Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

6.754 item publik

Publikasi

Halaman 188 dari 338

Penyeimbangan beban transformator distribusi pada BKR 43 di PT. PLN (persero) ULP Nunukan

ANCAH KURNIAWAN
2024 · Thesis · Open Access

Semakin pesatnya peningkatan beban di masyarakat maka semakin besar juga potensi terjadinya ketidakseimbangnya beban, sehingga akan memicu terjadinya overlood, losses, bahkan dapat menyebabkan kerusakan pada gardu dan trafo. Dampak dari beban tidak seimbang tersebut justru akan merugikan kedua belah pihak. Penyeimbangan beban dilakukaan di trafo distribusi pada gardu BKR 43 yang bertempat di PT. PLN (persero) ULP Nunukan. Metode yang dingunakan dengan cara menganalisa ketidakseimbangan beban setiap fasa, selanjutnya data hasil pengukuran dianalisis melalui perhitungan ketidakseimbangan beban stiap fasanya. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh keseimbangan beban pada beban dasar yaitu jurusan A=1,3%, B=2,67%, D=2,67% dan untuk arus netral pada penghantar netral di peroleh N=2,01 A. kemudian keseimbangan beban pada beban puncak yaitu jurusan A=0,33%, B=1%, D=8% dan untuk arus netral pada penghantar netral di peroleh N=6,83 A.

Analisa Pembuatan Arang Dari Kayu Limbah Mebel Menggunakan Alat Pembuat Arang

BAYU INDRA GUNAWAN
2024 · Thesis · Open Access

*Limbah kayu adalah sisa-sisa kayu atau bagian-bagian kayu yang dianggap tidak lagi bernilai ekonomis dari sebuah proses kegiatan industri maupun ekonomi. Salah satu penghasil limbah kayu adalah industri mebel. Limbah kayu mebel akan kembali bermanfaat apabila diubah menjadi arang. Arang adalah bahan padat dan berpori yang dibuat oleh proses pirolisi (karbonisasi) bahan yang mengandung karbon. Limbah kayu hasil industri mebel yang ada di kota Tarakan adalah jenis kayu meranti dan kempas. Dengan menggunakan alat pembuat arang yang dimiliki oleh Jurusan Teknik Mesin Universitas Borneo Tarakan, maka dilakukan proses pembuatan arang dari limbah kayu meranti dan kempas. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat arang berbahan dasar limbah kayu mebel dengan menggunakan alat pembuat arang dan mengetahui seberapa efektif hasil proses pembuatan arang tersebut. Pembuatan dilakukan menggunakan bahan dasar limbah mebel berupa masing-masing 8 kg kayu meranti dan kampas. Proses awal pembuatan arang dengan meninjau kadar air menggunakan alat Moisteure Meter, dimana hasilnya menunjukan kadar air kayu meranti lebih tinggi dibandingkan kayu kempas. Kadar air meranti dan kempas masing-masing 16% dan 12%. Hasil akhir pembuatan arang menunjukan bahwa dengan menggunakan alat pembuat arang maka diperoleh hasil arang kayu meranti dan kempas berturut-turut adalah 43% dan 50%.

pengaruh penambahan tepung wortel pada pakan dengan dosis yang berbeda terhadap peningkatan kualitas warna dan pertumbuhan ikan cupang (betta sp)

FITRA
2024 · Thesis · Open Access

Ikan hias merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki potensi perdagangan di dalam maupun di luar negeri. Salah satu jenis ikan hias yang mempunyai nilai ekonomis tinggi adalah ikan cupang (Betta sp). Salah satu bahan alami yang dapat digunakan untuk mendapatkan pigmen warna yang cerah adalah tepung wortel. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek penambahan tepung wortel kedalam pakan ikan dalam meningkatkan kualitas warna dan pertumbuhan ikan cupang. Perlakuan yang digunakan pada penelitian kali ini adalah 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan persentase tepung wortel yang berbeda yang di campur pada pakan hingga mencapai berat pakan 100 gr. Perlakuan 1 (P1): Perlakuan komersial (control) Perlakuan 2 (P2): Perlakuan dengan 5,5% tepung wortel/ 100 g pakan Perlakuan 3 (P3): Perlakuan dengan 6% tepung wortel / 100 g pakan Perlakuan 4 (P4): Perlakuan dengan 6,5% tepung wortel/100 g pakan. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan panjang ikan tertinggi pada perlakuan 2 dengan nilai 1,5, cm, pertumbuhan berat ikan yang terbaik ikan cupang diperoleh pada perlakuan 2 dengan hasil pertumbuhan 0,44gr , nilai warna terbaik dihasilkan pada perlakuan 2, hasil pengukuran suhu 29,4-23,7C°, hasil pengukuran pH 6-7,8, hasil pengukuran DO 6,1- 12,2 (mg/L), hasil pengukuran amoniak 0,08-0,16. Tepung wortel yang mengandung karotenoid berperan dalam mempertahankan pertumbuhan disarankan 5,5%. Penelitian ini dapat meningkatkan kualitas warna dan pertumbuhan ikan cupang (Betta sp)

Analisa Kinerja Alat Pembuat Arang Menggunakan Tempurung Tempurung

GAPAR SULAKSONO
2024 · Thesis · Open Access

Tempurung kelapa merupakan limbah organik yang dapat digunakan sebagai bahan bakar, arang aktif, serta menghasilkan produk lainnya. Sebagai salah satu bahan yang termasuk berlimpah di kota Tarakan, tempurung kelapa sangat mudah dijumpai di berbagai tempat pusat perdagangan seperti pasar. Dengan menggunakan alat pembuat arang yang dimiliki oleh Jurusan Teknik Mesin Universitas Borneo Tarakan, maka dilakukan proses pembuatan arang dari tempurung kelapa. Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat arang berbahan dasar tempurung kelapa dengan menggunakan alat pembuat arang dan mengetahui seberapa efektif hasil proses pembuatan arang tersebut. Proses awal pembuatan arang dengan meninjau kadar air menggunakan alat moisteure meter yang hasilnya menunjukkan bahwa kadar air tempurung kelapa sebelum dan sesudah penjemuran masing-masing 18% dan 13%. Hasil akhir pembuatan arang menunjukkan bahwa dengan menggunakan alat pembuat arang maka diperoleh hasil arang dengan bahan berturut-turut 10 kg, 8 kg, dan 6 kg diperoleh efisiensi arang yang dihasilkan secara berturut-turut yakni 62%, 55%, dan 40%. Berdasarkan hasil tersebut maka alat pembuat arang ini akan lebih efektif bila digunakan dengan kapasitas 10 kg.

THE EFFECT OF USING WORDWALL.NET MEDIA ON STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY OF SEVENTH GRADE STUDENTS AT SMPN 5 TARAKAN

MUTMAINNAH
2024 · Thesis · Open Access

Vocabulary plays a crucial role in language learning. It serves as a connection point between the four language skills of speaking, listening, reading, and writing. The use of Word Wall, a web-based platform that provides a collection of templates in various games, aims to facilitate the discovery and retention of new vocabulary words, making the learning process both engaging and interactive. This research aims to determine the effectiveness of the Wordwal.net website in enhancing the vocabulary mastery of seventh-grade students at SMPN 5 Tarakan. Generally, the use of media as a teaching aid is intended to enhance the teaching process, making it more motivating and engaging for students. In this study, a quasi-experimental research design with a non-equivalent control group was employed. The success of the treatment was determined by comparing the pre-test and post-test scores of both groups. To collect data, vocabulary tests were administered to the participants. The findings of this study reveal that the Word Wall platform can significantly improve vocabulary mastery. This is evidenced by the average score of students in the experimental group increasing from 34.9 to 59 after exposure to the wordwall.net website. Meanwhile, the average score of the control group also increased from 37.7 to 41.7 after using another media without the wordwall.net website. The contribution of this research, particularly to students, is the identification that student grades can improve using online-based learning media; however, this may not apply to all students, as not all students have access to smartphones.

BIOENRICHMENT EKSTRAK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia) PADA Artemia salina UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP UDANG WINDU (Penaeus monodon) YANG DIINFEKSI Vibrio parahaemolyticus

NENGSIH MARTHEN PANGGUA
2024 · Thesis · Open Access

Produksi udang windu (Penaeus monodon) dari tahun ke tahun tidak stabil. Peningkatan produksi udang windu telah dikembangkan dengan berbagai cara, salah satunya penambahan bahan alami yang kaya nutrisi seperti daun mengkudu. Daun mengkudu (Morinda citrifolia) merupakan tanaman herbal yang mengandung asam amino, senyawa fenolik, alkaloid, fenol dan glikosida yang bersifat anti mikroba, antibakteri dan anti inflamasi, serta mengandung senyawa metabolit sekunder yang berguna untuk pengobatan dan pertumbuhan udang windu (Penaeus monodon). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun mengkudu untuk meningkatkan pertumbuhan udang windu yang diuji tantang Vibrio parahaemolyticus. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu, perlakuan kontrol (P1) tanpa pemberian ekstrak daun mengkudu, perlakuan (P2) 50 ppm, perlakuan (P3) 100 ppm, perlakuan (P4) 150 ppm. Berdasarkan hasil penelitian pemberian pakan Artemia salina dengan penambahan ekstrak daun mengkudu dengan dosis yang berbeda berpengaruh pada pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang windu. Daun mengkudu memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhandan kelangsungan hidup udang windu yang diuji tantang dengan bakteri Vibrio parahaemolyticus. Nilai kelangsungan hidup udang windu (Penaeus monodon) tertinggi diperoleh pada perlakuan (P4) dengan dosis 150 ppm, dan berbeda nyata dibandingkan perlakuan tanpa pemberian ekstrak daun mengkudu. Pemberian ekstrak daun mengkudu dapat meningkatkan sistem imunitas pada udang windu terhadap serangan bakteri Vibrio parahaemolyticus.

PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI TEPUNG KEPALA UDANG TERFERMENTASI UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN NANNOCHLOROPSIS sp

NURDAHLIA
2024 · Thesis · Open Access

Nannochloropsis sp. merupakan mikroalga berwarna hijau kuning, berbentuk bola, berukuran kecil yang berdiameter 2-4 µm. Nannochloropsis sp telah banyak digunakan sebagai pakan alami dalam usaha budidaya khususnya pembenihan. Untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangbiakannya, ketersediaan nutrien dalam media kultur Nannochloropsis sp. perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi pupuk organik cair dari kepala udang dan mengetahui dosis kombinasi pupuk organik cair dan pupuk komersil yang memberikan pertumbuhan terbaik pada Nannochloropsis sp. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan terdiri P0: (100% pupuk komersil), P1: (50% komersil + 50% pupuk organik cair), P2: (75% pupuk komersil + 25% pupuk organik cair), P3: (100% pupuk organik cair). Data yang dihasilkan dianalisis dengan uji ANOVA dan diuji lanjut dengan uji Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan nutrisi pupuk organik cair (POC) dari kepala udang terfermentasi belum memenuhi SNI. Penggunaan pupuk komersil dan pupuk organik cair mempengaruhi pertumbuhan Nannochloropsis sp. Puncak pertumbuhan Nannochloropsis sp tertinggi terjadi pada hari ke 7 yaitu pada perlakuan P0 (100% komersil), namun secara statistik tidak beda nyata dengan P1 (50 % komersil + 50% pupuk organik cair). Data pengukuran kualitas air selama masa kultur menunjukkan suhu 24 ̊C-28 ̊C, pH 7,11-7,44, salinitas 34-38, kandungan nitrat berkisar 0,26-2,06 mg/l, dan kandungan fosfat berkisar 0,19-0,39 mg/l.

Evaluasi Penangkal Petir Menggunakan Sudut Proteksi Pada Gedung Rusunawa Universitas Borneo Tarakan

YOHANES KRISTOSTOMOS MITE
2024 · Thesis · Open Access

Evaluasi penangkal petir menggunakan metode sudut proteksi pada Gedung Rusunawa Universitas Borneo Tarakan, petir external pada Gedung Rusunawa Universitas Borneo Tarakan dan dapat mencegah sambaran petir dengan cara batang elektroda ditancap ketanah dengan panjang elektroda batang 2 m atau sering disebut metode tancap yang ada pada Gedung Rusunawa Universitas Borneo Tarakan. Dengan menggunakan satu metode yaitu metode sudut proteksi adapun hasil data yang diukur dilapangan beserta hasil perhitungan data yang diperoleh adalah sebagai berikut: Data lapangan 0,42 ohm, Data hasil perhitungan terbagi dua yaitu: Data perhitungan menurut data lapangan sebesar (5,715 ohm) dan data perhitungan menurut SNI sebesar (0,02 ohm), data hari guruh selama 12 bulan dengan hasil perhitungan terdapat hasil 10,32 km¬¬¬2/tahun, indeks bahaya sambaran petir pada tabel 2.5 dengan hasil yang diperoleh (12), data curah hujan dengan dengan hasil perhitungan sebesar 8,37 km2/tahun, menghitung area proteksi (Ac) pada gedung yaitu: Atap tengah 58 227,14 km2 dan Atap samping 55 236,47 km2, rata-rata sambaran petir pertahun: Atap tengah 0,60 sambaran petir pertahun, dan Atap samping 0,57 sambaran petir pertahun, menghitung efisiensi sambaran petir: Atap tengah gedung 0,83%, dan Atap samping 0,82%.

