ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Harga diri rendah kronik merupakan masalah keperawatan yang sering dialami pasien gangguan jiwa, ditandai dengan penilaian negatif terhadap diri, rendahnya kepercayaan diri, dan kecenderungan menarik diri dari lingkungan. Kondisi ini dapat dipicu oleh pengalaman kegagalan, kehilangan peran, serta tekanan sosial ekonomi, terutama pada masyarakat pesisir. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan menganalisis penerapan asuhan keperawatan melalui tindakan keperawatan ners dan terapi afirmasi positif sebagai intervensi inovasi pada pasien dengan harga diri rendah kronik. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada dua klien Harga diri rendah kronik dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi. Tindakan keperawatan ners diberikan selama tiga hari, kemudian dilanjutkan dengan terapi afirmasi positif sebanyak tiga sesi yang disusun secara individual berdasarkan sumber stresor dan pengalaman hidup masing-masing klien. Tingkat harga diri diukur menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan skor RSES pada kedua klien, yaitu dari kategori rendah menjadi sedang setelah tindakan keperawatan ners dan meningkat menjadi kategori tinggi setelah terapi afirmasi positif. Selain itu, kedua klien menunjukkan peningkatan kemampuan mengenali potensi diri, kepercayaan diri, interaksi sosial, serta mekanisme koping yang lebih adaptif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penyusunan afirmasi yang disesuaikan dengan pengalaman hidup dan sumber stresor klien mendukung perubahan persepsi diri ke arah yang lebih positif. Terapi afirmasi positif berpotensi menjadi intervensi pendamping dalam praktik keperawatan jiwa berbasis komunitas untuk meningkatkan harga diri dan mendukung pemulihan psikososial pasien dengan harga diri rendah kronik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
GAMBARAN ADEKUASI DIALISIS PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK STADIUM V DI UNIT HEMODIALISA ABSTRAK Hemodialisa merupakan terapi pengganti ginjal yang paling utama bagi pasien gagal ginjal kronik (GGK) stadium V, kualitas hidup pasien sangat bergantung pada tercapainya adekuasi dialisis yang optimal. Kenyataannya pasien yang mengalami penurunan kondisi meskipun rutin melakukan hemodialisa karena target adekuasi dialisisnya belum tercapai. Salah satu keberhasilan dalam terapi hemodialisa adalah adekuasi yang merupakan kecukupan atau pencapaian dosis dalam proses hemodialisa yang diharapkan menjadi adekuat. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran adekuasi dialisis pada pasien gagal ginjal kronik stadium V yang menjalani hemodialisa. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pendekatan deskriptif. Total sampel terdiri dari 57 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa adekuasi hemodialisa menggunakan indikator Kt/V, sebagian besar responden belum mencapai target adekuasi yang selama 3 bulan pengamatan. Pada bulan November 2025, sebanyak 17 responden (29,8%) tergolong adekuasi, sedangkan 40 responden (70,2%) termasuk tidak adekuasi. Pada bulan Desember 2025 terjadi penurunan jumlah responden yang mencapai adekuasi menjadi 16 orang (28,1%), sementara responden yang tidak adekuasi meningkat menjadi 41 orang (71,9%). Selanjutnya, pada bulan Januari 2026 terjadi peningkatan jumlah responden yang mencapai adekuasi menjadi 20 orang (35,1%), namun kelompok tidak adekuasi masih mendominasi dengan jumlah 37 orang (64,9%). Kesimpulan responden penelitian didominasi oleh pasien usia dewasa, perempuan, berpendidikan SMA/sederajat, dan mayoritas bekerja. Mayoritas pasien telah menjalani hemodialisa 12-24 bulan serta mayoritas memiliki kadar hemoglobin anemia 35 responden (61,4%). Tingkat adekuasi hemodialisa selama periode November 2025 hingga Januari 2026 masih tergolong rendah karena sebagian besar pasien belum mencapai target Kt/V yang direkomendasikan (≥ 1,8), sehingga diperlukan upaya peningkatan kualitas pelayanan hemodialisa dan pemantauan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan terapi hemodialisa. Kata Kunci : Adekuasi, Hemodialisa, Penyakit Gagal Ginjal Kronik
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
