Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Penulis: SYAHRIL
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PERTANGGUNGJAWABAN BASARNAS DALAM KECELAKAAN KAPAL DAN PESAWAT UDARA

2026•Koleksi Perpustakaan

Salah satu pelaksanaan pelindungan warga negara tersebut adalah melakukan kegiatan Pencarian dan Pertolongan atau yang selama ini dikenal oleh masyarakat dengan Search and Rescue (SAR). Pencarian dan Pertolongan pada hakikatnya merupakan kegiatan kemanusiaan dan merupakan kewajiban bagi setiap warga negara. Kegiatan tersebut meliputi segala upaya dan usaha pencarian, pemberian pertolongan, penyelamatan, dan pengevakuasian jiwa manusia dan harta benda dari segala musibah, baik dalam Kecelakaan, Bencana, maupun dalam Kondisi Membahayakan Manusia. Permasalahan adalah sebagai berikut: Tanggung jawab Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dalam Penyelenggaraan Pencarian dan Pertolongan Kecelakaan Kapal dan Pesawat Udara dan Perlindungan Hukum Terhadap Korban dalam Penyelenggaraan Pencarian dan Pertolongan Kecelakaan Kapal dan Pesawat Udara. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah tipe penelitian hukum normatif. Pendekatan penulisan penelitian yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Untuk memecahkan isu hukum dan sekaligus memberikan preskripsi mengenai hal yang semestinya diperlukan sumber penelitian dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu sumber bahan hukum primer dan sumber bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum yang digunakan adalah studi dokumen kepustakaan dan dianalisis secara preskriptif dengan metode deduktif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERTANGGUNGJAWABAN BASARNAS DALAM KECELAKAAN KAPAL DAN PESAWAT UDARA

2026•

Salah satu pelaksanaan pelindungan warga negara tersebut adalah melakukan kegiatan Pencarian dan Pertolongan atau yang selama ini dikenal oleh masyarakat dengan Search and Rescue (SAR). Pencarian dan Pertolongan pada hakikatnya merupakan kegiatan kemanusiaan dan merupakan kewajiban bagi setiap warga negara. Kegiatan tersebut meliputi segala upaya dan usaha pencarian, pemberian pertolongan, penyelamatan, dan pengevakuasian jiwa manusia dan harta benda dari segala musibah, baik dalam Kecelakaan, Bencana, maupun dalam Kondisi Membahayakan Manusia. Permasalahan adalah sebagai berikut: Tanggung jawab Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dalam Penyelenggaraan Pencarian dan Pertolongan Kecelakaan Kapal dan Pesawat Udara dan Perlindungan Hukum Terhadap Korban dalam Penyelenggaraan Pencarian dan Pertolongan Kecelakaan Kapal dan Pesawat Udara. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah tipe penelitian hukum normatif. Pendekatan penulisan penelitian yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Untuk memecahkan isu hukum dan sekaligus memberikan preskripsi mengenai hal yang semestinya diperlukan sumber penelitian dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu sumber bahan hukum primer dan sumber bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum yang digunakan adalah studi dokumen kepustakaan dan dianalisis secara preskriptif dengan metode deduktif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PELAKSANAAN LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL PADA SISWA BROKEN HOME DI SMK NEGERI 2 TARAKAN

