2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini mendeskripsikan tentang evaluasi pelaksanaan penilaian autentik kurikulum 2013 dalam pembelajaran biologi kelas X IPA di SMA Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penilaian autentik yang dilakukan oleh guru di SMA Negeri 3 dan SMA Tunas Kasih Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah 2 orang guru biologi di SMA Negeri 3 dan SMA Tunas Kasih Tarakan, dan peserta didik kelas X IPA dikedua SMA tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket yang dibagikan kepada guru biologi di masing-masing sekolah , kemudian dilakukan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan pada sekolah SMA Negeri 3 Tarakan dengan capaian pada aspek perencanaan 100%, pelaksanaan 100%, pelaporan 100%, penilaian sikap 100%, pengetahuan 100% dan keterampilan 100% , sedangkan pada sekolah SMA Tunas Kasih Tarakan pada aspek perencanaan 100%, pelaksanaan 100%, pelaporan 100%, sikap 40%, pengetahuan 100%, dan keterampilan 71%, guru sudah melakukan penilaian autentik pada saat proses pembelajaran yang meliputi komptensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Namun, dalam pelaksanaan penilaian autentik belum sepenuhnya dilaksanakan secara optimal pada aspek sikap dan keterampilan. Faktor penghambat pelaksanaan penilaian autentik yaitu (1) ketersedian waktu, (2) ketersedian LKS , (3) ketersedian fasilitas seperti Lcd, dan akses internet. Faktor pendukung pelaksanaan penilaian autentik yaitu (1) peserta didik, (2) ruang kelas.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mendeskripsikan tentang evaluasi pelaksanaan penilaian autentik kurikulum 2013 dalam pembelajaran biologi kelas X IPA di SMA Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penilaian autentik yang dilakukan oleh guru di SMA Negeri 3 dan SMA Tunas Kasih Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah 2 orang guru biologi di SMA Negeri 3 dan SMA Tunas Kasih Tarakan, dan peserta didik kelas X IPA dikedua SMA tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket yang dibagikan kepada guru biologi di masing-masing sekolah , kemudian dilakukan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan pada sekolah SMA Negeri 3 Tarakan dengan capaian pada aspek perencanaan 100%, pelaksanaan 100%, pelaporan 100%, penilaian sikap 100%, pengetahuan 100% dan keterampilan 100% , sedangkan pada sekolah SMA Tunas Kasih Tarakan pada aspek perencanaan 100%, pelaksanaan 100%, pelaporan 100%, sikap 40%, pengetahuan 100%, dan keterampilan 71%, guru sudah melakukan penilaian autentik pada saat proses pembelajaran yang meliputi komptensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Namun, dalam pelaksanaan penilaian autentik belum sepenuhnya dilaksanakan secara optimal pada aspek sikap dan keterampilan. Faktor penghambat pelaksanaan penilaian autentik yaitu (1) ketersedian waktu, (2) ketersedian LKS , (3) ketersedian fasilitas seperti Lcd, dan akses internet. Faktor pendukung pelaksanaan penilaian autentik yaitu (1) peserta didik, (2) ruang kelas.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mempertimbangkan adanya keberadaan heteroskedastisitas pada data index lima negara yaitu Malaysia, Cina, Indonesia, Singapure, dan Jepang yang menjadi sampel penelitian. Oleh karena itu model ARCH digunakan untuk menggambarkan volatilitas di lima index serta model GARCH Symetris dan GARCH Asymetris dalam menangkap guncangan negative yang dapat mempengaruhi tingkat volatilitas. Pada penelitian ini ditemukan adanya efek ARCH dan GARCH signifikan, dimana hal itu menunjukkan fluktuasi pasar atau tingkat volatilitas yang terjadi pasca krisis cukup besar serta guncangan masa lalu yang terjadi turut mempengaruhi. Akan tetapi pada model GARCH-M (1,1) untuk keempat negara sampel tidak ditemukannya premi risiko yang signifikan. Hal berbeda terjadi pada negara singapure dimana premi risiko signifikan ditemukan. Pada pemodelan Asymetris dikedua model EGARCH(1,1) dan TGARCH(1,1) menunjukkan hasil yang tidak signifikan pada kelima negara sampel. Hal itu menandakan guncangan negative tidak mempengaruhi respon investor dibandingkan guncangan postitif dalam mempengaruhi tingkat volatilitas dipasar.