Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Betta
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh pemberian ekstrak daun karamunting (Melastoma malabatrhicum) pada indukan terhadap jumlah anakan dan sintasan hidup benih ikan cupang (Betta sp)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

THE EFFECT OF KARAMUNTING (Melastoma malabatrhicum) LEAF EXTRACT ON BREEDES TOWARD THE NUMBER OF BREEDING AND LIFE SURVIVAL OF BETTA FISH (Betta sp) Abstract Betta fish (Betta sp) is a freshwater ornamental fish that is excellent because of its high economic value, thus encouraging cultivators to cultivate it. To produce the mature Betta fish, efforts are needed to accelerate and improve the reproductive performance of Betta fish. This study aimed to examine the effect of giving karamunting leat ectract (Melastoma malabatrhicum) to brooder on the number of tillers and survival Betta fish. This study used completely randomized design (CRD) which consisted of four treatment three replications. The use of karamunting leaf ectract in this study was treatment A: (Control), treatment B was injections of ectract dose ( 1 g/g BW), treatment C was injection of ectract dose (5 g/g BW) and treatment D was injections of ectract dose (10 g/g BW) the parameters observed include; egg diameters percentage of chicks, sr, water quality measuremeants, the results showed that the use of ectract at a dose of 1 g/g. 5 g/g, 10 g/g indicated a larger egg diameter than te control. The highest number of tillers was obtained in treatment B (10 g/g BW) with a total of 37.28% the survival rate of Betta fish from treatment A, B and C had value above 95%. While treatment D there was a total death on the third day. Giving karamunting leaf ectract gave a higher value on the size of the egg diameter. the percentage of the number of tillers. And the SR value Betta fish seeds. Keywords : ectract, Karamuntinng, seeds, Betta, egg

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

BIOENRICHMENT VITERNA DAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING DENGAN DOSIS BERBEDA PADA CACING SUTERA (Tubifex sp.) TERHADAP PERTUMBUHAN Betta splendens

2022•

Viterna merupakan suplemen pakan ternak yang berperan untuk meningkatkan nafsu makan dan daya tahan tubuh, memacu enzim-enzim pencernaan serta mempercepat pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengkayaan tubifex sp. dengan viterna dan ekstrak daun karamunting pada kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan cupang. Metode penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan 4 perlakukan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diujicobakan adalah pemberian Tubifex sp tanpa viterna dan ekstrak (kontrol), P1= Pemberian Tubifex sp. yang diperkaya viterna sebanyak 10ml + ekstrak dengan konsentrasi 250 ppm, P2= pemberian Tubifex sp yang diperkaya viterna sebanyak 15ml dan ekstrak dengan konsentrasi 250 ppm, dan perlakuan P3 yaitu pemberian Tubifex sp yang diperkaya viterna sebanyak 20ml + ekstrak dengan konsentrasi 250 ppm. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan pemberian Tubifex sp. yang diperkaya viterna sebanyak 15ml + ekstrak dengan konsentrasi 250 ppm menunjukan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Uji statistic menunjukkan beda nyata pada pertumbuhan panjang dan berat mutlak serta SGR (Specific Growth Rate) pada perlakuan pengkayaan cacing sutera menggunakan viterna dan ekstrak daun karamunting pada pertumbuhan ikan cupang (Betta splendens) dibandingkan perlakuan kontrol. Data pengukuran kualitas air yaitu suhu 27-280C, nilai pH 6-7 dan nilai amoniak 2,55 mg/l, menunjukkan masih dalam ambang normal. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penambahan Tubifex sp dan ekstrak karamunting dapat meningkatkan pertumbuhan ikan cupang (Betta splendens).

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGKAYAAN MOL Maja PADA ARTEMIA Sp DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN CUPANG (Betta Sp) DI KOTA TARAKAN

2022•

Ikan cupang dengan nama ilmiah (Betta Sp) merupakan salah satu jenis ikan hias yang berasal dari Asia Tenggara. Ikan hias ini sangat diminati oleh masyarakat karena memiliki prospek pasar yang cukup menjanjikan salah satunya ikan cupang (Betta Sp) merupakan jenis ikan air tawar dengan nilai jual tinggi dan ikan cupang memiliki bentuk ekor yang beragam seperti ekor yang bertipe mahkota, ekor penuh dan tipe slayer dengan sirip panjang dan berwarna-warni. Mikroorganisme lokal (MOL) yang digunakan dalam penelitian ini berupa mol maja dimana mol maja ini dibuat dengan menggunakan bahan rumah tangga buah maja, air cucian beras dan air gula yang mengandung bakteri (Bacillus sp, Azospirillum sp dan Azotobacter sp). Penggunaan mol dalam penelitian ini karena mengandung hormon yang berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengkayaan MOL maja pada Artemia dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan cupang (Betta Sp). Penelitian ini meggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga pengulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol, dosis mol 100ppm, 300ppm, 500ppm. Parameter yang diamati meliputi; bobot mutlak, kelangsungan hidup dan kualitas air ( suhu, pH). Hasil penelitian menggunakan analisis ragam (Anova), menunjukan bahwa setiap perlakuan uji tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak dan kelangsungan hidup larva ikan cupang. Pertumbuhan bobot mutlak tertinggi terjadi pada P3 (dosis mol 500ppm). Nilai kelangsungan hidup semua perlakuan adalah 100%. Hasil pengukuran kualitas air menunjukkan kelayakan untuk semua parameter.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERFORMA REPRODUKSI IKAN CUPANG (Betta sp) YANG DIBERIKAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabatrhicum)

2021•

Tingginya nilai ekonomis ikan hias cupang (Betta sp), mendorong pembudidaya untuk membudidayakan ikan cupang. Untuk menghasilkan indukan matang gonad dan siap memijah setiap saat, diperlukan solusi dalam meningkatkan kinerja reproduksi ikan cupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun karamunting sebagai agen stimulator maturasi gonad pada performa reproduksi ikan cupang (Betta sp). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain penelitian rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari empat perlakukan dan tiga ulangan. Pemberian ekstrak daun karamunting yang digunakan dalam penelitian ini adalah Perlakuan A : (Kontrol) Perlakuan B: penyuntikan dosis ekstrak daun karamunting (1 µg/g BB) Perlakuan C: penyuntikan dosis ekstrak daun karamunting (5 µg/g BB) Perlakuan D: penyuntikan dosis ekstrak daun karamunting (10 µg/g BB). Parameter yang diamati meliputi; Tingkat kematangan gonad, kelangsungan hidup ikan (SR), Fekunditas dan kualitas air (suhu pH dan amoniak). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak daun karamunting pada perlakuan D dan B dapat mempercepat pematangan ovari induk ikan cupang (Betta sp). Nilai GSI tertinggi terdapat pada perlakuan 10 µg/g dengan nilai 12,52% dan nilai GSI yang terendah pada perlakuan kontrol dengan nilai 7,31%. Fekunditas tertinggi diperoleh pada perlakuan dengan dosis ekstrak daun karamunting 10 µg/g yaitu 1.628 butir dan fekunditas terendah padaperlakuan kontrol yaitu 1.375 butir. Tingkat kelangsungan hidup ikan cupang 100% disetiap perlakuan. Pemberian ekstrak daun karamunting mampu meningkatkan kinerja reproduksi ikan cupang, meliputi tingkat kematangan gonad, nilai GSI, fekunditas, serta kelangsungan hidup dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Due to its high economic value, many pepole are encouraged to cultivate the Siamese fighting fish (Betta sp). To produce broodstock with mature gonad and ready to spawn, a solution is required to improve the reproductive performance of Siamese fighting fish (Betta sp). This research aimed to figture out the potential of karamuntingleaf extract as a gonad-maturation stimulator relatedto the reproductive performance of siamese fighting fish (Betta sp). The research was conduvted using an experimental method with a comletely randomized desugn (CRD) consiting of four treaments with three repetitions. The karamunting leaf extract in this research was administered through traemnt A: (control), Treament B: karamunting leaf extract injection with the dosage of 1 g/g BW, Traement C: karamunting leaf extract injection with dosage of 5 g/g BW, and Treament D: karamunting leaf extract injection with dosage of 10 g/g BW. The observed parameters included; Gonad maturity level, fish survival (SR), fecundity, and water quality (pH temperature and ammonia). The research results show that the administration of karamunting leaf extract in treatments D and b could accelerate the ovary maturation of siamese fighting fish (Betta sp). The highest GSI value (12.52%) was found in the treatment with the dosage of 10 g/g, while the lowes GSI value (7.31%) was found in the control treatment . The highest fecundity (1628 grains) was obtained in the treatment with administration of karamunting leaf extract at the dosage of 10 g/g, while the lowes fecundity (1375 grains) was obtained in the control treatment. The survival rate of siamese fighting fish (Betta sp) was 100% in each treatment. The administration of karamunting leaf extract could improve the reproductive performance of siamese fighting fish (Betta sp), including the gonad maturity, GSI value, fecundity, and survival level when compared to those in the control treatment.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KINERJA REPRODUKSI IKAN CUPANG (Betta sp) YANG DIBERIKAN PAKAN ALAMI YANG TELAH DIPERKAYA EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabatrhicum)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan cupang (Betta sp) mempunyai daya tarik pada warna yang dimunculkan dari tubuhnya. Saat ini harga ikan cupang bisa bernilai jutaan rupiah perekornya, tergantung kualitas warna, jenis dan ukurannya. Sehingga permintaan pasar semakin meningkat, para pembudidaya berlomba melakukan budidaya ikan hias cupang. Untuk menghasilkan benih diperlukan indukan matang gonad yang selalu tersedia. Penelitian ini bertujuan menguji tubifex yang diperkaya dengan ekstrak daun karamunting, terhadap kinerja reproduksi ikan cupang (Betta sp). Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap, yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga pengulangan. Pemberian cacing sutra diperkaya dengan ekstrak daun karamunting selama 4 jam dengan dosis yang berbeda (25 mg/L, 50 mg/L dan 75 mg/L). Parameter yang diamati meliputi; Tingkat kematangan gonad, Gonad Somatik Indeks (GSI), Spesific Growth Rate (SGR), kelangsungan hidup ikan (SR) dan kualitas air (pH, suhu dan amoniak). Perlakuan penambahan ekstrak pada pakan cacing sutra dengan dosis 25, 50 dan 75 mg/L menunjukkan morfologi ovari yang lebih berkembang dibandingkan perlakuan kontrol. Nilai GSI tertinggi terdapat pada perlakuan 25 mg/L dengan nilai 18,17% dan nilai GSI yang terendah pada perlakuan kontrol dengan nilai 7,65%. Fekunditas tertinggi diperoleh pada perlakuan perendaman cacing sutra melalui penambahan ekstrak daun karamunting dengan dosis 25 mg/L, yaitu 2051 butir. Nilai pertumbuhan bobot spesifik terbesar yaitu pada perlakuan 75 mg/L, terjadi penambahan berat yang lebih tinggi sebesar 1,56 dan yang paling rendah pada 25 mg/L sebesar 0,67. Tingkat kelangsungan hidup ikan cupang 100% disetiap perlakuan. Ekstrak daun karamunting dapat dijadikan sumber hormon alternatif untuk kegiatan pematangan gonad pada ikan cupang. Betta fish (Betta sp) has an attraction to the color that emerges from its body. Currently the price of betta fish can be worth millions of rupiah per head, depending on the quality of color, type and size. So that market demand is increasing, cultivators are competing to cultivate betta fish. To produce seeds, mature gonads are needed which are always available. This study aimed to test tubifex enriched with karamunting leaf extract,on the reproductive performance off betta fish (Betta sp). This study used a completely randomized design experimental design, which consisted of four treatments and three repetitions. Giving silk worms enriched with karamunting leaf extract for hours with different doses (25 mg/ L, 50 mg/L dan 75 mg/L). Parameters observed include: Gonad maturity level, Gonad Somatic Index (GSI), Spesific Growth Rate (SGR), Survival Rate (SR) and water quality (pH, suhu dan ammonia). The addition of extracts to silkworm feed at doses of 25, 50, and 75 mg/L showed a more developed ovarian morphology than the control treatment. The highest GSI value was found in the 25 mg/L treatment with a value of 18,17% and the lowest GSI value was in the control treatment with a value of 7.65%. The highest fecundity was obtained in the silkworm immersion treatment through the addition of karamunting leaf extract at a dose of 25 mg/L, which was 2051 grains. The highest specific growth rate value was in the 75 mg/L treatment, the higher weight gain was 1,56 and the lowest was at 25 mg/L at 0,67. The survival rate of betta fish is 100% in each treatment. Karamunting leaf extract can be used as an alternative hormone source for gonadal maturation activities in betta fish.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail