BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB dalam melakukan intervensi kemanusiaan dalam konflik bersenjata antara Palestina-Israel. Serta untuk mengetahui prosedur pelaksanaan Intervensi Kemanusiaan yang dilakukan oleh PBB pada konflik bersenjata. Semua data yang diperoleh dalam penelitian, baik data primer maupun sekunder dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif. Selain itu, data tersebut dijelaskan secara mendalam dengan cara mengkaji masalah yang ada yang berkaitan dengan penelitian ini. Metode deskriptif digunakan untuk memperolah gambaran yang jelas, terperinci, dan komprehensif mengenai objek yang diteliti, dalam hal ini menggambarkan peran PBB dalam intervensi kemanusiaan pada konflik bersenjata antara Palestina-Israel. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa PBB berperan sebagai penjaga nila-nilai hukum humaniter internasional, pelindung hak asasi manusia, dan penyalur bantuan kemanusiaan. Meski peran PBB terbatas secara strategis, keberadaannya tetap penting sebagai penyeimbang moral, hukum, dan kemanusiaan dalam konflik yang terus berlangsung ini. Doktrin Responsibility to Protect (R2P) memberikan dasar moral untuk intervensi atas nama krisis kemanusiaan, ambiguitas terbesarnya terletak pada tidak adanya entitas yang secara jelas ditunjuk untuk melaksanakan intervensi tersebut. Ketergantungan pada otorisasi Dewan Keamanan hanya menyelesaikan masalah prosedur, bukan masalah siapa yang bertanggung jawab langsung melaksanakannya, menjadikannya hambatan praktis yang signifikan. Hambatan-hambatan yang ada juga menjadi penghalang untuk terwujudnya resolusi. Mekanisme intervensi dalam hukum internasional didasarkan pada prinsip kedaulatan negara dan larangan penggunaan kekuatan secara sepihak, sebagaimana diatur dalam Piagam PBB. PBB dalam hal ini harus mengatur secara eksplisit terkait dengan intervensi agar Dewan Keamanan dapat mengupayakan resolusi dengan mandat kuat untuk melindungi warga sipil di wilayah konflik. Mekanisme reformasi Dewan Keamanan perlu dibahas lebih serius untuk mencegah kebuntuan dalam pengambilan keputusan krisis kemanusiaan. Pertimbangan penerapan prinsip R2P, jika terjadi pelanggaran berat terhadap hukum humaniter seperti genosida atau kejahatan perang, di mana intervensi militer bisa dibenarkan sebagai upaya terakhir untuk melindungi warga sipil dengan mandat PBB.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB dalam melakukan intervensi kemanusiaan dalam konflik bersenjata antara Palestina-Israel. Serta untuk mengetahui prosedur pelaksanaan Intervensi Kemanusiaan yang dilakukan oleh PBB pada konflik bersenjata. Semua data yang diperoleh dalam penelitian, baik data primer maupun sekunder dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif. Selain itu, data tersebut dijelaskan secara mendalam dengan cara mengkaji masalah yang ada yang berkaitan dengan penelitian ini. Metode deskriptif digunakan untuk memperolah gambaran yang jelas, terperinci, dan komprehensif mengenai objek yang diteliti, dalam hal ini menggambarkan peran PBB dalam intervensi kemanusiaan pada konflik bersenjata antara Palestina-Israel. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa PBB berperan sebagai penjaga nila-nilai hukum humaniter internasional, pelindung hak asasi manusia, dan penyalur bantuan kemanusiaan. Meski peran PBB terbatas secara strategis, keberadaannya tetap penting sebagai penyeimbang moral, hukum, dan kemanusiaan dalam konflik yang terus berlangsung ini. Doktrin Responsibility to Protect (R2P) memberikan dasar moral untuk intervensi atas nama krisis kemanusiaan, ambiguitas terbesarnya terletak pada tidak adanya entitas yang secara jelas ditunjuk untuk melaksanakan intervensi tersebut. Ketergantungan pada otorisasi Dewan Keamanan hanya menyelesaikan masalah prosedur, bukan masalah siapa yang bertanggung jawab langsung melaksanakannya, menjadikannya hambatan praktis yang signifikan. Hambatan-hambatan yang ada juga menjadi penghalang untuk terwujudnya resolusi. Mekanisme intervensi dalam hukum internasional didasarkan pada prinsip kedaulatan negara dan larangan penggunaan kekuatan secara sepihak, sebagaimana diatur dalam Piagam PBB. PBB dalam hal ini harus mengatur secara eksplisit terkait dengan intervensi agar Dewan Keamanan dapat mengupayakan resolusi dengan mandat kuat untuk melindungi warga sipil di wilayah konflik. Mekanisme reformasi Dewan Keamanan perlu dibahas lebih serius untuk mencegah kebuntuan dalam pengambilan keputusan krisis kemanusiaan. Pertimbangan penerapan prinsip R2P, jika terjadi pelanggaran berat terhadap hukum humaniter seperti genosida atau kejahatan perang, di mana intervensi militer bisa dibenarkan sebagai upaya terakhir untuk melindungi warga sipil dengan mandat PBB.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Skripsi ini berjudul Makna Mantra Pengobatan Tradisional Suku Tidung di Desa Sesayap Hilir Kajian Semiologi Roland Barthes. Skripsi ini merupakan karya akademik untuk menganalisis Makna Mantra PengobatanTradisional Suku Tidung di Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan mengetahui lebih mendalam tentang Makna Mantra Pengobatan Tradisional Suku Tidung di Kalimantan Utara. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriftif Kualititatif. Data penelitian ini diperoleh dengan metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tiga pengamatan langsung dilapangan dengan Narasumber. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat Makna Mantra Pengobatan Tradisional Suku Tidung dalam Kajian Roland Barthes. Proses signifikasi tahap pertama merupakan hubungan antara signifier (penanda) dan signified (pertanda) yang biasa disebut sebagai denotasi, yaitu makna sebenarnya dari tanda. Pada proses signifikasi tahap kedua digunakan isitilah konotasi yaitu makna yang paling tidak berhubungan dengan isi (bukan makna sebenarnya) dan yang terakhir yaitu tanda bekerja melalui mitos. Mitos merupakan lapisan pertanda dan makna yang paling dalam. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai makna dalam mantra pengobatan tradisional suku Tidung di Kalimantan utara dapat ditarik kesimpulan, bahwa makna mantra pengobatan suku Tidung lazim disebut sebagai tawar. Pembacaan tawar terlebih dahulu mengungkapkan permohonan kepada Allah Subhanahu wata’ala dan juga meminta izin kepada kaum leluhur yang telah mewarisi mantra pengobatan tradisional tersebut, hal ini dianggap sebagai adab pembacaan mantra. Tawar pengobatan suku Tidung berasal dari bahasa arab, bahasa melayu, dan bahasa Tidung Terdapat 30 data yang berupa mantra untuk mengobati bermacam jenis penyakit. Terdapat 18 data mantra yang memiliki makna dan dapat dianalisis dan terdapat 12 data mantra yang tidak diketahui bacaannya sehingga tidak dapat dimaknai dan dianalisis.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA BAGI PESERTA DIDIK KELAS X DI SMA IDRISIYYAH TANJUNG SELOR ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa saja yang menjadi kesulitan belajar bagi peserta didik kelas X di SMA Idrisyyah Tanjung Selor dan faktor- faktor apa saja yang menjadi penyebab timbulnya kesulitan belajar tersebut. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, subjek penelitian adalah 5 orang peserta didik dan data- data yang dikumpulkan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilaksanakan di kelas X SMA Idrisyyah Tanjung Selor. Sumber data dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA Idrisiyyah Tanjung Selor. Hasil penelitian menunjuk bahwa peserta didik secara umum mengalami kesulitan belajar matematika berupa kesulitan dalam memahami konsep, kesulitan dalam keterampilan berhitung dan kesulitan dalam pemecahan masalah. Sedangkan faktor penyebab kesulitan belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika yaitu faktor internal pada aspek fisiologis meliputi kesehatan fisik dan panca indera, pada aspek psikologis meliputi motivasi dan minat serta keaktifan dan kebiasaan belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika. Pada faktor eksternal yaitu sekolah yang meliputi kondisi kelas dan sarana prasarana serta lingkungan masyarakat yang berupa lingkungan di pesantren Fatimah Az- Zahra.