2024 · Book ·
Ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu biota perairan yang banyak digemari oleh Masyarakat Tarakan karna mudah di peroleh. Ikan ini banyak di olah menjadi bandeng tanpa duri, namun menghasilkan limbah, berupa jeroan ikan. Jeroan dapat di olah menjadi minyak. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan formula terbaik dari kombinasi minyak ikan bandeng (Chanos chanos) dan spirulina sp, serta mendapatkan karakteristik formula terbaik, (profil asam lemak dan parameter oksidasi, yaitu nilai peroksida/PV). Metode yang digunakan yaitu ekstraksi secara dry rendering pada suhu 70o C selama 45 menit. Data yang di peroleh selanjutnya di olah secara deskripktif. Hasil penelitian menunjukan nilai kadar lemak jeroan ikan Bandeng sebesar 15%. Rendemen minyak jeroan ikan Bandeng yaitu 20%. Formula terbaik yaitu F1 (penambahan 5% serbuk spirulina sp). Nilai peroksida/ peroxide value (PV) sebesar 3,0 mEq/kg. Profil asam lemak minyak ikan Bandeng (Chanos chanos) diperoleh kandungan SFA sebesar 43,03%, MUFA sebesar 22,65%, dan PUFA sebesar 10,56%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah minyak ikan yang diperoleh dari jeroan ikan bandeng yang sudah dikombinasi dengan serbuk spirulina sp dapat diproduksi menjadi suplemen makanan.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu biota perairan yang banyak digemari oleh Masyarakat Tarakan karna mudah di peroleh. Ikan ini banyak di olah menjadi bandeng tanpa duri, namun menghasilkan limbah, berupa jeroan ikan. Jeroan dapat di olah menjadi minyak. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan formula terbaik dari kombinasi minyak ikan bandeng (Chanos chanos) dan spirulina sp, serta mendapatkan karakteristik formula terbaik, (profil asam lemak dan parameter oksidasi, yaitu nilai peroksida/PV). Metode yang digunakan yaitu ekstraksi secara dry rendering pada suhu 70o C selama 45 menit. Data yang di peroleh selanjutnya di olah secara deskripktif. Hasil penelitian menunjukan nilai kadar lemak jeroan ikan Bandeng sebesar 15%. Rendemen minyak jeroan ikan Bandeng yaitu 20%. Formula terbaik yaitu F1 (penambahan 5% serbuk spirulina sp). Nilai peroksida/ peroxide value (PV) sebesar 3,0 mEq/kg. Profil asam lemak minyak ikan Bandeng (Chanos chanos) diperoleh kandungan SFA sebesar 43,03%, MUFA sebesar 22,65%, dan PUFA sebesar 10,56%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah minyak ikan yang diperoleh dari jeroan ikan bandeng yang sudah dikombinasi dengan serbuk spirulina sp dapat diproduksi menjadi suplemen makanan.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUH KESEHATAN, KESELAMATAN KERJA (K3), LINGKUNGAN KERJA, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. PRIMA BAHAGIA PERMAI DESA ANTUTAN KABUPATEN BULUNGAN Jumardi k Nurjannatul Hasanah, S.E., M.M Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan seberapa besar pengaruh kesehatan keselamatan kerja (K3), lingkungan kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan PT. Prima Bahagia Permai Desa Antutan Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode kuesioner dan wawancara. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan non probability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 karyawan pada PT. Prima Bahagia Permai Desa Antutan Kabupaten Bulungan. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis menggunakan model regresi linier berganda dengan uji t (parsial) dengan bantuan program SPSS. Hasil analisis regresi berganda dengan uji t (parsial) dengan bantuan program SPSS menunjukkan bahwa kesehatan keselamatan kerja (K3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Prima Bahagia Permai Desa Antutan Kabupaten Bulungan.
2023 · Thesis ·
ABSTRAK PENGARUH KESEHATAN, KESELAMATAN KERJA (K3), LINGKUNGAN KERJA, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. PRIMA BAHAGIA PERMAI DESA ANTUTAN KABUPATEN BULUNGAN Jumardi k Nurjannatul Hasanah, S.E., M.M Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan seberapa besar pengaruh kesehatan keselamatan kerja (K3), lingkungan kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan PT. Prima Bahagia Permai Desa Antutan Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode kuesioner dan wawancara. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan non probability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 karyawan pada PT. Prima Bahagia Permai Desa Antutan Kabupaten Bulungan. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis menggunakan model regresi linier berganda dengan uji t (parsial) dengan bantuan program SPSS. Hasil analisis regresi berganda dengan uji t (parsial) dengan bantuan program SPSS menunjukkan bahwa kesehatan keselamatan kerja (K3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Prima Bahagia Permai Desa Antutan Kabupaten Bulungan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini berfokus mencari dan menjawab tiga pertanyaan terkait penerapan sanksi pidana terhadap pelaku Unlawful Killing di Indonesia. Pertama, penegakan hukum untuk para pelaku Unawful Killing. Kedua, bentuk perlindungan hukum terhadap korban Unlawful Killing. Ketiga, hambatan dalam penegakan hukum terhadap pelaku Unlawful Killing. Skripsi ini merupakan penelitian normatif yang meletakkan hukum sebagai sebuah bangunan sistem norma. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer, data sekunder, dan data tersier. Data primer ialah data yang diperoleh langsung dari lapangan penelitian dengan cara melakukan wawancara dan kuesioner dengan narasumber yang berkaitan. Data sekunder ialah data yang diperoleh dari berbagai sumber hukum yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti. Data tersier ialah data yang diperoleh dari teori dan pendapat para ahli dalam berbagai literature/buku hukum, kamus hukum, dan sumber dari jurnal dan lainnya. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa: Pertama, penegakan hukum untuk para pelaku Unlawful Killing mendapatkan sanksi berupa pemberhentian tidak dengan hormat dari dinas kepolisian setelah melalui rapat komite kode okupasi polri (sidang kode etik), sidang disiplin, dan sidang yang dilakukan di Pengadilan Negeri berupa sidang pidana umum dan akan di penjarakan berdasarkan ketentuan Undang-Undang yang berlaku. Kedua, perlindungan hukum yang dapat diberikan untuk korban yakni aspek ganti rugi dan rehabilitasi yang di atur dalam KUHAP pasal 81: Permintaan ganti kerugian dan atau rehabilitasi akibat tidak sahnya penangkapan atau penahanan atau akibat sahnya penghentian penyidikan atau penuntutan diajukan oleh tersangka atau pihak ketiga yang berkepentingan kepada ketua Pengadilan Negeri dengan menyebut alasannya. Ketiga, hambatan dalam penegakan hukum untuk para pelaku yakni salah satunya masyarakat yang kurang paham akan pengetauan hukum, kurang nya sosialisasi terkait pentingnya upaya hukum praperadilan kasus tembak mati, ketidaktahuan informasi/mekanisme permohonan ganti rugi dan rehabilitasi, ketakutan keluarga korban terhadap akan adanya ancaman dari pihak pelaku, ketidaksesuain informasi yang diberikan oleh pelaku, sehingga ada dua macam versi yang berbeda, tidak bisa melakukan rekonstruksi dilokasi kejadian karena faktor keamanan, sehingga dilakukan ditempat lain seperti kantor, dan tidak bisa melakukan seperti diwaktu kejadian dari segi waktu maupun tempat
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berfokus mencari dan menjawab tiga pertanyaan terkait penerapan sanksi pidana terhadap pelaku Unlawful Killing di Indonesia. Pertama, penegakan hukum untuk para pelaku Unawful Killing. Kedua, bentuk perlindungan hukum terhadap korban Unlawful Killing. Ketiga, hambatan dalam penegakan hukum terhadap pelaku Unlawful Killing. Skripsi ini merupakan penelitian normatif yang meletakkan hukum sebagai sebuah bangunan sistem norma. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer, data sekunder, dan data tersier. Data primer ialah data yang diperoleh langsung dari lapangan penelitian dengan cara melakukan wawancara dan kuesioner dengan narasumber yang berkaitan. Data sekunder ialah data yang diperoleh dari berbagai sumber hukum yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti. Data tersier ialah data yang diperoleh dari teori dan pendapat para ahli dalam berbagai literature/buku hukum, kamus hukum, dan sumber dari jurnal dan lainnya. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa: Pertama, penegakan hukum untuk para pelaku Unlawful Killing mendapatkan sanksi berupa pemberhentian tidak dengan hormat dari dinas kepolisian setelah melalui rapat komite kode okupasi polri (sidang kode etik), sidang disiplin, dan sidang yang dilakukan di Pengadilan Negeri berupa sidang pidana umum dan akan di penjarakan berdasarkan ketentuan Undang-Undang yang berlaku. Kedua, perlindungan hukum yang dapat diberikan untuk korban yakni aspek ganti rugi dan rehabilitasi yang di atur dalam KUHAP pasal 81: Permintaan ganti kerugian dan atau rehabilitasi akibat tidak sahnya penangkapan atau penahanan atau akibat sahnya penghentian penyidikan atau penuntutan diajukan oleh tersangka atau pihak ketiga yang berkepentingan kepada ketua Pengadilan Negeri dengan menyebut alasannya. Ketiga, hambatan dalam penegakan hukum untuk para pelaku yakni salah satunya masyarakat yang kurang paham akan pengetauan hukum, kurang nya sosialisasi terkait pentingnya upaya hukum praperadilan kasus tembak mati, ketidaktahuan informasi/mekanisme permohonan ganti rugi dan rehabilitasi, ketakutan keluarga korban terhadap akan adanya ancaman dari pihak pelaku, ketidaksesuain informasi yang diberikan oleh pelaku, sehingga ada dua macam versi yang berbeda, tidak bisa melakukan rekonstruksi dilokasi kejadian karena faktor keamanan, sehingga dilakukan ditempat lain seperti kantor, dan tidak bisa melakukan seperti diwaktu kejadian dari segi waktu maupun tempat