Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: METAKOGNISI
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Keterampilan Metakognisi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan Ditinjau dari Hasil Belajar Menyelesaikan Masalah Soal Cerita SPLDV

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan metakognisi siswa dalam menyelesaikan soal cerita Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Partisipan penelitian terdiri dari empat siswa sekolah menengah pertama yang dipilih berdasarkan kinerja akademik yaitu dua siswa hasil belajar tinggi dan dua siswa hasil belajar rendah. Metode menggunakan pendekatan fenomenologi, dengan teknik pengumpulan data berupa analisis dokumen lembar jawaban siswa dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data dilakukan melalui proses pengkodean sehingga diperoleh tema untuk mengidentifikasi indikator keterampilan metakognisi, yaitu perencanaan, pemantauan, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa hasil belajar tinggi cenderung memiliki strategi yang lebih terstruktur, mampu memahami informasi dalam soal dengan baik, serta dapat memantau dan mengevaluasi proses penyelesaian secara sistematis. Sebaliknya, siswa hasil belajar rendah menunjukkan kesulitan dalam memahami soal, merencanakan penyelesaian, dan mengevaluasi hasil kerjanya. Penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan keterampilan metakognisi dalam pembelajaran matematika, khususnya dalam menyelesaian masalah kontekstual seperti soal cerita SPLDV. Berdasarkan temuan ini, perencanaan merupakan indikator metakognisi yang paling dominan, indikator pemantauan muncul dengan intensitas sedang, dan indikator evaluasi menjadi indikator yang paling lemah dalam proses penyelesaian soal SPLDV, khususnya pada siswa dengan hasil belajar rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya pendidikan matematika yang tidak hanya berorientasi pada jawaban akhir, tetapi juga menekankan proses berpikir siswa. Hal ini dapat diwujudkan melalui pembelajaran berbasis pemecahan masalah, pelatihan refleksi, serta pengembangan bahan ajar yang mendorong siswa untuk aktif memantau dan mengevaluasi pemikirannya sendiri.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KESADARAN METAKOGNISI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 MALINAU PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI MASA PANDEMI COVID-19

2022•

Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui kesadaran metakogisi siswa kelas XI SMA Negeri 3 Malinau pada mata pelajaran biologi di masa pandemi Covi-19. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan angket Metacognitive Awarance Inventory (MAI). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA yang ada di SMA Negeri 3 Malinau. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu dengan jumlah sampel 63 siswa yang terdiri dari dua kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran metakognisi siswa kelas XI SMA Negeri 3 Malinau pada mata pelajaran biologi di masa pandemi Covid-19 memiliki kesadaran metakognisi yang sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan jumlah jawaban responden pada kedua aspek metakognisi yaitu pada aspek pengetahuan metakognisi yang terdiri dari pengetahuan deklaratif, pengetahuan prosedural dan pengetahuan kondisional memiliki rata-rata sebesar 84,8% dan regulasi kognisi yang terdiri dari perencanaan, strategi mengolah informasi, pemantauan terhadap pemahaman, strategi perbaikan dan evaluasi memiliki rata-rata sebesar 81% dengan nilai presentase keseluruhan pada kesadaran metakognisi siswa yaitu 82,5% dengan kategori sangat baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

METAKOGNISI SISWA KELAS XI SMA HANG TUAH TARAKAN DALAM MEMECAHKAN MASALAH PROGRAM LINEAR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana metakognisi siswa kelas XI SMA Hang Tuah Tarakan dalam memecahkan masalah program linear. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan, mulai tanggal 21 Agustus 2020 − 20 November 2020 di SMA Hang Tuah Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI sebanyak empat orang yang dipilih menggunakan purposive sampling, adapun empat orang tersebut diantaranya dua siswa yang memiliki metakognisi bagus dan dua siswa lainnya yang memiliki metakognisi yang kurang bagus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi yang ditulis dalam catatan lapangan kemudian dianalisis mengguunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Level metakognisi siswa dengan kemampuan matematika tinggi ada pada level 4, dengan kata lain siswa tersebut adalah siswa dengan penggunaan pemikiran yang bersifat reflektif. Siswa pada level 4 ini melakukan semua aktivitas metakognisi dengan baik, diantaranya adalah perencanaan, pemantauan, evaluasi. 2) Level metakognisi siswa dengan kemampuan sedang ada pada level 3, dengan kata lain siswa tersebut adalah siswa dengan penggunaan pemikiran yang bersifat strategis. Aktivitas yang dipenuhi siswa pada level 3 ini adalah perencaan, pemantauan, dan evaluasi. Namun siswa tidak melakukan pengecekan kembali untuk jawaban yang kurang tepat. 3) Level metakognisi siswa dengan kemampuan rendah ada pada level 2. dengan kata lain siswa tersebut adalah siswa menggunakan pemikiran dengan kesadaran. Aktivitas metakognisi yang dipenuhi adalah perencaan dan pemantauan, siswa tidak melakukan aktivitas evaluasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROSES METAKOGNISI DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MATERI PECAHAN BERDASARKAN GAYA BERPIKIR MAHASISWA PGSD UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jenis penelitian ini Aadalah deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di FKIP PGSD UBT. Penelitian ini berfokus pada proses metakognisi mahasiswa dalam pemecahan masalah matematika berdasarkan gaya berpikir pada mahasiswa PGSD UBT. Sumber data dalam penelitian ini berupa sumber data primer dan sumber data sekunder dengan partisipan yaitu mahasiswa PGSD yang telah menempuh mata kuliah konsep bilangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes pemecahan masalah, angket, wawancara, dan dokumen. Menggunakan teknis analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya berpikir sekuensial konkret, sekuensial abstrak, acak konkret, dan acak abstrak melalui semua tahapan metakognisi yaitu engagement, transformulation-formulation, implementation, evaluation, dan internalization secara berulang. Partisipan gaya berpikir sekuensial konkret mampu menyerap informasi apa adanya dan mengalami hambatan dalam menyelesaikan masalah. Partisipan gaya berpikir sekuensial abstrak dapat berpikir secara konsep dan menganalisis informasi penting. Partisipan gaya berpikir acak konkret memiliki dorongan yang kuat untuk mencari strategi baru, akan selalu mencoba untuk mendapatkan hasil yang tepat, dan menggunakan gambar untuk menyelesaikan masalah. Partisipan gaya berpikir acak abstrak akan melihat soal secara utuh, menggunakan strategi pemisalan dalam menyelesaikan masalah, menyelesaikan masalah tersebut secara keseluruhan, dan akan merefleksikan masalahnya untuk menemukan ide baru ketika mengalami hambatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail