WILIBRODUS GARE
2026 · Thesis · Open Access
Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) adalah sistem pembangkit listrik berkapasitas kecil yang memanfaatkan energi air sebagai sumber penggerak, terdapat tiga komponen utama, yakni air sebagai penghasil energi kinetik, turbin, dan generator. Turbin merupakan bagian yang memilik peran utama dalam mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Adapun hasil karakteristik aliran fluida nozzle ganda pada turbin pelton untuk nilai tekanan total dalam pascal yang didapat yaitu, pada bukaan valve 25% nilai tekanan totalnya sebesar 205.517,012 Pa, 50% nilai tekanan totalnya sebesar 226.817,128 Pa, 75% nilai tekanan totalnya sebesar 241.030,578 Pa dan 100% nilai tekanan totalnya sebesar 248.301,674 Pa. Besarnya nilai tekanan total dipengaruhi oleh bukaan valve pada Input Nozzel di mana semakin besar bukaan valve maka nilai debit, kecepatan dan tekanan total akan semakin besar. Hasil perhitungan efisiensi pada turbin pelton didapatkan hasil sebagai berikut, pada bukaan valve 25% nilai efisiensinya sebesar 13%, 50% nilai efisiensinya sebesar 48%, 75% nilai efisiensinya sebesar 65% dan 100% nilai efisiensinya sebesar 73%. Berdasarkan hasil perhitungan nilai efisiensi turbin di peroleh nilai tertinggi pada bukaan valve 100% yaitu 73%. Adapun nilai efisiensi turbin ini di pengaruhi oleh besarnya nilai daya generator (output) di bagi dengan daya hidrolisis Inputnya dan dikalikan dengan 100%.
EKA NOVIANA
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman hukum konsumen dan upaya perlindungan hukum yang diberikan terhadap konsumen yang dirugikan akibat perbedaan harga antara rak dan kasir di minimarket Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum empiris yang melihat keberlakuan hukum sebagai bentuk nyata dengan menelaah permasalahan yang ada dan menggambarkan pemahaman konsumen serta mekanisme perlindungan hukum yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen telah memahami hak dan kewajiban terkait transparansi harga, namun penerapannya dalam transaksi sehari-hari masih terbatas karena rendahnya kesadaran hukum, sehingga sulit memperjuangkan hak saat terjadi kerugian. Perlindungan hukum yang diberikan terhadap konsumen terdiri dari dua bentuk yaitu represif bentuk penyelesaian sengketa melalui pengaduan langsung ke pemilik usaha atau Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), serta preventif yaitu perlindungan hukum yang bertujuan untuk mencegah kerugian sebelum terjadi dengan cara melakukan sosialisasi hak konsumen oleh pihak yang berwenang dan melakukan pengecekkan rutin diminimarket. Kurangnya sosialisasi yang dilakukan terkait hak konsumen kepada konsumen Kota Tarakan dan kurangnya dukungan pemerintah daerah untuk memfasilitasi sosialisasi sehingga pelaksanaan hukum perlindungan konsumen kurang efektif, karena itu mekanisme pengawasan dan penyelesaian masalah tidak bisa berjalan baik tanpa partisipasi aktif dari konsumen itu sendiri.
BAGUS PRAWIRO
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bermaksud untuk menjawab pertanyaan mengenai tinjauan terhadap penerapan asas Final and Binding dalam pembatalan putusan arbitrase oleh Pengadilan Negeri Tarakan. Pertama apakah masih ada upaya hukum yang dapat dilakukan terhadap putusan arbitrase dalam perkara No. 45097/X/ARB BANI/2022. Kedua apakah pembatalan putusan arbitrase oleh Pengadilan Negeri Tarakan selaras dengan prinsip Final and Binding sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Metode yang digunakan adalah analisis yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa putusan arbitrase bersifat final dan mengikat sebagaimana Pasal 60, pembatalan masih dimungkinkan secara terbatas berdasarkan Pasal 70. Namun, dalam perkara No. 45097/X/ARB-BANI/2022, Pengadilan Negeri Tarakan mengabulkan pembatalan di luar unsur limitatif yang ada pada Pasal 70. Pada tingkat banding, Mahkamah Agung menyatakan unsur Pasal 70 tidak terpenuhi dan memutus perkara pada tingkat pertama dan terakhir sehingga putusan BANI kembali berlaku, maka selanjutnya tidak tersedia lagi upaya hukum yang dapat ditempuh oleh para pihak. Kedua, Praktiknya Pengadilan Negeri Tarakan membatalkan putusan arbitrase dengan melampaui batas kewenangan, Studi kasus Putusan No. 76/Pdt.Sus-Arb/2024/PN Tar. menunjukkan hal ini dimana hakim Pengadilan Negeri Tarakan mengoreksi substansi pokok perkara yang menjadi kewenangan absolut Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI), sehingga adanya perluasan kewenangan yang tidak sejalan dengan prinsip Final and Binding, serta berpotensi membuka ruang bagi pihak yang kalah untuk menempuh jalur litigasi sebagai bentuk pengulangan sengketa. sehingga pada kesimpulan Pengadilan Negeri Tarakan tidak menerapkan prinsip Final and Binding.
NASWA ADHE FEBRIAN
2026 · Thesis · Open Access
Perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) membuka peluang penyalahgunaan baru dalam bentuk pencemaran nama baik digital, khususnya melalui teknologi deepfake yang mampu memanipulasi wajah, suara, dan identitas seseorang secara realistis sehingga sulit dibedakan dari konten asli. Regulasi yang ada yaitu Pasal 27A UU ITE dan Pasal 433 KUHP Nasional belum secara khusus mengatur penyalahgunaan AI, sehingga muncul celah hukum yang dimanfaatkan pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tinjauan kriminologi terhadap pencemaran nama baik melalui sarana AI serta fungsi kriminologi terhadap pertanggungjawaban pidana atas perbuatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual, pendekatan perundang-undangan, dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejahatan ini diminati dan terus berulang karena seseorang mempelajari manipulasi konten melalui komunitas digital yang menormalisasi perilaku tersebut, didukung teknologi AI yang mudah diakses, gratis, dan tersedia tutorialnya, serta didorong oleh motif ekonomi, balas dendam, rendahnya empati, dan anonimitas ruang siber yang melemahkan kontrol moral pelaku. Kriminologi berfungsi dalam pertanggungjawaban pidana melalui analisis motif pelaku sebagai dasar penilaian mens rea, pembuktian unsur kesalahan melalui analisis pola perilaku digital, penentuan pihak yang bertanggung jawab mulai dari pembuat konten, penyebar, hingga platform digital yang lalai, serta sebagai landasan ilmiah pembaruan hukum pidana yang lebih responsif terhadap perkembangan kejahatan berbasis AI. Penelitian ini menyarankan agar masyarakat meningkatkan literasi digital, penegak hukum mengoptimalkan kapasitas forensik digital, lembaga legislatif bersama pemerintah segera membentuk regulasi khusus yang mengatur penyalahgunaan AI dan deepfake dalam revisi UU ITE maupun KUHP Nasional, serta Penyedia Sistem Elektronik (PSE) dibatasi dan diawasi ketat oleh negara guna mencegah penyebaran konten manipulatif di ruang digital.
DEO JULIAN MOWILOS
2026 · Thesis · Open Access
Kualitas dan kuantitas minyak nilam sangat dipengaruhi oleh proses ekstraksi dan lama waktu ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis pelarut dan lama ekstraksi serta interaksinya terhadap hasil dan kualitas minyak nilam. Penelitian dilaksanakan pada bulan April–Mei 2025 di Laboratorium Nutrisi Fakultas Perikanan Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor, yaitu jenis pelarut (aquades, etanol 96%, dan heksana) serta lama ekstraksi (30, 60, dan 90 menit), dengan tiga ulangan sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi volume minyak, rendemen minyak, warna, indeks bias, dan kadar patchouli alkohol. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf kepercayaan 5% apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pelarut berpengaruh nyata terhadap nilai indeks bias minyak nilam, sedangkan lama ekstraksi dan interaksi kedua faktor tidak berpengaruh nyata terhadap rendemen dan volume minyak. Seluruh perlakuan menghasilkan warna minyak kuning muda dan kadar patchouli alkohol ≥30% yang telah memenuhi standar SNI minyak nilam. Dengan demikian, pemilihan jenis pelarut yang tepat berperan penting dalam menentukan kualitas minyak nilam yang dihasilkan.
MARIANTI
2026 · Thesis · Open Access
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny.M di Puskesmas Mamburungan Kota Tarakan yang dilaksanakan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga bayi baru lahir dengen pendekatan Continuity of Care. Tujuan pelaksanaan asuhan in adalah memberikan pelayanan kebidanan yang menyeluruh, memantau kondisi ibu dan bayi secara berkelanjutan, serta mendeteksi dini adanya komplikasi untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi. Asuhan kehamilan dilakukan pada tanggal 12 Februari 2026 saat usia kehamilan 35 minggu 6 hari. Hasil pemeriksaan menunjukan kondisi ibu dan janin dalam keadaaan baik tanpa adanya komplikasi. Pelayanan antenatal diberikan sesuai standar pelayanan 10 T, meliputi pemeriksaan fisik, pemantau pertumbuhan janin, penberian edukasi, serta konseling kesehatan dan seluruh asuhan kehamilan di dokumentasikan menggunakan SOAP. Asuhan persalinan berlangsung pada tanggal 8 Maret 2026 pada usia kehamilan 39 minggu 2 hari. Persalinan berlangsung normal dan mengikuti 60 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN). Selama kala I, kala II, kala III, dan kala IV tidak ditemukan penuyulit maupun komplikasi. Ibu mampu menjalani proses persalinan dengan baik dan bayi lahir dalam keadaan sehat, Seluruh tindakan dan hasil observasi telah didokumetasikan dengan metode SOAP. Asuhan nifas dilakukan pada tanggal 9 Maret 2026 dengan kunjungan 6 jam postpartum. Hasil pemantauan menunjukan kondisi ibu baik, tanda-tanda vital dalam batas normal, kontraksi uterus baik, serta tidak ditemukan keluhan maupun komplikasi selama masa nifas, edukasi mengenai perawatan diri, nutrisi, istirahat, dan pemberian ASI pada ibu. Asuhan bayi baru lahir dilakukan pada usia 6 jam setelah kelahiran. Bayi lahir spontan, menangis kuat, bergerak aktif, berjenis kelamin laki-laki dengan berat badan 2800 gram, panjang badan 48 cm, lingkar kepala 31 cm, dan lingkar dada 30 cm. Bayi mampu menyusu dengan baik dan tidak ditemukan kelainan maupun masalah kesehatan selama pemantauan. Seluruh asuhan bayi baru lahir juga di dokumentasikan menggunakan metode SOAP. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan komprehensif yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa seluruh proses pelayanan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas hingga bayi baru lahir berlangsung normal tanpa komplikasi. Pelaksanaan asuhan yang berkesinambungan memberikan manfaat dan pemantauan kesehatan ibu dan bayi serta mendukung tercapai nya pelayanan kebidanan yang optimal
SYARIFA ASMAH
2026 · Thesis · Open Access
Pelayanan Kebidanan Komprehensif merupakan pelayanan asuhan kebidanan yang dilaksanakan secara menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas hingga bayi baru lahir. Tujuan dari pelayanan kebidanan ini adalah untuk dapat mendeteksi apa yang terjadi pada seorang wanita mulai dari masa kehamilan, persalinan, lahirnya bayi hingga masa nifas serta melatih cara melakukan pengkajian, memberikan diagnosis yang akurat, mengantisipasi masalah yang mungkin timbul, menentukan tindakan segera, merencanakan dan bertindak sesuai kebutuhan ibu serta mampu mengevaluasi tindakan yang dilakukan. Asuhan kebidanan komprehensif atau Continuity of Care yang dilakukan penulis dimulai pada kehamilan trimester III, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir secara berkelanjutan dengan menggunakan standar asuhan kebidanan. Asuhan diberikan mulai tanggal 06 April 2026. Kunjungan asuhan kebidanan dilakukan di Puskesmas Sebengkok. Kunjungan hamil dilakukan sebanyak satu kali, kunjungan bersalin satu kali, kunjungan nifas dan bayi baru lahir satu kali. Sehingga penulis melakukan kunjungan komprehensif sebanyak empat kali. Asuhan kebidanan komprehensif pertama kali dilakukan pada saat kunjungan kehamilan di trimester III pada tanggal 09 April 2026 dengan usia kehamilan ibu 33 minggu 5 hari, didapatkan setelah pengkajian dilakukan dari kunjungan masa kehamilan dalam kondisi normal dan tidak ditemukan adanya komplikasi apapun. Asuhan persalinan diberikan pada tanggal 6 Mei 2026 pada usia kehamilan ibu 37 minggu 4 hari. Asuhan yang diberikan sesuai dengan standar 60 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN), didapatkan kala I berlangsung selama 8 jam 40 menit, dan kala II berlangsung selama 20 menit, dilakukan penilaian sepintas, bayi lahir cukup bulan, segera menangis, warna kulit kemerahan, dan tonus otot baik. Kala III berlangsung selama 7 menit setelah oksitosin disuntikan, plasenta lahir lengkap dan tidak ada kelainan dan robekan. Asuhan kebidanan pada kala IV dilakukan selama 2 jam dengan memantau Tanda-Tanda Vital (TTV) ibu, dan didapatkan hasil dalam batas normal, perdarahan kurang lebih 150 cc, terdapat laserasi perineum derajat 2 dan telah dilakukan penjahitan sebanyak 2 jahitan dengan anastesi. Kunjungan nifas dan bayi baru lahir dilakukan pada tanggal 07 Mei 2026, dengan hasil pemeriksaan fisik dan TTV ibu dan perdarahan masa nifas dalam batas normal, Tinggi Fundus Uteri (TFU) 2 jari dibawah pusat, terdapat pengeluaran lochea rubra dan bekas jahitan perineum masih basah dan tidak ada tanda-tanda infeksi. Asuhan yang dilakukan pada bayi baru lahir berupa pengukuran antropometri. Didapatkan hasil bayi berjenis kelamin perempuan, berat badan 3,6400 gr, panjang badan 52 cm, lingkar kepala 35 cm, dan lingkar dada 34 cm. Telah dilakukan asuhan komprehensif pada Ny. R selama masa kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir dengan didapatkan bahwa tifak terdapat penyulit dan berlangsung fisiologis. Asuhan kebidanan yaang berkelanjutan jika diberikan secara aktif dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
ATIKAH
2026 · Thesis · Open Access
Asuhan komprehensif atau continuity of care pada Ny. R di Puskesmas Sebengkok (25 Maret-29 April 2026) meliputi masa kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir. Metode ini menekankan kerja sama terus-menerus antara bidan dan pasien guna mengurangi AKI dan AKB.Pada trimester 3 diberikan asuhan kehamilan pada usia kehamilan 35 minggu 5 hari dengan keluhan sakit punggung. Asuhan persalinan dilaksanakan pada 29 April 2026, Ny. R G4P2A1 melahirkan secara spontan pada pada usia kehamilan 40 minggu 4 hari mengikuti standar 60 langkah APN. Kala I terjadi pembukaan serviks 3-7 cm selama 3 jam dan dari 7-10 selama 50 menit. Kala II berlangsung 8 menit. Bayi lahir spontan segera menangis, jenis kelamin perempuan, warna kulit kemerahan, tonus otot aktif, memiliki berat lahir 2.450 gram, panjang 47 cm, lingkar kepala 30 cm, lingkar dada 33 cm, lingkar perut 30 cm. Kala III plasenta lahir lengkap setelah pemberian oksitosin, tanpa robekan jalan lahir. Kala IV berlangsung 2 jam postpartum menunjukkan tanda-tanda vital normal, kontraksi uterus bagus, dan pendarahan dalam batas normal. Pemeriksaan nifas dan bayi baru lahir dilaksanakan pada tanggal 30 April 2026 memperlihatkan tanda vital ibu dalam batas normal, tinggi fundus uteri 2 jari di bawah pusat, serta pengeluaran lochea rubra. Bayi didiagnosa mengalami BBLR dan labiopalatoskizis dengan refleks menghisap yang belum optimal. Pada asuhan kehamilan menggunakan standar 10T tidak ditemukan celah kecuali fundus uteri tidak sesuai dengan usia kehamilan. Asuhan persalinan dan nifas berjalan dengan normal. Asuhan bayi baru lahir berjalan dengan baik kecuali refleks menghisap bayi yang tidak baik karena mengalami labiopalatoskizis. Pencatatan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Diharapkan pasien menyadari pentingnya pemeriksaan berkelanjutan, penulis memperoleh pengetahuan lebih luas, dan lembaga melengkapi asuhan komprehensif .
NOOR KHOLIFAH’AIN
2026 · Thesis · Open Access
Chronic Kidney Disease (CKD) stage 5 merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang sudah sangat berat sehingga ginjal tidak mampu menjalankan fungsinya secara optimal dalam menyaring zat sisa metabolisme, mengatur keseimbangan cairan, dan mempertahankan keseimbangan elektrolit tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang memengaruhi aktivitas dan kualitas hidup pasien. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan diagnosis medis CKD stage 5 di Ruang Dahlia A RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Subjek studi kasus terdiri dari dua pasien dengan diagnosis medis CKD stage 5. Diagnosis keperawatan yang ditemukan antara lain hipervolemia, perfusi perifer tidak efektif, intoleransi aktivitas, gangguan pola tidur, nausea, risiko ketidakseimbangan elektrolit, dan risiko defisit nutrisi. Tindakan keperawatan yang diberikan meliputi pemantauan kondisi pasien, pemantauan status cairan, edukasi pembatasan cairan, manajemen nutrisi, serta pemberian dukungan dalam memenuhi kebutuhan aktivitas sehari-hari. Hasil studi kasus menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasien yang ditandai dengan berkurangnya edema, kondisi hemodinamik yang lebih stabil, peningkatan kemampuan beraktivitas, serta meningkatnya pemahaman pasien mengenai pengelolaan penyakit yang dialami. Asuhan keperawatan yang diberikan secara komprehensif diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien dengan CKD stage 5.
NOVERA LARASANTI
2026 · Thesis · Open Access
Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala yang paling sering dialami pasien skizofrenia dan dapat memengaruhi kemampuan pasien dalam membedakan kenyataan dengan persepsi yang tidak nyata. Kondisi ini berisiko menimbulkan perilaku yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain sehingga memerlukan asuhan keperawatan yang tepat untuk membantu pasien mengendalikan halusinasi. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien skizofrenia dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran menggunakan pendekatan keperawatan komperhensif. Metode Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada 2 pasien skizofrenia dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah rekam medis. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil Kedua pasien mengalami halusinasi pendengaran berupa suara bisikan yang muncul terutama saat menyendiri serta disertai halusinasi penglihatan. Intervensi keperawatan yang diberikan meliputi identifikasi karakteristik halusinasi, latihan menghardik halusinasi, edukasi kepatuhan minum obat, latihan bercakap-cakap dengan orang lain, dan penyusunan aktivitas terjadwal. Setelah diberikan asuhan keperawatan selama enam hari, kedua pasien menunjukkan peningkatan kemampuan mengenali tanda munculnya halusinasi, mampu menggunakan teknik mengontrol halusinasi secara mandiri, frekuensi halusinasi berkurang, serta kepatuhan minum obat dan keterlibatan dalam aktivitas sehari-hari meningkat. Kesimpulan Penerapan asuhan keperawatan secara komprehensif melalui strategi pelaksanaan pada pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran mampu meningkatkan kemampuan pasien dalam mengenali dan mengontrol halusinasi. Keberhasilan intervensi didukung oleh kepatuhan minum obat, keterlibatan pasien selama proses keperawatan, serta dukungan keluarga dalam mempertahankan keberlanjutan terapi.
KIRANTI
2026 · Thesis · Open Access
Pneumonia merupakan infeksi paru yang menyebabkan peradangan alveoli sehingga mengganggu pertukaran gas dan pemenuhan kebutuhan oksigen. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien pneumonia melalui lima tahapan proses keperawatan yaitu pengkajian, penegakan diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada dua pasien dengan pneumonia. Lokasi penelitian di RSUD. dr. H. Jusuf. SK. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil pengkajian menunjukkan kedua pasien mengalami sesak napas, peningkatan frekuensi pernapasan, penggunaan otot bantu napas, pola napas torakoabdominal, serta ronki. Pada kondisi tersebut dapat menyebabkan munculnya berbagai masalah keperawatan, antara lain pola napas tidak efektif, hipervolemia, hipertermia, gangguan pola tidur, dan intoleransi aktivitas. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tindakan keperawatan yang diberikan mampu membantu memperbaiki kondisi pasien, ditandai dengan adanya penurunan keluhan, peningkatan kemampuan aktivitas, serta perbaikan pola nafas secara bertahap. Selain itu, analisis komparatif pada kedua pasien menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan dalam respon pasien terhadap asuhan keperawatan yang diberikan. Penerapan asuhan keperawatan secara komprehensif melalui lima tahapan proses keperawatan membantu mengatasi masalah keperawatan dan meningkatkan kondisi kesehatan pasien secara bertahap.
GUSTINA
2026 · Thesis · Open Access
Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat resistensi insulin dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius apabila tidak dikelola dengan baik. Laporan ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada dua pasien dengan diagnosis medis Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Anggrek A RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah laporan kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI. Diagnosis keperawatan yang ditemukan mencakup ketidakstabilan kadar glukosa darah pada kedua pasien; serta perfusi perifer tidak efektif, risiko infeksi, gangguan integritas kulit, gangguan mobilitas fisik, dan gangguan pola tidur pada pasien pertama; serta nyeri akut, gangguan eliminasi urin, dan konstipasi pada pasien kedua. Intervensi yang diberikan meliputi manajemen hiperglikemia, perawatan sirkulasi, pencegahan infeksi, dukungan mobilisasi, manajemen nyeri, dan manajemen eliminasi. Hasil evaluasi menunjukkan perkembangan kondisi yang membaik secara bertahap, ditandai dengan penurunan kadar glukosa darah sewaktu pasien pertama dari 289 mg/dL menjadi 182 mg/dL dalam tiga hari perawatan, serta penurunan skala nyeri pasien kedua dari skala 4 menjadi 3. Meskipun seluruh diagnosis belum teratasi sepenuhnya, hal ini disebabkan Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan penatalaksanaan jangka panjang. Laporan ini menegaskan pentingnya peran perawat dalam melakukan deteksi dini, memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga, serta menerapkan intervensi keperawatan berbasis standar untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
NURSAHBIA
2026 · Thesis · Open Access
Oligohidramnion menjadi salah satu komplikasi kehamilan yang dapat menjadi indikasi dilakukannya tindakan sectio caesarea. Kondisi tersebut menyebabkan ibu memerlukan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mendukung proses pemulihan, mencegah komplikasi pascaoperasi, meningkatkan keberhasilan menyusui, serta mempersiapkan adaptasi terhadap peran sebagai orang tua. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan dan membandingkan asuhan keperawatan maternitas pada dua pasien post sectio caesarea dengan indikasi oligohidramnion di Ruang Mawar RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien post sectio caesarea dengan indikasi oligohidramnion. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telah dokumentasi medis. Pelaksanaan asuhan keperawatan dilakukan melalui tahapan pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Hasil studi menunjukkan bahwa kedua pasien mengalami diagnosis keperawatan nyeri akut dan menyusui tidak efektif. Diagnosis kesiapan peningkatan menjadi orang tua ditemukan pada pasien pertama, sedangkan ketidaknyamanan pasca partum ditemukan pada pasien kedua. Intervensi yang diberikan meliputi manajemen nyeri, edukasi dan pendampingan menyusui, edukasi peran orang tua, serta upaya peningkatan kenyamanan. Evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar masalah keperawatan dapat teratasi, sementara nyeri akut mengalami perbaikan yang ditandai dengan berkurangnya intensitas nyeri dan meningkatnya kemampuan mobilisasi pasien. Berdasarkan hasil studi, asuhan keperawatan maternitas yang diberikan secara komprehensif dapat membantu mengatasi masalah keperawatan serta mendukung pemulihan ibu post sectio caesarea dengan indikasi oligohidramnion.
NIRWANA
2026 · Thesis · Open Access
Latar Belakang: Lilitan tali pusat (Nuchal Cord) merupakan kondisi melingkarnya tali pusat di sekitar leher janin yang berisiko menyumbat aliran darah umbilikalis. Kondisi klinis ini sering kali membutuhkan tindakan terminasi kehamilan darurat melalui operasi Sectio Caesarea (SC) demi keselamatan ibu dan janin. Tujuan: Mengetahui dan menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan maternitas pada ibu nifas pasca-SC dengan indikasi tali pusat terlilit (Nuchal Cord). Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien nifas pasca-SC di Ruang Mawar RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi fisik, dan studi dokumentasi rekam medis. Hasil: Pengkajian awal menunjukkan kedua pasien mengeluhkan nyeri pada luka insisi, keterbatasan mobilisasi fisik, serta kendala dalam memproduksi ASI. Masalah keperawatan yang ditegakkan adalah nyeri melahirkan, menyusui tidak efektif, dan kesiapan peningkatan menjadi orang tua. Setelah diberikan intervensi keperawatan selama 3x24 jam berupa perawatan pasca-SC, latihan mobilisasi dini, edukasi laktasi, dan pijat oksitosin, kedua pasien menunjukkan kemajuan klinis yang signifikan. Skala nyeri melahirkan menurun dari 6 menjadi 2 pada pasien 1, dan dari 4 menjadi 2 pada pasien 2. Produksi ASI pada kedua pasien menjadi lancar serta kesiapan peran orang tua terpenuhi. Kesimpulan: Pemberian asuhan keperawatan maternitas yang komprehensif dan terarah terbukti efektif untuk menurunkan intensitas nyeri pasca-SC, mengoptimalkan keberhasilan proses menyusui, serta meningkatkan kesiapan psikologis adaptasi menjadi orang tua.
SERLY LONDONG
2026 · Thesis · Open Access
Campak masih menjadi salah satu masalah kesehatan pada anak karena memiliki tingkat penularan yang tinggi dan dapat menimbulkan komplikasi berupa pneumonia, diare, ensefalitis, otitis media (infeksi telinga), dehidrasi, malnutrisi, hingga kematian pada kasus berat. Anak-anak lebih rentan mengalami campak karena sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini tertarik dilakukan penulis untuk memperoleh pengalaman dalam mengaplikasikan asuhan keperawatan pada anak dengan campak. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek studi yang digunakan adalah 2 orang pasien anak dengan campak. Penulis menguraikan pembahasan terkait adanya kesesuaian maupun kesenjangan antara teori dan hasil asuhan keperawatan pada klien 1 dan klien 2 dengan campak. Hasil pengkajian diperoleh keluhan utama yang berbeda pada kedua klien, yaitu klien 1 mengalami batuk berdahak disertai ruam dan gatal pada kulit, sedangkan klien 2 mengalami batuk berdahak, demam, dan penurunan nafsu makan. Hasil analisa data diperoleh masalah keperawatan pada klien 1 yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan integritas kulit, dan gangguan rasa nyaman, sedangkan pada klien 2 yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, hipertermia, dan risiko defisit nutrisi. Hasil studi kasus didapatkan bahwa kedua klien memiliki masalah keperawatan yang berbeda sehingga penyusunan dan pelaksanaan intervensi pada kedua klien juga berbeda. Hasil studi kasus diharapkan penulis mampu mempersiapkan intervensi dan strategi pelaksanaan asuhan keperawatan yang lebih baik kedepannya untuk mempercepat pemulihan pasien serta mencegah komplikasi campak, seperti pneumonia, diare, ensefalitis, dehidrasi, otitis media, dan gangguan integritas kulit.
CHINDY FITRIANI
2026 · Thesis · Open Access
Asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial merupakan upaya penting dalam membantu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada pasien dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada dua klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial. Metode yang digunakan yaitu studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan kedua klien mengalami perilaku menarik diri, afek datar atau tumpul, kurang kontak mata, tidak memiliki teman dekat, serta tidak berminat mengikuti aktivitas kelompok. Intervensi keperawatan dilakukan menggunakan strategi pelaksanaan isolasi sosial secara bertahap selama empat hari melalui latihan berkenalan, bercakap-cakap, dan meningkatkan interaksi sosial. Setelah dilakukan implementasi keperawatan,pada klien 1 mulai mampu berinteraksi secara bertahap, mau bercakap-cakap dengan perawat maupun pasien lain, serta mulai mengikuti kegiatan kelompok walaupun masih tampak gugup, sedangkan pada klien 2 mulai menunjukkan minat untuk berkomunikasi dan menjawab pertanyaan dengan lebih baik, namun klien masih membutuhkan dukungan dan bimbingan. Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan strategi pelaksanaan isolasi sosial dapat membantu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada klien dengan gangguan jiwa.
HERLINA
2026 · Thesis · Open Access
Pneumonia masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan dan berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar pasien. Kondisi ini sering menimbulkan keluhan sesak napas, batuk berdahak, peningkatan frekuensi napas, serta penurunan toleransi aktivitas sehingga memerlukan penanganan dan asuhan keperawatan yang tepat. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada dua pasien dengan diagnosis medis Pneumonia di ruang rawat inap Anggrek A RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penegakan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi berdasarkan standar SDKI, SIKI, dan SLKI. Hasil pengkajian menunjukkan perbedaan keluhan utama pada kedua pasien, yaitu pasien 1 mengeluh batuk berdahak disertai sesak napas, sedangkan pasien 2 mengeluh sesak napas. Kesamaan data yang ditemukan pada kedua pasien meliputi takipnea, peningkatan kadar leukosit dan neutrofil, penurunan hemoglobin, serta kadar natrium rendah. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, intoleransi aktivitas, nyeri akut, risiko defisit nutrisi, gangguan integritas kulit, gangguan mobilitas fisik, defisit perawatan diri, dan gangguan pola tidur. Intervensi keperawatan yang diberikan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien, meliputi manajemen jalan napas, manajemen nyeri, manajemen energi, pemantauan nutrisi, perawatan luka, dukungan mobilisasi, dukungan perawatan diri, dan dukungan tidur. Hasil evaluasi menunjukkan pada pasien 1 diagnosis risiko defisit nutrisi tidak terjadi selama masa perawatan, sedangkan diagnosis bersihan jalan napas tidak efektif, intoleransi aktivitas, dan nyeri akut belum teratasi. Pada pasien 2, diagnosis pola napas tidak efektif, defisit perawatan diri dan gangguan pola tidur berhasil teratasi, sedangkan diagnosis yang belum teratasi yaitu gangguan mobilitas fisik dan gangguan integritas kulit. Penerapan asuhan keperawatan secara komprehensif dan terstruktur sesuai standar keperawatan diperlukan untuk membantu meningkatkan kondisi kesehatan pasien pneumonia.
KORMILIATI GERAM
2026 · Thesis · Open Access
Hipokalemia merupakan gangguan elektrolit yang ditandai dengan kadar kalium 3,5 mEq/L dan dapat menyebabkan kelemahan otot, gangguan irama jantung, hingga komplikasi serius sehingga memerlukan asuhan keperawatan yang tepat. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien hipokalemia di ruang Dahlia A RSUD dr. H. Jusuf SK. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien dewasa dengan diagnosis hipokalemia melalui tahapan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil menunjukkan kedua pasien mengalami kelemahan otot, keterbatasan aktivitas, serta kadar kalium rendah, dengan masalah keperawatan utama yaitu gangguan mobilitas fisik dan ketidakseimbangan elektrolit. Intervensi meliputi pemantauan elektrolit, pemberian terapi kalium, observasi tanda vital, serta edukasi pasien. Evaluasi menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasien ditandai dengan peningkatan kadar kalium dan berkurangnya keluhan lemah. Disimpulkan bahwa penerapan asuhan keperawatan secara komprehensif dan sistematis mampu mengatasi kondisi pasien hipokalemia serta mencegah terjadinya komplikasi.
MUHAMMAD IRFAN
2026 · Thesis · Open Access
Kebutuhan akan penyimpanan energi portabel semakin meningkat seiring
berkembangnya penggunaan perangkat elektronik yang memerlukan sumber daya
fleksibel dan mudah dibawa. Namun, sebagian besar power bank konvensional
masih bergantung pada sumber listrik PLN serta belum dilengkapi sistem
pemantauan kondisi baterai secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk
merancang dan membangun power bank dengan sistem dual charging berbasis
panel surya dan adaptor PLN yang dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT)
menggunakan ESP32, sensor INA219, dan aplikasi Blynk. Metode penelitian
dilakukan melalui tahapan perancangan perangkat keras dan perangkat lunak,
implementasi sistem, kalibrasi sensor, serta pengujian kinerja yang meliputi
pengisian daya menggunakan panel surya dan PLN, pengujian dual charging
dengan beban aktif, pengujian monitoring IoT, dan pengujian Quality of Service
(QoS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil melakukan pengisian
baterai menggunakan dua sumber energi, yaitu panel surya dan adaptor PLN, serta
mampu melakukan monitoring tegangan, arus, kapasitas baterai, dan status sistem
secara real-time melalui aplikasi Blynk. Pengujian panel surya menunjukkan bahwa
baterai berhasil mencapai kapasitas 100%, sedangkan pengujian dual charging
membuktikan bahwa sistem mampu melakukan pengisian baterai sekaligus
menyuplai daya ke beban aktif secara bersamaan. Hasil kalibrasi sensor INA219
menunjukkan nilai error pengukuran tegangan sebesar 0,51% dengan tingkat
akurasi 99,54%, sedangkan error pengukuran arus sebesar 1,81% dengan tingkat
akurasi 98,18%. Hasil pengujian QoS menunjukkan nilai packet loss sebesar 0%
pada seluruh pengujian, dengan rata-rata latency meningkat seiring bertambahnya
jarak WiFi, yaitu sebesar 87,3 ms pada jarak 3 meter hingga 146,8 ms pada jarak
15 meter. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, sistem yang dirancang mampu
bekerja dengan baik sebagai solusi penyimpanan energi portabel yang informatif,
dan ramah lingkungan.
MUHAMMAD MAULANA
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran interaktif pada materi operasi hitung bilangan cacah kelas iv-b di SD Negeri 013 Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini yaitu berupa media pembelajaran interaktif berbasis Microsoft Power Point yang memuat materi penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, faktor, dan kelipatan bilangan cacah. Hasil validasi menunjukkan bahwa media memperoleh persentase kelayakan dari validasi ahli media sebesar 94%, ahli materi 100%, ahli bahasa 88%, dan praktisi 100% dengan kategori sangat layak. Pada tahap uji coba terbatas diperoleh persentase 93% dan uji coba lapangan 90% dengan kategori sangat menarik. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba tersebut, maka media pembelajaran interaktif pada materi operasi hitung bilangan cacah kelas IV-B di SD Negeri 013 Tarakan dapat digunakan.