2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan nilai-nilai Pancasila sila ke-2 terhadap perilaku kedisiplinan belajar siswa kelas IV-B SD Negeri 004 Sebengkok Tarakan. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data meliputi lembar observasi, kuesioner, dan panduan wawancara. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari dua yang diambil dari hasil reduksi data yang dipilih secara pusposive sampling dari tanggapan kuesioner yang diisi oleh 26 siswa kelas IV-B SD Negeri 004 Sebengkok Tarakan, yang menunjukkan atau tidak menunjukkan kedisiplinan dengan nilai-nilai sila ke-2 tersebut. Hasil pada penelitian ini mendeskripsikan bahwa S1 bisa menerapkan nilai-nilai pancasila sila ke-2 terhadap perilaku kedisiplinan belajar siswa pada indikator mengembangkan sikap menghormati seperti berbicara sopan kepada guru maupun teman, memperhatikan guru pada saat menjelaskan pembelajaran serta datang tepat waktu ke sekolah, indikator gemar melakukan kegiatan manusia seperti menjaga kebersihan kelas, mengerjakan tugas tepat waktu serta melaksanakan piket sesuai dengan jadwal, dan indikator mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban tanpa membeda-bedakan seperti tidak memilih-milih teman pada saat bermain maupun belajar serta tidak mengejek teman pada saat bermain maupun belajar. Pada S2 belum bisa menerapkan hingga perlu bimbingan dalam menerapkan nilai-nilai pancasila sila ke-2 terhadap prilaku kedisiplinan belajar siswa pada indikator mengembangkan sikap menghormati seperti kurang berbicara sopan kepada guru maupun teman,tidak memperhatikan guru pada saat menjelaskan pembelajran serta datang terlambat ke sekolah, indikator gemar melakukan kegiatan manusia tidak menjaga kebersihan lingkungan sekolah, tidak mengerjakan tugas tepat waktu serta tidak melaksanakan piket kelas, dan indikator mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban tanpa membeda-bedakan seperti memilih-milih teman saat bermain maupun belajar serta mengejek teman pada saat bermian maupun belajar.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sarapan merupakan salah satu kebiasaan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dan mendukung fungsi otak selama proses pembelajaran. Namun, masih terdapat mahasiswa yang memiliki kebiasaan sarapan yang belum optimal dan mengalami kesulitan berkonsentrasi saat mengikuti perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan dengan tingkat konsentrasi belajar mahasiswa baru angkatan 2025 Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 2.158 mahasiswa baru angkatan 2025 dengan sampel sebanyak 371 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Kebiasaan sarapan diukur menggunakan kuesioner kebiasaan sarapan, sedangkan tingkat konsentrasi belajar diukur menggunakan Student Learning Concentration Questionnaire Indeks (SLCQI). Analisis hubungan kedua variabel menggunakan uji korelasi Spearman Rank karena kedua variabel berskala ordinal. Sebagian besar responden memiliki kebiasaan sarapan kategori baik sebayak 182 responden, kategori cukup sebanyak 180 responden, dan kategori kurang sebanyak 9 responden. Tingkat konsentrasi belajar sebagian besar berada pada kategori rendah sebanyak 193 responden, kategori sedang 148 responden, dan kategori tinggi 30 responden. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,049 dengan p-value 0,349 (p>0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan dengan tingkat konsentrasi belajar mahasiswa baru Universitas Borneo Tarakan. Hubungan yang ditemukan bersifat positif tetapi sangat lemah, sehingga tingkat konsentrasi belajar kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain selain kebiasaan sarapan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan remaja generasi alfa di era digital menghadapi berbagai tantangan, termasuk masalah gizi dan perilaku. Status gizi secara teoritis dapat berperan dalam perkembangan fungsi kognitif dan regulasi emosi yang berpotensi memengaruhi perilaku remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan masalah perilaku pada remaja generasi alfa yang berstatus gizi kurang dan gizi normal di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan komparatif analitik dan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 2.209 remaja generasi alfa yang diperoleh menggunakan teknik total sampling berdasarkan data pemeriksaan kesehatan dari seluruh Puskesmas di Kota Tarakan. Status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), sedangkan masalah perilaku diukur menggunakan kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja generasi alfa memiliki status gizi kurang, yaitu sebesar 55,7%, dan mayoritas berada pada kategori perilaku normal sebesar 68,4%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,557 (>0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara masalah perilaku berdasarkan status gizi pada remaja generasi alfa di Kota Tarakan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa masalah perilaku tidak berbeda secara signifikan antara remaja generasi alfa yang berstatus gizi kurang dan normal. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif terhadap masalah perilaku remaja perlu memperhatikan faktor lain, seperti kondisi psikologis, pola asuh, lingkungan keluarga, teman sebaya, dan penggunaan media digital.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Keberhasilan pembangunan SDM suatu negara diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang didukung oleh belanja pemerintah sektor kesehatan dan pendidikan, serta penyerapan tenaga kerja untuk menekan kemiskinan. Namun, belum meratanya fasilitas di Provinsi Kalimantan Utara memicu kesenjangan kualitas SDM, di samping masih terbatasnya penelitian mengenai dampak faktor-faktor tersebut di provinsi baru ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja pemerintah sektor kesehatan, sektor pendidikan, dan penyerapan tenaga kerja terhadap IPM serta tingkat kemiskinan di Kalimantan Utara periode 2018-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa data panel dari lima kabupaten/kota, yang dianalisis menggunakan regresi data panel melalui software Eviews. Hasil analisis menunjukkan bahwa belanja kesehatan, belanja pendidikan, dan penyerapan tenaga kerja masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, baik secara parsial maupun simultan, dengan Fixed Effect Model yang mampu menjelaskan variasi IPM sebesar 99,25%. Namun, ketiga variabel tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan, dengan Random Effect Model yang hanya menjelaskan variasi sebesar 12,85%. Temuan ini mengindikasikan bahwa alokasi belanja pemerintah masih bersifat input-oriented dan belum sepenuhnya menyasar kelompok miskin secara langsung. Hasil ini mengimplikasikan agar pemerintah daerah tetap mempertahankan dan mengoptimalkan alokasi anggaran kesehatan dan pendidikan, sekaligus mengevaluasi ketepatan sasaran belanja agar bersifat pro-poor. Selain itu, peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga kerja diperlukan guna memutus rantai kemiskinan struktural di Provinsi Kalimantan Utara.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai konsentrasi minyak atsiri lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum) terhadap kualitas kimia, fisik, dan organoleptik nugget sayur selama penyimpanan, serta menentukan konsentrasi yang paling efektif dalam mempertahankan mutu produk. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Mei 2026 di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan lima perlakuan, yaitu P0 (0%), P1 (0,05%), P2 (0,10%), P3 (0,15%), dan P4 (0,20%) minyak atsiri lengkuas merah, masing-masing diulang lima kali. Pengamatan dilakukan pada hari ke-0, 5, 10, dan 15 penyimpanan suhu dingin. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar 1,8 cineole, warna, tekstur, aroma, dan rasa. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan minyak atsiri lengkuas merah tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air nugget sayur, tetapi berpengaruh nyata terhadap kadar 1,8 cineole, warna, tekstur, aroma, dan rasa selama penyimpanan. Perlakuan P4 menghasilkan kadar 1,8 cineole tertinggi pada seluruh waktu pengamatan, yaitu 17,61% pada hari ke-0 dan 13,82% pada hari ke-15. Namun, perlakuan P2 memberikan tingkat penerimaan panelis yang lebih baik terhadap rasa pada akhir penyimpanan. Berdasarkan hasil penelitian, konsentrasi minyak atsiri lengkuas merah 0,10% (P2) merupakan perlakuan yang paling efektif dalam mempertahankan kualitas nugget sayur selama penyimpanan 15 hari karena mampu menjaga keseimbangan antara kandungan senyawa aktif dan penerimaan organoleptik produk.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembelajaran saat ini diarahkan pada proses belajar yang tidak hanya menekankan penguasaan materi, tetapi juga mendorong peserta didik memahami konsep secara mendalam dan bermakna. Salah satu pendekatan yang sejalan dengan arah tersebut adalah deep learning, yang menekankan pembelajaran yang penuh kesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan deep learning terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI pada materi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental tipe Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Sebatik Tahun Ajaran 2025/2026, sedangkan sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran menggunakan pendekatan deep learning, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Data hasil belajar kognitif diperoleh melalui tes pretest dan posttest, sedangkan data afektif dan psikomotorik diperoleh melalui lembar observasi sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji ANCOVA dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan deep learning berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kognitif peserta didik (Sig. = 0,000 0,05). Peserta didik pada kelas eksperimen memperoleh hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol setelah mengontrol kemampuan awal. Hasil observasi juga menunjukkan bahwa peserta didik pada kelas eksperimen memiliki sikap dan keterampilan praktikum yang lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan deep learning yang menekankan prinsip mindful, meaningful, dan joyful learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efektivitas kebijakan penagihan dan kepatuhan pelanggan terhadap penurunan penunggakan pembayaran air pada Perumda Air Minum Kota Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi penelitian adalah pelanggan Perumda Air Minum Kota Tarakan yang mengalami penunggakan pembayaran, sedangkan sampel berjumlah 95 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert. Analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta koefisien determinasi (R²) dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan penagihan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penunggakan pembayaran air, yang berarti semakin efektif kebijakan penagihan diterapkan maka tingkat penunggakan pelanggan cenderung menurun. Kepatuhan pelanggan juga terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penunggakan pembayaran, sehingga semakin tinggi tingkat kepatuhan pelanggan dalam memenuhi kewajiban pembayaran rekening air, semakin rendah tingkat penunggakan yang terjadi. Secara simultan, efektivitas kebijakan penagihan dan kepatuhan pelanggan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penunggakan pembayaran air. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,896 mengindikasikan bahwa sebesar 89,6% variasi penunggakan pembayaran air dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen tersebut, sedangkan sisanya sebesar 10,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keberhasilan pembangunan SDM suatu negara diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang didukung oleh belanja pemerintah sektor kesehatan dan pendidikan, serta penyerapan tenaga kerja untuk menekan kemiskinan. Namun, belum meratanya fasilitas di Provinsi Kalimantan Utara memicu kesenjangan kualitas SDM, di samping masih terbatasnya penelitian mengenai dampak faktor-faktor tersebut di provinsi baru ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja pemerintah sektor kesehatan, sektor pendidikan, dan penyerapan tenaga kerja terhadap IPM serta tingkat kemiskinan di Kalimantan Utara periode 2018-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa data panel dari lima kabupaten/kota, yang dianalisis menggunakan regresi data panel melalui software Eviews. Hasil analisis menunjukkan bahwa belanja kesehatan, belanja pendidikan, dan penyerapan tenaga kerja masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, baik secara parsial maupun simultan, dengan Fixed Effect Model yang mampu menjelaskan variasi IPM sebesar 99,25%. Namun, ketiga variabel tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan, dengan Random Effect Model yang hanya menjelaskan variasi sebesar 12,85%. Temuan ini mengindikasikan bahwa alokasi belanja pemerintah masih bersifat input-oriented dan belum sepenuhnya menyasar kelompok miskin secara langsung. Hasil ini mengimplikasikan agar pemerintah daerah tetap mempertahankan dan mengoptimalkan alokasi anggaran kesehatan dan pendidikan, sekaligus mengevaluasi ketepatan sasaran belanja agar bersifat pro-poor. Selain itu, peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga kerja diperlukan guna memutus rantai kemiskinan struktural di Provinsi Kalimantan Utara.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini mengkaji pertanggungjawaban pidana terhadapa orang tua kandung yang membawa atau menahan anak dari pihak yang secara hukum telah ditetapkan sebagai pemegang hak asuh. Persoalan ini muncul karena sengketa hak asuh setelah perceraian tidak selalu diselesaikan melalui mekanisme perdata, terutama ketika salah satu orang tua menolak menyerahkan anak kepada pihak yang berhak berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Penelitain ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum orang tua kandung yang tidak memperoleh hak asuh seta bentuk pertanggungjawaban pidana atas tindakan membawa, menguasai atau menahan anak secara melawan hukum. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitain hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum dikumpulkann melalui studi kepustakan terhadap peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, buku, jurnal, serta sumber hukum lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukan bahwa orang tua kandung yang tidak memegang hak asuh tetap memiliki hak untuk menjalin hubungan, berkomunikasi, menberikan kasih sayang, serta menjalankan kewajiban nafkah dan pemeliharaan terhadpa anak. Namun, hak tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menguasai anak secar sepihak atau mengahalangi pelaksanaan hak asuh pihak yang sah. Orang tua kandung yang membawa atau menahan anak dari pemegang hak asuh yang dapat diminta pertanggungjawaban pidana pasal 330 KUHP dan pasal 452 Undang-undang Nomor 1 tahun 2023. Penerapan hukum pidana dalam perkara ini ditempatkan sebagai upaya terakhir setelah mekanisme perdata tidak mampu menjamin pelaksanaan putusan pengadilan dan perlindungan terhadapa kepentingan terbaik anak.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan keadilan restoratif dalam penyelesaian perkara KDRT berdasarkan UU No. 23 Tahun 2004 yang di tinjau dari karakteristik serta dinamika internal konsep rumah tangga, sekaligus mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaanya. Metode penelitian yang digunakan adalah empiris dengan pendekatan kualitatif deskripif. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara mendalam bersama pihak penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) serta para pihak yang terlibat dalam lingkup domestik, didukung oleh data sekunder berupa regulasi hukum dan dokumen pelaporan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisitik perkara KDRT yang dilaporkan sepanjang pertengahan tahun 2024 hingga akhir 2025 didominasi oleh jenis kekerasan fisik ringan di dalam hubungan perkawinan 8 laporan polisi. Penerapan keadilan restoratif dinilai efektif dalam menekan angka perkara yang naik ke jalur litigasi, dimana sebanyak 7 kasus berhasil diselesaikan melalui mekanisme damai formal demi mempertahankan keutuhan konsep rumah tangga. Namun, pelacakan jangka panjang menunjukkan kegagalan sistemik pada fungsi mitigasi pasca-damai dengan tingkat pengulangan kekerasan (Residivisme) di dalam rumah tangga mencapai 26 kasus. Kendala utama yang dihadapi meliputi hambatan struktural kedaruratan mediasi, ketimpangan relasi kuasa akibat ketergantungan ekonomi dan psikis korban di dalam ruang domestik, serta tekanan kultural patriarki yang melekat pada konsep rumah tangga tradisional. Tidak adanya regulasi hukum positif yang mewajibkan pengawasan klinis berkala maupun rehabilitasi psikologis (pengelolaan rasa marah) bagi pelaku menyebabkan pemulihan kondisi psikis keluarga tidak berjalan optimal.
2026 · Book ·
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan kesehatan yang beralih dari sistem manual ke sistem berbasis digital. Pelayanan kesehatan yang bermanfaat bagi klien, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Meskipun Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) memberikan berbagai dampak terhadap kepuasan perawat, penelitian yang menggambarkan tingkat kepuasan perawat terhadap penggunaan SIMRS masih terbatas. Implementasi sistem yang relatif baru serta adanya kendala, seperti gangguan jaringan, memerlukan evaluasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan perawat terhadap penggunaan SIMRS. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 172 perawat di RSUD Kabupaten Nunukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, berusia 36–45 tahun, berpendidikan D3/D4, dan memiliki masa kerja sebagai perawat lebih dari 6 tahun. Sebagian besar responden memiliki tingkat kepuasan yang sangat puas terhadap penggunaan SIMRS, serta tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak puas. Disimpulkan bahwa mayoritas perawat memiliki tingkat kepuasan yang sangat tinggi terhadap penggunaan SIMRS. Penelitian selanjutnya diharapkan melibatkan sampel yang lebih besar, menggunakan metode yang berbeda, serta mengkaji faktor-faktor lain yang memengaruhi keberhasilan penggunaan SIMRS MORBIS.
2026 · Book ·
Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan kesehatan yang beralih dari sistem manual ke sistem berbasis digital. Pelayanan kesehatan yang bermanfaat bagi klien, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Meskipun Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) memberikan berbagai dampak terhadap kepuasan perawat, penelitian yang menggambarkan tingkat kepuasan perawat terhadap penggunaan SIMRS masih terbatas. Implementasi sistem yang relatif baru serta adanya kendala, seperti gangguan jaringan, memerlukan evaluasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan perawat terhadap penggunaan SIMRS. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 172 perawat di RSUD Kabupaten Nunukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, berusia 36–45 tahun, berpendidikan D3/D4, dan memiliki masa kerja sebagai perawat lebih dari 6 tahun. Sebagian besar responden memiliki tingkat kepuasan yang sangat puas terhadap penggunaan SIMRS, serta tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak puas. Disimpulkan bahwa mayoritas perawat memiliki tingkat kepuasan yang sangat tinggi terhadap penggunaan SIMRS. Penelitian selanjutnya diharapkan melibatkan sampel yang lebih besar, menggunakan metode yang berbeda, serta mengkaji faktor-faktor lain yang memengaruhi keberhasilan penggunaan SIMRS MORBIS.
2026 · Book ·
Udang windu (Penaeus monodon) merupakan salah satu komoditas unggulan Kalimantan Utara yang tingkat produksinya naik setiap tahun. Tingginya permintaan mendorong kebutuhan pakan dalam skala besar sehingga meningkatnya biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari bioenrichment Artemia salina menggunakan Chlorella vulgaris terhadap pertumbuhan dan sintasan postlarva udang windu sebagai pakan alternatif dari pakan komersial. Penelitian ini dilakukan selama 20 hari menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan yang terdiri dari P1 (A. salina), P2 (pakan komersil), P3 (bioenrichment A. salina menggunakan C. vulgaris selama 6 jam) data yang diperoleh dari hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 (bioenrichment A. salina menggunakan C. vulgaris selama 6 jam) menunjukkan pertumbuhan average body length (0,62cm), average body weight (0,0108g), dan average daily growth (0,0017g) terbaik dibanding perlakuan lainnya. Parameter survival rate terbaik terdapat pada perlakuan P1 (A. salina) yaitu (17,4%). Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa bioenrichment A. salina menggunakan C. vulgaris selama 6 jam dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan postlarva udang windu.
2026 · Book ·
Kecerdasan interpersonal mengacu pada kemampuan indivdu untuk berinteraksi sosial dengan lingkungannya atau menjalin hubungan sosial dengan baik. Fenomena yang ditemukan di SMP Negeri 11 Tarakan menunjukkan bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan untuk menjalin hubungan sosial yang baik sehingga berdampak pada penyesuaian diri dan proses belajar disekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode traditional cooperative play terhadap kecerdasan interpersonal siswa kelas VII di SMP Negeri 11 Tarakan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Pre- Experimental tipe One-Group Pre-Post Test. Sampel penelitian ini berjumlah 8 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa skala kecerdasan interpersonal disusun berdasarkan indikator social sensitivity, social insight, dan social communication. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 0,05, dengan nilai t hitung sebesar 17.403 dan t tabel sebesar 2,365 (df=7), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya ada pengaruh metode traditional cooperative play terhadap kecerdasan interpersonal siswa kelas VII SMP Negeri 11 Tarakan.
2026 · Book ·
Pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan busana adat dan aksesoris merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Suku Dayak yang mencerminkan hubungan erat antara manusia dan alam. Namun, pengetahuan tersebut belum banyak didokumentasikan dan belum terintegrasi dalam pembelajaran biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan dan bagian tumbuhan yang dimanfaatkan dalam pembuatan busana adat dan aksesoris Suku Dayak di Desa Setarap, Kabupaten Malinau, mengetahui proses pemanfaatannya, serta mengkaji relevansinya dengan pembelajaran biologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive dan snowball sampling, melibatkan tokoh adat serta pengrajin yang memiliki pengetahuan tentang pembuatan busana adat dan aksesoris. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 11 spesies tumbuhan yang tergolong dalam 9 famili yang dimanfaatkan, yaitu Talun (Artocarpus corneri), Rotan Sega (Calamus caesius), Bambu Petung (Dendrocalamus asper), Ulin (Eusideroxylon zwageri), Rudraksa (Elaeocarpus ganitrus), Tas (Goniothalamus velutinus), Sang (Itaya amicorum), Adau (Nauclea orientalis), Pandan (Pandanus tectorius), Bambu Talang (Schizostachyum brachycladium), dan Meranti (Shorea sp.). Bagian tumbuhan yang digunakan meliputi kulit batang, batang, daun, akar, dan biji, dengan kulit batang sebagai bagian yang paling banyak dimanfaatkan. Proses pembuatannya meliputi pengambilan bahan, pemotongan, pengeringan, pengolahan, pembentukan, dan perakitan. Hasil penelitian ini relevan dengan materi keanekaragaman hayati pada pembelajaran Biologi Fase E SMA sebagai sumber belajar berbasis etnobotani dan kearifan lokal
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes melitus tipe 2 masih menjadi salah satu masalah kesehatan global karena sifatnya yang kronis, progresif, dan berpotensi menyebabkan komplikasi multisistem apabila tidak dikendalikan dengan baik. Salah satu penetapan diagnosis diabetes mellitus didasarkan pada pengukuran kadar gula HbA1c lebih dari 6,5%. Pemeriksaan HbA1c sangat penting karena kadar HbA1c yang tinggi menandakan adanya hiperglikemia kronis yang dapat merusak pembuluh darah besar dan kecil dalam tubuh. Selain HbA1c yang tinggi, pasien dengan DMT2 sering mengalami trigliserida diabetik. Tingginya kadar trigliserida yang tidak ditangani dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius dan progresif.dan dapat menyebabkan aterosklerosis. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi gambaran kadar glikemik (HbA1c) dan trigliserida pada pasien diabetes melitus tipe 2 tahun 2024-2025. Metode pada penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian itu yaitu total sampling dengan total sampel 47 responden. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa responden Sebagian besar berusia lansia awal yaitu sebanyak 15 orang (31,9%) dengan mayoritas responden perempuan sebanyak 26 orang (55,3%). Kadar glikemik responden sebanyak 47 orang (100%) mengalami diabetes. Sedangkan kadar trigliserida responden mayoritas masih dalam kategori normal yaitu 20 orang (42,6%). Penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki kadar HbA1c yang tinggi, sedangkan sebagian besar pasien masih memiliki kadar trigliserida dalam rentang normal. Perawat diharapkan dapat meningkatkan edukasi kesehatan serta melakukan pemantauan kadar HbA1c dan trigliserida secara berkala pada pasien diabetes melitus tipe 2 sebagai upaya mencegah terjadinya komplikasi.
2026 · Book ·
Diabetes melitus tipe 2 masih menjadi salah satu masalah kesehatan global karena sifatnya yang kronis, progresif, dan berpotensi menyebabkan komplikasi multisistem apabila tidak dikendalikan dengan baik. Salah satu penetapan diagnosis diabetes mellitus didasarkan pada pengukuran kadar gula HbA1c lebih dari 6,5%. Pemeriksaan HbA1c sangat penting karena kadar HbA1c yang tinggi menandakan adanya hiperglikemia kronis yang dapat merusak pembuluh darah besar dan kecil dalam tubuh. Selain HbA1c yang tinggi, pasien dengan DMT2 sering mengalami trigliserida diabetik. Tingginya kadar trigliserida yang tidak ditangani dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius dan progresif.dan dapat menyebabkan aterosklerosis. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi gambaran kadar glikemik (HbA1c) dan trigliserida pada pasien diabetes melitus tipe 2 tahun 2024-2025. Metode pada penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian itu yaitu total sampling dengan total sampel 47 responden. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa responden Sebagian besar berusia lansia awal yaitu sebanyak 15 orang (31,9%) dengan mayoritas responden perempuan sebanyak 26 orang (55,3%). Kadar glikemik responden sebanyak 47 orang (100%) mengalami diabetes. Sedangkan kadar trigliserida responden mayoritas masih dalam kategori normal yaitu 20 orang (42,6%). Penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki kadar HbA1c yang tinggi, sedangkan sebagian besar pasien masih memiliki kadar trigliserida dalam rentang normal. Perawat diharapkan dapat meningkatkan edukasi kesehatan serta melakukan pemantauan kadar HbA1c dan trigliserida secara berkala pada pasien diabetes melitus tipe 2 sebagai upaya mencegah terjadinya komplikasi.
2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran kartu suku kata dalam membantu siswa yang mengalami kesulitan menulis di kelas I-B SD Negeri 031 Tarakan, serta mengetahui tingkat kelayakan dan kemenarikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analyze, design, develop, implement, dan evaluate. Subjek penelitian ini aadalah 22 siswa kelas I-B SDN 031 Tarakan. Teknik pengumpulan data memnggunakan observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi ahli media, ahli materi, serta angket kemenarikan siswa dan guru. Hasil penelitian menunjukan bahwa media kartu suku kata yang dikembangkan memperoleh presentase kelayakan sebesar 90% dari ahli media dan 90% dari ahli materi dengan kategori sangat layak. Selalin itu, hasil uji kemenarikan menunjukan presentase sebesar 98% dari siswa dan 100% dari guru dengan kategori sangat menarik. Dengan demikian, media kartu suku kata yang dikembangkan dinyatakan sangat layak dan sangat menarik untuk digunakan dalam pembelajaran menulis siswa kelas I sekolah dasar.
2026 · Book ·
Masa remaja awal merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis yang dapat memengaruhi penilaian individu terhadap dirinya, termasuk body image dan self-esteem. Body image yang negatif dapat berdampak pada rendahnya self-esteem pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body image dengan self-esteem pada remaja awal di tingkat SMP Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan pendekatan korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMP Negeri di Kecamatan Tarakan Tengah sebanyak 3.034 siswa. Sampel penelitian berjumlah 353 responden yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel acak berlapis proporsional. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki body image positif sebanyak 303 responden (85,8%) dan self-esteem tinggi sebanyak 180 responden (51,0%). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan dengan arah positif dan kekuatan hubungan sedang (r=0.495; p0.001) antara body image dan self-esteem pada remaja awal di tingkat SMP Kota Tarakan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik body image yang dimiliki remaja, maka semakin tinggi self-esteem yang dimiliki. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pihak sekolah dalam meningkatkan program pembinaan terkait body image dan self-esteem serta bagi perawat dalam upaya promosi kesehatan mental remaja.