Kajian Kualitas Pupuk Organik (Kompos) dari Berbagai Bahan Baku Limbah Pasar dan Ternak Berdasarkan SNI 7763:2024
A
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir
A
A
Penelitian ini membahas tentang makna dan simbol dalam prosesi Mecaq Undat, yaitu tradisi panen padi masyarakat Dayak Kenyah di Desa Agung Baru. Tradisi ini sarat dengan simbol-simbol budaya yang mencerminkan nilai spiritualitas, kebersamaan, dan hubungan harmonis antara manusia, alam, serta leluhur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian semiotika Charles Sanders Pierce yang memfokuskan pada analisis sign (tanda), object (objek), dan interpretant (interpretasi) dalam setiap rangkaian upacara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai simbol, seperti gong, alu kayu, pakaian adat, serta sesaji, memiliki makna mendalam yang tidak hanya berfungsi sebagai perlengkapan upacara, tetapi juga sebagai media komunikasi budaya yang menegaskan identitas Dayak Kenyah. Gong misalnya melambangkan panggilan sakral untuk kebersamaan, alu kayu menggambarkan kerja sama dan ketekunan, sedangkan pakaian adat dan hiasannya menjadi simbol status, kesucian, serta penghormatan terhadap leluhur. Interpretasi dari simbol-simbol tersebut memperlihatkan bahwa prosesi Mecaq Undat bukan hanya kegiatan panen, melainkan sebuah ritual sakral yang mengandung pesan syukur, solidaritas, serta pelestarian nilai-nilai budaya lokal. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa semiotika Pierce mampu mengungkap kedalaman makna simbolik dalam tradisi Dayak Kenyah dan pentingnya menjaga keberlanjutan warisan budaya tersebut.
Satriana, 2025. Pengembangan Media Big Book Kisah Putri Tadampalik Sebagai Penguatan Dimensi Berkebhinekaan Global pada Siswa SMPN 7 Tarakan, Pembimbing Utama Nisa Ariantini, M.Pd., dan Pembimbing Kedua Emmy Ardiwinata, M.Pd. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman siswa SMPN 7 Tarakan mengenai keberagaman budaya yang memicu ejekan hingga konflik antar teman. Upaya untuk menanamkan sikap toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan nilai kebersamaan dapat dilakukan melalui layanan informasi berbasis media yang menarik. Media yang dipilih dalam penelitian ini adalah Big Book berjudul Kisah Putri Tandampalik, sebuah cerita rakyat Bugis yang sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan, kesabaran, serta penghormatan terhadap budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian terdiri dari validator ahli media, ahli materi, serta uji coba terbatas kepada siswa SMPN 7 Tarakan. Instrumen yang digunakan berupa lembar validasi ahli dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Big Book memperoleh persentase kelayakan sebesar 89,7 kategori sangat layak, dan persentase kepraktisan sebesar 94,35 kategori sangat praktis. Secara keseluruhan, media Big Book kisah Putri Tandampalik dinyatakan sangat layak dan praktis digunakan dalam layanan informasi multikultural untuk memperkuat dimensi Berkebhinekaan Global pada siswa SMPN 7 Tarakan.
AYU RAHMADANY 2025. Analisis Bentuk-Bentuk Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Novel Kresek Hitam Karya Honey Dee (Kajian Feminisme). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan (dibimbing oleh Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A dan Nurul Hanna Fauziyyah, M.A) Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan dalam novel Kresek Hitam karya Honey Dee dengan menggunakan kajian feminisme. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Kresek Hitam yang diterbitkan pada tahun 2023. Adapun data dalam penelitian ini berupa kalimat dan penggalan dialog yang menggambarkan bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan di dalam novel Kresek Hitam karya Honey Dee berdasarkan tinjauan kajian feminisme. Hasil penelitian ini menunjukan adanya tiga bentuk kekerasan terhadap perempuan di dalam novel Kresek Hitam karya Honey Dee, dengan 20 jumlah data kekerasan terhadap perempuan dalam novel Kresek Hitam karya Honey Dee, yaitu 1) kekerasan fisik, sebanyak dua data 2) kekerasan psikologis, sebanyak tujuh belas data, dan 3) kekerasan seksual, sebanyak satu data.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran ular tangga pada materi Daerahku Kebanggaanku untuk menumbuhkan kepercayaan diri siswa kelas V-C SDN 006 Tarakan. Latar belakang penelitian didasarkan pada hasil observasi yang menunjukkan rendahnya partisipasi dan rasa percaya diri siswa dalam proses pembelajaran, khususnya saat menyampaikan pendapat, presentasi, maupun bekerja sama dalam kelompok. Model penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Produk yang dikembangkan berupa media ular tangga berukuran 3 x 3 meter dengan komponen papan permainan, dadu, kartu soal, serta panduan penggunaan yang disesuaikan dengan kurikulum merdeka dan materi IPAS. Validasi dilakukan oleh ahli media, ahli materi, dan praktisi untuk menilai kelayakan produk. Uji coba terbatas melibatkan 6 siswa kelas V-A, sedangkan uji coba lapangan melibatkan 27 siswa kelas V-C. Data dikumpulkan melalui angket validasi, angket respon siswa, dan lembar observasi kepercayaan diri. Hasil validasi menunjukkan kategori “sangat layak” pada aspek media 91%, materi 94%, dan praktisi 97%, dengan rata-rata 94%. Hasil angket respon siswa pada uji coba terbatas memperoleh persentase 85%, pada uji coba lapangan memperoleh persentase 88,66% yang menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dengan persentase kategori “sangat tinggi”. Penggunaan media ular tangga terbukti efektif menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan interaktif, serta mendorong siswa untuk berani mengemukakan pendapat, bekerja sama, dan menyelesaikan tugas dengan percaya diri. Dengan demikian, media pembelajaran ular tangga layak digunakan sebagai alternatif inovasi pembelajaran untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa sekolah dasar.
Kasus perdagangan manusia (TPPO) terus meningkat, dan akibatnya, banyak korban menghadapi berbagai kesulitan dan membutuhkan perlindungan hukum atas segala kerugian dan penderitaan yang mereka alami sebagai korban perdagangan manusia. Menawarkan pekerjaan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri merupakan salah satu cara terjadinya perdagangan manusia (TPPO). Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan dan menganalisis perlindungan hukum bagi pekerja migran Indonesia korban perdagangan manusia, serta upaya hukum yang harus dilakukan pemerintah untuk memberikan perlindungan hukum kepada mereka. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan menggunakan data sekunder dan Teknik pengumpulan data dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini membahas tantangan dan solusi dalam memberikan perlindungan hukum bagi pekerja migran Indonesia melalui perundang-undangan yang berlaku bagi pekerja migran Indonesia yaitu Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 dan pekerja yang telah menjadi korban perdagangan orang yaitu Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007. Selain solusi terdapat juga kendala yang dimana kendala itu sendiri berasal dari internal baik dari oknum yang menyalahgunakan kekuasaan untuk melindungi dan juga korban TPPO itu sendiri.
Ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan komoditas perikanan yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia karena kandungan gizi yang tinggi, terutama protein, lemak, vitamin, dan mineral. Namun, proses pengolahan seperti deep frying dapat mempengaruhi komposisi nutrisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik mutu ikan bandeng yang diolah dengan metode deep frying, meliputi kadar air, komposisi asam amino, dan profil asam lemak. Metode penelitian meliputi preparasi sampel berupa fillet skin on dengan panjang fillet adalah 8,5 cm dan lebar 2,5 cm. Penggorengan dilakukan pada suhu 180°C selama 10, 15, dan 20 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji hedonik, sebanyak 30 panelis tidak terlatih lebih menyukai ikan bandeng goreng fillet skin on yang diolah secara deep frying pada suhu 180°C selama 10 menit dengan nilai 7. Pada perlakuan tersebut, kadar air ikan bandeng sebesar 40%. Asam amino tertinggi adalah asam glutamat sebesar 23,93 mg/kg. Profil asam lemak didominasi oleh asam lemak jenuh/saturated fatty acid (SFA) sebesar 13,9%, diikuti asam lemak tak jenuh tunggal/monounsaturated fatty acid (MUFA) 11,95%, dan asam lemak tak jenuh ganda/polyunsaturated fatty acid (PUFA) 5,41%. Kesimpulan penelitian ini adalah diperoleh data mengenai karakteristik mutu ikan bandeng yang diolah secara deep frying.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyelesaian sengketa pertanahan melalui mediasi di BPN. serta untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum terhadap pihak yang menguasai tanah secara fisik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, serta mengacu pada bahan hukum primer, sekunder, tersier. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sengketa pertanahan melalui mediasi di Badan Pertanahan Nasional (BPN) dapat ditempuh dengan penerimaan pengaduan masyarakat atau pihak yang merasa dirugikan, registrasi dan verifikasi administratif, analisis kewenangan, penawaran penyelesaian melalui mediasi, penunjukan mediator oleh BPN, dilaksanakan mediasi, hasil mediasi, dan kesepakatan. Apabila tidak dapat diselesaikan dengan mediasi saja dikantor pertanahan maka dilanjutkan kepengadilan. Penelitian ini juga menunjukan bahwa bentuk perlindungan terhadap pihak yang menguasai tanah yaitu dengan bentuk perlindungan berdasarkan UUPA No. 5 Tahun 1960 dan Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 tentang pendaftaran tanah. Sebagaimana tercantum dalam pasal 19 ayat (2) huruf c UUPA, negara wajib menyelenggarakan pendaftaran tanah untuk menjamin kepastian hukum bagi pemegang hak atas tanah dan perlindungan hukum bagi pemegang hak atau tanah. Dengan adanya proses penyelesaian sengketa melalui mediasi di BPN dan Bentuk pelindungan hukum terhadap pihak pemegang ha katas tanah secara fisik tersebut diharapkan tidak terjadi kembali sertifikat ganda. Serta diharapkan untuk Badan Pertanahan Nasional untuk lebih mendalami dan memperhatikan data fisik serifikat yang telah sah diterbitkan agar tidak terjadi kembali sertifikat ganda agar ada kepastian hukum bagi pemilik tanah.
Pembangunan gedung di Indonesia memiliki berbagai macam tipe struktur salah satunya pada jenis pelat lantai, maka dilakukan analisis perbandingan antara sistem pelat konvensional dan sistem flat slab dengan drop panel terhadap pengaruh kekakuan struktur gedung Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana perbedaan kekakuan struktur yang dihasilkan oleh kedua sistem tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis numerik berbasis pemodelan struktur menggunakan perangkat lunak analisis struktur. Hasil analisis yang diperoleh, yaitu sistem pelat konvensional memiliki perioda getar arah X sebesar 2,363 detik dan arah Y sebesar 2,474 detik, sedangkan sistem flat slab memiliki perioda getar arah X sebesar 3,031 detik dan arah Y sebesar 2,952 detik. Kemudian, sistem pelat konvensional memiliki nilai base shear akibat pengaruh gaya gempa arah X sebesar 4340,6591 KN dan arah Y sebesar 4340,2926 KN, sedangkan sistem flat slab memiliki nilai base shear akibat pengaruh gaya gempa arah X sebesar 4424,8033 KN dan arah Y sebesar 4406,862 KN. Selain itu, sistem pelat konvensioanal memiliki simpangan maksimum akibat pengaruh gempa arah X sebesar 49,76 mm dan arah Y sebesar 47,795 mm, sedangkan sistem flat slab memiliki simpangan maksimum akibat pengaruh gempa arah X sebesar 62,531 mm dan arah Y sebesar 96,177 mm. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa nilai perioda, base shear dan simpangan sistem pelat konvensional lebih kecil daripada sistem flat slab, sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem struktur pelat konvensional memiliki tingkat kekakuan yang lebih tinggi dari pada sistem struktur flat slab.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tanggung Pemerintah Kota Tarakan terhadap Pemenuhain Hak Atas Pendidikan Bagi Anak Usia Sekolah. Serta untuk mengetahui dan menganalisis Hambatan dan Tantangan Pemerintah Kota Tarakan terhadap Pemenuhan Hak Atas Pendidikan Bagi Anak Usia Sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa tanggung jawab hukum Pemerintah Kota Tarakan dalam memenuhi hak pendidikan anak usia sekolah, didorong oleh amanat konstitusi dan masih adanya anak tidak sekolah di Kota Tarakan. Penelitian Empiris ini menganalisis tanggung jawab pemerintah dan hambatannya melalui wawancara dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, serta studi dokumen hukum. Pengumpulan data dilakukan dengan penelusuran perundang-undangan, buku, jurnal, media internet dan wawancara. Hasilnya menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Tarakan telah melakukan berbagai upaya nyata, seperti penyediaan fasilitas sekolah, pendidikan gratis, beasiswa, sekolah rakyat, dan pendidikan inklusif, menunjukkan komitmen terhadap tanggung jawab hukumnya. Namun, implementasinya menghadapi hambatan dan Tantangan kompleks, termasuk hambatan hukum, hambatan keuangan daerah, hambatan sarana-prasarana, hambatan sosial ekonomi, serta mindset masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penegakan hukum terhadap impor pakaian bekas di Kota Tarakan, serta mengidentifikasi kendala yang terjadi dalam penegakan hukum terhadap impor pakaian bekas. Metode penelitian yang digunakan adalah empiris dengan pendekatan kualitatif, melibatkan wawancara dengan instansi terkait seperti Bea Cukai Kota Tarakan dan Polres Kota Tarakan serta Pedagang pakaian bekas di Pasar Tenguyun Kota Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penegakan hukum terhadap impor pakaian bekas di Kota Tarakan belum maksimal, dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk regulasi yang ada, peran penegak hukum, sarana dan fasilitas serta kesadaran masyarakat. Penegakan hukum impor pakaian bekas diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 sebagaimana perubahan atas Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40 Tahun 2022. Meskipun terdapat undang-undang yang mengatur sanksi bagi pelanggar, implementasinya di lapangan masih belum maksimal, baik dari aspek ekonomi dan kesehatan. Efektivitas penegakan hukum masih belum maksimal, karena masih ada kendala dalam proses penegakan hukum yang disebabkan oleh keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya sarana sarana dan prasarana pendukung, lemahnya koordinasi antarinstansi, serta rendahnya kesadaran masyarakat mengenai bahaya pakaian bekas impor. Letak geografis Kota Tarakan yang berbatasan langsung dengan Malaysia juga menjadi faktor yang memudahkan masuknya produk ilegal melalui jalur tidak resmi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kapasitas dalam pengawasan, edukasi masyarakat, dan Kerjasama antar instansi untuk mengatasi pakaian bekas impor secara efektif. Dengan demikian, diharapkan risiko hukum dan kesehatan masyarakat dapat terlindungi yang dapat ditimbulkan oleh pakaian bekas impor.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun media pembelajaran interaktif berbasis Augmented Reality pada materi sistem tata surya untuk siswa kelas VI SDN 012 Tarakan. Adapun metode pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah metode ADDIE yang meliputi tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Media pembelajaran ini dirancang menggunakan platform Unity dan Vuforia SDK dengan dukungan objek 3D dan audio penjelasan materi objek tersebut. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 012 Tarakan dengan melibatkan 26 siswa melalui teknik sampling purposiv. Media pembelajaran yang dirancang memuat materi tantang sistem tata surya yang terbatas hanya pada planet Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Matahari, dan Bulan. Hasil pengujian Marker Tracked menunjukkan bahwa penggunan kartu marker menggunakan barcode masih sulit untuk dideteksi oleh kamera AR. Kemudian pada pengujian fungsionalitas menggunakan blackbox testing menunjukkan bahwa 17 fitur yang ada pada aplikasi 100% berhasil dijalankan dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan. Hasil validasi ahli media menunjukkan nilai rata-rata persentase berada di 94% dengan kategori sangat layak, dan pada hasil validasi ahli materi menunjukkan nilai rata-rata persentase berada di 81,66% dengan kategori sangat layak. Kemudian pada hasil angket respon siswa menunjukkan nilai rata-rata keseluruhan berada di 96,09% dengan kategori sangat layak. Kemudian pada hasil Pre-Test dan Post-Test menunjukkan adanya peningkatan dari nilai pre-test sebesar 81,53 menjadi 90 pada nilai post-test. Sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwa metode pembelajaran interaktif berbasis Augmented Reality ini bisa menjadi salah satu metode pembelajaran yang efektif, menarik dan interaktif untuk diterapkan di SD Negeri 012 Tarakan.
Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm yang banyak ditemukan di lingkungan perairan dan berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem serta kesehatan manusia. Sungai Kayan di Kalimantan Utara merupakan salah satu sungai utama yang dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas seperti transportasi, perikanan, dan kebutuhan domestik, sehingga berpotensi mengalami pencemaran mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan menentukan kelimpahan mikroplastik di perairan Sungai Kayan. Pengambilan sampel dilakukan pada empat stasiun menggunakan metode purposive sampling dengan volume air 10 liter setiap titik. Sampel kemudian disaring, dipreparasi menggunakan larutan H₂O₂ dan NaCl, serta dianalisis secara mikroskopis untuk menentukan bentuk, ukuran, dan warna mikroplastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan mikroplastik bervariasi pada setiap stasiun, dengan nilai tertinggi di Stasiun 1 sebesar 12,5 partikel/L dan terendah di Stasiun 4 sebesar 6,4 partikel/L. Bentuk mikroplastik yang teridentifikasi paling dominan fragmen (35%), paling sedikit ditemukan bentuk mikroplastik pellet (14%). Berdasarkan warna, partikel hitam mendominasi dengan (30%), sedangkan merah paling sedikit dengan (1%). Dari segi ukuran, kelompok 100–500 µm merupakan yang terbanyak dengan (36%), sedangkan kelompok 1000–5000 µm hanya (1%). Temuan ini mengindikasikan bahwa Sungai Kayan telah tercemar mikroplastik dengan tingkat kelimpahan yang bervariasi, terutama dipengaruhi oleh aktivitas domestik dan antropogenik di sekitar sungai. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengelolaan lingkungan serta memberikan gambaran mengenai potensi risiko mikroplastik terhadap ekosistem dan kesehatan masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan hukum pidana terhadap penyalahgunaan pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite serta faktor-faktor yang menghambat penegakan hukum tersebut di Kabupaten Bulungan. Kabupaten Bulungan, yang terletak di Provinsi Kalimantan Utara, merupakan wilayah dengan kebutuhan energi tinggi dan kondisi geografis yang luas sehingga distribusi BBM bersubsidi rawan disalahgunakan. Penyalahgunaan tersebut umumnya dilakukan melalui modus pembelian berulang dengan barcode ganda, penggunaan kendaraan yang dimodifikasi, serta penjualan kembali BBM subsidi kepada pihak yang tidak berhak. Penelitian ini menggunakan metode empiris dengan pengumpulan data melalui wawancara bersama aparat Kepolisian Resor Bulungan, pedagang BBM eceran, dan petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), serta observasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum pidana terhadap penyalahgunaan pengangkutan BBM bersubsidi di Kabupaten Bulungan belum berjalan optimal. Meskipun aparat kepolisian telah melaksanakan upaya preventif dan represif, lemahnya pengawasan distribusi, minimnya sosialisasi hukum, rendahnya kesadaran masyarakat, serta keterbatasan koordinasi antarinstansi menjadi kendala utama. Selain itu, putusan pengadilan terhadap pelanggaran masih cenderung menjatuhkan hukuman ringan sehingga belum memberikan efek jera yang kuat bagi pelaku. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan hukum pidana dan kebijakan energi di Indonesia, khususnya dalam upaya memperkuat perlindungan masyarakat serta memastikan subsidi energi tepat sasaran.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis path loss pada jaringan 4G LTE di wilayah Tarakan Barat menggunakan model Ericsson 9999 dan model polinomial kuadratik serta kubik. Pengukuran dilakukan melalui metode drive test pada dua antena sektor BTS yang menghasilkan data jarak dan parameter sinyal RSRP. Data tersebut digunakan untuk menghitung nilai path loss dan memodelkan hubungan antara jarak dan path loss menggunakan pendekatan regresi polinomial. Model Ericsson 9999 digunakan sebagai pembanding (benchmark) untuk menilai kinerja model polinomial. Hasil analisis menunjukkan bahwa model polinomial memberikan akurasi yang lebih tinggi dibandingkan model Ericsson 9999 pada semua skenario pengukuran. Nilai Root Mean Square Error (RMSE) untuk model polinomial kuadratik adalah 3.58 dB (antena 1), 3.38 dB (antena 2), dan 8.77 dB (gabungan), sedangkan model polinomial kubik menghasilkan RMSE 2.97 dB (antena 1), 3.10 dB (antena 2), dan 8.42 dB (gabungan). Pada data gabungan antena 1 dan antena 2, diperoleh persamaan regresi kuadratik PL=1.2784×10^(-5) x^2-0.0104x+144.3545 dan persamaan regresi kubik PL=1.5387×10^(-7) x^3-2,7106×10^(-4) x^2+0.1431x+120.9511. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa model polinomial, khususnya polinomial kubik, lebih sesuai digunakan untuk memodelkan path loss di wilayah Tarakan Barat. Model Ericsson 9999 tetap memiliki nilai guna sebagai pembanding, namun bukan model utama yang direkomendasikan.
A
Kemiskinan masih menjadi persoalan utama pembangunan di Kota Tarakan. Meskipun pemerintah telah melaksanakan berbagai program, angka kemiskinan dan jumlah orang terlantar tetap menunjukkan dinamika yang memerlukan perhatian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menelaah efektivitas pengeluaran pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan penanganan orang terlantar di Kota Tarakan. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa realisasi belanja daerah dan indikator kemiskinan yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik serta dokumen pemerintah daerah. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan alokasi belanja daerah terhadap perkembangan kemiskinan dan orang terlantar selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah Kota Tarakan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial. Namun, peningkatan alokasi tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan penurunan jumlah penduduk miskin dan orang terlantar. Kondisi ini mengindikasikan perlunya perbaikan dalam perencanaan dan pelaksanaan program agar anggaran yang tersedia dapat lebih efektif dalam menekan angka kemiskinan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi dan merumuskan kebijakan pembangunan sosial yang lebih tepat sasaran serta berkelanjutan.