2024•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Achmad Syahril Asyarie, 2024. “Gambaran Pelaksanaan Layanan Konseling Individual Pada Siswa Broken Home di SMK Negeri 2 Tarakan”. Pembimbing Utama Siti Rahmi, S.Sos., M.Pd Pembimbing Anggota Nazwa Manurung, M.Psi.,Psikolog. Terdapat siswa yang mengalami permasalahan broken home di SMK Negeri 2 Tarakan yang terjadi semenjak siswa tersebut menempuh sekolah mengenah pertama (SMP) menunjukan perilaku yang negatif, seperti sering bertengkar dengan teman sekelas, suka menyendiri dan mudah tersinggung. Sebagai seorang guru khususnya guru BK harus bertanggung jawab dalam membantu siswa dan memberikan layanan konseling untuk menyelesaikan permasalahan siswa. Konseling merupakan layanan yang tepat diberikan pada siswa yang mengalami masalah pribadi, dalam hal ini yaitu siswa yang mempunyai permasalahan dalam keluarganya yang berlatar belakang broken home. Beberapa tahapan dalam konseling individual, tahap awal konseling, tahap pertengahan konseling dan tahap akhir konseling. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan pelaksanaan konseling individual bagi siswa yang mengalami permasalahan broken home di SMK Negeri 2 Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan informan penelitian terdiri dari 3 orang yaitu 2 orang siswa dan 1 guru bimbingan dan konseling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data, menggunakan metode Sugiyono (2019) : reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada 3 tahap yang dilakukan guru BK dalam melakukan konseling individu pada siswa yang mengalami permasalahan broken home, yaitu yang pertama adalah tahap awal konseling dimana guru BK mempersiapkan berbagai aspek sebelum melakukan konseling seperti penataan ruang konseling, pengumpulan data dan penyusunan RPL. Yang kedua yaitu tahap konseling dimana guru BK melakukan proses konseling kepada siswa dengan menggunkan berbagai teknik serta pendekatan. Dan yang terakhir adalah tahap akhir konseling dimana guru BK melakukan monitoring kepada siswa yang telah guru BK berikan layanan konseling agar bisa memantau perkembangan siswa disekolah dan guru BK menyiapkan hasil laporan konseling individual.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PELAKSANAAN LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL PADA SISWA BROKEN HOME DI SMK NEGERI 2 TARAKAN

2024•

ABSTRAK Achmad Syahril Asyarie, 2024. “Gambaran Pelaksanaan Layanan Konseling Individual Pada Siswa Broken Home di SMK Negeri 2 Tarakan”. Pembimbing Utama Siti Rahmi, S.Sos., M.Pd Pembimbing Anggota Nazwa Manurung, M.Psi.,Psikolog. Terdapat siswa yang mengalami permasalahan broken home di SMK Negeri 2 Tarakan yang terjadi semenjak siswa tersebut menempuh sekolah mengenah pertama (SMP) menunjukan perilaku yang negatif, seperti sering bertengkar dengan teman sekelas, suka menyendiri dan mudah tersinggung. Sebagai seorang guru khususnya guru BK harus bertanggung jawab dalam membantu siswa dan memberikan layanan konseling untuk menyelesaikan permasalahan siswa. Konseling merupakan layanan yang tepat diberikan pada siswa yang mengalami masalah pribadi, dalam hal ini yaitu siswa yang mempunyai permasalahan dalam keluarganya yang berlatar belakang broken home. Beberapa tahapan dalam konseling individual, tahap awal konseling, tahap pertengahan konseling dan tahap akhir konseling. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan pelaksanaan konseling individual bagi siswa yang mengalami permasalahan broken home di SMK Negeri 2 Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan informan penelitian terdiri dari 3 orang yaitu 2 orang siswa dan 1 guru bimbingan dan konseling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data, menggunakan metode Sugiyono (2019) : reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada 3 tahap yang dilakukan guru BK dalam melakukan konseling individu pada siswa yang mengalami permasalahan broken home, yaitu yang pertama adalah tahap awal konseling dimana guru BK mempersiapkan berbagai aspek sebelum melakukan konseling seperti penataan ruang konseling, pengumpulan data dan penyusunan RPL. Yang kedua yaitu tahap konseling dimana guru BK melakukan proses konseling kepada siswa dengan menggunkan berbagai teknik serta pendekatan. Dan yang terakhir adalah tahap akhir konseling dimana guru BK melakukan monitoring kepada siswa yang telah guru BK berikan layanan konseling agar bisa memantau perkembangan siswa disekolah dan guru BK menyiapkan hasil laporan konseling individual.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI GULMA PADA LAHAN BUDIDAYA TANAMAN HORTIKULTURA DI KECAMATAN TARAKAN UTARA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

