EVALUASI STANDAR PELAYANAN TERMINAL PENUMPANG BANDAR UDARA TANJUNG HARAPAN
ABSTRAK
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
ABSTRAK
Analisis Dampak Keberadaan Perkebunan Kelapa Sawit Di Kecamatan Sesayap Hilir Kabupatan Tana Tidung (Studi Kasus PT.Utama Mandiri) Permasalahan dalam penelitian ini adalah dalam upaya pembangunan sektor industri untuk meningkatkan taraf perekonomian disuatu daerah juga, muncul beberapa dampak yang dapat ditimbulkan oleh indusri tersebut baik dampak yang bersifat positif maupun yang negatif. Dalam hal ini perlunya adanya identifikasi dampak yang ditimbulkan industri/perusahaan sebagai bentuk antisipasi dalam menjaga kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di PT.Teknik Utama Mandiri dengan tujuan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh perusahaan dan mengetahui berapa kesediaan menerima (Wilingness To Accept) masyarakat dalam upaya perbaikan kualitas lingkungan pada perusahaan kelapa sawit di PT. Teknik Utama Mandiri di Kabupaten Tana Tidung. Metode analisis yang digunakan dalam penilitian ini adalah analisis WTA dengan menggunakan metode contingent valuation method (CVM).hasil penelitian menunjukan keberadaan perusahaan kelapa sawit PT.Teknik Utama Mandiri di Desa Sepala Dalung, memberikan dampak positif berupa peningkatan pendapatan bagi masyarakat disekitarnya. Sedangkan dampak negatif yang dirasakan oleh masyarakat yaitu pencemaran udara dan pencemaran air. Nilai rata-rata WTA responden sebesar Rp 314.026 perbulan per KK. Hal ini dikarenakan banyak responden yang menginginkan dana kompensasi untuk keperluan pembelian profil/tangki penampungan air, pembelian air bersih, biaya kesehatan, dan perbaikan kualitas lingkungan, sedangkan nilai total WTA responden sebesar Rp 27.200.000 per bulan. Nilai tersebut dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh pihak perusahaan kelapa sawit PT. TUM dalam pengambilan keputusan dalam penyelesaian eksternalitas negatif. Saran bagi pemerintah perlu mempertegas peraturan dan undang-undang tentang pengelolaan dampak negatif perkebunan kelapa sawit agar dapat memberi kenyamanan dan mengurangi dampak yang dirasakan oleh masyarakat sekitar perkebunan.
RISKY TRI UTOMO. 2020. Salah satu kendala yang sering di hadapi oleh para pengusaha peternakan ayam broiler di Kota Tarakan adalah susahnya mendapatkan faktor-faktor produksi untuk meningkatkan produksi yang ada. Salah satu usaha ternak ayam ras pedaging yang memiliki masalah tersebut adalah usaha ternak ayam ras pedaging milik bapak Arsyad. Usaha ternak ayam ras pedaging milik bapak Arsyad beroperasi secara mandiri. Sehingga bapak Arsyad belum mampu mengoptimalkan penggunaan faktor produksi dalam manajemen usahanya Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tau seberapa besar keuntungan yang diperoleh dan bagaimana penggunaan faktor-faktor produksi yang optimal. Metode penentuan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Metode yang digunakan adalah linier programing dengan metode simpleks. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah keuntungan aktual yang diterima oleh bapak Arsyad dalam satu periode sebesar Rp 23.025.111. Dari analisis aplikasi penunjang linier programing, kondisi optimal mengunakan 4 faktor produksi seperti Day Old Chick (DOC), Pakan, Obat – obatan, dan Tenaga Kerja dapat dicapai pada iterasi ke tiga. Produksi yang diperoleh pada keadan optimal sebesar 5000 kilogram. Hasil tersebut menunjukan bahwa pengguanan faktor – faktor produksi di dua lokasi kandang belum optimal. Untuk bapak arsyad disarankan agar dapat menjadikan hasil analisis ini dari penelitian ini sebagai acuan dalam produksi. Menururt peneliti biaya masih bisa dikurangi, karena faktor produksi seperti pakan dan obat – obatan masih berlebih. Untuk penelitian selanjutnya agar bisa menganalisis optimalisasi penjualan ayam ras pedaging untuk masing – masing kandang yang masih ada sehingga mengetahui berapa penjualan ayam ras pedaging dari tiap kandang.
ABSTRAK ANISA FITRI. 15201020040. 2020 “Analisis Efisiensi Saluran Pemasaran Usahatani Jamur Tiram Dan Bibit Jamur Tiram (Pleurotus Ostreatus) Studi Kasus UKM AQSHA Di Kota Tarakan” Dibimbing oleh Nia Kurniasih suryana. Fakultas Pertanian Univesitas Borneo Tarakan. Budidaya jamur tiram merupakan salah satu solusi untuk memenuhi permintaan konsumen karena penyediaan jamur tiram secara alami tidak lagi dapat memenuhi permintaan konsumen. Dari saluran pemasaran yang ada rendahnya tingkat harga yang diterima produsen erat kaitannya dengan saluran pemasaran yang panjang. Penelitian ini bertujuan 1.Untuk mengetahui bentuk saluran pemasaran jamur tiram dan bibit jamur tiram di UKM AQSHA. 2.Untuk mengetahui marjin pemasaran dan farmer’s share jamur tiram dan bibit jamur tiram di UKM AQSHA. 3.Untuk mengetahui efisiensi saluran pemasaran jamur tiram dan bibit jamur tiram di UKM AQSHA. Metode penentuan sampel yang di gunakan adalah metode judgemental dan snowball sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, margin pemasaran dan famer’share. Hasil penelitian menunjukan di UKM AQSHA untuk jamur tiram ada satu saluran pemasaran dengan tiga pedagang pengecer yaitu STB, pasar tenguyun dan pedagang sayur dengan saluran pemasaran yang sama ialah produsen – pedagang pengecer – konsumen akhir. Sedangkan saluran pemasaran bibit jamur tiram ada dua saluran pemasaran dengan lokasi yang berbeda yaitu podusen – konsumen akhir dan pedagang luar kota dengan saluran pemasaran produsen- pedagang pengecer – konsumen akhir. Berdasarkan hasil perhitungan nilai Margin pemasaran yang paling terendah untuk jamur tiram adalah di STB yang memiliki nilai presentase margin yaitu 16,67% dimana melalui pemasaran produsen - pedagang pengecer- konsumen akhir. Sedangkan Margin pemasaran yang paling rendah untuk bibit jamur tiram adalah yang memiliki nilai presentase margin yaitu Rp.0,- per ons di mana melalui pemasaran peodusen – konsumen akhir. Berdasarkan hasil perhitungan farmer’s share yang tertinggi pada jamur tiram yaitu pemasaran di STB dengan farmer’s share sebesar 83,33 %. Sedangkan hasil perhitungan farmer’s share yang tertinggi pada pemasaran bibit jamur tiram diperoleh yaitu sebesar 100%. Adapun saran dalam penelitian ini adalah (1) UKM AQSHA mampu meningkatkan skala produksi dengan cara menambakan kapasitas baglog (2) Kepada pemerintah kota Tarakan di harapkan perlu mengembangkan serta membantu UKM Jamur Tiram dalam hal permodalan maupun pembinaan dalam hal teknis (3) Bagi peneliti selanjutnya bahan referensi sebagai bahan pelajaran yang berkaitan dengan penelitian ini.
ABSTRAK Sultan. 15201010009. “Pengaruh Suhu Perendaman Terhadap Pertumbuhan Perkecambahan dan Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Hanjeli”. Dibimbing oleh Mardhiana. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Tanaman hanjeli merupakan tanama pangan yang mempunyai nilai gizi yang tinggi. Tanaman hanjeli perlu dikembangkan, salah satu kendala dalam budidaya tanaman hanjelii adalah biji hanjeli memiliki kulit yang tebal sehingga menghambat dalam proses perkecambahan. Salah satu alternatif untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan pemberian suhu perendaman yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon perkecambahan dan pertumbuhan vegetatif benih hanjeli menggunakan suhu perendaman yang telah ditentukan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktor yaitu perendaman dengan menggunakan suhu yang berbeda. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu S0 (air biasa), S1 (suhu 40°C), S2 (suhu 60°C), S3 (suhu 80°C) dan S4 (suhu 100°C) dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Penelitian ini menggunakan 2 parameter pengamatan yaitu parameter pengamatan perkecambahan dan parameter pertumbuhan vegetatif. Pada parameter perkcembahan meliputi daya berkecambah, kecepatan tumbuh dan potensi tumbuh maksimum sedangkan pada paraameter pertumbuhan vegetatif meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah pupus, berat basah akar, berat kering pupus, berat kering akar, jumlah akar dan volume akar. Hasil penelitian pada parameter perkecambahan yang meliputi daya berkecambah (26%), kecepatan tumbuh (0.98%/hari) dan potensi tumbuh maksimum (37%) menunjukkan bahwa perlakuan S2 memberikan nilai rata-rata tertinggi dibandingkan dengan S0, S1, S3, dan S4. Pada parameter pertumbuhan vegetatif, perlakuan S1 memberikan rata-rata data tertinggi pada pengamatan tinggi tanaman 28 HST (40,75 cm), tinggi tanaman 35 HST (60.45 cm), tinggi tanaman 42 HST (75.58 cm), jumlah daun 28 HST (5.60), jumlah daun 35 HST (8.00), jumlah daun 42 HST (8.93), berat basah pupus (19.82 gram), berat basah akar (5.61 gram) dan berat kering pupus (13.44 gram). Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, untuk penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan suhu perendaman antara suhu 60-80°C untuk mengetahui suhu maksimal perendaman terhadap perkecambahan benih hanjeli dan diharapkan dapat menggunakan suhu perendaman antara kontrol hingga 40°C untuk mengetahui suhu maksimal perendaman terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman hanjeli.
Tanaman Jagung manis merupakan komoditas penting setelah padi. Peningkatan produktifitas jagung manis di Indonesia tidak terlepas dari penggunaaan pupuk anorganik. Pupuk anorganik yang di gunakan secara terus menerus akan berdampak negatif pada tanaman yang dapat menimbulkan pencemaran pada tanah akibatnya tanah menjadi keras oleh sebab itu solusi yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung adalah dengan pemberian bahan organik. Penambahan bahan organik yang dapat digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah dengan menambah tandan kosong kelapa sawit dan sekam bakar. Tandan kosong kelapa sawit dapat menambah unsur hara dalam tanah dan meningkatkan bahan organik tanah. Sekam bakar memiliki kemampuan menyerap air yang rendah dan mempunyai porositas yang baik dalam tanah. Upaya dalam mengatasi permasalahan di atas adalah dengan pengaplikasian tandan kosong kelapa sawit dan sekam bakar untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman jagung untuk mendapatkan hasil yang optimal Penelitian ini dilaksanakan di lahan petani Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian dimulai bulan Januari sampai dengan April. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat kali ulangan dan enam perlakuan jenis perlakuan Taraf perlakuan bahan organik yaitu P0: kontrol (Tanpa tandan kosong kelapa sawit dan sekam bakar), (P1: Tandan Kosong Kelapa Sawit 5 ton per hektar), (P2: Tandan Kosong Kelapa Sawit 10 ton per hektar), (P3 : Sekam Bakar 5 ton per hektar), (P4: Sekam Bakar 10 ton per hektar), (P5: Tandan Kosong Kelapa Sawit 5 ton per hektar +Sekam Bakar 5 ton per hektar). Hasil penelitian Pertumbuhan tanaman jagung manis yang diberikan perlakuan 5 ton per hektar tandan kosong kelapa sawit dan 5 ton per hektar sekam bakar memberikan hasil terbaik meliputi parameter tinggi (225.09 cm), jumlah daun (14.40 helai), diameter batang (3.99 cm) dan pada hasil tanaman jagung manis terbaik pada parameter berat tongkol tanpa kelobot (192.88 g), berat basah (440.31 g), berat kering (193.23 g), panjang tongkol (20.82 cm) dan berat 100 biji (21.06 g). Perlu di uji lanjut kombinasi di atas 5 ton per hektar untuk tandan kosong kelapa sawit dan sekam bakar agar dapat menghasilkan produksi jagung manis yang sesuai dengan deskripsi tanaman jagung manis varietas Bonanza F1.
ABSTRAK Agung Wijaksono. 1640202081. 2020. “Strategi Pengembangan Usaha Tanaman Hias di CV Tunas Muda Jaya Kota Tarakan”. Dibimbing oleh Hendris. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Meningkatnya permintaan tanaman hias di pengaruhi oleh pembangunan gedung-gedung perkantoran, hotel, dan perumahan, serta adanya proyek yang dilakukan pemerintah yang memerlukan kegiatan lanskap. Peluang usaha tanaman hias sangat menjanjikan sehingga banyak munculnya produsen baru yang akan menjadi pesaing. Komoditi tanaman hias juga tidak lepas dari selera pasar sehingga harus jeli terhadap jenis tanaman yang diminati konsumen. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui karakteristik usaha tanaman hias di CV Tunas Muda Jaya; (2) Mengidentifikasi faktor eksternal dan faktor Internal yang mempengaruhi usaha tanaman hias di CV Tunas Muda Jaya; (3) Untuk merumuskan strategi pengembangan usaha tanaman hias di CV Tunas Muda Jaya. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan key informan pihak Internal CV Tunas Muda Jaya yaitu wakil direktur, divisi produksi dan operasi, dan divisi pemasaran, serta pihak eksternal perusahaan yaitu: 3 pakar dan 2 konsumen. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan kuesioner. Metode analisis menggunakan deskriptif Kualitatif, Matriks EFAS dan IFAS, Diagram SWOT, dan Matriks SWOT. CV Tunas Muda Jaya merupakan usaha tanaman hias yang mengunakan konsep agribisnis baik dari hulu hingga hilir. Hasil wawancara terhadap pihak internal CV Tunas Muda Jaya, pihak pakar, dan konsumen yang menjadi faktor internal peluang utama CV Tunas Muda Jaya yaitu : memiliki lahan yang luas, anekaragam jenis dan ukuran, penerapan teknologi, sarana dan prasarana produksi yang memadai, harga produk tanaman hias lebih murah, melakukan sistem agribisnis, sedangkan yang menjadi kelemahan : tenaga kerja kurang terampil, alokasi keuangan perusahaan, pemanfaatan lahan belum optimal, hama dan penyakit penanganan hama dan penyakit kurang, kurangnya kegiatan promosi, kurangnya riset pasar. faktor eksternal yang menjadi peluang utama CV Tunas Muda Jaya adalah Regulasi Pemerintah, Pusat perdagangan di provinsi Kaltara, Permintaan tanaman hias, sedangkan yang menjadi ancaman adalah Produk pengganti, Pesaing usaha tanaman hias. Hasil analisis SWOT yang menunjukkan posisi perusahaan berada di kuadran 1 yang berarti keadaan perusahaan mendukung strategi agresif, strategi yang dapat digunakan CV Tunas Muda Jaya yaitu strategi SO dengan memperluas jaringan pasar keluar wilayah disertai peningkatan produksi dengan memanfaatkan luas lahan dan keanekaragraman jenis tanaman hias melalui penerapan teknologi dan sarana prasarana yang memadai dengan konsep usaha agribisnis untuk memenuhi permintaan pasar. Saran (1) Pihak manajemen CV Tunas Muda Jaya dapat memperbaiki tata kelolah anggaran agar usaha dapat berkembang baik. (2) Pihak pemerintah agar dapat berkerjasama mendukung kegiatan usaha tanaman hias dalam mengembangkan usaha tanaman hias, (3) peneliti lainnya, penelitian yang disarankan adalah mengenai manajemen keuangan perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mikro habitat dan morfologi udang mantis di perairan Sebatik Kabupaten Nunukan serta mengaplikasikan produk bio-booklet berbasis potensi lokal pada submateri invertebrata kelas X SMA/MA yang memenuhi aspek kelayakan. Model pengembangan dan penelitian ini mengacu pada desain model penelitian Borg & Gall (1983) yang disederhanakan menjadi lima tahap. Sampel penelitian adalah 12 orang siswa yang telah menempuh submateri invertebrata filum arthropoda kelas malacostraca. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian di perairan Sebatik ditemukan dua jenis udang mantis yaitu Harpiosquilla raphidea dan Oratosquillina gravieri dan mikro habitat yang paling cocok dan disukai khususnya H. raphidea yaitu pada salinitas 21‰, suhu 31oC, pH 7,1 dan DO 6,9 ppm. H. raphidea memiliki berat total rata-rata 14,33-50,82 gr dan panjang total rata-rata 8,83-14,12 cm, duri pada dactylus sebanyak 8 duri, pada propodus sebanyak 15-16 duri dan pada telson sebanyak 6 duri. Sedangkan O. gravieri memiliki berat total rata-rata 8 gr dan panjang total rata-rata 8,05 cm, duri dactylus sebanyak 6 duri, pada propodus sebanyak 3 duri dan pada telson 6 duri. Hasil validasi oleh tim ahli diperoleh rata-rata persentase sebesar 92% dengan kriteria sangat layak. Hasil validasi respon siswa menunjukkan tingkat kelayakan produk sebesar 93% dengan kriteria sangat layak.
Menulis adalah representasi grafis dari Bahasa lisan dimana penulis menempatkan ide dan pemikiran mereka ke dalam kata-kata sebagai hasil dari pemikiran dan pengalaman. Penelitian ini dilakukan untuk (1) mengidentifikasi jenis kesalahan yang terjadi pada descriptive text Bahasa inggris yang ditulis oleh siswa, (2) menemukan sumber kesalahan yang mempengaruhi siswa kelas Sembilan di SMP IT Ibnu Abbas Tarakan tahun akademik 2018 melakukan kesalahan dalam descriptive text. Subjek penelitian ini adalah 13 students. Peneliti menggunakan mixed method design. Penelitian ini dilakukan pada hari senin 29 juli 2019 di SMP IT Ibnu Abbas Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis dan wawancara. Peneliti menganalisis tulisan siswa tentang kesalahan mereka dalam menulis descriptive text. Penelitian ini difokuskan pada klasifikasi kesalahan dan sumber kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 165 jenis kesalahan yang ditemukan pada descriptive text tulisan siswa, dianalisis berdasarkan Surface Strategy Taxonomy. Ditemukan 10 kesalahan penambahan dengan total 6%, 51 errors dari penghilangan dengan total 30%, 94 kesalahan pembentukan dengan total 57% .dan 11 kesalahan penempatan dengan total 7%. Sementara itu, menurut Comparative Analysis Taxonomy kesalahan-kesalahan tersebut di pengaruhi oleh beberapa factor seperti kesalahan perkembangan 26,4%, kesalahan interlingual 31%, kesalahan ambigu 17% dan kesalahan lainnya 25%. Kesimpulannya, kesalahan yang terjadi dalam descriptive text buatan siswa adalah siswa masih bingung untuk menerapkan aturan dalam bahasa inggris. Jadi, mereka tidak tahu bagaimana memahami dengan baik tentang tata bahasa ketika mereka membuat sebuah kalimat. Sumber yang terjadi adalah siswa melakukan negative transfer. Maksudnya adalah siswa menerjemahkan bahasa target sebagai bahasa ibu mereka dalam arti yg sama.
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan belajar bahasa inggris untuk siswa kelas sebelas SMA Patra Dharma Tarakan. Analisis kebutuhan merupakan tahapan yang penting dilaksanakan pada awal proses kegiatan belajar pembelajaran. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini diperoleh dari observasi, kuisioner, dan wawancara. Siswa yang menjadi responden dalam menjawab kuisioner sebanyak 70 orang. Ada guru bahasa inggris kelas sebelas yang menjadi responden wawancara dalam penelitian ini. Dalam tahap analisis kebutuhan, pertama observasi proses belajar dan mengajar guru didalam kelas, kedua siswa diminta untuk mengisi lembar kuisioner, melakukan wawancara dengan guru bahasa inggris dan enam siswa dari kedua kelas. Aspek yang dianalisis dalam penelitian ini terbagi menjadi beberapa sub indikator yang meliputi: 1) kebutuhan; 2) kekurangan; 3) keinginan; 4) kemampuan bahasa inggris; 5) alokasi waktu; 6) media pembelajaran; 7) evaluasi pembelajaran; 8) skor siswa. kedelapan indikator ini dimasukkan dalam instrument penelitian yang telah tersusun baik dan sesuai untuk digunakan pada kelas sebelas SMA Patra Dharma Tarakan. Hasil dari penelitian ini adalah laporan kebutuhan belajar bahasa inggris siswa kelas sebelas SMA Patra Dharma Tarakan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi guru dan sekolah sebagai pertimbangan untuk melaksanakan proses belajar dan pembelajaran dikelas sesuai dengan kebutuhan siswa.
Beberapa tahun terakhir ini kegiatan budidaya udang di kota Tarakan mengalami penurunan produksi bahkan kegagalan panen, penyebab kegagalan ini adanya serangan penyakit. Salah satu penyakit yang menyerang udang adalah penyakit vibriosis. Karamunting (Melastoma malabathricum L), merupakan tumbuhan herbal yang mempunyai senyawa bioaktif, flavonoid, tannin, saponin, yang berpotensi sebagai anti bakterial. Penelitian ini bertujuan menguji potensi karamunting sebagai antibacterial pada benur udang yang diuji tantang dengan bakteri V. harveyi. Penelitian ini terdiri 4 perlakuan 3 ulangan, yaitu; kontrol (0 ppm) dan perendaman ekstrak daun karamunting dengan konsentrasi berbeda (25, 50, dan 75 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman ekstrak dengan konsentrasi 75 ppm memberikan pertumbuhan bobot mutlak sebesar 0.083 g dan pertumbuhan berat spesifik 13.05%. Hasil menunjukkan bahwa pada hari ke 0-15, tingkah laku benur masih normal, gejala serangan terlihat pada hari ke 16–21 dan benur yang terinfeksi lebih awal adalah perlakuan kontrol (24 jam). Tingkat kelangsungan hidup benur untuk semua perlakuan, berkisar antara 90% - 98,3%. Kesimpulan perendaman ekstrak daun karamunting dengan konsentrasi berbeda memberikan pengaruh pada pertumbuhan bobot mutlak dan spesifik benur udang windu serta lama waktu penginfeksian yang lebih lambat dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Selain itu ditemukan potensi ekstrak daun karamunting sebagai growth promotor.
Masyarakat di Kecamatan Sebatik Timur khususnya di Desa Bukit Aru Indah dominan berprofesi sebagai nelayan, petani dan wiraswata. Pembuatan kapal rumput laut termasuk dalam profesi wiraswasta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lamanya waktu pembuatan ukuran dan harga kapal rumput laut, menganalisis dan menjelaskan pendapatan dan kelayakan usaha pembuatan rumput laut di Desa Bukit Aru Indah Kecamatan Sebatik Timur. Metode analisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Metode pengambilan sampel yaitu metode purposive sampling. Pendapatan atau keuntungan rata-rata yang dihasilkan dalam usaha pembuatan kapal rumput laut sebesar Rp 8.009.203 per unit (15 hari) Keuntungan didapatkan dari total penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 24.500.000 dikurangi dengan total biaya yang besarnya Rp 16.490.797. Nilai total penerimaan (Total Revenue) lebih besar dibandingkan dengan nilai total biaya (Total Cost). Usaha pembuatan kapal rumput laut menguntungkan karena nilai TR > nilai TC. Analis usaha di ketahui nilai ROI 48,6, BEP 1 dan nilai B/C ratio 1,49. Analisis tersebut memiliki nilai positsif sehingga layak untuk dijalankan.
Beragamnya aktivitas manusia sepanjang aliran sungai menyebabkan pencemaran terhadap sungai semakin meningkat, salah satunya yakni buangan limbah domestik. Sungai merupakan tempat buangan limbah dari berbagai aktifitas daratan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi kualitas air dari aspek parameter fisika dan kimia di Sungai Sesayap Kabupaten Tana Tidung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Storet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kualitas air pada Sungai desa Tideng Pale parameter suhu berkisar antar 25-32 oC, salinitas berkisar 7-15 ppt, kekeruhan berkisar 1,15-4,43 mg/L, kecerahan berkisar 95-125 cm, pH berkisar 7,2-7,7, fosfat berkisar 0,006-0,063 mg/L, amonia berkisar 0,038-0,449 mg/L, nitrat berkisar 0,22-0,28 mg/L, DO berkisar 3,10-4,52 mg/L, BOD berkisar 1,12-2,17 mg/L dan pada Sungai Desa Sesayap parameter suhu berkisar 20-30 oC, salinitas berkisar 8-15 ppt, kekeruhan berkisar 1,99-3,75 NTU, kecerahan berkisar 100-135 cm, pH berkisar 6,2-7,4, fosfat berkisar 0,025-0,038 mg/L, amonia berkisar 0,063-0,409 mg/L, nitrat 0,23-0,26 mg/L, DO berkisar 3,25-4,57 mg/L, BOD berkisar 1,23-2,23 mg/L sedangkan pada Sungai Desa Bebatu parameter suhu berkisar 22-36 oC, salinitas berkisar 10-25 ppt, kekeruhan berkisar 2,13-4,19 NTU, kecerahan berkisar 110-130 cm, pH berkisar 6-7,8, fosfat berkisar 0,010-0,30 mg/L, amonia berkisar 0,065-0,525 mg/L, nitrat berkisar 0,26-0,30 mg/L, DO berkisar 3,10-4,60 mg/L, BOD berkisar 1,17-2,23 mg/L. berdasarkan penelitian tersbut bahwa kondisi kualitas air masih tergolong baik.
Perairan mangrove memiliki potensi sumberdaya perairan yang sangat berlimpah. Salah satunya adalah zooplankton sebagai rantai makanan biota perairan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui struktur komunitas zooplankton di kawasan tambak dan hutan mangrove Kelurahan Mamburungan Kota Tarakan serta kondisi kualitas air pada lokasi pengambilan sampel zooplankton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Analisis yang dilakukan dengan menghitung kelimpahan zooplankton, indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi. Hasil penelitian ini didapatkan zooplankton dari filum arthropoda kelas crustacea dengan jumlah 6 spesies. Kondisi zooplankton pada stasiun tambak dengan 4 ulangan diperoleh jumlah kelimpahan pada ulangan I-IV secara berturut-turut sebanyak 33 ind/L, 44 ind/L, 166 ind/L dan 289 ind/L, sedangkan kondisi zooplankton pada stasiun mangrove dengan 4 ulangan didapatkan jumlah total kelimpahan dari ulangan I-IV sebanyak 22 ind/L, 77 ind/L, 199 ind/L, dan 1345 ind/L. 2. Kondisi kualitas perairan yang ada di stasiun tambak dan mangrove dikategorikan baik, untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan zooplankton. Nilai indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi yang berada di stasiun tambak dan mangrove dikategorikan sedang.
Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang dilakukan di SMA Negeri 3 Tarakan pada kelas XII. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan Aplikasi LUTIKA (Latihan Ujian Nasional Matematika) berbasis Android yang layak sebagai media latihan ujian nasional matematika siswa kelas XII SMA Negeri 3 Tarakan. Model pengembangan yang digunakan ialah model penemuan Thiagarajan yaitu four-D. Pada model four-D terdiri dari 4 tahapan yaitu Define (pendefinisian), Design (perencanaan), Development (Pengembangan), dan Disseminate (penyebaran). Evaluasi produk Aplikasi LUTIKA dilakukan sebanyak 4 tahapan yaitu (1) evaluasi oleh ahli materi pembelajaran dan ahli media, (2) uji coba lapangan awal dengan subjek 8 orang siswa, (3) uji coba lapangan utama dengan subjek 44 orang siswa, dan (4) respon penilaian guru. Hasil analisis menunjukan bahwa aplikasi LUTIKA yang dikembangkan berdasarkan persentase kelayakan pada aspek kemudahan produk untuk dioperasikan memperoleh 81,3% dengan kategori sangat layak, pada aspek kemudahan produk untuk dipelajari memperoleh 81,8% dengan kategori sangat layak, dan aspek keindahan tampilan memperoleh 76,4% dengan kategori sangat layak. sedangkan dari hasil penelitian di lapangan, aplikasi LUTIKA telah memenuhi syarat mudah dioperasikan, mudah dipelajari isinya dan memiliki tampilan yang cukup menarik. Sehingga aplikasi LUTIKA dapat dikatakan layak untuk digunakan sebagai perangkat belajar tambahan untuk siswa kelas XII SMA Negeri 3 Tarakan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan pop up matematika berbasis budaya lokal sebagai media pembelajaran yang layak untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Tarakan. Model pengembangan yang digunakan adalah modifikasi model Borg and Gall. Prosedur pengembangan yang digunakan ialah 7 dari 10 langkah yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk dan uji coba pemakaian. Tahap pengujian produk melalui 2 tahapan yaitu penilaian para ahli dan respon pengguna. Pada penilaian para ahli divalidasi oleh ahli materi, ahli media dan ahli bahasa. Pada uji coba kelompok kecil dilakukan pada guru matematika dan 8 siswa. Pada uji coba lapangan dilakukan pada 32 siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa produk pop up matematika berbasis budaya lokal yang dikembangkan berdasarkan validasi oleh ahli materi memperoleh kategori sangat layak dengan persentase 90%, ahli media memperoleh kategori sangat layak dengan persentase 87,5% dan ahli bahasa memperoleh kategori sangat layak dengan persentase 81,25%. Sedangkan dari hasil penelitian di lapangan oleh respon pengguna siswa diperoleh persentase 91,96% dengan kategori sangat layak. Karena telah memenuhi syarat layak yang terdiri dari aspek kelayakan materi, kelayakan media, kelayakan bahasa, dan kelayakan respon pengguna, maka pop up matematika berbasis budaya lokal dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang layak untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Tarakan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterampilan dasar mengajar guru dalam memberi penguatan di kelas V SDN 011 Tarakan dan untuk mengetahui manfaat keterampilan memberi penguatan terhadap motivasi belajar siswa. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di SDN 011 Tarakan pada tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini berfokus pada keterampilan dasar mengajar guru dalam memberikan penguatan dan manfaat keterampilan memberi penguatan tehadap motivasi siswa. Adapun sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu kepala sekolah, guru, pengawas sekolah dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SDN 011 Tarakan telah menerapkan keterampilan dasar dalam memberikan penguatan, seperti penguatan verbal, penguatan sentuhan, penguatan tanda, penguatan gestural, penguatan mendekati, dan penguatan kegiatan sehingga bermanfaat pada motivasi belajar yang baik pada siswa kelas V.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai Pancasila sila kemanusiaan yang adil dan beradab dalam kehidupan kampus mahasiswa jurusan pendidikan guru sekolah dasar universitas borneo tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, yang dilaksanakan di Universitas Borneo Tarakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta, menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa PGSD FKIP UBT angkatan 2017 telah mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila sila kemanusiaan yang adil dan beradab yang terlihat dari sikap menghargai adanya harkat dan martabat manusia dengan segala hak asasinya, dan bersikap adil terhadap sesama. Namun, masih ada mahasiswa yang tidak mengimplementasikan dengan melakukan tindakan bullying dan memilih-milih teman. Serta, masih ada mahasiswa PGSD FKIP UBT angkatan 2017 yang melakukan penyimpangan dalam pengimplementasian nilainilai Pancasila sila kemanusiaan yang adil dan beradab yakni membolos, merokok pada area bebas rokok, kurang menjaga kebersihan lingkungan, dan kurang sopan dan santun kepada orang yang lebih tua.
Pemahaman karir sekolah lanjutan ditandai pada pemahaman diri, pemahaman program jurusan dan pemahaman lingkungan. pemahaman karir sekolah lanjutan dapat menentukan dan memilih program jurusan yang diinginkan oleh siswa. Teknik symbolic modeling diharapkan memiliki daya tarik dalam memahami informasi karir sehingga pemahaman karir dapat ditingkatkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teknik symbolic modeling terhadap pemahaman karir tentang sekolah lanjutan di kelas IX MTs Negeri Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Pra-eksperimen dengan one grup pretest-posttest design. Populasi penelitian ini berjumlah 123 siswa kemudian sampel 25 siswa melalui random sampling. skala pemahaman karir digunakan sebagai instrument dalam pemahaman karir sekolah lanjutan. Realibilitas diuji menggunakan Alpha Cronbach diperoleh koefisien 0,685 yang menunjukan tingkat realibilitas tinggi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan analisis inferensial menggunakan uji paired samples t-tes dengan bantuan IBM SPSS 22.0 for windows. Berdasarkan analisis data statistik hasil perhitungan uji paired samples t-tes nilai sig 2 tailed sebesar 0,000 dengan taraf signifikansi α sebesar 0,05 maka H0 ditolak. Hal ini menunjukan bahwa ada pengaruh teknik symbolic modeling terhadap pemahaman karir tentang sekolah lanjutan di kelas IX MTs Negeri Tarakan. Dengan demikian, perlu diterapkan teknik symbolic modeling terhadap siswa agar lebih dapat meningkatkan rasa pemahaman karir mereka tentang sekolah lanjutan.