Abstrak
Abstrak Di negara kepulauan transportasi laut seharusnya menjadi perimadona,karena terdapat pulau-pulau yang hanya dapat dihubungkan transportasi laut. Akan tetapi dalam prakteknya transportasi laut belum dikelola secara maksimal. Bentuk tanggung jawab PT.angkutan sungai danau dan penyeberangan (ASDP) indonesia ferry tarakan terhadap penumpang yg dirugikan apabila terjadi kecelakaan ,prosedur ganti rugi apabila terjadi kecelakaan kapal laut.pihak yang mengikatkan diri untuk menyelenggarakan angkutan penumpang atau barang yang berbentuk badan usaha dengan tanggung jawab terhadap pemilik barang pengirim dengan sejak barang terima untuk diangkut sampai diserahkan kepada penerima yang dimana tanggung jawab tersebut telah terjadi kecelakaan ganti rugi terdiri dari apa saja, ganti rugi tersebut berupa biaya ,rugi dan bunga (kosten,schanden en interesten) yang dimaksud dengan biaya adalah segala pengeluaran atau pengongkosan yang nyata-nyata telah dikeluarkan oleh satu pihak.maka pihak tertanggung mendapatkan tanggungan atas kerugian yang diakibatkan oleh pengoprasian pengangkutan penyeberangan dimana sebelumnya PT.ASDP sudah bekerja sama dengan pihak asuransi yaitu PT.Jasa raharja selaku pemberi pertanggungan resiko terhadap pengangkutan tersebut dan juga pelayaran bahwa setiap pengangkutan wajib mengansuransikan tanggung jawab nya.PT. ASDP selaku penyedia jasa angkutan penyeberangan. Dalam setiap peristiwa kecelakaan selalu dipublikasi kan bahwa faktor penyebab kecelakaan adalah dalam hal ini nahkoda kapal sejumlah peristiwa kecelakaan selama pelayaran,kerap menyebutkan bahwa jumlah penumpang tidak sesuai dengan manisfest atau bahkan kapal disebut overload sebelum berlayar petugas syahbandar seharusnya melakukan pengecekan bukan sekedar menerima laporan sebelum melakukan liris berlayar maka syahbandar memiliki peran yang sangat vital dalam mewujudkan keselamatan selama pelayaran,hukum yang sudah sangat tegas namun tidak dilaksanakan secara konsisten dengan kata lain hukuman yang dijatuhkan tidak menimbulkan efek jera sehingga peristiwa kecelakaan dilaut kerap terjadi. Meningkatkan sistem perlengkapan keamanan didalam kapal terhadap penumpang ataupun muatan kendaraan sehingga muatan kendaraan lebih aman dan terhindar dari kerusakan .