COLLECTION
Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir
Publikasi
Kewenangan Lurah Dalam memberhentikan Ketua RT Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 5 Tahun 2013 Tentang Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan.
Otonomi berasal dari bahasa yunani, auto yang berarti sendiri dan nomous yang berarti hukum atau peraturan. Namun demikian, pelaksanaan otonomi tetap dalam batas koridor yang tidak melampaui wewenang Pemerintah pusat yang menyerakan urusan kepada daerah. Penyelenggaraan otonomi daerah dilaksanakan dengan memberikan kewenangan yang luas, nyata, dan bertanggung jawab kepada daerah secara proporsional yang diwujudkan dengan pengaturan, pembagian, dan pemanfaatan sumber daya nasional yang berkeadilan. Setiap tindakan pemerintahan disyaratkan harus bertumpu atas kewenangan yang sah. Kewenangan itu diperoleh melalui tiga sumber, yaitu atribusi, delegasi, dan mandat. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Pengaturan Kewenangan Lurah dalam Memberhentikan Ketua RT Berdasarkan peraturan daerah Kota Tarakan Nomor 5 tahun 2013 tentang Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan. (2) Mekanisme Pemberhentian ketua RT oleh Lurah berdasarkan Peraturan daerah Kota Tarakan Nomor 5 Tahun 2013 Tentang Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan. Penelitian hukum ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach) menggunakan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberhentian Ketua RT dan Mekanismenya telah diatur dalam Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 5 Tahun 2013 Tentang Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan.
RATIO LEGIS TERHADAP MUTASI PEGAWAI NEGERI SIPIL BERDASARKAN PADA UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2023 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA
Mutasi dalam sebuah organisasi memainkan peranan ganda dalam mengembangkan, memelihara dan membina sumber daya manusia untuk berprestasi dalam meningkatkan kinerjanya sesuai dengan jabatan yang diemban, menciptakan pemeliharaan hubungan yang baik antara pimpinan, bawahan dan sejawat serta upaya untuk meminimalkan sumber daya manusia dapat wewujudkan prestasinya, memperbaiki hubungan kerja menjauhkan diri dari hukuman. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Kedudukan Hukum Mutasi Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 Tentang Aparatur Sipil Negara. (2) Ratio Legis Mutasi Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 Tentang Aparatur Sipil Negara. Penelitian hukum ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach) menggunakan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kedudukan Hukum Mutasi Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 Tentang Aparatur Sipil Negara adalah Mutasi diatur dalam undang–undang ASN Nomor 5 tahun 2014 lalu diatur lebih lanjut dalam PP Nomor 11 tahun 2017 dan Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Berdasarkan peraturan BKN Nomor 28 Tahun 2011 Mutasi jabatan atau pemindahan jabatan meliputi segala perubahan jabatan seorang pegawai dalam arti umum. Ratio Legis Mutasi Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 Tentang Aparatur Sipil Negara adalah Prosedur yang harus dilakukan dalam melaksanakan mutasi ada dalam beberapa peraturan yang dikeluarkan salah satunya dalam peraturan Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2019 tentang Tata cara pelaksanaan Mutasi. Peraturan tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP) nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.
Prototipe Sistem Monitoring dan Peringatan Dini Potensi Longsor Berbasis Internet of things dengan Metode Fuzzy sugeno untuk Wilayah Rawan Longsor
Tanah longsor merupakan salah satu dari tiga bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia, dengan 291 kejadian tercatat sepanjang tahun 2020. Faktor-faktor seperti kelembapan tanah, kemiringan lereng, dan getaran menjadi pemicu utama terjadinya longsor. Penelitian ini mengembangkan sistem monitoring dan peringatan dini potensi longsor berbasis IoT dengan metode Fuzzy Sugeno yang efektif dalam mendeteksi potensi longsor. Hasil kalibrasi menunjukkan tingkat keakuratan sensor yang tinggi, dengan sensor kemiringan (MPU6050) memiliki akurasi 99,72%, sensor kelembapan tanah (YL-69) 100%, dan sensor getaran (SW-420) 100%. Sistem ini mengintegrasikan ketiga sensor tersebut yang terhubung dengan aplikasi Blynk untuk pemantauan real-time, memungkinkan akses data secara cepat dan akurat. Pengujian dilakukan dengan membuat tanah berlapis tiga, yaitu aluvial, laterit, dan gambut, serta mensimulasikan berbagai kondisi seperti kemiringan hingga 60°, kelembapan mencapai 70%, dan pemberian getaran untuk menguji respons sistem terhadap perubahan lingkungan. Data hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor berfungsi dengan baik dalam mendeteksi potensi longsor, sementara logika Fuzzy Sugeno mampu mengidentifikasi tingkat bahaya dengan efektivitas 100% berdasarkan parameter kemiringan, kelembapan, dan getaran tanah. Sistem ini juga berhasil mengirim data secara real-time ke aplikasi Blynk dan memberikan notifikasi bahaya yang dapat diterima langsung oleh perangkat mobile, sehingga memungkinkan respons cepat terhadap kondisi darurat. Selain itu, sistem peringatan dini yang menggunakan buzzer terbukti akurat dan responsif, dengan efektivitas mencapai 100%, memberikan sinyal peringatan yang jelas saat kondisi berbahaya terdeteksi. Keseluruhan hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini efektif dan dapat diandalkan untuk memantau perubahan kondisi tanah serta memberikan peringatan dini terhadap potensi longsor, sehingga dapat berkontribusi dalam mitigasi risiko bencana di wilayah rawan longsor.
RANCANG BANGUN PROTOTIPE PENDETEKSI JATUH UNTUK LANSIA MENGGUNAKAN SENSOR ACCELEROMETER MPU6050 BERBASIS INTERNET OF THINGS
Populasi lansia di Indonesia terus meningkat, sejalan dengan pada era global menuju penduduk menua (ageing population). Lansia memiliki risiko tinggi mengalami cedera akibat jatuh, yang dapat berakibat fatal. Penelitian ini bertujuan untuk membuat prototipe pendeteksi jatuh yang dapat digunakan oleh lansia yang menggunakan sensor accelerometer MPU6050 yang terhubung dengan blynk sebagai pengumpul data serta aplikasi telegram sebagai pemberi informasi sehingga korban terjatuh mampu mendapat pertolongan sesegera mungkin. Dalam penelitian ini menggunakan persamaan sum vector sebagai menentukan kondisi pengguna dengan menghitung sumbu x, y, dan z pada sensor accelerometer MPU6050. Nilai prototipe pendeteksi jatuh mampu membaca gerakan jatuh sebanyak 18 kali dari 20 kali percobaan yang dilakukan sehingga memperoleh nilai sensitivitas sebesar 90%. Dari hasil wawancara menyatakan bahwa wearable pendeteksi jatuh umumnya cukup nyaman, alat ini dapat melindungi orang tua, terutama yang lanjut usia. Alat ini memungkinkan pemantauan pergerakan orang tua saat kita tidak dirumah, serta dapat mendeteksi jatuh dan mengirimkan informasi melalui smartphone. Hanya saja perlu menambahkan alarm agar orang disekitar atau keluarga dapat merespons orangtua atau pengguna secara cepat tanpa mengandalkan notifikasi melalui smartphone.