IDENTIFIKASI GULMA PADA LAHAN BUDIDAYA TANAMAN HORTIKULTURA DI KECAMATAN TARAKAN UTARA Abstrak Gulma merupakan tumbuhan pengganggu yang memliki kandungan racun sehingga dapat menurunkan produktivitas tanaman. Untuk menegetahui spesies dari suatu gulma maka perlu dilakukan indentifikasi. Identifikasi gulma bertujuan untuk mengetahui spesies gulma, jumlah gulma, dan jenis gulma yang dominan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober hingga November 2020, yang bertempat di lahan budidaya tanaman holtikultura di Kecamatan Tarakan Utara. Motode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode acak dengan petak kuadrat berukuran 1 x 1 m sebanyak 50 sampel. Hasil penelitian yang dilakukan terdapat 29 jenis gulma yang ada di lahan budidaya tanaman hortikultura di Kecamatan Tarakan Utara, 20 jenis termasuk golongan berdaun lebar, 7 jenis termasuk golongan rerumputan, dan 2 jenis termasuk golongan teki-tekian. Adapun gulma yang dominan tumbuh pada lahan budidaya tanaman hortikultura di Kecamatan Tarakan Utara yaitu gulma Eleusin indica dengan nilai SDR 18,92%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HUBUNGAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK TERHADAP LAJU KONSUMSI OKSIGEN PADA SEDIMEN TAMBAK TRADISIONAL DI KOTA TARAKAN

2020•Koleksi Perpustakaan

Kota Tarakan merupakan salah satu penghasil komoditas udang windu (Penaeus monodon) melalui pengelolaan tambak tradisional. Tanah tambak (sedimen) merupakan tempat terakumulasinya bahan organik, baik yang sudah terdekomposisi maupun yang belum terdekomposisi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kandungan bahan organik terhadap laju konsumsi oksigen pada sedimen tambak tradisional di kota Tarakan. Metode purposive random sampling digunakan untuk penentuan lokasi penelitian dan pengambilan sampel sedimen. Data dianalisis secara deskriptif, persamaan regresi linier sederhana dan uji statistik korelasi. Dari hasil penelitian didapatkan nilai koefisien korelasi pada tambak pertama sebesar 0,66 yang artinya kedua variabel memiliki hubungan yang cukup, tambak kedua dan ketiga masing-masing memiliki nilai koefisien korelasi sebesar 0,94 dan 0,93 yang artinya kedua variabel memiliki hubungan yang tinggi dan kuat. Nilai koefisien korelasi dari ketiga tambak adalah positif yang berarti kedua variabel dari masing-masing tambak memiliki hubungan yang searah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HUBUNGAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK TERHADAP LAJU KONSUMSI OKSIGEN PADA SEDIMEN TAMBAK TRADISIONAL DI KOTA TARAKAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kota Tarakan merupakan salah satu penghasil komoditas udang windu (Penaeus monodon) melalui pengelolaan tambak tradisional. Tanah tambak (sedimen) merupakan tempat terakumulasinya bahan organik, baik yang sudah terdekomposisi maupun yang belum terdekomposisi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kandungan bahan organik terhadap laju konsumsi oksigen pada sedimen tambak tradisional di kota Tarakan. Metode purposive random sampling digunakan untuk penentuan lokasi penelitian dan pengambilan sampel sedimen. Data dianalisis secara deskriptif, persamaan regresi linier sederhana dan uji statistik korelasi. Dari hasil penelitian didapatkan nilai koefisien korelasi pada tambak pertama sebesar 0,66 yang artinya kedua variabel memiliki hubungan yang cukup, tambak kedua dan ketiga masing-masing memiliki nilai koefisien korelasi sebesar 0,94 dan 0,93 yang artinya kedua variabel memiliki hubungan yang tinggi dan kuat. Nilai koefisien korelasi dari ketiga tambak adalah positif yang berarti kedua variabel dari masing-masing tambak memiliki hubungan yang searah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail