ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk pertama, menganalisa usahatani jamur tiram di UMKM Aqsha. Kedua, mengetahui efisiensi pemasaran jamur tiram di UMKM Aqsha. Penelitian ini, yang dilakukan di UMKM Aqsha di Tarakan Timur dari Agustus 2023 hingga Januari 2024, berfokus pada praktik produksi dan pemasaran jamur berkelanjutan dari UMKM lokal yang masih bertahan. Penentuan responden ini menggunakan Key Informan untuk pengambilan sampel pada pemilik UMKM dan teknik Snowball Sampling untuk pengambilan sampel pada pedagang pengecer. Hasil penelitian menunjukkan analisis usaha tani jamur tiram selama satu periode biaya produksi sebesar Rp. 679.178, penerimaan sebesar Rp. 2.760.000, dan pendapatan sebesar Rp. 2.080.822. Hasil analisis rasio, yaitu analisis (R/C ratio) sebesar 4,1 dan (B/C ratio) sebesar 3,1. Hasil tujuan kedua, saluran pemasaran jamur tiram di UMKM Aqsha ada dua saluran, pada saluran pertama yaitu produsen ke konsumen jamur tiram dengan nilai margin pemasarannya nol (0) dan mendapatkan farmer share (100%) dikatakan efisien dan saluran kedua terdiri dari produsen – pedagang pengecer – konsumen akhir. Pedangang pengecer terdapat dua lokasi yaitu STB dan Pasar Tenguyun. Lokasi STB dengan nilai margin Rp. 4000 dan nilai farmer share (71,43%) dan Pasar Tenguyun dengan nilai margin Rp. 3000 dan farmer share (70%) dikatakan efisien. Dari kedua saluran pemasaran tersebut, nilai farmer share paling tinggi pada saluran pertama dengan nilai (100%) karena tidak ada perantara dalam saluran pemasaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengendalian persediaan bahan baku serbuk gergaji pada UMKM Jamur Tiram Putih Aki Babu Tarakan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Permasalahan utama yang dihadapi UMKM ini adalah ketidakefisienan dalam pembelian bahan baku tanpa perhitungan kuantitatif yang tepat, seperti pembelian berlebihan pada Maret 2025 yang menimbulkan peningkatan biaya penyimpanan. Metode penelitian menggunakan mixed method dengan pendekatan kuantitatif untuk menghitung EOQ, Safety Stock, dan Reorder Point (ROP), serta pendekatan kualitatif melalui wawancara dan observasi. Data meliputi pembelian, penggunaan, biaya pemesanan, biaya penyimpanan dan waktu tunggu selama periode Juni 2024-Mei 2025. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh jumlah pemesanan optimal (EOQ) adalah 6.108 kg dengan biaya persediaan sebesar Rp476.412. Namun, karena keterbatasan kapasitas pengiriman pemasok hanya 1.020 kg, pola pemesanan praktis sebesar 1.020 kg menghasilkan total biaya lebih efisien, yaitu Rp1.466.251. Persediaan pengaman (Safety Stock) ditetapkan sebesar 18 kg, dan titik pemesanan ulang (Reorder Point) sebesar 99 kg. Penerapan ketiga metode tersebut dapat membantu UMKM menekan biaya persediaan dan menjaga kelancaran produksi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jenis jamur yang sangat digemari masyarakat, hal ini dikarenakan jamur sebagai sumber protein nabati yang tidak mengandung kolesterol dan dapat mencegah timbulnya penyakit darah tinggi, jantung, diabetes serta dapat mengurangi berat badan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh berbagai komposisi media tanam dan lama pengomposan terhadap pertumbuhan miselium jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) pada bibit Fo dan produksi jamur tiram putih, untuk mengetahui komposisi media tanam dan lama pengomposan manakah yang paling efektif untuk pertumbuhan miselium jamur tiram putih pada bibit F0 (Pleurotus ostreatus) dan produksi jamur tiram putih, dan untuk mengetahui kelayakan finansial usaha budidaya jamur tiram putih di Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor, yaitu jenis media tanam (M) dan lama pengomposan (T) yang diulang 5 kali. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan miselium, lebar tudung, panjang tangkai, berat basah jamur tiram, dan kelayakan finansial. Hasil penelitian ini adalah media tanam yang terdiri dari serbuk gergaji kayu meranti baik meranti merah ataupun putih yang dicampur dengan bekatul, jagung dan kapur memberikan pengaruh yang signifikan bagi pertumbuhan miselum pada bibit F0 dan produksi jamur tiram putih, komposisi media yang terbaik bagi pertumbuhan miselium pada F0 dan produksi jamur tiram adalah M4T2 yaitu media serbuk gergaji kayu meranti putih yang dicampur dengan jagung, bekatul, dan kapur serta dikomposkan selama 4 hari, dan setelah dilakukan perhitungan kelayakan finansial, ternyata usaha budidaya jamur tiram di Kabupaten Tana Tidung layak untuk dikembangkan, hal ini terlihat dari nilai R/C >1, yaitu 2,92 dan nilai B/C >1, yaitu 1,92 maka usaha bisa dikatakan layak untuk dikembangkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA JAMUR TIRAM DI TIDENG PALE KECAMATAN SESAYAP Abstrak Prospek pengembangan budidaya jamur tiram putih di Indonesia cukup prospektif yang kegiatan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran biaya, penerimaan dan pendapatan usaha budidaya jamur tiram putih di Tideng Pale, mengetahui Faktor Internal (IFAS) dan Faktor Eksternal (EFAS) pada usaha jamur tiram putih di Tideng Pale, dan mengetahui Mengetahui strategi pengembangan usaha industri budidaya jamur tiram putih di Tideng Pale. Metode penentuan informan menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria tertentu dan informan dalam penelitian ini adalah pemilik atau pengelolah usaha budidaya jamur tiram putih di Tideng Pale yaitu Bapak Anang Hermanysah serta 30 konsumen jamur tiram. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Adapun analisis data yang di gunakan analisis deskriptif, analisis usaha dan analisis swot. Hasil analisis usaha menunjukkan besaran total biaya tetap penyusutan peralatan dalam kegiatan usaha jamur tiram per bulannya adalah sebesar Rp. 296.111 untuk skala luas lahan 4x8 m2 dengan priode produksi 1 bulan, untuk biaya variabel sebesar Rp. 4.175.000, penerimaan sebesar Rp. 9.000.000 dan untuk pendapatn sebesar 4.825.000. Faktor Internal (IFAS) Strategi pengembangan usaha budidaya jamur tiram putih di tidung pale kecamatan sesayap untuk faktor kekuatan dan kelemahan masing-masing terdapat lima indikator dan Faktor Eksternal (EFAS) Strategi Pengembangan usaha jamur tiram di tideng pale untuk faktor peluang dan ancaman juga terdapat masing-masing lima indikator sedangkan untuk strategi yang di rekomendasi adalah strategi SO yaitu ada 2 strategi,antara lain : 1) Mengoptimalkan jumlah produksi jamur tiram dengan memanfaatkan bantuan permodalan. (S1,O3), 2). Mengoptimalkan bantuan permodalan, sarana dan prasarana yang memadai untuk mengembangkan usaha agribisnis (S4,O4,).