2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemenuhan unsur-unsur tindak pidana politik uang dalam pemilu serta mengetahui Ratio Decidendi Hakim Pada Putusan Nomor (31/Pid.Sus/2024/PN Nnk) Terkait Tindak Pidana Politik Uang Dalam Pemilihan Umum. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suatu perbuatan dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana politik uang apabila seluruh unsur delik terpenuhi secara kumulatif, baik unsur objektif berupa perbuatan memberikan atau menjanjikan uang atau materi dalam tahapan pemilu, maupun unsur subjektif berupa kesengajaan pelaku yang sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum pasal 280 yang mengatur larangan dalam kampanye pada huruf (j) tentang menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta Kampanye pemilu dan dikenakan sanksi pidana pada pasal 521. Selain itu, ratio decidendi hakim dalam putusan tersebut baik secara yuridis dan non yuridis telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, namun dari perspektif tujuan pemidanaan dan perlindungan integritas demokrasi, sanksi pidana yang dijatuhkan dinilai belum sepenuhnya mencerminkan efek jera, yaitu pada putusan nomor 31/Pid.Sus/2024/PN Nnk Hakim menjatuhkan hukuman lebih ringan dari ancaman maksimal dalam ketentuan Undang-Undang yang pada putusan akhir dijatuhkan pidana penjara selama 1 (satu) bulan serta pidana denda sejumlah Rp15.000.000,00 (lima belas juta rupiah). Oleh karena itu, diperlukan kaitan terhadap unsur kemanfaatan pada teori pemidanaan sehingga dapat terpenuhi secara optimal. Serta diperlukan penguatan penegakan hukum dan konsistensi dalam penjatuhan sanksi guna menjaga kualitas demokrasi dan kepercayaan publik terhadap pemilu.
2026 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemenuhan unsur-unsur tindak pidana politik uang dalam pemilu serta mengetahui Ratio Decidendi Hakim Pada Putusan Nomor (31/Pid.Sus/2024/PN Nnk) Terkait Tindak Pidana Politik Uang Dalam Pemilihan Umum. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suatu perbuatan dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana politik uang apabila seluruh unsur delik terpenuhi secara kumulatif, baik unsur objektif berupa perbuatan memberikan atau menjanjikan uang atau materi dalam tahapan pemilu, maupun unsur subjektif berupa kesengajaan pelaku yang sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum pasal 280 yang mengatur larangan dalam kampanye pada huruf (j) tentang menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta Kampanye pemilu dan dikenakan sanksi pidana pada pasal 521. Selain itu, ratio decidendi hakim dalam putusan tersebut baik secara yuridis dan non yuridis telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, namun dari perspektif tujuan pemidanaan dan perlindungan integritas demokrasi, sanksi pidana yang dijatuhkan dinilai belum sepenuhnya mencerminkan efek jera, yaitu pada putusan nomor 31/Pid.Sus/2024/PN Nnk Hakim menjatuhkan hukuman lebih ringan dari ancaman maksimal dalam ketentuan Undang-Undang yang pada putusan akhir dijatuhkan pidana penjara selama 1 (satu) bulan serta pidana denda sejumlah Rp15.000.000,00 (lima belas juta rupiah). Oleh karena itu, diperlukan kaitan terhadap unsur kemanfaatan pada teori pemidanaan sehingga dapat terpenuhi secara optimal. Serta diperlukan penguatan penegakan hukum dan konsistensi dalam penjatuhan sanksi guna menjaga kualitas demokrasi dan kepercayaan publik terhadap pemilu.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kopi Aci Cap Tani is a local micro, small, and medium enterprise (MSME) engaged in coffee processing in Malinau Regency. The business faces a range of challenges in marketing its products effectively. This research aimed to formulate an appropriate marketing strategy to support business growth and enhance
competitiveness. A descriptive qualitative approach was employed, utilizing interviews, observations, documentation, and questionnaires as data collection techniques. SWOT analysis was used to identify the internal and external factors influencing marketing performance. The analysis revealed several inter strengths, including high-quality coffee beans, a unique flavor profile, appealing packaging, a recognizable brand, and the use of modern production equipment.
Identified weaknesses included inconsistent raw material availability, limited product innovation, price volatility due to raw material costs, and insufficient digital marketing. External opportunities comprised government support, a strategic production location, the growing popularity of social media for promotion, and rising coffee consumption trends. Threats to the business included intense market competition, fluctuating raw material prices, climate change impacts, restricted market access, and lower-priced competitor products. The findings of this study may serve as a reference for developing effective marketing strategies for similar coffee-based MSMEs in other areas.
UMKM Kopi Aci Cap Tani merupakan usaha pengolahan kopi lokal di Kabupaten
Malinau yang menghadapi berbagai tantangan dalam memasarkan produknya.
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemasaran yang sesuai agar
usaha dapat berkembang dan bersaing. Metode penelitian yang digunakan adalah
deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi,
dokumentasi, dan kuesioner. Analisis SWOT digunakan untuk mengetahui faktor-
faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kegiatan pemasaran. Hasil
penelitian mengungkapkan bahwa faktor kekuatan mencakup mutu biji kopi yang
tinggi, cita rasa yang khas, kemasan yang menarik, merek yang kuat, serta
penggunaan peralatan produksi yang modern. Di sisi lain, kelemahan yang dihadapi
meliputi ketidakstabilan ketersediaan bahan baku, minimnya inovasi produk,
ketergantungan harga terhadap bahan baku, dan keterbatasan promosi melalui
media digital. Peluang yang tersedia meliputi adanya dukungan dari pemerintah,
lokasi produksi yang strategis, kemudahan promosi melalui media sosial, serta
meningkatnya tren konsumsi kopi. Adapun ancaman meliputi tingginya tingkat
persaingan, fluktuasi harga bahan baku, dampak perubahan iklim, keterbatasan
akses pasar, serta harga jual pesaing yang lebih rendah. Penelitian ini dapat menjadi
acuan dalam merancang strategi pemasaran bagi UMKM serupa di daerah lain
2020 · Thesis ·
Media tanam merupakan salah satu komponen penting dalam melakukan bercocok tanam. Salah satu perusahaan yang menjual media tanam di Kota Tarakan yaitu CV Tunas Muda Jaya. Dalam melakukan penjualan media tanam, CV Tunas Muda Jaya mengalami fluktuasi, karena kurangnya perancanaan penjualan yang baik. yang berarti kemampuan CV Tunas Muda Jaya dalam menghasilkan laba belum optimal. Sehingga di butuhkannya perencanaan laba agar CV Tunas Muda Jaya bisa mengoptimalkan laba. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk Menghitung jumlah dan nilai penjualan media tanam pada CV Tunas Muda Jaya pada titik Break Even Point , (2) untuk Menghitung Margin Of Safety penjualan media tanam pada CV Tunas Muda Jaya, (3) untuk Menghitung perencanaan laba CV Tunas Muda Jaya dengan target laba sebesar 20% pada tahun 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu metode penentuan sampel menggunakan puprposive sampling. Metode analisis data menggunakan analisis Cost-Volume-Profit. Penelitian ini menunjukkan bahwa, BEP unit sebesar 1,597 Sak jika dibandingkan dengan jumlah penjualan perusahaan sebesar 4.199 sak maka usaha media tanam CV Tunas Muda Jaya yang dilakukan dapat dikatakan untung, dan BEP Penerimaan Rp. 39.919.330, bila dibandingkan dengan besarnya penerimaan perusahaan sebesar Rp. 104.975.000 maka dapat di nyatakan bahwa usaha tersebut masih berada pada titik keuntungan. Adapun nilai MOS yang di dapatkan yaitu 62% Hal ini menunjukan bahwa penjualan yang ada di usaha media tanam jika di turunkan tidak lebih dari 62%.Berdasarkan hasil dari proyeksi laba yang diinginkan adalah sebesar Rp. 63.119.400, maka penjualan yang harus dicapai adalah sebesar 4719 sak media tanam agar target laba sebesar 20% dapat terpenuhi. Setelah melakukan penelitian, sebaikmya CV Tunas Muda Jaya menigkatkan penjualannya agar mencapai target laba yang telah di tentukan perusahaan, dan tidak menurunkan jumlah penjualan.