2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. D DI PUSKESMAS JUATA ABSTRAK Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang berkualitas dibutuhkan tenaga kesehatan terampil yang didukung tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Sebagai seorang bidan diharapkan dapat memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif dan berkesinambungan dimulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan perawatan bayi baru lahir. Kesehatan dan kelangsungan hidup ibu dan bayi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor pelayanan kebidanan, antara lain asuhan kebidanan yang diberikan oleh tenaga bidan. Pengkajian dilakukan terhadap Ny. D G2P1A0 yaitu melakukan kunjungan Antenatal Care sebanyak 1 kali pada usia kehamilan 37 minggu 2 hari dan pada usia kehamilam 38 minggu. Asuhan yang dilakukan pada persalinan yaitu tepat pada tanggal 18 Maret 2021, pukul 10.50 WITA. Umur kehamilan 39 minggu. Kala 1 berlangsung selama 4 jam, kala II berlangsung 10 menit, Kala III berlangsung selama 10 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Masa nifas Ny. D berjalan dengan normal mulai dari kunjungan 6 jam di mulai tanggal 18 Maret 2021. Tanda-tanda vital, proses involusi, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, pada masa nifas berjalan secara fisiologis. Asuhan bayi baru lahir dilakukan 1 kali kunjungan. Kunjungan pada bayi baru lahir dilakukan sejak setelah bayi lahir sampai dengan 3 jam. Bayi lahir dengan berat badan 3600 gram normal, spontan, tidak ditemukan komplikasi, tidak ada kelainan kongenital, bayi juga melakukan IMD. COMPREHENSIVE MIDWIFE CARE TO Mrs. D IN JUATA PUBLIC HEALTH CENTER ABSTRACT Maternal quality and neonatal health services require skillful health workers who are supported by the availability of adequate facilities and infrastructure. As a midwife, she is expected to be able to provide comprehensive and continuous midwifery care starting from pregnancy, childbirth, postpartum and newborn care. The health and survival of mothers and babies are strongly influenced by various factors in midwifery services, including midwifery care provided by midwives. The study was conducted on Mrs. D G2P1A0 that is to do Antenatal Care visits as much as 1 time at 37 weeks 2 days of gestation and at 38 weeks of gestation. The care carried out in childbirth is precisely on March 18, 2021, at 10.50 WITA. 39 weeks gestation. Stage 1 lasts 4 hours, Stage II lasts 10 minutes, Stage III lasts 10 minutes, and Stage IV lasts 2 hours. Mrs. D walked normally starting from a 6-hour visit starting on March 18, 2021. Vital signs, involution process, uterine fundal height, uterine contractions, lactation process, and discharge of lochia, during the puerperium were physiological. Newborn care is carried out 1 time visit. Visits to newborns are carried out from after the baby is born up to 3 hours. The baby was born with a normal weight of 3600 grams, spontaneous, no complications were found, there were no congenital abnormalities, the baby also had an IMD.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. D DI PUSKESMAS JUATA ABSTRAK Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang berkualitas dibutuhkan tenaga kesehatan terampil yang didukung tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Sebagai seorang bidan diharapkan dapat memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif dan berkesinambungan dimulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan perawatan bayi baru lahir. Kesehatan dan kelangsungan hidup ibu dan bayi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor pelayanan kebidanan, antara lain asuhan kebidanan yang diberikan oleh tenaga bidan. Pengkajian dilakukan terhadap Ny. D G2P1A0 yaitu melakukan kunjungan Antenatal Care sebanyak 1 kali pada usia kehamilan 37 minggu 2 hari dan pada usia kehamilam 38 minggu. Asuhan yang dilakukan pada persalinan yaitu tepat pada tanggal 18 Maret 2021, pukul 10.50 WITA. Umur kehamilan 39 minggu. Kala 1 berlangsung selama 4 jam, kala II berlangsung 10 menit, Kala III berlangsung selama 10 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Masa nifas Ny. D berjalan dengan normal mulai dari kunjungan 6 jam di mulai tanggal 18 Maret 2021. Tanda-tanda vital, proses involusi, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, pada masa nifas berjalan secara fisiologis. Asuhan bayi baru lahir dilakukan 1 kali kunjungan. Kunjungan pada bayi baru lahir dilakukan sejak setelah bayi lahir sampai dengan 3 jam. Bayi lahir dengan berat badan 3600 gram normal, spontan, tidak ditemukan komplikasi, tidak ada kelainan kongenital, bayi juga melakukan IMD. COMPREHENSIVE MIDWIFE CARE TO Mrs. D IN JUATA PUBLIC HEALTH CENTER ABSTRACT Maternal quality and neonatal health services require skillful health workers who are supported by the availability of adequate facilities and infrastructure. As a midwife, she is expected to be able to provide comprehensive and continuous midwifery care starting from pregnancy, childbirth, postpartum and newborn care. The health and survival of mothers and babies are strongly influenced by various factors in midwifery services, including midwifery care provided by midwives. The study was conducted on Mrs. D G2P1A0 that is to do Antenatal Care visits as much as 1 time at 37 weeks 2 days of gestation and at 38 weeks of gestation. The care carried out in childbirth is precisely on March 18, 2021, at 10.50 WITA. 39 weeks gestation. Stage 1 lasts 4 hours, Stage II lasts 10 minutes, Stage III lasts 10 minutes, and Stage IV lasts 2 hours. Mrs. D walked normally starting from a 6-hour visit starting on March 18, 2021. Vital signs, involution process, uterine fundal height, uterine contractions, lactation process, and discharge of lochia, during the puerperium were physiological. Newborn care is carried out 1 time visit. Visits to newborns are carried out from after the baby is born up to 3 hours. The baby was born with a normal weight of 3600 grams, spontaneous, no complications were found, there were no congenital abnormalities, the baby also had an IMD.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS STRUKTUR VEGETASI DAN HUBUNGANNYA TERHADAP KOMPOSISI SPESIES PREDATOR CAPUNG DI PULAU TARAKAN Suparman,Abdul Rahim Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan Jalan Amal Lama Nomor 1 Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan, 77123 Email: [email protected] ABSTRAK Serangga ordo Odonata (capung) merupakan indikator kualitas lingkungan dan predator hama pada areal lahan pertanian. Pengetahuan tentang komposisi dan persebaran capung dapat mendukung upaya konservasi predator pada lahan pertanian dan non pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur vegetasi dan komposisi kelompok capung (Ordo Odonata). Serta, mengetahui hubungannya pada beberapa areal pertanian dan non pertanian di Pulau Tarakan. Pengambilan contoh capung pada 29 lokasi yang terdiri dari 8 areal lahan non pertanian, dan 21 lahan pertanian. Lahan non pertanian terdiri dari hutan primer, mangrove dan rawa. Sedangkan, lahan pertanian terdiri dari perkebunan sayur, perkebunan buah, dan sawah. Selain itu, pengambilan data suhu, kelembapan, intensitas cahaya, dan pH Air. Indeks kekayaan jenis, indeks keanekaragaman Shannon, indeks dominansi Simpson, indeks kemerataan, regresi, diagram venn, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan struktur tumbuhan terdiri dari 28 Famili, 35 genus, 39 spesies dan 1.426 Indvidu, sedangkan komposisi spesies capung di Pulau Tarakan terdiri dari 10 famili, 33 Genus, 46 Spesies, dan 1.100 individu. Indeks kekayaan spesies, indeks keanekaragaman, dan indeks kemerataan lahan non pertanian lebih tinggi dibandingkan dengan lahan pertanian. Selanjutnya, persebaran spesies cenderung berbeda antara lahan pertanian dan non pertanian. Terdapat 19 spesies tersebar atau aktif di areal lahan pertanian dan non pertanian. Sedangkan, spesies yang hanya ditemukan pada areal non pertanian sebanyak 14 spesies, dan areal lahan pertanian sebanyak 13 spesies. Selain itu, hasil analisis AIC menjelaskan hubungan keaneragaman capung dengan keberadaan air lebih tinggi, diikuti oleh hubungan antara jumlah indicu tumbuhan/tanaman dan keberadaan air. Hal ini merupakan indikasi air merupakan faktor utama penentu keanekragaman capung, dan didukung oleh keberadan/jumlah tanaman/tumbuhan di suatu areal atau habitat.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Serangga ordo Odonata (capung) merupakan indikator kualitas lingkungan dan predator hama pada areal lahan pertanian. Pengetahuan tentang komposisi dan persebaran capung dapat mendukung upaya konservasi predator pada lahan pertanian dan non pertanian. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan membandingkan komposisi spesies, dan persebaran, serta kondisi lingkungan mikro predator capung di Pulau Tarakan, khususnya pada areal pertanian dan non pertanian. Pengambilan contoh capung pada 29 lokasi yang terdiri dari 8 areal lahan non pertanian, dan 21 lahan pertanian. Lahan non pertanian terdiri dari hutan primer, mangrove dan rawa. Sedangkan, lahan pertanian terdiri dari perkebunan sayur, perkebunan buah, dan sawah. Selain itu, pengambilan data suhu, kelembapan, intensitas cahaya, dan pH Air. Indeks kekayaan jenis, indeks keanekaragaman Shannon, indeks dominansi Simpson, indeks kemerataan, regresi, diagram venn, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan komposisi spesies capung di Pulau Tarakan terdiri dari 7 famili, 33 Genus, 48 Spesies. Indeks kekayaan spesies, indeks keanekaragaman, dan indeks kemerataan lahan non pertanian lebih tinggi dibandingkan dengan lahan pertanian. