Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

PAULINA

9 karya publik ditemukan.

2026: 12025: 22024: 22023: 32020: 1

FORMULASI TEPUNG MAGGOT DAN PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA MERAH (Oreochromis niloticus)

2026 · Book ·

FORMULASI TEPUNG MAGGOT DAN PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Abstrak Pakan merupakan 70% penyumbang biaya terbesar dalam produksi budidaya ikan nila, oleh karena itu diperlukan bahan baku alternatif pembuatan pakan. Salah satu bahan pakan potensial adalah maggot. Maggot mengandung protein sebesar 42,55%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi tepung maggot dan pakan komersial terhadap pertumbuhan ikan nila merah (Oreochromis niloticus). Metode penelitian ini adalah eksperimen deskriptif kuantitatif dengan 4 perlakuan 3 ulangan, P0 (kontrol), P1 (pakan komersil 70% dan tepung maggot 30%), P2 (50% pakan komersil + 50%tepung maggot), dan P3 (70% pakan komersil dan 30%tepung maggot). Perlakuan P1 menghasilkan pertumbuhan bobot (0,45 g) dan panjang (1,13 cm) yang lebih tinggi, nilai laju pertumbuhan spesifik (SGR) yang paling optimal (2,87), serta rasio konversi pakan (FCR) terendah (1,88). Hasil tersebut menunjukkan bahwa keseimbangan nutrisi antara protein dan energi pada perlakuan P1 mampu mendukung pertumbuhan ikan nila merah secara optimal. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa perlakuan P1 berpengaruh nyata terhadap bobot mutlak, panjang mutlak, SGR dan FCR (P 0,05). Tingkat kelangsungan hidup (SR) ikan pada semua perlakuan mencapai 100%. FORMULASI TEPUNG MAGGOT DAN PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Abstract Feed accounts for 70% of the largest cost in tilapia cultivation production, therefore alternative raw materials are needed for feed production. One potential feed ingredient is maggot. Maggot contains 42.55% protein. This study aims to determine the effect of maggot flour formulation and commercial feed on the growth of red tilapia (Oreochromis niloticus). This research method is a quantitative descriptive experiment with 4 treatments and 3 replications, P0 (control), P1 (70% commercial feed and 30% maggot flour), P2 (50% commercial feed + 50% maggot flour), and P3 (70% commercial feed and 30% maggot flour). Treatment P1 resulted in higher weight (0.45 g) and length (1.13 cm) growth, the most optimal specific growth rate (SGR) value (2.87), and the lowest feed conversion ratio (FCR) (1.88). These results indicate that the nutritional balance between protein and energy in the P1 treatment is able to support optimal growth of red tilapia. Analysis of variance (ANOVA) results showed that the P1 treatment significantly affected absolute weight, absolute length, SGR, and FCR (P 0.05). The survival rate (SR) of fish in all treatments reached 100%.  

FORMULASI TEPUNG MAGGOT DAN PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA MERAH (Oreochromis niloticus)

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FORMULASI TEPUNG MAGGOT DAN PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Abstrak Pakan merupakan 70% penyumbang biaya terbesar dalam produksi budidaya ikan nila, oleh karena itu diperlukan bahan baku alternatif pembuatan pakan. Salah satu bahan pakan potensial adalah maggot. Maggot mengandung protein sebesar 42,55%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi tepung maggot dan pakan komersial terhadap pertumbuhan ikan nila merah (Oreochromis niloticus). Metode penelitian ini adalah eksperimen deskriptif kuantitatif dengan 4 perlakuan 3 ulangan, P0 (kontrol), P1 (pakan komersil 70% dan tepung maggot 30%), P2 (50% pakan komersil + 50%tepung maggot), dan P3 (70% pakan komersil dan 30%tepung maggot). Perlakuan P1 menghasilkan pertumbuhan bobot (0,45 g) dan panjang (1,13 cm) yang lebih tinggi, nilai laju pertumbuhan spesifik (SGR) yang paling optimal (2,87), serta rasio konversi pakan (FCR) terendah (1,88). Hasil tersebut menunjukkan bahwa keseimbangan nutrisi antara protein dan energi pada perlakuan P1 mampu mendukung pertumbuhan ikan nila merah secara optimal. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa perlakuan P1 berpengaruh nyata terhadap bobot mutlak, panjang mutlak, SGR dan FCR (P 0,05). Tingkat kelangsungan hidup (SR) ikan pada semua perlakuan mencapai 100%. FORMULASI TEPUNG MAGGOT DAN PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Abstract Feed accounts for 70% of the largest cost in tilapia cultivation production, therefore alternative raw materials are needed for feed production. One potential feed ingredient is maggot. Maggot contains 42.55% protein. This study aims to determine the effect of maggot flour formulation and commercial feed on the growth of red tilapia (Oreochromis niloticus). This research method is a quantitative descriptive experiment with 4 treatments and 3 replications, P0 (control), P1 (70% commercial feed and 30% maggot flour), P2 (50% commercial feed + 50% maggot flour), and P3 (70% commercial feed and 30% maggot flour). Treatment P1 resulted in higher weight (0.45 g) and length (1.13 cm) growth, the most optimal specific growth rate (SGR) value (2.87), and the lowest feed conversion ratio (FCR) (1.88). These results indicate that the nutritional balance between protein and energy in the P1 treatment is able to support optimal growth of red tilapia. Analysis of variance (ANOVA) results showed that the P1 treatment significantly affected absolute weight, absolute length, SGR, and FCR (P 0.05). The survival rate (SR) of fish in all treatments reached 100%.  

PERAN GURU SEBAGAI PENDIDIK (EDUCATOR) DALAM PEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK KELAS V B DI SD NEGERI 013 KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA

2025 · Book ·

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan peran guru sebagai pendidik (educator)dalam pembentukan karakter religius peserta didik kelas V B di SD Negeri 013 Kota Tarakan Kalimantan Utara.Fokus penelitian mencakup bagaimana peran guru sebagai pendidik (educator) berperan dalam mengajar, membimbing, dan memelihara nilai-nilai religius peserta didik, seperti ibadah, kejujuran, ketulusan, kedisiplinan, dan keteladanan.Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian guru kelas V B dan 2 Peserta didik kelas V B. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi yang dilakukan pada proses pembelajaran, wawancara guru kelas V B dan 2 peserta didik kelas V B, serta dokumentasi aturan kelas, budaya kelas, dan pada pelaksanaan observasi serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melakukan peran penting dalam tiga aspek utama. Pertama, dalam perannya sebagai pengajar, guru tidak hanya menyampaikan materi akademis tetapi juga menanamkan nilai-nilai religius, seperti cara berdoa yang benar, mencegah perilaku menyontek, dan menekankan penghormatan terhadap sesama. Guru juga menjadi teladan dalam hal berpakaian rapi dan bersih serta mendorong kedisiplinan dengan aturan kelas. Kedua, sebagai pembimbing, guru memberikan arahan langsung terkait praktik religius, pentingnya kejujuran, dan kedisiplinan. Guru juga mengajarkan peserta didik untuk menghargai sesama dalam interaksi sosial. Ketiga, guru berperan dalam memelihara perkembangan karakter religius peserta didik dengan memberi nasihat dan penguatan nilai-nilai religius secara konsisten. Guru membiasakan peserta didik untuk tidak menyontek dan menekankan pentingnya menghargai sesama. Meskipun peran guru efektif, penelitian ini juga menekankan perlunya dukungan dari keluarga, lingkungan masyarakat, dan motivasi internal peserta didik untuk mencapai perkembangan karakter religius yang optimal.

PERAN GURU SEBAGAI PENDIDIK (EDUCATOR) DALAM PEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK KELAS V B DI SD NEGERI 013 KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA

2024 · Thesis ·

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan peran guru sebagai pendidik (educator)dalam pembentukan karakter religius peserta didik kelas V B di SD Negeri 013 Kota Tarakan Kalimantan Utara.Fokus penelitian mencakup bagaimana peran guru sebagai pendidik (educator) berperan dalam mengajar, membimbing, dan memelihara nilai-nilai religius peserta didik, seperti ibadah, kejujuran, ketulusan, kedisiplinan, dan keteladanan.Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian guru kelas V B dan 2 Peserta didik kelas V B. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi yang dilakukan pada proses pembelajaran, wawancara guru kelas V B dan 2 peserta didik kelas V B, serta dokumentasi aturan kelas, budaya kelas, dan pada pelaksanaan observasi serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melakukan peran penting dalam tiga aspek utama. Pertama, dalam perannya sebagai pengajar, guru tidak hanya menyampaikan materi akademis tetapi juga menanamkan nilai-nilai religius, seperti cara berdoa yang benar, mencegah perilaku menyontek, dan menekankan penghormatan terhadap sesama. Guru juga menjadi teladan dalam hal berpakaian rapi dan bersih serta mendorong kedisiplinan dengan aturan kelas. Kedua, sebagai pembimbing, guru memberikan arahan langsung terkait praktik religius, pentingnya kejujuran, dan kedisiplinan. Guru juga mengajarkan peserta didik untuk menghargai sesama dalam interaksi sosial. Ketiga, guru berperan dalam memelihara perkembangan karakter religius peserta didik dengan memberi nasihat dan penguatan nilai-nilai religius secara konsisten. Guru membiasakan peserta didik untuk tidak menyontek dan menekankan pentingnya menghargai sesama. Meskipun peran guru efektif, penelitian ini juga menekankan perlunya dukungan dari keluarga, lingkungan masyarakat, dan motivasi internal peserta didik untuk mencapai perkembangan karakter religius yang optimal.

Peningkatan Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromi Niloticus) Menggunakan Pakan Kombinasi Tepung Daun Katuk ( Sauropus Androgynus) Dan Tepung Daun Pepaya(Carica Papaya)

2024 · Book ·

Daun Katuk (Sauropus androgynus) merupakan tumbuhan mengandung asam lemak yang tinggi. Begitu juga dengan tumbuhan daun pepaya yang mengandung enzim papain dan berperan dalam meningkatkan proses penyerapan protein dari pakan kedalam tubuh ikan namun, kombinasi dari keduanya belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi tepung daun katuk dan daun pepaya dalam meningkatkan pertumbuhan ikan nila. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan 1 = 175 gram/kg daun katuk dan 2 gram/kg daun pepaya, Perlakuan 2 = 200 gram/kg daun katuk dan 2 gram/kg daun pepaya, Perlakuan 3 = 275 gram/kg daun katuk dan 2 gram/kg daun pepaya. Parameter yang diukur meliputi Panjang Mutlak, Berat Mutlak,SGR,FCR, Parameter kualitas air. Analisis statistic menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan panjang mutlak terbaik pada perlakuan P3 sebesar 4,3 cm, Berat mutlak terbaik pada perlakuan P3 sebesar 8,6 gr, Specific Growth Rate terbaik pada perlakuan P3 sebesar 0,21%, Feed Converion Ratio terbaik pada perlakuan P3 sebesar 2,4%, dan Survival Rate terbaik pada perlakuan P3 sebesar 83%. Dengan kombinasi 225 mampu meningkatkan pertumbuhan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bernilai yang berbeda nyata antar perlakuan. Data perlakuan kualitas air dengan nilai yang baik yaitu suhu 25oc-27oc. pH 6-7. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pemberian kombinasi daun katuk dan daun pepaya mampu meningkatkan pertumbuhan ikan nila sehingga tepung daun katuk dan daun pepaya dapat dijadikan bahan baku organik untuk pembuatan pakan.

Peningkatan Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromi Niloticus) Menggunakan Pakan Kombinasi Tepung Daun Katuk ( Sauropus Androgynus) Dan Tepung Daun Pepaya(Carica Papaya)

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun Katuk (Sauropus androgynus) merupakan tumbuhan mengandung asam lemak yang tinggi. Begitu juga dengan tumbuhan daun pepaya yang mengandung enzim papain dan berperan dalam meningkatkan proses penyerapan protein dari pakan kedalam tubuh ikan namun, kombinasi dari keduanya belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi tepung daun katuk dan daun pepaya dalam meningkatkan pertumbuhan ikan nila. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan 1 = 175 gram/kg daun katuk dan 2 gram/kg daun pepaya, Perlakuan 2 = 200 gram/kg daun katuk dan 2 gram/kg daun pepaya, Perlakuan 3 = 275 gram/kg daun katuk dan 2 gram/kg daun pepaya. Parameter yang diukur meliputi Panjang Mutlak, Berat Mutlak,SGR,FCR, Parameter kualitas air. Analisis statistic menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan panjang mutlak terbaik pada perlakuan P3 sebesar 4,3 cm, Berat mutlak terbaik pada perlakuan P3 sebesar 8,6 gr, Specific Growth Rate terbaik pada perlakuan P3 sebesar 0,21%, Feed Converion Ratio terbaik pada perlakuan P3 sebesar 2,4%, dan Survival Rate terbaik pada perlakuan P3 sebesar 83%. Dengan kombinasi 225 mampu meningkatkan pertumbuhan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bernilai yang berbeda nyata antar perlakuan. Data perlakuan kualitas air dengan nilai yang baik yaitu suhu 25oc-27oc. pH 6-7. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pemberian kombinasi daun katuk dan daun pepaya mampu meningkatkan pertumbuhan ikan nila sehingga tepung daun katuk dan daun pepaya dapat dijadikan bahan baku organik untuk pembuatan pakan.

Tinjauan Yuridis Terhadap Tanggung Jawab Pejabat Pembina Kepegawaian dalam Manajemen ASN (Studi UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait kewenangan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dalam melaksanakan Promosi PNS menurut UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Tanggung Jawab bagi Pejabat Pembina Kepeawaian (PPK) yang melakukan Promosi PNS yang tidak sesuai berdasarkan Sistem Merit. Skripsi ini menggunakan tipe penelitian hukum empiris kemudian data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yang digunakan adalah hasil wawancara dan dokumentasi di lapangan dan data sekunder diperoleh dari data pendukung yang berasal dari buku-buku kepustakaan, Peraturan Perundang-undangan dan literatur-literatur yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa; Pemerintah Daerah dalam hal ini Pejabat Pembina Kepegawaian memiliki kewenangan untuk menetapkan pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian pejabat. Aparatur Sipil Negara dalam jabatan harus berdasarkan pada perbandingan antara kompetensi dan kualifikasi (sistem merit) yang diperlukan jabatan dengan kompetensi dan klasifikasi yang dimiliki calon dalam rekrutmen, pengangkatan, penempatan dan promosi jabatan sejalan dengan tata kelola pemerintahan yang baik dan untuk mewujudkan Aparatur Sipil Negara sebagai bagian dari reformasi birokrasi perlu ditetapkan standar kompetensi jabatan yang berdasarkan prinsip “Orang yang tepat di tempat yang Tepat” dan Pegawai Negeri Sipil yang telah terbukti melakukan pelanggaran dapat dijatuhkan, hukuman Disiplin dimaksudkan untuk membina Pegawai Negeri Sipil yang telah melakukan pelanggaran, agar yang bersangkutan mempunyai sikap menyesal dan berusaha tidak mengulangi serta memperbaiki diri pada masa yang akan datang. Dalam Peraturan Pemerintah secara tegas disebutkan jenis hukuman disiplin yang dapat dijatuhkan terhadap suatu Pelanggaran Disiplin, yaitu: hukuman disiplin ringan, disiplin sedang dan disiplin berat. Hal ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi Pejabat yang berwenang memberikan sanksi dan memberikan kepastian dalam menjatuhkan hukuman disiplin. Demikian juga batas kewenangan Pejabat yang berwenang memberikan sanksi telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah.

Tinjauan Yuridis Terhadap Tanggung Jawab Pejabat Pembina Kepegawaian dalam Manajemen ASN (Studi UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN)

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait kewenangan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dalam melaksanakan Promosi PNS menurut UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Tanggung Jawab bagi Pejabat Pembina Kepeawaian (PPK) yang melakukan Promosi PNS yang tidak sesuai berdasarkan Sistem Merit. Skripsi ini menggunakan tipe penelitian hukum empiris kemudian data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yang digunakan adalah hasil wawancara dan dokumentasi di lapangan dan data sekunder diperoleh dari data pendukung yang berasal dari buku-buku kepustakaan, Peraturan Perundang-undangan dan literatur-literatur yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa; Pemerintah Daerah dalam hal ini Pejabat Pembina Kepegawaian memiliki kewenangan untuk menetapkan pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian pejabat. Aparatur Sipil Negara dalam jabatan harus berdasarkan pada perbandingan antara kompetensi dan kualifikasi (sistem merit) yang diperlukan jabatan dengan kompetensi dan klasifikasi yang dimiliki calon dalam rekrutmen, pengangkatan, penempatan dan promosi jabatan sejalan dengan tata kelola pemerintahan yang baik dan untuk mewujudkan Aparatur Sipil Negara sebagai bagian dari reformasi birokrasi perlu ditetapkan standar kompetensi jabatan yang berdasarkan prinsip “Orang yang tepat di tempat yang Tepat” dan Pegawai Negeri Sipil yang telah terbukti melakukan pelanggaran dapat dijatuhkan, hukuman Disiplin dimaksudkan untuk membina Pegawai Negeri Sipil yang telah melakukan pelanggaran, agar yang bersangkutan mempunyai sikap menyesal dan berusaha tidak mengulangi serta memperbaiki diri pada masa yang akan datang. Dalam Peraturan Pemerintah secara tegas disebutkan jenis hukuman disiplin yang dapat dijatuhkan terhadap suatu Pelanggaran Disiplin, yaitu: hukuman disiplin ringan, disiplin sedang dan disiplin berat. Hal ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi Pejabat yang berwenang memberikan sanksi dan memberikan kepastian dalam menjatuhkan hukuman disiplin. Demikian juga batas kewenangan Pejabat yang berwenang memberikan sanksi telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah.

Pengembangan Sumber Daya Manusia Perguruan Tinggi: Sebuah Konsep, Fakta dan Gagasan

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini berisi materi yang dapat digunakan baik oleh tenaga pengajar maupun mahasiswa, serta para pembaca umumnya untuk menambah wawasan berpikir dan ilmu yang berkenaan dengan pengembangan sumber daya manusia di perguruan tinggi. Buku ini berisi 15 Bab yang membahas : Bab 1 Pendahuluan Bab 2 Kebutuhan Manajemen SDM Perguruan Tinggi Bab 3 Proses Manajemen Sumber Daya Manusia Perguruan Tinggi Bab 4 Dosen: Sumber Daya Manusia Perguruan Tinggi Bab 5 Peran Dosen sebagai Sumber Daya Manusia Perguruan Tinggi Bab 6 Produktivitas SDM Dosen Bab 7 Kualitas SDM Dosen Bab 8 Perencanaan Sumber Daya Manusia PT Bab 9 Pengorganisasian Sumber Daya Manusia Perguruan Tinggi Bab 10 Eksistensi Manajemen SDM Perguruan Tinggi Bab 11 Kondisi Pengembangan SDM di Lembaga Pendidikan Bab 12 Tantangan dalam Manajemen SDM Perguruan Tinggi Bab 13 Mengelaborasi Berbagai Tantangan Imternal Perguruan Tinggi Bab 14 Tenaga Pendidik dan Kependidikan dalam Proses Pendidikan Bab 15 Peran Kepemimpinan Puncak Dalam Pengembangan Budaya Kerja