formula terbaik pada penambahan magnesol XL, serta menganalisis rendemen, nilai asam lemak bebas/free fatty acid (FFA), dan nilai peroksida/ peroxide value (PV). Pemurnian minyak ikan dalam penelitian ini dilakukan melalui proses bleaching menggunakan adsorben Magnesol XL dengan varian konsentrasi 1%, 3%, dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan penambahan Magnesol XL pada konsentrasi 5% merupakan formula terbaik untuk indikator peroxide value. Nilai rendemen minyak ikan manyung (Arius sp.) yang diperoleh sebesar 32,2%, nilai asam lemak bebas 1,79%, dan nilai peroksida yaitu 4,93 mEq/kg.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakteristik minyak ikan bandeng (Chanos chanos) yang dikombinasi dengan serbuk spirulina sp.

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu biota perairan yang banyak digemari oleh Masyarakat Tarakan karna mudah di peroleh. Ikan ini banyak di olah menjadi bandeng tanpa duri, namun menghasilkan limbah, berupa jeroan ikan. Jeroan dapat di olah menjadi minyak. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan formula terbaik dari kombinasi minyak ikan bandeng (Chanos chanos) dan spirulina sp, serta mendapatkan karakteristik formula terbaik, (profil asam lemak dan parameter oksidasi, yaitu nilai peroksida/PV). Metode yang digunakan yaitu ekstraksi secara dry rendering pada suhu 70o C selama 45 menit. Data yang di peroleh selanjutnya di olah secara deskripktif. Hasil penelitian menunjukan nilai kadar lemak jeroan ikan Bandeng sebesar 15%. Rendemen minyak jeroan ikan Bandeng yaitu 20%. Formula terbaik yaitu F1 (penambahan 5% serbuk spirulina sp). Nilai peroksida/ peroxide value (PV) sebesar 3,0 mEq/kg. Profil asam lemak minyak ikan Bandeng (Chanos chanos) diperoleh kandungan SFA sebesar 43,03%, MUFA sebesar 22,65%, dan PUFA sebesar 10,56%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah minyak ikan yang diperoleh dari jeroan ikan bandeng yang sudah dikombinasi dengan serbuk spirulina sp dapat diproduksi menjadi suplemen makanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail