Abstrak
Anemia masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang banyak ditemukan pada remaja putri dan dapat memengaruhi pertumbuhan, kemampuan mengikuti kegiatan pembelajaran, serta kondisi kesehatan reproduksi. Pemahaman mengenai anemia dan penerapan perilaku pencegahannya menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri SMP di wilayah pesisir Pantai Amal Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 66 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku pencegahan anemia yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden didominasi kategori kurang sebesar 48,5%, diikuti kategori cukup sebesar 30,3% dan baik sebesar 21,2%. Perilaku pencegahan anemia didominasi kategori cukup sebesar 80,3%, diikuti kategori kurang sebesar 15,2% dan baik sebesar 4,5%. Berdasarkan tingkat pencegahan, perilaku yang memiliki frekuensi jawaban tertinggi meliputi sarapan dengan makanan sumber karbohidrat pada pencegahan primer, pemeriksaan hemoglobin pada pencegahan sekunder, serta menghindari makanan cepat saji pada pencegahan tersier. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden mengenai pencegahan anemia didominasi kategori kurang, sedangkan perilaku pencegahan anemia didominasi kategori cukup. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan edukasi kesehatan dan pembiasaan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri.