Abstrak
Analisis Dampak Keberadaan Perkebunan Kelapa Sawit Di Kecamatan Sesayap Hilir Kabupatan Tana Tidung (Studi Kasus PT.Utama Mandiri) Permasalahan dalam penelitian ini adalah dalam upaya pembangunan sektor industri untuk meningkatkan taraf perekonomian disuatu daerah juga, muncul beberapa dampak yang dapat ditimbulkan oleh indusri tersebut baik dampak yang bersifat positif maupun yang negatif. Dalam hal ini perlunya adanya identifikasi dampak yang ditimbulkan industri/perusahaan sebagai bentuk antisipasi dalam menjaga kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di PT.Teknik Utama Mandiri dengan tujuan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh perusahaan dan mengetahui berapa kesediaan menerima (Wilingness To Accept) masyarakat dalam upaya perbaikan kualitas lingkungan pada perusahaan kelapa sawit di PT. Teknik Utama Mandiri di Kabupaten Tana Tidung. Metode analisis yang digunakan dalam penilitian ini adalah analisis WTA dengan menggunakan metode contingent valuation method (CVM).hasil penelitian menunjukan keberadaan perusahaan kelapa sawit PT.Teknik Utama Mandiri di Desa Sepala Dalung, memberikan dampak positif berupa peningkatan pendapatan bagi masyarakat disekitarnya. Sedangkan dampak negatif yang dirasakan oleh masyarakat yaitu pencemaran udara dan pencemaran air. Nilai rata-rata WTA responden sebesar Rp 314.026 perbulan per KK. Hal ini dikarenakan banyak responden yang menginginkan dana kompensasi untuk keperluan pembelian profil/tangki penampungan air, pembelian air bersih, biaya kesehatan, dan perbaikan kualitas lingkungan, sedangkan nilai total WTA responden sebesar Rp 27.200.000 per bulan. Nilai tersebut dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh pihak perusahaan kelapa sawit PT. TUM dalam pengambilan keputusan dalam penyelesaian eksternalitas negatif. Saran bagi pemerintah perlu mempertegas peraturan dan undang-undang tentang pengelolaan dampak negatif perkebunan kelapa sawit agar dapat memberi kenyamanan dan mengurangi dampak yang dirasakan oleh masyarakat sekitar perkebunan.