PERANCANGAN SISTEM PENYIRAMAN OTOMATIS DAN MONITORING PADA BIBIT KAKAO PT PKN SECARA REAL-TIME BERBASIS INTERNET OF THINGS
Perkembangan teknologi mendorong inovasi di berbagai bidang, termasuk pertanian. Internet of Things memungkinkan otomatisasi dan pemantauan real-time untuk meningkatkan efisiensi. Penelitian ini merancang sistem penyiraman otomatis dan monitoring bibit kakao berbasis IoT di PT Pesona Khatulistiwa Nusantara. Sistem ini menggantikan metode manual yang kurang efisien serta meningkatkan akurasi pemantauan kelembapan tanah, suhu udara, dan pH tanah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis data sensor dan memastikan keakuratan sensor. Selain itu, pendekatan eksperimental digunakan dalam desain penelitian untuk mengatur RTC dan mengubah nilai ADC pada sensor. Sistem menggunakan NodeMCU ESP8266 dengan sensor kelembapan tanah, suhu (DHT22) serta sensor pH tanah. Data perolehan hasil sensor akan dikirim pada LCD dan Blynk untuk pemantauan via smartphone. Sistem memiliki tiga mode penyiraman yaitu : otomatis saat kelembapan 40%, terjadwal dengan RTC (Real Time Clock) dan manual melalui Blynk. Proses Pengujian kalibrasi Sensor menggunakan Soil Survey Instrument sebagai alat perbandingan, dari hasil kalibrasi tesebut Sensor kelembapan tanah mendeteksi 0-30% pada kondisi tanah kering (DRY), 40-70% pada kondisi normal (NOR), dan 80-100% pada kondisi basah (WET+). Sensor DHT22 memiliki akurasi 99,36% dengan tingkat error 6,64%, sedangkan sensor pH tanah memiliki akurasi 89,31% pada kondisi asam (pH 3-4), 94,05% pada kondisi netral (pH 6-7), dan 93,56% pada kondisi basah (pH 9-10), dengan error maksimal 10,68%. Berdasarkan hasil Implementasi sistem yang dilakukan, pengujian dilakukan selama 9 jam (pukul 09:00 - 16:59) dengan pengambilan data setiap 30 menit dan pembacaan sensor setiap 2 detik hasil pengujian sistem rata-rata kelembapan tanah berada pada 65,25%, lalu pada penyiraman mode terjadwal pompa dapat aktif selama 15 detik berdasarkan hasil pengaturan RTC yang dimasukan pada program yaitu pukul 09.00, 12.00, 13.00 dan 16.00. Sensor pH menunjukkan pH normal (7,76) serta suhu udara rata-rata 31,44°C. sistem ini diharapkan dapat membantu petani dalam memantau kondisi kualitas bibit kakao serta pemeliharan berupa penyiraman secara otomatis.
IMPLEMENTASI SISTEM MONITORING DAN PENYIRAMAN OTOMATIS TANAMAN CABAI RAWIT BERBASIS INTERNET OF THINGS DENGAN LOGIKA FUZZY MAMDANI
Sistem monitoring dan penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang didukung oleh logika fuzzy memberikan solusi inovatif dalam sektor pertanian dengan memungkinkan pemantauan kondisi tanaman secara langsung. Hal ini dapat dilakukan melalui sensor kelembapan tanah dan intensitas cahaya yang dipasang di lapangan, sehingga dapat memantau kondisi tanaman secara real-time. Data yang diperoleh dari sensor ini kemudian diproses oleh sistem untuk memberikan respon yang cepat dan akurat terhadap perubahan lingkungan yang terjadi di lapangan. Dengan penggunaan logika fuzzy, sistem dapat menganalisis data sensor dan membuat keputusan penyiraman yang optimal sesuai dengan kondisi tanah. Selama proses kalibrasi sensor kelembapan tanah, didapatkan nilai offset sebesar 1.43, yang didapatkan dari penyesuaian batas atas dan batas bawah pembacaan kelembapan tanah, guna meningkatkan ketepatan pengukuran kelembapan dan menghasilkan keputusan yang lebih akurat. Hasil pengujian sistem ini menunjukkan bahwa kecepatan penyiraman dapat disesuaikan berdasarkan tingkat kelembapan tanah dan intensitas cahaya yang terdeteksi oleh sensor. Misalnya, ketika tanah berada dalam kondisi kering (≤58%), pompa akan aktif dengan kecepatan tinggi (ON) untuk memenuhi kebutuhan air tanaman. Sementara itu, pada kondisi kelembapan tanah normal (62%–79%), pompa akan beroperasi dengan kecepatan sedang. Jika tanah tergolong basah (≥85%), pompa akan mati (OFF) karena penyiraman tidak lagi diperlukan. Meskipun intensitas cahaya turut berperan dalam pengoperasian pompa, keputusan utama tetap bergantung pada tingkat kelembapan tanah. Dalam kondisi intensitas cahaya rendah (±24.000 lux), pompa tetap beroperasi dengan kecepatan sedang selama kelembapan tanah dalam kategori normal. Pada intensitas cahaya sedang (±27.000–45.000 lux), kecepatan pompa akan disesuaikan dengan tingkat kelembapan tanah, dan berlaku untuk intensitas cahaya tinggi (±53.000–59.000 lux), untuk intensitas cahaya dilakukan dengan mengaktifkan mode tertinggi untuk memastikan akurasi sensor intensitas cahaya pada library. Sistem ini terbukti mampu menjaga kelembapan tanah dengan tepat tanpa pemborosan air. Dengan tingkat akurasi maksimal, sistem ini dapat berfungsi secara tepat dengan kebutuhan penyiraman berdasarkan kondisi tanah.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAUAN BERTANYA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
Bertanya merupakan salah satu keterampilan penting dalam proses pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman, keterlibatan aktif, serta kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi kemauan mahasiswa dalam bertanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Instrument penelitian yang digunakan berupa angket yang diberikan kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi angkatan 2021, 2022, dan 2023 di Universitas Borneo Tarakan. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase respon jawaban mahasiswa untuk mengidentifikasi faktor faktor yang mempengaruhi kemauan bertanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi kemauan bertanya mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi yaitu faktor internal yang memiliki rata-rata sebesar 70,91% termasuk dalam kategori tinggi, aspek tertinggi yang mempengaruhi adalah penguasaan mahasiswa terhadap materi pelajaran yaitu sebesar 82,42% dan aspek terendah adalah kesehatan mahasiswa sebesar 65,49%. Faktor eksternal memiliki rata-rata sebesar 68,15% termasuk dalam kategori tinggi, aspek tertinggi yang mempengaruhi adalah suasana kelas yang mendukung pembelajaran sebesar 82,27% dan aspek terendah adalah hubungan mahasiswa dengan dosen sebesar 54,33%.
Pengaruh Teknik Rational-Emotive Behavior Therapy (REBT) Terhadap Perilaku Membolos Siswa di SMP Negeri 5 Tarakan
Perilaku membolos merupakan tindakan melanggar norma sosial yang ditandai dengan ketidakhadiran siswa di sekolah tanpa izin yang jelas selama jam pelajaran. Hal ini dapat berujung pada kegagalan akademik, seperti tinggal kelas, nilai di bawah KKM, atau bahkan dipindahkan ke sekolah lain dengan konsekuensi yang lebih berat. Motivasi belajar yang rendah dan pengaruh teman sebaya merupakan dua faktor utama yang mendorong siswa untuk membolos. Upaya yang dapat dilakukan dalam meminimalkan permasalahan tersebut yaitu menerapkan layanan konseling kelompok dengan teknik rational-emotive behavior therapy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik rational-emotive behavior therapy terhadap perilaku membolos siswa di SMP Negeri 5 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan desain pre-experimental design dengan jenis one-group pretest-posttest design. Jenis pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan sampel berjumlah 10 siswa kelas IX. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen berupa skala likert tentang perilaku membolos. Analisis data dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Penelitian dengan teknik rational-emotive behavior therapy menunjukkan pengaruh signifikan terhadap penurunan perilaku membolos pada siswa. Hasil penelitian ini ditandai dengan pemahaman siswa tentang konsekuensi membolos berkembang; mereka menyadari bahwa membolos menghilangkan kesempatan belajar, mempengaruhi prestasi, dan merusak reputasi di mata guru, teman, serta orang tua. Hal ini berdampak pada hubungan sosial dan prospek masa depan mereka. Perubahan pemikiran ini didorong oleh peningkatan kesadaran diri, pengalaman belajar, dan perkembangan kognitif. Maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik rational-emotive behavior therapy terhadap perilaku membolos siswa.
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL DALAM MENINGKATKAN KESADARAN BAHAYA MEROKOK PADA SISWA DI SMA HANG TUAH TARAKAN
Perilaku merokok pada anak sekolah di Indonesia sudah mulai terlihat pada anak-anak SMP hingga SMA sederajat. Remaja yang sedang menjadi seorang siswa tidak diperbolehkan untuk merokok di kalangan sekolah, di masyarakat atau di kalangan lainnya. Merokok pada usia dini disebabkan oleh kesadaran diri yang rendah tentang bahaya rokok. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada pengaruh Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Kesadaran Bahaya Merokok Pada Siswa Di SMA Hang Tuah Tarakan. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan pendekatan Pre-eksperimen dan desain penelitian one group pretestposttest. Populasi penelitian ini berjumlah 520 siswa. Sampel yang digunakan purposive sampling yaitu siswa laki-laki yang berjumlah 14 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen berupa skala likert tentang perilaku merokok berdasarkan dengan 3 indikator perilaku merokok yaitu aktivitas fisik, aktivitas psikologi, intensitas merokok. Analisis data dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji paired sample t-test dengan nilai sig (2-tailed) adalah sebesar 0,000 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh media audio visual dalam meningkatkan kesadaran bahaya merokok pada siswa di SMA Hang Tuah Tarakan.
Pengaruh Terapi Menulis Ekspresif Terhadap Kecemasan Korban Bullying di SMK Kesehatan Kaltara Tarakan
Masa remaja adalah proses terjadinya pencarian jati diri seseorang, pada masa itu interaksi sering dilakukan di lingkungan rumah maupun sekolah. Namun, di sekolah sering terjadi perbuatan bullying yang berupa tindakan kekerasan fisik mapun verbal. Akibatnya korban merasakan kecemasan yang akan berlanjut hingga masa dewasa sehingga menyebabkan penurunan terhadap kualitas hidup. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada pengaruh dari metode Terapi Menulis Ekspresif Terhadap Kecemasan Korban Bullying di SMK Kesehatan Kaltara Kota Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode Pre-Experiment Design dengan jenis One-Group Pretest-Postest Design. Populasi dalam penelitian ini berasal dari jurusal farmasi sebanyak 22 siswa dan jurusan keperawatan sebanyak 35 siswa total keseluruhan berjumlah 57 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 5 siswa. Instrumen penelitian ini menggunakan skala likert untuk mengukur kecemasan korban bullying. Teknik analisis data dalam hasil penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif dan inferensial dengan uji wilcoxon, diperoleh asym sig sebesar 0.043 dengan taraf signifikansi (a) sebesar 5% (0,05). Sehingga dapat diartikan asym sig a atau 0.043 0,5 sehingga menunjukkan bahwa Ha diterima dengan hipotesis terdapat adanya pengaruh terapi menulis ekspresif untuk mengurangi kecemasan korban bullying di SMK Kesehatan Kaltara Tarakan.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA MATERI BANGUN RUANG KELAS VI SEKOLAH DASAR
Matematika merupakan Pelajaran yang sulit dipahami, kurang menarik dan membosankan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar matematika siswa kelas VI Sekolah Dasar. Jenis Penelitian yang digunakan yaitu, Kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes yang dikemudian dikonfirmasi melalui wawancara. Peneliti mengambil 6 subjek sebagai perwakilan dari setiap kategori, yaitu tinggi, sedang dan rendah, untuk diwawancarai setelah mereka melakukan tes. Adapun hasil penelitian (1) Indikator pertama dapat dikerjakan oleh subjek tinggi dan sedang, hanya saja salah satu subjek sedang mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal. Sementara itu, subjek rendah mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal. (2) Indikator kedua dapat dikerjakan oleh subjek tinggi dan sedang, hanya saja salah satu sedang mengalami kesulitan. Sementara itu, subjek rendah juga mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal. (3) Indikator ketiga, terlihat bahwa subjek tinggi, sedang dan rendah mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal. Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi, sedang dan rendah mengalami kesulitan pada bangun ruang.
ANALISIS STABILISASI TANAH LEMPUNG YANG DICAMPUR DENGAN BUBUK ARANG TEMPURUNG KELAPA TERHADAP PERUBAHAN SIFAT FISIS DAN NILAI CBR TANAH
Tanah lempung mempunyai sifat plastisitas yang tinggi, permeabilitas rendah, daya dukung rendah serta perubahan volume kembang-susut yang cukup besar. Hal ini tidak menguntungkan bila tanah lempung digunakan sebagai tanah dasar untuk menopang suatu bangunan konstruksi, maka untuk mengatasi permasalahan ini dibutuhkan metode perbaikan pada tanah yang berpengaruh pada sifat fisis dan mekanik pada tanah. Stabilisasi tanah adalah salah satu metode yang bisa digunakan pada perbaikan tanah yang dilakukan dengan menambahkan bahan kimia atau bahan lainnya yang bertujuan untuk memperbaiki parameter sifat tanah sehingga menghasilkan material baru yang memiliki sifat teknis lebih baik. Pada penelitian ini menggunakan bubuk arang tempurung kelapa sebagai bahan stabilisasi pada tanah. Pencampuran bahan stabilisasi menggunakan beberapa variasi persentase, yaitu penambahan sebanyak 4%, 6% dan 8% dengan masa peram selama 7 hari, 14 hari dan 21 hari. Pengujian sifat fisis dan mekanis dilakukan pada tanah lempung asli dan tanah lempung yang telah distabilisasi dengan stabilizer. Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa penambahan stabilizer 8% dan masa peram selama 21 hari memberikan hasil yang maksimum pada penelitian ini, dengan beberapa parameter diantaranya adalah kadar air (w) dari 63,75% menjadi 39,15%, specific gravity (Gs) dari 2,68 menjadi 2,81, analisa saringan dari 59,16% menjadi 30,75%, batas cair (LL) dari 52,79% menjadi 45,57%, batas plastis (PL) dari 21,45% menjadi 25,53%, indeks plastis (IP) dari 31,34% menjadi 20,04% dan pada pengujian CBR mengalami peningkatan dari kondisi awal 0,72% menjadi 4,30%.
DISTRIBUSI FREKUENSI UKURAN PANJANG IKAN TEMBANG (Sardinella lemuru) DI PERAIRAN KABUPATEN BULUNGAN
Perairan Kabupaten Bulungan merupakan perairan yang memiliki potensi sumberdaya hayati laut, salah satu sumberdaya ikan yang banyak dimanfaatkan oleh nelayan adalah ikan tembang (Sardinella lemuru). Upaya untuk menjaga kelestariannya memerlukan data biologi perikanan, salah satu aspeknya adalah pertumbuhan ikan. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa Distribusi ukuran panjang guna menduga parameter pertumbuhan ikan tembang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Des 2023 – Feb 2024. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan mengambil hasil tangkapan nelayan yang menggunakan Surface Trwall dan Kelong sebagai alat tangkap. Sampel ikan yang diamati sebanyak 250 ekor. Panjang total ikan diukur menggunakan penggaris dengan ketelitian 1 cm, kemudian diklasifikasikan berdasarkan kelas ukuran. Model pertumbuhan menggunakan persamaan Von Bertalanffy. Panjang total ikan tembang berkisar 11,1 – 19 cm. Panjang maksimal yang dapat dicapai (L∞) = 17,9 cm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ikan tembang memiliki laju pertumbuhan awalnya cepat tetapi melambat seiring waktu ketika organisme mendekati ukuran maksimal sehingga membutuhkan waktu yang singkat untuk mencapai panjang maksimum.
Analisis Perilaku Konsumsi Buah Dan Sayur Dengan Pendekatan Theory Of Planned Behavior Pada Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan
Munculnya isu global terhadap rendahnya konsumsi buah dan sayur masyarakat telah terjadi di Indonesia. Konsumsi buah dan sayur yang baik dianjurkan sebanyak lima porsi dalam seminggu. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebanyak 92,5% penduduk umur 5 tahun ke atas di Provinsi Kalimantan Utara dikategorikan ‘kurang’ dalam proporsi makan sayur dan buah per hari dalam seminggu. Dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku konsumsi buah dan sayur mahasiswa Universitas Borneo Tarakan dengan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB). Pengumpulan data dilakukan dengan metode purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 orang. Analisis data menggunakan SEM-PLS dengan alat bantu SmartPLS 4. Hasil penelitian dalam konteks mengonsumsi buah dan sayur yaitu: (1) Sikap berpengaruh terhadap minat (2) Norma subjektif tidak berpengaruh terhadap minat (3) Persepsi kendali perilaku berpengaruh terhadap minat namun tidak berpengaruh terhadap perilaku (4) Minat berpengaruh terhadap perilaku
Tinjauan Yuridis terhadap Tindak Pidana Siber Melalui Teknologi Deepfake yang Melanggar Perlindungan Data Pribadi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja batasan perbuatan yang dikategorikan sebagai tindak pidana melalui teknologi deepfake, serta upaya perlindungan hukum terhadap tindak pidana siber melalui teknologi deepfake yang melanggar perlindungan data pribadi. Seluruh data yang diperoleh dalam penelitian, baik data primer dan data sekunder akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis normatif. Selain itu dideskripsikan, dengan menelaah permasalahan yang ada. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa batasan perbuatan yang dikategorikan sebagai tindak pidana melalui teknologi deepfake yang melanggar perlindungan data pribadi adalah deepfake yang dimana awalnya digunakan untuk hiburan televisi ataupun kebutuhan konten editing, namun justru disalahgunakan untuk menipu atau memanipulasi orang lain, menggunakan identitas data pribadi atau citra seseorang tanpa izin dan membuat konten yang mengandung unsur tindak pidana, seperti hasil teknologi deepfake ini digunakan untuk menghasilkan konten yang bermuatan pornografi, pencemaran nama baik dan penipuan. Serta upaya perlindungan hukum terhadap tindak pidana siber melalui teknologi deepfake yang melanggar perlindungan data pribadi yang dapat dilakukan melalui upaya preventif dan represif. Dalam kejahatan deepfake ini upaya perlindungan hukum dapat dilakukan dengan melalui peran peraturan perundang-undangan yang relevan dan peran pemerintah yang ada. Beberapa peraturan yang relevan seperti KUHP, UU ITE, UU PDP, dan UU Pornografi. Selain itu, juga dapat dilakukan melalui peran lembaga pemerintah, seperti Kementerian Komunikasi dan Digital, yang sebelumnya merupakan Kementerian Komunikasi dan Informatika, selain itu juga dapat dilakukan melalui satgas dittipidsiber POLRI. Dalam kejahatan deepfake ini, peraturan perundang-undangan yang relevan dan peran pemerintah dapat melakukan pengawasan, pencegahan dan penindakan segala bentuk kejahatan siber, serta juga fokus untuk memulihkan keseimbangan atau memberikan sanksi/balasan kepada pelaku.
DESKRIPSI KEMAMPUAN GURU SD DALAM PENGELOLAAN KELAS PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SDN 031 SIMPANG AMAL
Pengelolaan kelas guru merupakan salah satu faktor eksternal penentu hasil belajar siswa oleh karena itu Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya pengelolaan kelas guru pada pembelajaran matematika dengan berbagai upaya yang telah dilakukan guru dalam mengelola kelas dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian guru. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan doumentasi. Analisis data interaktif menggunakan miles dan huberman. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan permasalahan yang sering muncul dala pembelajaran matematika adalah kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran matematika salah satu penyebab utamanya adalah kuirangnya interaksi dalam lingkungan kelas dan pengelolaan kelas guru. Namun guru telah mengupayakan pengelolaan kelas yang baik bagi siswa agar pembelajaran dapat berjalan dengan efektif. Guru juga telah berhasil memberikan motivasi pada siswa untuk aktif mengikuti pembelajaran, guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menstimulus siswa untuk berpikir dan guru juga telah memberikan penguatan positif terhadap keaktifan siswa. Seperti dalam menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan kelas seperti keterampilan guru dalam penyampaian materi dan menciptakan suasana belajar yang efektif Sedangkan pada tahap merancang lingkungan fisik kelas, guru melakukan pengaturan tempat duduk siswa dengan membagi siswa menajdi bebrapa kelompok dan melakukan pengaturan media pembelajaran yaitu guru menyediakan power point bagi siswa yang tidak memiliki buku. Guru sudah mampu menciptakan iklim yang positif untuk pembelajaran dengan menerapkan strategi akan tetapi melihat kondisi siswa terlebih dahulu apakah efektif diterapkan atau tidak. Guru juga dapat menjadi komunikator yang baik bagi siswa dengan memiliki karakter guru itu sendiri contohnya menggunkan suara yang nyaring saat melakukan proses pembelajaran bersama siswa.
KARAKTERISTIK GARAM RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DARI SEBATIK
Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan sumber daya laut, termasuk rumput laut merah (Kappaphycus alvarezii). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik garam fungsional yang berasal dari rumput laut merah dari Sebatik, Kalimantan Utara. Parameter yang dianalisis meliputi rendemen, kadar natrium klorida (NaCl), kadar mineral natrium (Na) dan kalium (K), serta analisis organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan rendemen garam sebesar 26,92%, kadar NaCl 24,37%, kadar Na 23,206 mg/g, dan kadar K 260,832 mg/g dengan rasio Na:K sebesar 0,089. Nilai organoleptik menunjukkan skor rata-rata agak suka pada keseluruhan atribut. Garam rumput laut ini memenuhi standar garam diet dengan kadar NaCl 60% dan rasio Na:K rendah, sehingga berpotensi sebagai alternatif sehat bagi penderita hipertensi. Penelitian ini menyarankan penambahan arang aktif untuk mengurangi aroma amis serta pengujian kandungan mineral lain seperti kalsium dan magnesium.
ANALISIS ANGKUTAN SEDIMENTASI DAN KARAKTERISTIK SEDIMEN PADA SALURAN DRAINASE KEBUN SAYUR KARANG ANYAR
Di kawasan Karang Anyar, Kota Tarakan, fenomena sedimentasi pada saluran drainase menjadi perhatian serius akibat pertumbuhan populasi dan pembangunan yang pesat. Aktivitas pembangunan infrastruktur yang tidak terkontrol serta kegiatan pertanian dan pemukiman turut berkontribusi terhadap peningkatan volume sedimen yang masuk ke sistem drainase. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju sedimentasi dan karakteristik sedimen pada saluran drainase Kebun Sayur, Karang Anyar, Kota Tarakan. Metode yang digunakan meliputi metode Yang, Bagnold, dan Shen & Hung, dengan pengambilan sampel sedimen dilakukan pada 11 titik sepanjang 500 meter saluran. Data primer yang dikumpulkan mencakup kecepatan aliran, kedalaman, suhu air, dan sampel sedimen yang diuji di laboratorium untuk menentukan berat jenis dan ukuran butir (d50). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sedimen di saluran drainase didominasi oleh material pasir dengan diameter rata-rata 0,312-0,352 mm. Berat jenis sedimen bervariasi antara 2570,71-2747,25 kg/m³, menunjukkan keberadaan lempung anorganik pada sebagian besar titik pengambilan sampel. Debit total sedimen dihitung menggunakan ketiga metode, menunjukkan perbedaan nilai yang signifikan. Metode Shen & Hung memberikan hasil yang lebih konservatif dibandingkan dengan metode lainnya. Temuan ini mengindikasikan perlunya pengelolaan sedimentasi secara terintegrasi untuk menjaga kapasitas drainase dan mencegah banjir di kawasan tersebut.
Karakterisasi Edible Film dari Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Dengan Variasi Penambahan CMC, Gliserol dan Tepung Mocaf
Karakterisasi Edible Film Dari Rumput Laut (Kappaphycus Alvarezii) Dengan Variasi Penambahan Cmc, Gliserol dan Tepung Mocaf Abstrak Kalimantan Utara memiliki potensi rumput laut yang cukup besar. Rumput laut dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan, bakan baku pembuatan kosmetik, farmasi dan industri. Salah satu pemanfaatan dalam bidang industri yakni pembuatan edible film. Edible film merupakan kemasan primer yang berupa lapisan tipis dan berfungsi sebagai pelapis bahan pangan dan digunakan sebagai pembungkus. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakterisasi edible film dari rumput laut Kappaphycus alvarezii (dengan uji kadar air, kuat tarik, ketebalan, kelarutan, daya serap air, dan uji biodegradabilitas) dengan penambahan carboxymethyl cellulose (CMC), gliserol dan tepung mocaf sebagai plasticizer. Metode penelitian ini ada tiga tahapan yakni tahapan pertama pembuatan tepung rumput laut, tahap kedua pembuatan edible film dengan penambahan CMC, gliserol dan tepung mocaf masing-masing 10%. Tahap ketiga pengujian kadar air, daya serap air, kuat tarik, ketebalan, kelarutan, dan biodegradabilitas. Hasil pengujian edible film dengan penambahan CMC menghasilkan kadar air 6,44%, daya serap air 7,80%, kuat tarik 0,87333Mpa, ketebalan 0,25mm, kelarutan 71,42%, dan uji biodegradabilitas sebagian edible film sudah terurai. Hasil pengujian edible film dengan penambahan gliserol menghasilkan kadar air 12,57%, daya serap air 8,94%, kuat tarik 0,84776Mpa, ketebalan 0,22mm, kelarutan 75%, dan uji biodegradabilitas sebagian edible film sudah terurai. Hasil pengujian edible film dengan penambahan tepung mocaf menghasilkan kadar air 10,79%, daya serap air 7,32%, kuat tarik 1,29333Mpa, ketebalan 0,16mm, kelarutan 71,42%, dan uji biodegradabilitas keseluruhan edible film sudah terurai. Hasil dari penelitian ini menujukan bahwa dengan penambahan tepung mocaf pada edible film lebih ramah lingkungan.