Abstrak
Kota Tarakan merupakan salah satu penghasil komoditas udang windu (Penaeus monodon) melalui pengelolaan tambak tradisional. Tanah tambak (sedimen) merupakan tempat terakumulasinya bahan organik, baik yang sudah terdekomposisi maupun yang belum terdekomposisi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kandungan bahan organik terhadap laju konsumsi oksigen pada sedimen tambak tradisional di kota Tarakan. Metode purposive random sampling digunakan untuk penentuan lokasi penelitian dan pengambilan sampel sedimen. Data dianalisis secara deskriptif, persamaan regresi linier sederhana dan uji statistik korelasi. Dari hasil penelitian didapatkan nilai koefisien korelasi pada tambak pertama sebesar 0,66 yang artinya kedua variabel memiliki hubungan yang cukup, tambak kedua dan ketiga masing-masing memiliki nilai koefisien korelasi sebesar 0,94 dan 0,93 yang artinya kedua variabel memiliki hubungan yang tinggi dan kuat. Nilai koefisien korelasi dari ketiga tambak adalah positif yang berarti kedua variabel dari masing-masing tambak memiliki hubungan yang searah.