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul Makna Mantra Pengobatan Tradisional Suku Tidung di Desa Sesayap Hilir Kajian Semiologi Roland Barthes. Skripsi ini merupakan karya akademik untuk menganalisis Makna Mantra PengobatanTradisional Suku Tidung di Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan mengetahui lebih mendalam tentang Makna Mantra Pengobatan Tradisional Suku Tidung di Kalimantan Utara. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriftif Kualititatif. Data penelitian ini diperoleh dengan metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tiga pengamatan langsung dilapangan dengan Narasumber. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat Makna Mantra Pengobatan Tradisional Suku Tidung dalam Kajian Roland Barthes. Proses signifikasi tahap pertama merupakan hubungan antara signifier (penanda) dan signified (pertanda) yang biasa disebut sebagai denotasi, yaitu makna sebenarnya dari tanda. Pada proses signifikasi tahap kedua digunakan isitilah konotasi yaitu makna yang paling tidak berhubungan dengan isi (bukan makna sebenarnya) dan yang terakhir yaitu tanda bekerja melalui mitos. Mitos merupakan lapisan pertanda dan makna yang paling dalam. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai makna dalam mantra pengobatan tradisional suku Tidung di Kalimantan utara dapat ditarik kesimpulan, bahwa makna mantra pengobatan suku Tidung lazim disebut sebagai tawar. Pembacaan tawar terlebih dahulu mengungkapkan permohonan kepada Allah Subhanahu wata’ala dan juga meminta izin kepada kaum leluhur yang telah mewarisi mantra pengobatan tradisional tersebut, hal ini dianggap sebagai adab pembacaan mantra. Tawar pengobatan suku Tidung berasal dari bahasa arab, bahasa melayu, dan bahasa Tidung Terdapat 30 data yang berupa mantra untuk mengobati bermacam jenis penyakit. Terdapat 18 data mantra yang memiliki makna dan dapat dianalisis dan terdapat 12 data mantra yang tidak diketahui bacaannya sehingga tidak dapat dimaknai dan dianalisis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA BAGI PESERTA DIDIK KELAS X DI SMA IDRISIYYAH TANJUNG SELOR ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa saja yang menjadi kesulitan belajar bagi peserta didik kelas X di SMA Idrisyyah Tanjung Selor dan faktor- faktor apa saja yang menjadi penyebab timbulnya kesulitan belajar tersebut. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, subjek penelitian adalah 5 orang peserta didik dan data- data yang dikumpulkan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilaksanakan di kelas X SMA Idrisyyah Tanjung Selor. Sumber data dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA Idrisiyyah Tanjung Selor. Hasil penelitian menunjuk bahwa peserta didik secara umum mengalami kesulitan belajar matematika berupa kesulitan dalam memahami konsep, kesulitan dalam keterampilan berhitung dan kesulitan dalam pemecahan masalah. Sedangkan faktor penyebab kesulitan belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika yaitu faktor internal pada aspek fisiologis meliputi kesehatan fisik dan panca indera, pada aspek psikologis meliputi motivasi dan minat serta keaktifan dan kebiasaan belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika. Pada faktor eksternal yaitu sekolah yang meliputi kondisi kelas dan sarana prasarana serta lingkungan masyarakat yang berupa lingkungan di pesantren Fatimah Az- Zahra.