ABSTRAK Gagal ginjal kronik merupakan penyakit pada organ ginjal dengan gangguan fungsi renal yang progresif sehingga keseimbangan cairan elektrolit terganggu dan menyebabkan uremia. Penyakit gagal ginjal ini merupakan kerusakan ginjal yang progresif sehingga tubuh tidak dapat mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan elektrolit. Tujuan penulisan ini adalah mendapatkan gambaran pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan diagnosis medis gagal ginjal kronik . Metode penulisan ini menggunakan penelitian studi kasus. Peneliti melakukan asuhan keperawatan pada dua orang pasien dengan gagal ginjal kronik. Hasil yang didapatkan terdapat dua diagnosis keperawatan yang sama yang ditegakkan pada klien satu dan klien dua dan satu diagnosis yang berbeda pada klien satu dan klien dua. Diagnosis keperawatan pada klien satu yaitu, pola napas tidak efektif, hipervolemia, nyeri akut, pada klien dua yaitu, pola napas tidak efektif, hipervolemia, nyeri akut. Intervensi yang dilakukan pada klien sesuai dengan kondisi klien, sarana dan prasarana. Hasil dari penyusunan studi kasus ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan mutu asuhan keperawatan pada klien, khususnya pada klien dengan gagal ginjal kronik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSA MEDIS CHRONIC KIDNEY DISEASE DI RUANG ANGGREK A RSUD DR H JUSUF SK KOTA TARAKAN ABSTRAK Penyakit Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan rusaknya organ ginjal yang sudah berlangsung selama tiga bulan atau lebih akibat dari abnormalitas struktur atau fungsi ginjal dengan penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) mencapai 60 ml/menit selama lebih dari tiga bulan dengan atau tanpa kerusakan ginjal. Berdasarkan data Kemenkes RI (2019), angka tertinggi berada di Provinsi Kalimantan Utara sebesar 6,4% dan terendah berada di Provinsi Sulawesi Barat sebesar 1,8%. Gagal ginjal kronik banyak diderita rentang usia 65-74 tahun sebesar 8,23%. Menurut jenis kelamin, laki-laki lebih banyak menderita gagal ginjal kronik yaitu sebesar 4,17% dan perempuan 3,52%. Tujuan penulisan adalah melakukan proses keperawatan, membandingkan antara teori dan kasus, mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukung, dan melakukan pemecahan masalah. Pemberian asuhan keperawatan melalui proses pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hal ini dilakukan untuk memperoleh gambaran dan kemampuan penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan diagnosis gagal ginjal kronik yang dirawat di ruang Anggrek A RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Penyusunan laporan tugas akhir ini menggunakan studi kasus. Dari hasil penerapan ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus pada pasien 1 dan pasien 2 yaitu dari pengkajian, diagnosis, intervensi dan implementasi, pada evaluasi hasil ditemukan pada pasien 1 dari lima diagnosis semua diagnosis teratasi dan pada pasien 2 dari tiga diagnosis satu teratasi dan dua tidak teratasi. Kata kunci: Asuhan Keperawatan, Diagnosis, Gagal Ginjal Kronik
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hemodialisis dilakukan untuk menurunkan kadar ureum, kreatinin dan zat toksik yang lainnya di dalam darah. Dalam penatalaksanaan terapi Hemodialisis, kepatuhan pasien terhadap rekomendasi dan perawatan dari pemberi pelayanan kesehatan adalah penting untuk kesuksesan suatu intervensi, selain itu dukungan keluarga merupakan faktor yang penting bagi seseorang ketika menghadapi masalah kesehatan yang dapat berperan dalam fungsi sebagai keperawatan kesehatan anggota keluarganya untuk mencapai kesehatan yang optimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien Gagal Ginjal Kronik dalam menjalani terapi hemodialisis di Ruang Hemodialisa RSUD dr H Jusuf SK. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 82 responden yang dipilih menggunakan consecutive sampling. Analisa data yang digunakan adalah uji statistic chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa value 0.001, berarti ada hubungan yang siknifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien Gagal Ginjal Kronik dalam menjalani terapi hemodialisis. Kesimpulan dari penelitian ini pasien yang menjalani terapi hemodialisis masih sangat membutuhkan dukungan dari keluarganya agar tetap disiplin menjalani terapi yang telah diprogramkan. Pihak keluarga juga disarankan untuk tetap mendukung anggota keluarganya dalam menjalani terapi hemodialisis secara berkesinambungan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gagal Ginjal Kronik terjadi karena kemunduran fungsi dari ginjal ireversibel yang terjadi beberapa bulan atau tahun. Keadaan ini mengakibatkan ketidakmampuan dalam mempertahankan keseimbangan substansi tubuh atau akumulasi cairan dan produk sisa yang memerlukan penggantian ginjal atau terapi dialysis. Terapi hemodialisis merupakan terapi pengganti untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme dari peredaran darah manusia yang akan mempengaruhi kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD dr. H. Jusuf SK Kalimantan Utara. Jenis penelitian deskritif dengan menggunakan desain cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani terapi hemodialisis di RSUD dr. H. JUSUF SK Kalimantan Utara yang berjumlah 100 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner dari WHOQoL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara usia dan pekerjaan dengan p value 0,369 dan 0,398 sedangkan dengan jenis kelamin, pendidikan, lama HD, frekuensi HD ditemukan ada hubungan dengan masing-masing p value 0,036 ; 0,011; 0,034 dan 0,008. Ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin, pendidikan, lama hemodialisa dan frekuensi hemodialisa dengan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisa, sedangkan usia dan pekerjaan tidak mempunyai hubungan dengan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisa di RSUD dr. H. Jusuf SK. Saran pada penelitian selanjutnya untuk dapat memasukkan variable seperti dukungan keluarga, kecemasan dan faktor ekonomi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan gangguan fungsi renal yang progress dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan elektrolit yang menyebabkan uremia. Penyakit gagal ginjal kronik di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan. Pasien gagal ginjal kronik dapat menimbulkan beberapa dampak bagi kesehatan, salah satu dampak gagal ginjal kronik adalah dengan melakukan hemodialisis. Hemodialisis adalah jenis dialisis dengan menggunakan mesin dialiser yang berfungsi sebaga ginjal buatan. Pada proses ini, darah di pompa keluar dari tubuh, masuk kedalam mesin dialiser. Tujuan penulisan ini untuk melaksanakan proses keperawatan pada Tn. Y dengan gagal ginjal kronik, membandingkan antara teori dan asuhan keperawatan pada Tn. Y dengan gagal ginjal kronik, mengindentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan proses keperawatan pada Tn. Y dengan gagal ginjal kronik dan melaksanakan pemecahan masalah pada Tn. Y dengan gagal ginjal kronik. Laporan Tugas Akhir ini menggunakan metode deskriptip dengan tipe studi kasus, yaitu dengan menerapkan asuhan keperawatan mulai dan pengkajian/pengumpulan data, analisis data, merumuskan masalah, intervensi, implementasi dan evaluasi. Berdasarkan asuhan keperawatan yang dilakukan terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada pasien Tn. Y meliputi tanda dan gejala, diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi. Pada pasien gagal ginjal kronik masalah yang muncul yaitu: nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik, perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan penurunan aliran arteri dan/vena, hipervolemia berhubungan dengan kelebihan asupan cairan, gangguan Integritas kulit/jaringan berhubungan dengan penurunan mobilitas, defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyakit gagal ginjal kronik atau chronic kidney disease (ckd) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang saat ini banyak terjadi di masyarakat. CKD merupakan proses kerusakan ginjal selama rentang waktu lebih dari tiga bulan. Pada kasus tersebut, ginjal kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh dalam keadaan asupan makanan normal. Penderita gagal ginjal kronik tergolong cukup tinggi. Data di Amerika Serikat tahun 2015 memperkirakan bahwa angka kejadian CKD mencapai 19,2 juta (11%) dari seluruh populasi dewasa dan 0,22% diperkirakan sudah ada pada stadium akhir, penyakit CKD mendapati peringkat ke 27 di tahun 1990 dan peringkatnya naik menjadi peringkat ke 18 di tahun 2010. Di Indonesia sendiri penyakit gagal ginjal adalah penyakit no 2, populasi umur ≥15 tahun yang terdiagnosa CKD sebanyak 0,2%. Penulis menggunakan metode deskripsif dengan tipe studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Tujuan umum laporan tugas akhir ini penulis mendapatkan gambaran nyata dalam menerapkan asuhan keperawatan pada klien Ny. Y dengan gagal ginjal kronik. Subjek laporan ini adalah Ny. Y dengan gagal ginjal kronik. Berdasarkan asuhan keperawatan yang dilakukan terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada pasien Ny.y meliputi tanda dan gejala, diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi. Pada pasien gagal ginjal kronik masalah yang muncul yaitu deficit nutrisi, gangguan integritas jaringan, ansietas, perfusi perifer tidak efektif, defisit perawatan diri, dan harga diri rendah situasional.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) adalah penyakit yang sering terjadi, dapat dicegah, serta dapat diobati yang ditandai dengan gejala pernapasan persisten dan keterbatasan aliran udara yang disebabkan oleh kelainan saluran napas atau kelainan aveolar yang biasanya disebabkan oleh paparan partikel atau gas yang berbahaya. Prevelensi PPOK cukup tinggi dan selalu mengalami perkembangan pada setiap negara di dunia. Sementara prevelensi di kalimantan utara adalah 3,1%, hal ini juga berhubungan dengan terus meningkatnya prevelensi merokok pada remaja 10-18 tahun. Dalam menyusun laporan tugas akhir ini dengan menggunakan suatu metode studi kasus dengan pendekatan studi perpustakaan dan wawancara dimulai dengan tahapan pengkajian, diagnosis medis keperawatan, intervensi atau perencanaan, implementasi dan terakhir evaluasi. Berdasarkan hasil pengamatan penulis selama 3 hari dari tanggal 18 November 2019 sampai dengan 20 November 2019, penulis mendapat pasien Tn. L dengan diagnosis medis PPOK Eksaserbasi Akut. Hasil yang didapatkan terdapat 4 diagnosis keperawatan yang ditegakkan pada Tn. L yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, perfusi perifer tidak efektif, gangguan pola tidur. Terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada pengkajian, diagnosis, dan intervensi disesuaikan dengan dengan kebutuhan klien serta sarana dan prasarana dalam memberikan asuhan keperawatan. Evaluasi yang didapatkan semua diagnosis teratasi dengan catatan memberikan intervensi kepada klien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Gagal Ginjal Kronik merupakan gangguan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat pulih kembali, dimana tubuh tidak mampu memelihara metabolisme dan gagal memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit yang berakibat pada peningkatan ureum. Berdasarkan data dari WHO penderita gagal ginjal kronik di dunia tahun 2013 meningkat 50% dari tahun sebelumnya. Kemudian berdasarkan hasil Riskesdas (2018) menunjukkan prevalensi penyakit gagal ginjal kronik di indonesia meningkatan pada tahun 2018 sebesar 0,38% dan di kalimantan utara sebesar 0,64% pada tahun 2018. Tujuan penulisan adalah melakukan proses keperawatan, membandingkan antara teori dan kasus, mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukung, serta melaksanakan pemecahan masalah. Penyusunan laporan tugas akhir ini menggunakan studi kasus. Pemberian asuhan keperawatan proses keperawatan meliputi: pengkajian, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hal ini dilakukan untuk memperleh gambaran dan kemampuan penerapan asuhan keperawatan pada Tn. M dengan diagnosis gagal ginjal kronik yang dirawat di ruang Dahlia A RSUD Tarakan. Dari hasil penerapan didapatkan kesenjangan antara teori dan kasus pada Tn. M yaitu dari pengkajian, diagnosis, intervensi, dan implementasi. Sedangkan pada evaluasi hasil didapatkan dari lima diagnosis tiga diagnosis teratasi dan dua diagnosis tidak teratasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyakit gagal ginjal kronik merupakan masalah besar dunia karena bersifat menetap dan sulit disembuhkan. Prevalensi penyakit gagal ginjal kronik didunia pada tahun 2013 sebanyak 3.200.000 orang (Fresenius Medical Care, 2013). Angka kematian akbat gagal ginjal kronik terus meningkat dibanyak negara temasuk indonesia. Prevalensi gagal ginjal kronik berdasarkan diagnosis dokter di indonesia pada tahun 2013 sebanyak 504.248 orang atau sebesar 0,2%, sedangkan di kalimantan utara sebesar 0,1% penderita gagal ginjal kronik. (Dep.Kes RI. 2017). Dalam penulisan laporan tugas akhir ini menggunakan metode deskriptif, tipe studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi serta studi kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah proses keperawatan meliputi: pengkajian, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hal ini dilakukan agar memperoleh gambaran dan meningkatkan kemampuan penerapan asuhan keperawatan pada kasus Gagal Ginjal Kronik seperti studi kasus asuhan keperawatan pada Ny.S dengan diagnosa Gagal Ginjal Kronik yang dirawat diruang Dahlia B RSUD Tarakan. Pada penerapan asuhan keperawatan terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada Ny.S meliputi tanda dan gejala, pemeriksaan penunjang, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Sedangkan pada evaluasi hasil didapatkan 4 diagnosa yang teratasi dan 2 diagnosa yang tidak teratasi, diagnosa yang teratasi adalah defisit nutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan mencerna makanan, intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan, gangguan pola tidur berhubungan dengan kurang kontrol tidur, defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi.