Abstrak
The purpose of this study was to determine the students’ skill and errors made by English Education students in translating grammatical equivalence. Grammatical equivalence is categorized into five categories; (1) gender, (2) person, (3) tense, (4) number, and (5) voice. There translation errors here include omissions, additions, formation error, and order error. This research implied mix-methods research. The sample in this research was 49 students, Department of English Education, University of Borneo Tarakan in the 2020/2021 Academic Year. The instruments used are translation tests and interviews. The results showed that the grammatical equivalence used in the student translation is as follows: the numbers (182 and 69%), gender (6 and 87%), person (81and 97%), tense (73 and 90%), and voice (25 and 97%). Seen from the quality, 25 students produce an Excellent translation, and the rest translates a good level translation. Based on the calculation, the percentage of students’ translation quality is 78%. Thus, it can be concluded that the students translate a good grammatical equivalence. Four types of errors are identified; they are omissions errors (263 or 55%), formation errors (98 or 20%) misformation, addition (72 or 15%), and order errors (56 or 11%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan dan kesalahan penerjemahan yang dilakukan oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dalam menerjemahkan kesetaraan gramatikal. Kesetaraan gramatikal dikategorikan menjadi lima kategori; (1) jenis kelamin, (2) orang, (3) masa, (4) nomor, dan (5) suara. Terdapat juga teori kesalahan terjemahan yang terbagi menjadi empat kelompok; penghilangan, penambahan, kesalahan formasi, dan kesalahan susunan. Penelitian ini merupakan penelitian metode kombinasi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 49 mahasiswa semester VI Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Borneo Tarakan Tahun Ajaran 2020/2021. Sedangkan instrumen yang digunakan adalah tes terjemahan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan kesetaraan gramatikal yang digunakan dalam tes terjemahan mahasiswa dengan masing-masing persentase jenis kesetaraan gramatikal adalah sebagai berikut: 142 (71%) untuk angka, 6 (88%) untuk jenis kelamin, 51 (89%) untuk orang, 73 (90%) untuk masa, dan terakhir 24 (97%) untuk suara. Hasil kualitas terjemahan siswa, terdapat 25 siswa yang kualitas terjemahannya sangat baik, dan 24 siswa memperoleh tingkat yang baik. Berdasarkan perhitungan diperoleh persentase kualitas terjemahan siswa sebesar 78%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa secara umum kualitas terjemahan dalam menerjemahkan kesepadanan gramatikal adalah Baik. Terdapat empat jenis kesalahan yang ditemukan, yaitu 263 (55%) kesalahan penghilangan, diikuti oleh 98 (20%) kesalahan formasi, 72 (15%) kesalahan penambahan dan yang terakhir adalah 56 (11%) kesalahan urutan.