Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.831 item publik

Publikasi

Halaman 12 dari 342

Pengaruh Strategi Gamifikasi Whisper Race terhadap Kemampuan Menyimak Cerita Pendek Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 1 Tarakan

NURHIKMAYANTI
2026 · Book · Open Access

PENGARUH STRATEGI GAMIFIKASI WHISPER RACE TERHADAP KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA PENDEK SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 TARAKAN Abstrak Kemampuan menyimak cerita pendek ialah salah satu keterampilan berbahasa yang perlu dikembangkan melalui strategi pembelajaran yang bisa memberikan pengaruh positif terhadap keterlibatan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi gamifikasi whisper race terhadap kemampuan menyimak cerita pendek siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain pretest dan posttest control group. Populasi dalam penelitian seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tarakan. Sampel penelitian diambil dengan teknik cluster random sampling yang terbagi menjadi 2 kelas yaitu kelas VIII.5 sebagai kelas eksperimen dan VIII.9 sebagai kelas kontrol dengan jumlah keseluruhan 62 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan menyimak, berdasarkan cerita pendek yang disajikan dalam bentuk audio, sedangkan instrumen soal berupa pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis dengan analisis deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan Independent Samples Test berbantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistic versi 31. Hasil uji hipotesis menggunakan uji Independent Samples Test menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig.2-tailed) pada hasil posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 0,030. Nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 (0,0300,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menyimak cerita pendek siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran gamifikasi whisper race berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menyimak cerita pendek siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tarakan. Hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa strategi gamifikasi whisper race dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran Bahasa Indonesia yang memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan menyimak siswa. Oleh karena itu, guru Bahasa Indonesia bisa mempertimbangkan penerapan strategi ini dalam proses pembelajaran guna menciptakan kegiatan belajar yang lebih interaktif.

STUDI KASUS FAKTOR PENYEBAB PERILAKU SEKS BEBAS SISWA SMP DI KOTA TARAKAN

NUR HISANI S
2026 · Book · Open Access

Perilaku seks bebas di kalangan remaja usia sekolah, khususnya siswa SMP, merupakan persoalan yang terus meningkat di Kota Tarakan. Data DP3AP2KB Kota Tarakan tahun 2021–2025 mencatat sekitar 45 anak yang telah mendapat penanganan terkait perilaku ini, di luar kasus yang belum tercatat secara resmi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor eksternal penyebab perilaku seks bebas pada siswa SMP Negeri di Kota Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi terstruktur dan dokumentasi terhadap dua siswa SMP (satu laki-laki, satu perempuan) yang direkomendasikan oleh guru BK berdasarkan buku jurnal kasus sekolah. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan empat faktor eksternal utama yang saling berkaitan sebagai penyebab perilaku seks bebas, yaitu: (1) tekanan dan normalisasi dari lingkungan pertemanan membentuk pandangan bahwa perilaku seksual tertentu adalah hal yang wajar; (2) pacaran, yang berkembang dari kedekatan emosional menjadi kedekatan fisik akibat minimnya pemenuhan kasih sayang di rumah, intensitas pertemuan yang tidak terbatas, tekanan pasangan atas nama pembuktian cinta, serta kemudahan akses check-in hotel; (3) pornografi, yang diperkenalkan melalui lingkungan pertemanan sejak masa pubertas dan berkembang menjadi kecanduan yang mendorong keinginan mencoba perilaku seksual bersama pasangan; dan (4) pola asuh orang tua yang permisif, ditandai dengan sikap toleran, minimnya komunikasi emosional, dan kontrol yang hanya berfokus pada batasan waktu pulang. Keempat faktor tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling berinteraksi dan diperparah oleh lemahnya kontrol diri remaja. Penelitian ini merekomendasikan penguatan edukasi seksual di sekolah, optimalisasi peran guru BK, penguatan literasi digital, serta transformasi pola asuh orang tua ke arah yang lebih otoritatif dan komunikatif.

Pengembangan Media Flipchart Untuk Stimulasi Daya Ingat Siswa Kelas VI SD Negeri 023 Kota Tarakan

AYU WANDIRA
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media flipchart untuk stimulasi daya ingat siswa kelas IV SD Negeri 023 Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari tahap Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk yang dikembangkan berupa media flipchart dengan judul “Literasi dan Numerasi” yang dirancang untuk membantu siswa dalam memahami dan mengingat materi melalui penyajian gambar, teks, contoh, serta latihan yang menarik dan mudah dipahami. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV A dan guru kelas IV A SD Negeri 023 Kota Tarakan. Hasil validasi dari para ahli menunjukkan bahwa media flipchart memperoleh rata-rata persentase sebesar 91% dengan kategori sangat valid. Validasi ahli media memperoleh persentase sebesar 87% dengan kategori sangat valid, sedangkan validasi ahli materi memperoleh persentase sebesar 93% dengan kategori sangat valid. Selanjutnya, hasil uji coba kepada tujuh siswa kelas IV A memperoleh persentase sebesar 96% dengan kategori sangat valid. Respon guru sebagai pengguna produk memperoleh persentase sebesar 100% dengan kategori sangat valid. Berdasarkan hasil tersebut, media flipchart yang dikembangkan dinyatakan sangat valid, praktis, menarik, dan sangat layak digunakan sebagai media yang dapat membantu meningkatkan daya ingat siswa.

PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA MADRASAH ALIAYAH NEGERI TARAKAN

SITI NURANISA
2026 · Book · Open Access

The purpose of this study was to determine the effect of group guidance on the learning motivation of Grade XI students at Madrasah Aliyah Negeri Tarakan. Low learning motivation was seen from passive attitudes, a tendency to give up easily, a lack of concentration, and low student engagement during lessons, which negatively gave impact on learning outcomes. One strategy to address this issue was the implementation of group guidance services. The study employed a quantitative experimental approach using a pre-experimental one-group pre-test-post-test design. Data were collected using a learning motivation scale. The study population consisted of 147 Grade XI students, with a sample of 10 students which were selected using simple random sampling. Data analysis was conducted using both descriptive and inferential statistics using SPSS 21.0. The results showed that the mean pre-test score of 63.20 increased to 103.80 in the post-test. Hypothesis testing using a paired-sample t-test was a Sig. (2-tailed) value of 0.000 ( 0.05); thus, the alternative hypothesis (Ha) was accepted and the null hypothesis (H0) was rejected. Consequently, it can be concluded that group guidance has a significant effect on enhancing the learning motivation of Grade XI students at Madrasah Aliyah Negeri Tarakan.

Pengaruh Bimbingan Kelompok Dengan Permainan Bentengan Terhadap Kepercayaan DIri Siswa Kelas XI LAS 1 SMK Negeri 2 Tarakan

SERLINA EDO WERANG
2026 · Book · Open Access

This study aims to determine whether group guidance incorporating the bentengan game has an influence on the self-confidence of Grade XI LAS 1 students at SMK Negeri 2 Tarakan. Low student self-confidence was indicated by observable behaviors such as appearing nervous when speaking in front of the class, consistently seeking assistance before attempting tasks independently, rarely raising their hand or answering questions even when knowing the correct answer, and limited interaction with classmates during group activities. One approach that can be undertaken to address this issue is through group guidance services incorporating the bentengan game. The study employs a quantitative approach using experimental research. The research design applied is a applied is a pre-experimental design in the form of a one-group pretest-posttest design. Data were collected using a self-confidence scale. The study population consisted of 59 students in Grade XI LAS 1 at SMK Negeri 2 Tarakan, with a sample of 12 students selected using simple random sampling. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics with the aid of SPSS version 21. The pretest results indicate that students' self-confidence scores fell within the low to very high category, with a mean score of 71.50. Following the intervention, the posttest results show an improvement, with scores falling within the high to very high category and a mean score of 80.41. Based on hypothesis testing using the Wilcoxon Signed-Rank Test, a significance value of 0.002 was obtained, which is below the threshold of 0.05. Consequently, the alternative hypothesis (Ha) is accepted, and the null hypothesis (Ho) is rejected, indicating that group guidance incorporating the bentengan game has a significant influence on the self-confidence of Grade XI LAS 1 students at SMK Negeri 2 Tarakan.

PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK ROLE PLAY TERHADAP SELF-EFFICACY PADA SISWA KELAS IX-A SMPN 6 TARAKAN

EKA STEFANI
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik role play terhadap self-efficacy pada siswa kelas IX-A SMPN 6 Tarakan. Self-efficacy merupakan keyakinan siswa terhadap kemampuan dirinya dalam menghadapi tugas, tantangan, serta berbagai situasi dilingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Eksperimen dan desain Pre-Experimental Design model One-Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah delapan siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan skala self-efficacy yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji homogenitas, uji paired sample t-test, serta analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan self-efficacy setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role play. Nilai rata-rata self-efficacy meningkat dari 30,63 pada pretest menjadi 69,13 pada posttest. Hasil perhitungan N-Gain menunjukkan peningkatan sebesar 67,1%. Seluruh siswa mengalami peningkatan skor, dengan tujuh siswa berada pada kategori tinggi dan satu siswa berada pada kategori sedang. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,000 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara self-efficacy siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Dengan demikian, bimbingan kelompok dengan teknik role play berpengaruh terhadap peningkatan self-efficacy siswa kelas IX-A SMPN 6 Tarakan.

KETERKAITAN ORGANISME MAKROZOOBENTOS DENGAN KUALITAS AIR PADANG LAMUN DI PULAU DERAWAN DAN PULAU PANJANG

SILVANA
2026 · Book · Open Access

Makrozoobentos merupakan organisme bentik yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan serta dapat digunakan sebagai bioindikator kualitas lingkungan. Padang lamun merupakan salah satu ekosistem pesisir yang menyediakan habitat bagi berbagai jenis makrozoobentos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makrozoobentos, kondisi kualitas air, serta keterkaitan antara organisme makrozoobentos dengan kualitas air pada padang lamun di Perairan Pulau Derawan dan Pulau Panjang. Penelitian dilakukan menggunakan metode purposive sampling pada lima stasiun pengamatan di setiap lokasi. Pengambilan sampel makrozoobentos dilakukan menggunakan transek kuadrat 1×1 m, sedangkan pengamatan lamun menggunakan transek kuadrat 0,5×0,5 m. Parameter kualitas air yang diukur meliputi suhu, pH, salinitas, oksigen terlarut (DO), nitrat, fosfat, dan tipe substrat. Data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman, kemerataan, dominansi, Indeks Kualitas Air Laut (IKAL), serta analisis Multi-Dimensional Scaling (MDS). Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 86 spesies makrozoobentos dari 6 kelas yang didominasi oleh Gastropoda, dengan nilai keanekaragaman berkisar 0,75–3,62 kategori sedang- tinggi, nilai kemerataan berkisar 0,67–0,96 kategori labil-stabil, nilai dominansi berkisar 0,03–0,59 kategori rendah akibat kerapatan lamun yang jarang. Seluruh parameter kualitas air masih berada dalam batas baku mutu, dengan nilai IKAL berkisar 86,85–94,64 (kategori baik hingga sangat baik). Ekosistem lamun terdiri atas 5 spesies dengan tutupan 13,4–27% dan kerapatan 53,6–108,8 ind/m², yang menunjukkan penurunan dibanding penelitian sebelumnya sebagai indikasi degradasi. Keberadaan padang lamun yang baik berkontribusi terhadap tingginya keanekaragaman organisme makrozoobentos. Dengan demikian, struktur komunitas makrozoobentos dapat digunakan sebagai indikator kondisi kualitas lingkungan perairan padang lamun di Pulau Derawan dan Pulau Panjang.

UPAYA HUKUM PIHAK TERKAIT TERHADAP PUTUSAN BAWASLU KOTA TARAKAN TERHADAP PELANGGARAN ADMINISTRASI PEMILU

ALDIYANSYAH
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengaturan masalah pelanggaran administrasi serta upaya hukum bagi calon legislatif yang dinyatakan bersalah dan dibatalkan pencalonannya oleh KPU. Pentingnya pengawasan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis, khususnya dalam konteks penegakan aturan mengenai persyaratan calon anggota legislatif. Kasus pelanggaran administrasi yang menimpa calon legislatif Kota Tarakan, EH, menjadi contoh konkret bagaimana Bawaslu berperan dalam menegakkan hukum, serta bagaimana mekanisme upaya hukum tersedia bagi pihak yang merasa dirugikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, pendekatan kasus, pendekatan historis, dan pendekatan perbandingan. Sumber bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan, bahan hukum sekunder berupa literatur dan doktrin hukum, serta bahan nonhukum yang mendukung analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan pelanggaran administrasi pemilu oleh Bawaslu Kota Tarakan telah sesuai dengan ketentuan UU No. 7 Tahun 2017 dan Perbawaslu No. 8 Tahun 2022, di mana Bawaslu berperan sebagai lembaga quasi judicial yang berwenang memutus pelanggaran administrasi. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan kendala, seperti keterbatasan waktu pemeriksaan, perbedaan tafsir hukum, dan resistensi dari pihak terlapor. Selanjutnya, calon anggota legislatif yang merasa dirugikan oleh putusan Bawaslu tetap memiliki ruang untuk menempuh upaya hukum melalui mekanisme gugatan ke PTUN, kasasi ke Mahkamah Agung, hingga permohonan sengketa hasil ke Mahkamah Konstitusi. Mekanisme ini mencerminkan perlindungan terhadap hak politik warga negara, meskipun dalam praktiknya integritas pemilu sering kali lebih diprioritaskan dibandingkan kepentingan individu.

Perbedaan Gejala Emosional berdasarkan Jenis Kelamin Pada Remaja Generasi Alfa dengan Status Gizi Berlebih

MADAFFA SALSABIL ZAHRA
2026 · Book · Open Access

Remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah status gizi dan gejala emosional. Perubahan fisik dan psikologis pada masa remaja, disertai perbandingan sosial dan perkembangan persepsi terhadap citra tubuh baik positif atau negatif yang dapat memengaruhi gejala emosional. Perbedaan gejala emosional berdasarkan jenis kelamin pada remaja laki-laki dan perempuan menunjukkan respons gejala emosional yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan gejala emosional berdasarkan jenis kelamin pada remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan komparatif analitik menggunakan data sekunder. Desain penelitian ini adalah | analitik Cross-Sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 578 remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Jumlah responden paling banyak berjenis kelamin perempuan berjumlah 53,8% (331 remaja), sedangkan responden laki-laki berjumlah 46,2% (267 remaja). Data penelitian yang digunakan adalah data sekunder dari hasil skrining Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan data antropometri yaitu, tinggi badan dan berat badan remaja di Puskesmas Kota Tarakan tahun 2025. Hasil penelitian menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p value 0,001, bahwa terdapat perbedaan gejala emosional berdasarkan jenis kelamin pada remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih. Perbedaan gejala emosional pada kategori abnormal lebih tinggi pada remaja perempuan (42,4%) dibandingkan laki-laki (16,9%). Sementara itu, pada kategori normal sebagian besar lebih tinggi pada remaja laki-laki (70,8%) dibandingkan remaja perempuan (45,7%). Remaja perempuan memiliki proporsi gejala emosional abnormal yang lebih tinggi dibandingkan remaja laki-laki. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai gejala emosional pada remaja laki-laki dan perempuan dapat muncul dalam bentuk yang berbeda. Dukungan lingkungan yang positif dan penerimaan terhadap kondisi fisik remaja diharapkan dapat membantu menurunkan risiko munculnya masalah gejala emosional pada remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih.

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMP DI WILAYAH PESISIR PANTAI AMAL

NINDI AULIA
2026 · Book · Open Access

Anemia masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang banyak ditemukan pada remaja putri dan dapat memengaruhi pertumbuhan, kemampuan mengikuti kegiatan pembelajaran, serta kondisi kesehatan reproduksi. Pemahaman mengenai anemia dan penerapan perilaku pencegahannya menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri SMP di wilayah pesisir Pantai Amal Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 66 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku pencegahan anemia yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden didominasi kategori kurang sebesar 48,5%, diikuti kategori cukup sebesar 30,3% dan baik sebesar 21,2%. Perilaku pencegahan anemia didominasi kategori cukup sebesar 80,3%, diikuti kategori kurang sebesar 15,2% dan baik sebesar 4,5%. Berdasarkan tingkat pencegahan, perilaku yang memiliki frekuensi jawaban tertinggi meliputi sarapan dengan makanan sumber karbohidrat pada pencegahan primer, pemeriksaan hemoglobin pada pencegahan sekunder, serta menghindari makanan cepat saji pada pencegahan tersier. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden mengenai pencegahan anemia didominasi kategori kurang, sedangkan perilaku pencegahan anemia didominasi kategori cukup. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan edukasi kesehatan dan pembiasaan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri.

Perbedaan Masalah Perilaku Pada Remaja Generasi Alfa Yang Berstatus Gizi Kurang Dan Normal Di Kota Tarakan

DILLA AMELIA RAMADANI
2026 · Book · Open Access

Perkembangan remaja generasi alfa di era digital menghadapi berbagai tantangan, termasuk masalah gizi dan perilaku. Status gizi secara teoritis dapat berperan dalam perkembangan fungsi kognitif dan regulasi emosi yang berpotensi memengaruhi perilaku remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan masalah perilaku pada remaja generasi alfa yang berstatus gizi kurang dan gizi normal di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan komparatif analitik dan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 2.209 remaja generasi alfa yang diperoleh menggunakan teknik total sampling berdasarkan data pemeriksaan kesehatan dari seluruh Puskesmas di Kota Tarakan. Status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), sedangkan masalah perilaku diukur menggunakan kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja generasi alfa memiliki status gizi kurang, yaitu sebesar 55,7%, dan mayoritas berada pada kategori perilaku normal sebesar 68,4%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,557 (>0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara masalah perilaku berdasarkan status gizi pada remaja generasi alfa di Kota Tarakan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa masalah perilaku tidak berbeda secara signifikan antara remaja generasi alfa yang berstatus gizi kurang dan normal. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif terhadap masalah perilaku remaja perlu memperhatikan faktor lain, seperti kondisi psikologis, pola asuh, lingkungan keluarga, teman sebaya, dan penggunaan media digital.

Valuasi Ekonomi Wana Wisata Persemaian Kota Tarakan

PUTRIA KAYANA JANE
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekonomi Wana Wisata Persemaian Kota Tarakan berdasarkan manfaat yang dapat diestimasi secara kuantitatif. Wana Wisata Persemaian dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi, olahraga, dan edukasi serta memiliki nilai keberadaan dan nilai warisan bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui kuesioner kepada 60 responden pengunjung Wana Wisata Persemaian Kota Tarakan dan data sekunder sebagai data pendukung. Penentuan responden dilakukan menggunakan teknik Quota Accidental Sampling. Analisis nilai ekonomi dilakukan menggunakan Travel Cost Method (TCM) untuk mengestimasi nilai guna langsung berdasarkan biaya perjalanan yang dikeluarkan pengunjung, sedangkan nilai keberadaan dan nilai warisan diestimasi menggunakan Contingent Valuation Method (CVM) melalui pendekatan Willingness to Pay (WTP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai guna langsung Wana Wisata Persemaian sebesar Rp 477.006.243 per tahun, nilai keberadaan sebesar Rp 306.000.000 per tahun, dan nilai warisan sebesar Rp 406.980.000 per tahun. Berdasarkan ketiga komponen nilai tersebut, nilai ekonomi Wana Wisata Persemaian Kota Tarakan yang berhasil diestimasi dalam penelitian ini sebesar Rp 1.189.986.243 per tahun.

Tinjauan Yuridis Perkawinan Beda Agama menurut Hukum Gereja Katolik (Codex Iuris Canonici) dan Hukum Nasional

FRANSISKA AMARAL CASIMIRA TALAN
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan perkawinan beda agama menurut Hukum Gereja Katolik serta keabsahannya menurut hukum nasional Indonesia dan perbandingan antara kedua sistem hukum tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hukum Gereja Katolik membedakan mixta religio dan disparitas cultus. Mixta religio merupakan perkawinan antara seorang Katolik dengan orang yang telah dibaptis tetapi tidak berada dalam persekutuan penuh dengan Gereja Katolik dan memerlukan izin dari otoritas Gereja, sedangkan disparitas cultus merupakan perkawinan antara seorang Katolik dengan orang yang tidak dibaptis yang menjadi halangan yang menggagalkan dan memerlukan dispensasi agar dapat dilangsungkan secara sah menurut hukum kanonik. Pemberian izin atau dispensasi tersebut disertai persyaratan tertentu yang berkaitan dengan kehidupan iman dan pendidikan anak. Sementara itu, hukum nasional Indonesia berdasarkan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Perkawinan menentukan bahwa perkawinan sah apabila dilaksanakan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya. Dengan demikian, perbedaan kedua sistem hukum tersebut terletak pada mekanisme pengaturannya, yaitu Hukum Gereja Katolik menyediakan mekanisme izin dan dispensasi dengan persyaratan tertentu, sedangkan hukum nasional menjadikan hukum agama dan kepercayaan sebagai dasar penentuan keabsahan perkawinan.

Pertanggungjawaban Bank Atas Hilangnya Dana Nasabah Dalam Transaksi Elektronik (Putusan Nomor 230/Pdt.G/2022/Pn Kpg)

TAKBIR SAMSUL ALAM
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 230/Pdt.G/2022/PN Kpg terhadap hilangnya dana nasabah, serta untuk mengetahui bentuk pertanggungjawaban bank terhadap hilangnya dana dan kebocoran data nasabah. Seluruh data yang diperoleh dalam penelitian ini, menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach), yang bahan hukumnya dianalisis secara kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 230/Pdt.G/2022/PN Kpg telah memberikan perlindungan hukum terhadap nasabah atas hilangnya dana dalam transaksi elektronik yang tidak diotorisasi oleh nasabah dengan menempatkan tanggung jawab keamanan sistem elektronik pada bank dan menghukum Tergugat membayar ganti rugi materiil serta immaterial. Selain itu, bentuk pertanggungjawaban bank atas hilangnya dana dan kebocoran data nasabah dapat dikonstruksikan melalui tiga pendekatan yang saling berkaitan, yaitu perbuatan melawan hukum berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata, prinsip strict liability dan doktrin respondeat superior, serta pertanggungjawaban atas kebocoran data nasabah berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 9/15/PBI/2007 tentang Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum yang tidak dapat dielakkan melalui klausula eksonerasi.

Perlindungan Hukum Pelaku Usaha Kuliner Atas Kerugian Akibat Reviu Destruktif Kreator Konten Kuliner di Media Sosial

RAMANDIKA MOHAMMAD USMAN
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum pelaku usaha kuliner atas kerugian akibat reviu destruktif kreator konten kuliner di media sosial, serta menganalisis reviu destruktif kreator konten kuliner di media sosial sebagai perbuatan melawan hukum dan mengetahui bentuk pertanggungjawaban hukum kreator konten kuliner terhadap kerugian yang dialami pelaku usaha kuliner. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual yang didukung sumber bahan hukum yang terdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reviu negatif tidak secara otomatis merupakan reviu destruktif yang menimbulkan akibat hukum karena pada dasarnya merupakan bentuk kebebasan berpendapat dan hak konsumen untuk menyampaikan pengalaman terhadap barang dan/atau jasa yang digunakan. Reviu dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum apabila memenuhi unsur adanya perbuatan, sifat melawan hukum, kesalahan, kerugian, serta hubungan kausal antara reviu yang disebarluaskan dengan kerugian pelaku usaha kuliner. Pertanggungjawaban hukum kreator konten kuliner dapat ditempuh melalui dua bentuk, yaitu pertanggungjawaban secara perdata dengan mekanisme penyelesaian litigasi maupun non litigasi (penyelesaian sengketa alternatif), dan pertanggungjawaban secara pidana jika unsur terpenuhi. Oleh karena itu penelitian ini memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi pelaku usaha yang dirugikan akibat reviu destruktif kreator konten kuliner di media sosial.