THE TEACHER ROLES IN INCREASING TWELFTH GRADE STUDENTS' MOTIVATION IN LEARNING ENGLISH AT MADRASAH ALIYAH NEGERI TARAKAN

ERNI
2024 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam meningkatkan motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan dan masalah yang dihadapi guru dalam meningkatkan motivasi siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah seorang guru bahasa Inggris yang mengajar di kelas dua belas dan 10 siswa dari jurusan IPA (ilmu pengetahuan alam) dan IPS (ilmu pengetahuan sosial) yang dipilih sebagai sampel dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumen. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, display data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru melakukan semua peran dengan baik meskipun ada satu peran yang kurang dilakukan oleh guru. Guru sebagai demonstrator, pengelola kelas, motivator, mediator, fasilitator, dan evaluator sudah baik dengan melakukan semua informasi yang berkaitan dengan informasi tentang masing-masing peran. Peran guru yang kurang hanya satu yaitu guru sebagai mediator karena guru jarang menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran, guru selalu menggunakan metode ceramah dalam menjelaskan materi di kelas. Ada tiga masalah yang dihadapi guru dalam meningkatkan motivasi siswa yaitu kurangnya minat belajar, kesulitan belajar, dan materi yang sulit dipahami. Kurangnya minat belajar karena siswa merasa malas dan bosan dalam proses pembelajaran, kesulitan dalam belajar karena mereka merasa kesulitan dalam melafalkan kosakata bahasa Inggris dan minimnya kosakata bahasa Inggris, dan yang terakhir materi yang sulit dimengerti karena siswa kurang memahami tata bahasa dan konsep atau topik dari materi.

Pengaruh Pemberian Probiotik Pada Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

MELIANA
2024 · Thesis · Open Access

Salah satu komoditas ikan air tawar yang bernilai ekonomis tinggi adalah ikan nila. Upaya untuk meningkatkan produktifitas budidaya ikan nila diantaranya adalah dengan pemberian probiotik pada pakan. Bakteri dalam probiotik dapat memberikan manfaat bagi inangnya dengan cara menurunkan jumlah bakteri patogen, meningkatkan respon inang terhadap penyakit, meningkatkan nutrisi pakan, membuat produk pakan lebih efisien dan meningkatkan kualitas lingkungan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik EM4 yang dikultur dan disemprotkan pada pakan untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila (O. niloticus). Penelitian ini dilaksanakan selama 42 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan dengan konsentrasi P1 (kontrol), P2 (pemberian probiotik selang 1 hari sekali), P3 (pemberian probiotik selang 2 hari sekali), P4 (pemberian probiotik selang 3 hari sekali) dan P5 (pemberian probiotik selang 4 hari sekali). Hasil penelitian yang terbaik adalah pada perlakuan 3 dengan nilai pertumbuhan berat sebesar 10,4 gr, panjang 4,5 cm, SGR 2,8%, serta nilai FCR 1:1,09 dan kelangsungan hidup sebesar 96%. Pemberian pakan probiotik selang 2 hari sekali dapat dijadikan acuan untuk menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila (O. niloticus).

OPTIMALISASI FUNGSI ANGGARAN (BUDGETING) SEBAGAI IMPLEMENTASI TUGAS DAN FUNGSI ANGGOTA DPRD (DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BULUNGAN)

MOH. NAFIS
2024 · Thesis · Open Access

Optimalisasi fungsi anggaran yang dilakukan oleh DPRD dalam penyusunan APBD memiliki peran yang penting dalam membiayai dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan pembangunan daerah, sehingga dalam prosesnya peran pemerintah dan tugas DPRD perlu dikuatkan. Realitanya fungsi dan peran DPRD dalam penguatan anggaran masih menimbulkan kontradiksi. Jenis penelitian adalah normatif dengan analisis yuridis kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah implementasi optimalisasi anggaran yang sesuai dengan tugas dan fungsi sesuai dengan tuntutan kebutuhan rakyat dan selarasa dengan dokumen perencanaan serta hambatan dalam pelaksanannya terjadi karena faktor internal dan eksternal.

Efektivitas Bakteri Pelarut Fosfat pada Budidaya Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt)

ESRA MARGARETHA MARPAUNG
2024 · Thesis · Open Access

Konsumsi jagung manis terus mengalami peningkatan, seiring dengan pertambahan penduduk dan pola konsumsi. Permintaan terhadap jagung manis selalu meningkat setiap tahun tetapi luas areal tanam semakin menyempit, sehingga perlu adanya upaya peningkatan produksi jagung manis dengan memanfaatkan tanah marginal. Akan tetapi, kesuburan tanah marginal tergolong rendah yang dicirikan dengan cadangan unsur hara rendah, pH masam, P-total tinggi namun P-tersedia rendah. P (Fosfat) didalam tanah berasal dari bahan organik, pupuk kimia dan mineral-mineral didalam tanah. Ketersediaan P-tersedia dipengaruhi oleh pH, fiksasi senyawa Fe, Al dan Ca sehingga pemupukan P menjadi tidak efesien. Salah satu upaya meningkatkan efesiensi pemupukan P-tersedia yang rendah yaitu dengan memanfaatkan bakteri pelarut fosfat sebagai pupuk hayati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian bakteri pelarut fosfat dengan bahan pembawa padat serta pengaruhnya dalam menurunkan dosis pupuk P pada budidaya tanaman jagung manis. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, dengan perlakuan yaitu: PO (Tanpa Perlakuan), P1 (100% Urea + 100% KCL + 100% SP36), P2 (Limbah Udang 100kg/ha + isolat B5(6) + (50% SP36 + 100% Urea dan KCL)), P3 (Arang Sekam 100kg/ha + isolat B1 (17) + (50% SP35 + 100% Urea dan KCL)), P4 (Arang Sekam 100kg/ha + isolat B5(6) + (50% SP36 + 100% Urea dan KCL)), P5 (Limbah Udang 100kg/ha + isolat B1(17) + (50% SP36 + 100% Urea dan KCL)). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P2 memberikan nilai tertinggi pada pertumbuhan maupun produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) dibandingkan perlakuan yang lainnya. Perlakuan yang diberikan formulasi isolat bakteri pelarut fosfat dengan bahan pembawa dapat menurunkan dosis pupuk SP36 hingga 50%.

Politik Hukum Pembentukan Peraturan Daerah Yang Partisipatif Sebagai Implementasi Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Studi di DPRD Kabupaten Bulungan).

HAMKA. M
2024 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui Politik Hukum Pembentukan Peraturan Daerah Yang Partisipatif Sebagai Implementasi Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Studi di DPRD Kabupaten Bulungan). Permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, Pembentukan Peraturan Daerah yang Partisipatif Sebagai Implementasi Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Partisipasi Masyarakat dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah Sebagai Implementasi Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Kabupaten Bulungan. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan studi Kasus (case approach). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembentukan Peraturan Daerah yang partisipatif berlandaskan pada aturan aturan antara lain Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah, yang mana proses pembentukan Peraturan Daerah dijelaskan secara detail mulai dari pengajuan Peraturan Daerah, penyusunan rancangan Peraturan Daerah, pembahasan, sampai dengan penetapan Rancangan Peraturan Daerah menjadi Peraturan Daerah dan juga menjelaskan peran masyarakat dalam pembentukan Peraturan Daerah yang partisipatif. Partisipasi Masyarakat dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah Sebagai Implementasi Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Kabupaten Bulungan merupakan unsur penting didalam pembentukan suatu Peraturan Daerah, karena masyarakatlah yang merasakan dalam kehidupan sehari-hari terkait Peraturan Daerah tersebut apakah relevan atau tidaknya suatu aturan, terutama mengenai hak asasi manusia yang dimiliki oleh masyarakat terkait kebabasan berpendapat juga berpengaruh demi memelihara daerahnya. Melalui partisipasi masyarakat maka dapat menampung dan mengakomodir aspirasi masyarakat sehingga penyusunan Perda tidak hanya melibatkan legislatif dan eksekutif semata, namun masyarakatpun bisa diminta sumbangsi pemikirannya untuk menghasilkan Perda yang berkualitas, hingga pada akhirnya Perda tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat itu sendiri.

REFORMULASI PENGATURAN SANKSI PIDANA BAGI ORANG ASING YANG MELAKUKAN ILLEGAL FISHING DI ZEEI SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN HUKUM PIDANA YANG RESPONSIF

ABDUL RAHMAN TALIB
2024 · Thesis · Open Access

Illegal fishing merupakan kegiatan penangkapan ikan secara tidak sah. Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Undang-Undang tentang Perikanan, yaitu Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan dan Undang-Undang Nomor 45 tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan. Namun norma mengenai ketentuan Pidana dalam Undang-Undang Perikanan tersebut, masih kontroversi terhadap Pelaku Warga Negara Asing. Dalam Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan, khususnya Pasal 102, Warga Asing yang melakukan Illegal Fishing di ZEEI, tidak bisa di Pidana Badan dan hanya bisa dijatuhkan Pidana Denda. Penelitian ini menggunakan metode normative, yaitu penelitian yang mengkaji Studi Dokumen berupa Peraturan Perundang-Undangan, Putusan Pengadilan, Teori Hukum, Azas Hukum, Prinsip Hukum, beberappa karya ilmiah dan Pendapat Para Sarjana. Pokok pembahasan penelitian ini adalah ingin mengetahui apa yang menyebabkan Pasal 102 Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan, masih kontroversi terhadap Warga Negara Asing. Kemudian apakah ketentuan Pasal 102 Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan tersebut masih efektif dengan keadaan yang terjadi saat ini. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Pasal 102 Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan masih kontroversi terhadap Warga Negara Asing karena terikat dengan Hukum Internasional, yaitu UNCLOS 1982. Apabila melihat keadaan saat ini, maka Pasal 102 Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan tersebut sepertinya sudah tidak efektif. Indonesia harus segera menambah norma baru dalam Undang-Undang Perikanan, norma yang memuat ketentuan yang memaksa agar Pidana Denda yang dijatuhkan pada Pelaku Illegal Fishing dapat dibayar, dengan cara mengenakkan Subsider Pidana Kurungan Pengganti Denda, sebagaimana amanat Pasal 30 KUHP. Apabila hal tersebut dilakukan, maka Pidana yang dijatuhkan pada Para Pelaku Illegal Fishing akan lebih responsif membuat efek jera, sehingga Sumber Daya Perikanan Indonesai dapat diselamatkan, dan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia, sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945.

ASPEK HUKUM PENERAPAN INAPORTNET DALAM SISTEM PELAYANAN KAPAL DAN BARANG DI PELABUHAN

ROY OKTAVIANUS ANTE
2024 · Thesis · Open Access

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui Aspek Hukum Penerapan Inaportnet Dalam Sistem Pelayanan Kapal dan Barang di Pelabuhan. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, prinsip-prinsip hukum pelayaran yang mendasari penerapan inaportnet dalam sistem pelayanan kapal dan barang di pelabuhan dan Efektivitas Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 8 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pelayanan Kapal Melalui Inaportnet dengan mengambil studi pada KSOP Pelabuhan Klas III Tarakan. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan studi Kasus (case approach). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Prinsisp-prinsip Penerapan Inaportnet di Pelabuhan dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 154 tahun 2015 tentang Surat Persetujuan Syahbandar (SPS) On line di pelabuhan dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 8 tahun 2022 tentang Tata Cara Pelayanan Kapal Melalui Inaportnet merupakan pengganti atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 192 Tahun 2015 Perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 157 tahun 2015 tentang Penerapan Inaportnet untuk pelayanan kapal dan barang di Pelabuhan yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan kelancaran arus barang di pelabuhan, memangkas waktu pelayanan menjadi lebih cepat dan efisien, menurunkan biaya logistic dan sebagai langkah transparansi pelayanan di pelabuhan. Sedangkan Efektfitas Penggunaan sistem Inaportnet dalam pelayanan kapal dan barang dipelabuhan sudah cukup baik, namun belum sepenuhnya optimal karena dalam pelaksanaannya masih ditemukan kendala-kendala teknis. Harus ada evaluasi dalam pengunaan sistem inaportnet guna untuk meminimalisir terjadinya error service dalam penerapan system inaportnet dan inaportnet sebagai wadah online dalam pelayanan di kantor KSOP Kelas IIII Kota Tarakan merupakan upaya untuk mempermudah pelayanan kapal sehingga menjadi teratur dam efisien dalam pelayanannya.

Analisis Perikanan Udang Bintik (Metapenaeus sp) Berdasarkan Domain Habitat di Muara Sesayap dan Bulungan

ERDA DERMAWAN SANTI
2024 · Thesis · Open Access

Pengelolaan sumberdaya ikan yang berkelanjutan tidak hanya fokus pada ikannya saja, namun harus mempertahankan kesehatan lingkungan atau habitatnya. Habitat yang baik dan sehat mampu mendukung sumberdaya hayati dan merupakan salah satu komponen utama dalam pengelolaan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini melakukan analisis perikanan berdasarkan domain habitat dan ekosistem pada udang bintik (Metapenaeus Sp), dilakukan pada dua lokasi yaitu muara Sesayap dan muara Bulungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan udang bintik berdasarkan pendekatan ekosistem melalui domain habitat di muara Bulungan dan muara Sesayap. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan, menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan mengukur parameter kualitas air (salinitas, pH, suhu, kecerahan, TDS, TSS dan kecepatan arus, memakai metode SNI), mengetahui status mangrove menggunakan data sekunder, serta menganalisis panjang dan berat udang bintik. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa, kualitas perairan kedua muara ini masuk kedalam kategori baik, dengan nilai salinitas 15-27 ppt, nilai pH 7,9-8,4, suhu 30o-32oC, kecerahan 0,19-0,35 m, nilai TDS 315-495 mg/L, nilai TSS 0,129-137 mg/L, dan kecepatan arus 0,25-0,110 m/s. Kerapatan ekosistem mangrove pada kedua muara ini sedang namun tutupan mangrove mengalami penyusutan atau menuju rusak akibat konversi menjadi tambak, Kisaran ukuran udang bintik yang tertangkap oleh nelayan tugu (stownet) pada muara Sesayap dengan ukuran panjang total 5-9,5 cm, dan berat udang bintik yaitu 1-8 g. Pada muara Bulungan, kisaran ukuran udang bintik memiliki ukuran panjang total 6,9-15 cm, dan berat udang bintik yaitu 2-28 g, dengan indikasi berdasarkan ukuran tersebut, indikator habitat unik atau khusus udang bintik diketahui terdapat daerah nursery ground dan spawning ground yang belum dikelola dengan baik.

