ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lansia merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai penyakit degeneratif, salah satunya adalah hipertensi. Penatalaksanaan hipertensi secara nonfarmakologis semakin dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan pada obat dan mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian kombinasi seduhan bawang putih dan akupresur dalam menurunkan tekanan darah dan nyeri pada lansia hipertensi. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan pre-test dan post-test terhadap dua pasien lansia yang mengalami nyeri akut dan defisit pengetahuan terkait hipertensi. Intervensi ini dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan tekanan darah dan tingkat nyeri pada kedua pasien setelah intervensi. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman pasien tentang hipertensi dan pengelolaannya. Terapi kombinasi ini terbukti efektif, alami, murah, dan dapat dilakukan di rumah dengan pendampingan tenaga kesehatan. Penelitian ini merekomendasikan penerapan terapi seduhan bawang putih dan akupresure sebagai alternatif intervensi nonfarmakologis yang aman dan efektif dalam praktik keperawatan gerontik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mual dan Muntah (emesis gravidarum) merupakan keluhan umum pada trimester pertama kehamilan yang dapat berkembang menjadi mual dan muntah berlebih (hyperemesis gravidarum) bila tidak ditangani secara optimal. Terapi farmakologis seperti vitamin B6 sering digunakan, namun pendekatan non-farmakologis seperti akupresur pada titik perikardium 6 juga berpotensi sebagai terapi komplementer untuk menurunkan frekuensi mual dan muntah. Tujuan asuhan kebidanan ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi akupresur pada titik perikardium 6 dan terapi vitamin B6 terhadap penurunan frekuensi emesis gravidarum ibu hamil primigravida trimester I. Asuhan Kebidanan ini menggunakan pendekatan studi kasus, melibatkan satu orang ibu hamil trimester I yang mengalami emesis gravidarum. Akupresur titik perikardium 6 dilakukan selama 7 menit setiap pagi hari dan Terapi B6 diberikan sesuai dengan dosis yang diberikan Puskesmas yaitu 3x1 selama 4 hari perlakuan dan pada hari kelima dilakukan evaluasi. Hasil menunjukkan adanya penurunan frekuensi emesis gravidarum, dari skor pre-test sebesar 8 (kategori sedang) dan skor post-test sebesar 5 (kategori ringan). Selain itu, berdasarkan pernyataan responden (Ny. N), ia merasakan penurunan frekuensi mual setelah dilakukan akupresur pada titik perikardium 6. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi terapi non farmakologi yaitu akupresur perikardium 6 dan terapi farmakologi yaitu vitamin B6 efektif dalam mengurangi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama, sehingga dapat dinyatakan bahwa teknik akupresur titik perikardium 6 berpotensi menjadi terapi nonfarmakologis yang aman dan mudah, serta dapat dikombinasikan dengan vitamin B6 sebagai terapi standar mual muntah trimester pertama. Terapi akupresur perikardium 6 dapat dilakukan secara mandiri dengan memperhatikan titik akupresur yang tepat dan kondisi ibu untuk menghindari ketidaknyamanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sekitar 50-70% dari wanita hamil pada umumnya mengeluh nyeri punggung bawah yang bisa dirasakan disemua tingkat usia kehamilan. Jika nyeri punggung pada ibu hamil tidak diatasi dapat menimbulkan komplikasi dan mempengaruhi pekerjaan ibu serta insomnia yang menyebabkan keletihan dan iritabilitas. Terapi farmakologis dapat menimbulkan komplikasi seperti depresi pernafasan pada janin maupun efek ketergantungan. Sehingga nonfarmakologis (akupresur) perlu dilakukan dengan penekanan titik pengaktif (triggerpoint) yang merangsang pengeluaran hormon endorphin dengan fungsi mengurangi rasa sakit dengan menutup pintu sinyal yang menuju medulla spinalis dan otak serta meningkatkan suplai darah dan oksigen pada daerah yang sakit sehingga nyeri punggung bawah berkurang. Jenis penelitian kuantitatif dengan studi quasy experimen dengan pendekatan nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian adalah ibu hamil trimester III dengan keluhan nyeri punggung yang berjumlah 167 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 34 orang yangdipilih menggunakan tehnik purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok kontrol dan perlakuan. Analisa Bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nyeri punggung sebelum diberikan perlakuan akupresur 4,06 (nyeri sedang) dan setelah perlakuan 0,94 (nyeri ringan mendekati tidak ada nyeri). Akupresur efektif dalam mengurangi nyeri punggung bawah pada ibu hamil Trimester III di Puskesmas Karang Rejo, p value sebesar 0,000. Bagi Puskesmas diharapkan untuk memberikan pelayanan komplementer seperti akupresur kepada ibu dalam mengurangi rasa nyeri secara nonfarmakologi pada saat pemeriksaan kehamilan atau pada saat proses persalinan.