ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This research on the validation of the species for seluang parang fish used COI gene markers. Sampling was carried out in Sekatak Bengara village, as well as morphologigal identification at the Fisheries Biology Laboratory of FPIK-UBT and molecular identification at Aquatic Molecular Biology of FPIK-IPB. Molecular identification began with DNA isolation process using a commercial Gene Aid Kit, the result pure DNA was amplified using universal COI primers and sequenced. The results of molecular identification showed a close relationship between sample in GenBank, namely Nematabramis everetti, which was found in the waters of Sabah, Malaysia with a genetic distance of 0,024.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sektor pertanian budidaya di Tarakan Barat didominasi tanaman sayuran yang rentan terhadap serangan Organisme Pengganggu Tanaman sehingga berakibat pada penurunan produksi. Salah satu OPT yang berkaitan langsung dengan budidaya sayuran adalah gulma dengan segala jenis, dampak, dan biologinyaa. Oleh sebab itu perlu tindakan identiikasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi keragaman gulma dengan mengetahui spesies gulma dan spesies gulma yang dominan dimana pelaksanaan penelitian ini pada lahan budidaya tanaman sayuran di Kecamatan Tarakan Barat yang berlangsung dari bulan Januari 2021 hingga Februari 2021. Pengambilan sampel gulma menggunakan metode kuadrat secara acak, sebanyak 50 sampel dengan ukuran petakan 1 m x 1 m. Hasil penelitian menemukan 38 jenis/spesies gulma, 24 spesies termasuk gulma golongan berdaun lebar, 10 spesies rumputan dan 4 jenis diantaranya golongan tekian. Spesies gulma dominan ialah gulma Eleusin indica dengan nilai SDR tertinggi sebesar 13,82.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
IDENTIFIKASI GULMA SEBELUM PEMUPUKAN DAN SESUDAH PEMUPUKAN PADA TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens) DI LAHAN KELOMPOK TANI SINAR HARAPAN TARAKAN TIMUR Abstrak Seledri merupakan tumbuhan serbaguna, terutama sebagai sayuran dan obat-obatan, terdapat salah satu organisme penggangu tanaman (OPT) terhadap pertumbuhan tanaman seledri yaitu gulma. Gulma merupakan salah satu tumbuhan yang tidak dikehendaki oleh para petani, yang bisa menyebabkan kerugian dalam kegiatan budidaya tanaman. Untuk mengetahui jenis gulma maka perlu dilakukan identifikasi gulma. Dalam penelitian ini tujuan dari identifikasi adalah untuk mengetahui jenis gulma yang tumbuh dan jenis gulma yang dominan tumbuh pada lahan budidaya tanaman seledri di kelompok tani Sinar Harapan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2021 hingga bulan Januari 2022, dilahan budidaya tanaman seledri di kelompok tani Sinar Harapan. Pengambilan sampel gulma menggunakan metode kuadrat secara acak, sebanyak 30 sampel sebelum pemupukan dan 30 sampel sesudah pemupukan dengan ukuran petakan 1x1 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 21 spesies gulma yang telah di identifikasikan sebelum pemupukan yang terdiri dari 16 spesies golongan daun lebar, 3 spesies golongan rumputan dan 2 spesies golongan teki. Identifikasi gulma sesudah pemupukan ditemukan 20 spesies gulma yang terdiri dari 15 spesies golongan daun lebar, 4 spesies golongan rumputan, 1 golongan teki. Dimana gulma yang dominan tumbuh sebelum pemupukan dan sesudah pemupukan yaitu spesies Centipeda minima yang memiliki jumlah 1185 individu dengan nilai Summed Dominance Ratio (SDR) 29.69% sebelum pemupukan dan sesudah pemupukan yang memiliki jumlah 1516 individu dengan nilai Summed Dominance Ratio (SDR) 33.60%. Kata kunci : Gulma, Identifikasi, Seledri, Spesies, Tarakan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Gaung Tapa Wisyah, NPM 16.405010.37, dengan judul skripsi “Perdagangan Hewan Liar Menurut Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna (CITTES) oleh indonesia”, dibawah bimbingan ibu Wiwin Dwi Ratna Febrianti, S.H., M.Hum dan ibu Dewi Nurvianti, S.H.M.H Perdagangan satwa liar terus saja marak terjadi, bahkan nilai perdagangan global satwa liar menempati urutan kedua setelah narkotika. Perdagangan satwa liar di Indonesia menjadi ancaman serius bagi upaya pelestarian keanekaragaman hayati. Maraknya perdagangan satwa liar di Indonesia bahkan diklaim menurunkan populasi satwa liar hingga lebih dari 40 %. Konvensi Perdagangan Internasional untuk Spesies Fauna dan Flora yang Terancam Punah (Convention on International Trade of Endangered Species of Wild Fauna and Flora/CITES) merupakan perjanjian global yang berfokus pada perlindungan tumbuhan dan satwa liar. Tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana efektifitas peraturan tentang Perdagangan Hewan dan Tumbuhan terancam punah menurut Convention on International Trade in Endangered Spesies of Wild Fauna and Flora (CITES) dan bagaimana peranan Hukum Nasional Indonesia dalam mencegah Perdagangan Hewan dan Tumbuhan terancam punah. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif, disimpulkan: 1) Peraturan internasional Konvensi CITES tentang perdagangan hewan dan tumbuhan liar yang terancam punah dirancang untuk melindungi hewan dan tumbuhan liar dari dampak perdagangan Internasional, setiap Negara memiliki kedaulatan penuh agar dapat memanfaatkan sumber daya alam sesuai dengan kebijakan lingkungan dan berkewajiban menjaga wilayahnya agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan, 2) Penerapan CITES di Indonesia masih berjalan kurang efektif dikarenakan pemahaman dari seluruh pemangku pihak (stake holders) tentang CITES serta manfaatnya masih belum sempurna sehingga seringkali menimbulkan salah pengertian yang tentu saja tidak kondusif untuk mendukung implementasi CITES.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Sektor pertanian budidaya di Tarakan Timur didominasi tanaman sayuran yang rentan terhadap serangan Organisme Pengganggu Tanaman sehingga berakibat pada penurunan produksi. Salah satu OPT yang berkaitan langsung dengan budidaya sayuran adalah gulma dengan segala jenis, dampak, dan biologinyaa. Oleh sebab itu perlu tindakan identiikasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi gulma dengan mengetahui spesies gulma dan spesies gulma yang dominan dimana pelaksanaan penelitian ini pada lahan budidaya tanaman sayuran di Kecamatan Tarakan Timur yang berlangsung dari bulan Oktober 2020 hingga November 2020. Pengambilan sampel gulma menggunakan metode kuadrat secara acak, sebanyak 50 sampel dengan ukuran petakan 1 m x 1 m. Hasil penelitian menemukan 39 jenis/spesies gulma, 24 spesies termasuk gulma golongan berdaun lebar, 12 spesies rumputan dan 3 jenis diantaranya golongan tekian. Spesies gulma dominan ialah gulma Cyperus compressus dengan nilai SDR tertinggi sebesar 23,11.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pulau Mangkudulis Besar merupakan daerah delta yang terbentuk di perairan muara Sungai Sesayap yaitu berada dekat dengan desa Bebatu bagian timur Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis ikan non budidaya di perairan Tambak Tradisional Muara Sesayap. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juli 2019 pada waktu pemanenan tambak tradisional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode deskeriptif survei. Hasil tangkapan diidentifikasi berdasarkan jenis dan morfologi ikan dengan mengacu pada buku identifikasi, dengan mengamati bentuk tubuh, bentuk kepala, bentuk sisik, bentuk ekor serta warna pada ikan. Ikan-ikan non budidaya yang didapatkan pada saat pemanenan tambak tradisional di Pulau Mangkudulis besar sebayak 23 ekor jenis ikan yang tergolong dalam 2 kelas, 21 famili, 23 genus dan 23 spesies. Frekuensi relatif 100 0/0 jenis ikan yang di dapatkan pada ketiga tambak yakni sebayak 12 jenis ikan, frekuensi relatif 66,67 0/0 yakni sebayak 5 jenis ikan dan frekuensi terendah 33,330/0 yaitu sebanyak 6 jenis ikan.