PENENTUAN KELIMPAHAN DAN IDENTIFIKASI MIKROPLASTIK PADA SEDIMEN DI PERAIRAN KOTA TARAKAN

BOY PUTRA
2024 · Thesis · Open Access

Penggunaan plastik di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat yang mengakibatkan semakin meningkat pula potensi penncemaran lingkungan yang berasal limbah plastik bagi lingkungan. Sampah plastik ukuran besar yang tersebar di laut dan dibiarkan terus-menerus akan terdegedasi oleh sinar matahari (fotodegradasi) sehingga membentuk partikel-partikel plastik berukuran ≤ 5 mm yang disebut dengan mikroplastik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk, warna dan ukuran mikroplastik serta mengetahui kelimpahan mikroplastik pada sedimen di wilayah perairan Kota Tarakan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, metode penentuan stasiun sampling menggunakan purposive sampling dengan 5 stasiun. Identifikasi mikroplastik menggunakan mikroskop Nikon Ecllips Ti2 dengan parameter yang diamati yaitu bentuk, warna dan ukuran mikroplastik. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan kelimpahan mikroplastik paling dominan terdapat di stasiun 2 Muara Sungai dengan jumlah mikroplastik sebanyak 129 partikel/150 g dengan persentase 31%. Bentuk mikroplastik yang teridentifikasi pada sedimen di perairan Kota Tarakan adalah fragmen, film, fiber, dan pellet. Bentuk mikroplastik yang paling dominan adalah pellet sebanyak 171 partikel/150 g. Warna mikroplastik yang teridentifikasi adalah transparan, kuning, cokelat, biru, hitam, merah dan putih. Warna yang paling dominan adalah hitam sebanyak 186 partikel. Untuk ukuran mikroplastik yang paling dominan yaitu pada ukuran 20 µm sebanyak 95 partikel, sedangkan ukuran yang paling sedikit teridentifikasi adalah pada ukuran >1000 µm yaitu 8 partikel.

HUBUNGAN ANTARA KETERAMPILAN METAKOGNITIF DENGAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS VII SMP NEGERI 13 TARAKAN

NURLINDA
2024 · Thesis · Open Access

Keterampillan metakognitif merupakan pengetahuan tentang pembelajaran Berpikir dan kemampuan metakognitif. Metakognitif terbagi menjadi 3 yaitu perencanaan, pemantauan, dan mengevaluasi. Yang bertujuan menggembangkan sejumlah kemampuan fisik dan mental sebagai dasar untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedua hubungan antara keterampilan metakognitif dengan keterampilan proses sains. Jenis penelitian yang digunakan yaitu korelasional dimana korelasional merupakan suatu teknik yang digunakan untuk mengukur hubungan antara variabel X dan Y yaitu keterampilan metognitif dengan keterampilan proses sains. Teknik sampling yang digunakan yaitu perposive sampling dimana tujuan khusus dari pengambilan sampel ini yaitu mengambil siswa yang telah mempelajari topik interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya, Sebanyak 31 siswa kelas VII-1. Instrumen yang digunakan merupakan tes berupa soal uraian untuk mengukur keterampilan metakognitif dengan keterampilan proses sains. Analisis data yang digunakan yaitu analisis korelasi product moment yang didahului uji prasyarat berupa uji normalitas, uji lineritas, dan uji homogenitas. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat hubungan antara keterampilan metakognitif dengan keterampilan proses sains siswa dengan nilai korelasi 0,449 (katagori cukup) yang berarti kedua variabel tersebut memiliki hubungan positif dan singnifika

PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI GARAM TERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK KIMCHI MENTIMUN “Cucumis sativus L.”

HASRIYUNI
2024 · Thesis · Open Access

Mentimun merupakan salah satu pangan yang memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh dan memiliki kandungan air tinggi. Namun karena kandungan airnya yang tinggi menyebabkan timun mudah rusak dan tidak tahan lama. Umur simpan timun dapat diperpanjang dengan pengolahan. Pengolahan timun yang menarik konsumen dunia adalah kimchi. Kimchi merupakan salah satu jenis asinan sayuran tradisional Korea hasil fermentasi yang tambahkan bumbu pedas setelah digarami dan dicuci. Pada penelitian ini fermentasi kimchi dipengaruhi oleh jenis dan konsentrasi garam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial, dengan 2 faktor yaitu jenis garam (G) halus dan kasar, dan konsentrasi (K) 2%, 4%, 6%, dan 8%. Parameter penelitian yaitu uji kimia yang terdiri dari kadar air, kadar garam, kadar vitamin C, nilai pH, dan asam laktat. Uji organoleptik yang terdiri tekstur, warna, aroma dan rasa. Hasil analisis dilakukan dengan uji non- parametrik menggunakan uji friedman, dan dilajut dengan uji dunn sedangkan uji parametrik menggunakan uji ANOVA dengan uji lanjut BNT (beda nyata terkecil) taraf 5%. Jenis garam memberikan pengaruh terhadap parameter kadar air, kadar vitamin C dan asam laktat dan tidak memberikan pengaruh terhadap kadar garam. sedangkan konsentrasi garam memberikan pengaruh kadar garam, kadar vitamin C, dan asam laktat dan tidak memberikan pengaruh terhadap kadar air. Interaksi perlakuan jenis dan konsentrasi garam memberikan pengaruh terhadap kadar vitamin C dan asam laktat, serta menghasilkan nilai pH yang berbeda pada kimchi. Lebih tinggi konsentrasi dengan garam halus yaitu pada perlakuan K4G1 menghasilkan nilai kesukaan yang lebih disukai dengan skala rata-rata 4 (suka).

Piranti Uji Subjek Bahasa Bugis Pattinjo (Kajian Sintaksis)

SRI WAHYUNI
2024 · Thesis · Open Access

Kesubjekan merupakan istilah yang digunakan untuk menguji subjek dalam sebuah bahasa yang ada di dunia ini. Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan bentuk klausa dasar dan mendeskripsikan bentuk piranti uji subjek pada Bahasa Bugis Pattinjo. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif menggunakan kajian sintaksis. Data dalam penelitian ini menggunakan data lisan yang bersumber dari penutur asli bahasa Bugis Pattinjo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik simak, rekam dan catat. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara yang tak berstruktur serta alat rekam untuk dokumentasi. Anialisis data dalam penelitian ini menggunakan metode agih, diikuti teknik bagi unsur langsung dan teknik lanjutan yaitu teknik sisip. Hasil dari penelitian menujukkan bahwa klausa dasar dalam bahasa Bugis Pattinjo terdiri atas klausa nonverbal berpredikat nomina, adjektiva dan frasa prepoisional dan klausa verba, selanjutnya hasil analisis piranti uji subjek Bahasa Bugis Pattinjo menunjukkan bahwa subjek memiliki properti sebagai berikut; (1) subjek muncul pada struktur konanis pada posisi preverbal (sebelum verba), (2) subjek dapat direlatifkan dengan pemarkah ya ’yang’ (prelatifan subjek), (3) subjek dapat dikontrol, (4) dapat disisipakan adverbial berupa pemarkah kala masiang ‘besok’ dan sebo ‘kemarin’ di antara subjek sebagai argumen preverbal dengan predikat, (5) dapat dinaikkan objek langsung dan objek tak langsung (argumen yang bukan subjek) menjadi subjek melalui mekanisme penaikan (raising). Kesimpulan penelitian ini adalah subjek dalam bahasa Bugis Pattinjo sesuai dengan bahasa universal. Kata kunci : Subjek, Bahasa Bugis Pattinjo, Sintaksis ada di dunia ini. Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan bentuk klausa dasar dan mendeskripsikan bentuk piranti uji subjek pada Bahasa Bugis Pattinjo. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif menggunakan kajian sintaksis. Data dalam penelitian ini menggunakan data lisan yang bersumber dari penutur asli bahasa Bugis Pattinjo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik simak, rekam dan catat. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara yang tak berstruktur serta alat rekam untuk dokumentasi. Anialisis data dalam penelitian ini menggunakan metode agih, diikuti teknik bagi unsur langsung dan teknik lanjutan yaitu teknik sisip. Hasil dari penelitian menujukkan bahwa klausa dasar dalam bahasa Bugis Pattinjo terdiri atas klausa nonverbal berpredikat nomina, adjektiva dan frasa prepoisional dan klausa verba, selanjutnya hasil analisis piranti uji subjek Bahasa Bugis Pattinjo menunjukkan bahwa subjek memiliki properti sebagai berikut; (1) subjek muncul pada struktur konanis pada posisi preverbal (sebelum verba), (2) subjek dapat direlatifkan dengan pemarkah ya ’yang’ (prelatifan subjek), (3) subjek dapat dikontrol, (4) dapat disisipakan adverbial berupa pemarkah kala masiang ‘besok’ dan sebo ‘kemarin’ di antara subjek sebagai argumen preverbal dengan predikat, (5) dapat dinaikkan objek langsung dan objek tak langsung (argumen yang bukan subjek) menjadi subjek melalui mekanisme penaikan (raising). Kesimpulan penelitian ini adalah subjek dalam bahasa Bugis Pattinjo sesuai dengan bahasa universal.