ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The purpose of this study was to determine the students’ skill and errors made by English Education students in translating grammatical equivalence. Grammatical equivalence is categorized into five categories; (1) gender, (2) person, (3) tense, (4) number, and (5) voice. There translation errors here include omissions, additions, formation error, and order error. This research implied mix-methods research. The sample in this research was 49 students, Department of English Education, University of Borneo Tarakan in the 2020/2021 Academic Year. The instruments used are translation tests and interviews. The results showed that the grammatical equivalence used in the student translation is as follows: the numbers (182 and 69%), gender (6 and 87%), person (81and 97%), tense (73 and 90%), and voice (25 and 97%). Seen from the quality, 25 students produce an Excellent translation, and the rest translates a good level translation. Based on the calculation, the percentage of students’ translation quality is 78%. Thus, it can be concluded that the students translate a good grammatical equivalence. Four types of errors are identified; they are omissions errors (263 or 55%), formation errors (98 or 20%) misformation, addition (72 or 15%), and order errors (56 or 11%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan dan kesalahan penerjemahan yang dilakukan oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dalam menerjemahkan kesetaraan gramatikal. Kesetaraan gramatikal dikategorikan menjadi lima kategori; (1) jenis kelamin, (2) orang, (3) masa, (4) nomor, dan (5) suara. Terdapat juga teori kesalahan terjemahan yang terbagi menjadi empat kelompok; penghilangan, penambahan, kesalahan formasi, dan kesalahan susunan. Penelitian ini merupakan penelitian metode kombinasi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 49 mahasiswa semester VI Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Borneo Tarakan Tahun Ajaran 2020/2021. Sedangkan instrumen yang digunakan adalah tes terjemahan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan kesetaraan gramatikal yang digunakan dalam tes terjemahan mahasiswa dengan masing-masing persentase jenis kesetaraan gramatikal adalah sebagai berikut: 142 (71%) untuk angka, 6 (88%) untuk jenis kelamin, 51 (89%) untuk orang, 73 (90%) untuk masa, dan terakhir 24 (97%) untuk suara. Hasil kualitas terjemahan siswa, terdapat 25 siswa yang kualitas terjemahannya sangat baik, dan 24 siswa memperoleh tingkat yang baik. Berdasarkan perhitungan diperoleh persentase kualitas terjemahan siswa sebesar 78%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa secara umum kualitas terjemahan dalam menerjemahkan kesepadanan gramatikal adalah Baik. Terdapat empat jenis kesalahan yang ditemukan, yaitu 263 (55%) kesalahan penghilangan, diikuti oleh 98 (20%) kesalahan formasi, 72 (15%) kesalahan penambahan dan yang terakhir adalah 56 (11%) kesalahan urutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
DESKRIPSI KEMAMPUAN NUMERIK SISWA KELAS V DI SDN 035 TARAKAN Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kemampuan numerik siswa di SDN 035 Tarakan. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di SDN 035 Tarakan pada Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021. Penelitian ini difokuskan pada kemampuan numerik siswa kelas V di SDN 035 Tarakan. Sumber data dalam penelitian ini yaitu mencakup data primer dan data sekunder dengan informan yaitu siswa kelas V-A. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes kemampuan numerik matematika, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan numerik siswa, 1) Siswa kemampuan tinggi yaitu: a) Siswa mampu melakukan operasi hitung angka/bilangan, namun saat melakukan penjumlahan pada bilangan positif dan negatif siswa kebingungan. b) Siswa mampu melakukan operasi aljabar. c) Siswa mampu menghubungkan konsep sesuai dengan situasi yang sebenarnya, namun terjadi kesulitan dalam menentukan nilai akhir dari bilangan berkoma. d) Siswa mampu memahami, memecahkan dan menyelesaikan masalah. 2) Siswa kemampuan sedang yaitu: a) Siswa kemampuan sedang mampu melakukan operasi hitung angka/bilangan, namun terjadi kesulitan saat menjumlahkan bilangan positif dan negatif karena tidak memahami konsep dan tidak teliti saat melakukan perkalian. b) Siswa mampu melakukan operasi hitung aljabar. c) Siswa mampu memahami, memecahkan dan menyelesaikan masalah. d) Siswa tidak mampu menghubungkan konsep sesuai dengan situasi yang sebenarnya karena tidak memahami konsep. 3) Siswa kemampuan rendah yaitu: a) Siswa tidak mampu melakukan operasi hitung angka/bilangan. b) Siswa tidak mampu melakukan operasi hitung aljabar. c) Siswa tidak mampu menghubungkan konsep sesuai dengan situasi yang sebenarnya. d) Siswa tidak mampu memahami, memecahkan dan menyelesaikan masalah. Kata kunci: Kemampuan, Numerik, Matematika, Siswa DESCRIPTION ON STUDENT'S NUMERIC ABILITY AT CLASS V SDN 035 TARAKAN Abstract The purpose of this study was to determine the numerical ability of students at SDN 035 Tarakan. Qualitative research was undertaken at SDN 035 Tarakan in the Even Semester of the 2020/2021 Academic Year. The numerical abilities of fifth grade children at SDN 035 Tarakan wa the subject of this study. Primary and secondary V-A. Mathematical numerical ability tests, observations, interviews, and documentation were all employed to collect data. The findings of this study revealed student’s numerical abilities: 1) High ability students, namely: a) Students could do arithmetic operations on numbers/numbers, however they became confused when adding positive and negative numbers. b) Students could carry out algebraic procedures. c) Students could link concepts to real-life situations, but they had trouble figuring out what the final value of comma numbers should be. d) Students were capable of comprehending, solving and resolving difficulties. 2) Average ability students, namely: a) Average ability students could do arithmetic operations on numbers/numbers, but they struggle to add positive and negative numbers because they did not understand the concept and were not careful when multiplying. b) Students were capable of performing algebraic procedures. c) Students were capable of comprehending, solving and resolving difficulties. d) Because they did not understand the concept, they were unable to connect it to the real-world issue. 3) Low ability students were unable to: a) Conduct arithmetic operations on numbers or numbers. b) Students were incapable of performing algebraic procedures. c) Students were unable to apply the knowledge to a real-world situation. d) Students were incapable of comperhending, solving and resolving difficulties. Keywords: Ability, Numerical, Mathematics, Students