Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Overload.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN SANKSI ADMINISTRASI TERHADAP PEMEGANG IZIN PENGELOLAAN ANGKUTAN BARANG UMUM YANG OVER DIMENSI DAN OVERLOAD DI KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan penelitan ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan sanksi administrasi terhadap pemegang izin pengelolaan angkutan barang umum dalam mengatasi pelanggaran ODOL di Kabupaten Malinau dan mengetahui dan menganalisis bentuk dan mekanisme penerapan sanksi administrasi terhadap pemegang izin pengelolaan angkutan barang umum dalam mengatasi pelanggaran ODOL di Kabupaten Malinau. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian normatif dan empiris, penelitian normatif menelaah norma hukum yang berlaku secara teoritis melalui studi pustaka dan data sekunder, sementara penelitian empiris mengkaji penerapan hukum di lapangan berdasarkan data primer seperti wawancara atau observasi. Keduanya berbeda pendekatan namun saling melengkapi. Pengaturan sanksi administratif terhadap pemegang izin angkutan barang umum dalam mengatasi pelanggaran Over Dimension and Over Loading (ODOL) di Kabupaten Malinau pada dasarnya mengacu pada ketentuan nasional, yakni Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan, serta Peraturan Menteri Perhubungan, khususnya Permenhub Nomor 60 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Angkutan Barang dengan Kendaraan Bermotor di Jalan dan Permenhub Nomor 18 Tahun 2021 tentang Pengawasan Muatan Angkutan Barang dan Penyelenggaraan Penimbangan Kendaraan Bermotor di Jalan. Sanksi administratif terhadap pemegang izin angkutan barang umum pelanggar ODOL (Over Dimension and Over Loading) di Kabupaten Malinau mengacu pada UU LLAJ dan Permenhub 60 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Angkutan Barang dengan Kendaraan Bermotor di Jalan, berupa peringatan tertulis, denda, pembekuan, hingga pencabutan izin. Mekanismenya dimulai dari pengawasan dimensi, muatan, dan dokumen, dilanjutkan dengan teguran, lalu sanksi lebih berat jika pelanggaran tidak diperbaiki atau berulang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kontingensi Pada Sistem Distribusi 20 kV PT. PLN (Persero)

2025•

Sistem Tenaga Listrik yaitu sekumpulan pembangkit dan Gardu Induk yang terhubung oleh jaringan distribusi. Tujuan dari sistem distribusi adalah memindahkan daya listrik dari pusat pembangkit ke pusat beban secara aman, effisien, handal dan ekonomis. perubahan profil tegangan dan kemampuan operasi saluran distribusi PT. PLN (persero) Sebatik dengan analisis kontingensi saluran N-1 dengan pola operasi satu generator dilepaskan secara bergantian dan saluran menggunakan software ETAP powerstations 19.0.1 yaitu melepas dengan sengaja sebuah saluran distribusi dari sistem untuk mengevaluasi sistem tersebut. Ketika terjadi kontingensi diasumsikan terjadi sebuah gangguan, sehingga berdampak terhadap perubahan nilai tegangan bus dan overload pada saluran. Selanjutan, Pada Analisa kontingensi dilakukan melalui dua pola yaitu: kontingensi generator dan kontingensi saluran. Pada kontingensi generator didapatkan hasil sebagai berikut: pada saat Pembangkit Mitsubishi 1, Mitsubishi 2, dan Mitsubishi 3 dilepas maka terjadi overload sebesar 154% - 377%, dan pada saat MAN 8 dilepas tidak ada generator yang mengalami overload. Sedangkan pada kondisi kontingensi saluran didapatkan hasil sebagai berikut: pada saat kabel 28 (feeder 1) dilepas terjadi kehilangan daya beban 575,2 kW dan daya generator 592,8 kW, kabel 169 (feeder 2) dilepas terjadi kehilangan daya 297,8 kW dan kehilangan daya generator 306,8 kW, kabel 107 (feeder 3) dilepas terjadi kehilangan daya beban 351 kW dan kehilangan daya generator 337 kW, kabel 143 (feeder 4) dilepas terjadi kehilangan daya beban 263,4 kW dan kehilangan daya generator 260,2 kW, dan kabel 187(feeder 5) dilepas terjadi kehilangan daya beban 117,3kW dan kehilangan daya generator 112,9 kW. hasil simulasi berupa rugi-rugi daya dan jatuh tegangan pada setiap bus masih masuk dalam batas toleransi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail