Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2020Versi 1

ANALISIS EFISIENSI SALURAN PEMASARAN USAHATANI JAMUR TIRAM DAN BIBIT JAMUR TIRAM (Pleurotus Ostreaus) STUDI KASUS UKM AQSHA DI KOTA TARAKAN

Koleksi Perpustakaan•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ABSTRAK ANISA FITRI. 15201020040. 2020 “Analisis Efisiensi Saluran Pemasaran Usahatani Jamur Tiram Dan Bibit Jamur Tiram (Pleurotus Ostreatus) Studi Kasus UKM AQSHA Di Kota Tarakan” Dibimbing oleh Nia Kurniasih suryana. Fakultas Pertanian Univesitas Borneo Tarakan. Budidaya jamur tiram merupakan salah satu solusi untuk memenuhi permintaan konsumen karena penyediaan jamur tiram secara alami tidak lagi dapat memenuhi permintaan konsumen. Dari saluran pemasaran yang ada rendahnya tingkat harga yang diterima produsen erat kaitannya dengan saluran pemasaran yang panjang. Penelitian ini bertujuan 1.Untuk mengetahui bentuk saluran pemasaran jamur tiram dan bibit jamur tiram di UKM AQSHA. 2.Untuk mengetahui marjin pemasaran dan farmer’s share jamur tiram dan bibit jamur tiram di UKM AQSHA. 3.Untuk mengetahui efisiensi saluran pemasaran jamur tiram dan bibit jamur tiram di UKM AQSHA. Metode penentuan sampel yang di gunakan adalah metode judgemental dan snowball sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, margin pemasaran dan famer’share. Hasil penelitian menunjukan di UKM AQSHA untuk jamur tiram ada satu saluran pemasaran dengan tiga pedagang pengecer yaitu STB, pasar tenguyun dan pedagang sayur dengan saluran pemasaran yang sama ialah produsen – pedagang pengecer – konsumen akhir. Sedangkan saluran pemasaran bibit jamur tiram ada dua saluran pemasaran dengan lokasi yang berbeda yaitu podusen – konsumen akhir dan pedagang luar kota dengan saluran pemasaran produsen- pedagang pengecer – konsumen akhir. Berdasarkan hasil perhitungan nilai Margin pemasaran yang paling terendah untuk jamur tiram adalah di STB yang memiliki nilai presentase margin yaitu 16,67% dimana melalui pemasaran produsen - pedagang pengecer- konsumen akhir. Sedangkan Margin pemasaran yang paling rendah untuk bibit jamur tiram adalah yang memiliki nilai presentase margin yaitu Rp.0,- per ons di mana melalui pemasaran peodusen – konsumen akhir. Berdasarkan hasil perhitungan farmer’s share yang tertinggi pada jamur tiram yaitu pemasaran di STB dengan farmer’s share sebesar 83,33 %. Sedangkan hasil perhitungan farmer’s share yang tertinggi pada pemasaran bibit jamur tiram diperoleh yaitu sebesar 100%. Adapun saran dalam penelitian ini adalah (1) UKM AQSHA mampu meningkatkan skala produksi dengan cara menambakan kapasitas baglog (2) Kepada pemerintah kota Tarakan di harapkan perlu mengembangkan serta membantu UKM Jamur Tiram dalam hal permodalan maupun pembinaan dalam hal teknis (3) Bagi peneliti selanjutnya bahan referensi sebagai bahan pelajaran yang berkaitan dengan penelitian ini.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1ANALISIS EFISIENSI SALURAN PEMASARAN USAHATANI JAMUR TIRAM DAN BIBIT JAMUR TIRAM (Pleurotus Ostreaus) STUDI KASUS UKM AQSHA DI KOTA TARAKAN2020 · oai:ais:library-item:24775