Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Kata Kunci : Kepiting Bakau
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PENGEMBANGAN BUDIDAYA PEMBESARAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DI TAMBAK TRADISIONAL DAN HUTAN MANGGROVE

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu sumberdaya perikanan yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi di Kalimantan Utara adalah kepiting bakau. Hal ini disebabkan karena di wilayah ini memiliki perairan dan mangrove yang masih mendukung kehidupan kepiting bakau sebagai habitatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perkembangan budidaya kepiting bakau di tambak tradisional dan di hutan mangrove. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan mengamati kondisi-kondisi yang terjadi melalui observasi secara langsung di lapangan. Parameter yang diukur pada penelitian ini seperti pertumbuhan berat, panjang tubuh, Survival Rate, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan yang baik untuk budidaya kepiting bakau terdapat pada hutan mangrove, dimana pertumbuhan berat dan panjang tubuh kepiting bakau pada hutan mangrove berat sekitar 160,6 gr dan panjang sekitar 11,7 cm sedangkan pada tambak tradisional pertumbuhannya, berat sekitar 134,9 gr dan panjang sekitar 10,8 cm. Tingkat kelangsungan hidup kepiting bakau (Scylla serrata.) masih tergolong baik. Berdasarkan hasil pengamatan selama penelitian dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan kepiting pada lahan hutan mangrove lebih baik dibandingkan dengan tambak tradisional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) DAN Ethinylestradiol TERHADAP PERCEPATAN KEMATANGAN OVARI KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DI TAMBAK TRADISIONAL

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tingginya peningkatan permintaan terhadap induk kepiting bakau menyebabkan semakin tingginya penangkapan kepiting di alam. Salah satu usaha untuk memenuhi permintaan pasar yaitu dengan melakukan kegiatan percepatan pematangan ovari melalui pendekatan hormonal baik menggunakan hormon sintetik maupun ekstrak yang memiliki sifat reproductive-like hormone. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hormon ethinylestradiol yang dikombinasikan dengan ekstrak daun karamunting sebagai sumber induktor alternatif pada pematangan ovari kepiting bakau. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Terdapat 4 formulasi kombinasi hormon: tanpa hormon (A), ekstrak daun karamunting 0.25 mg/g dan hormon ethinylestradiol 0.1 g/g (B), ekstrak daun karamunting 0.5 mg/g dan hormon ethinylestradiol 0.1 g/g (C), ekstrak daun karamunting 0.75 mg/g dan hormon ethinylestradiol 0.1 g/g (D). Hasil penelitian ini menujukan bahwa pemberian kombinasi ekstrak daun karamunting dan hormon ethinylestradiol pada perlakuan D dapat mempercepat pematangan ovari kepiting bakau dalam kurun waktu 20 hari dengan nilai GSI sebesar 21,45%. Pemberian kombinasi ekstrak daun karamunting dan hormon ethinylestradiol dapat mempercepat kematangan ovari kepiting bakau di bandingkan perlakuan kontrol.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Transportasi Kepiting Bakau (Scylla sp) Sistem Kering Menggunakan Pembiusan Suhu Rendah

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Proses pengiriman kepiting bakau ke luar negeri sering mengalami kematian produk. Penyebab kematian belum diketahui secara pasti namun diduga karena kesalahan dalam teknik penanganan produk. Teknik penanganan produk yang baik sebelum di kirim ke luar negeri perlu diterapkan untuk mengurangi resiko kematian selama proses pengiriman. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan suhu pembiusan optimum terhadap tingkat kelangsungan hidup kepiting bakau. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, Perlakuan A, perendaman dengan suhu 10℃, perlakuan B perendaman dengan suhu 15℃, perlakuan C perendaman dengan suhu 20℃ dan perlakuan D tanpa perendaman suhu dingin (kontrol), dengan perendaman selama 15 menit dan pengamatan setiap 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan perendaman dengan suhu rendah yaitu pada suhu 10℃-20℃, menunjukkan respon kepiting lambat. Perlakuan C menunjukkan respon positif setelah 3 jam sedangkan perlakuan A dan B menunjukkan respon positif setelah 9 jam. Berdasarkan analasis anova menunjukkan hasil perlakuan yang berbeda nyata dengan kontrol (P0,05). Perlakuan A menunjukkan hasil yang berbeda nanyata dengan seluruh perlakuan, perlakuan B dan C tidak berbeda nyata namun berbedanya dengan kontrol.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail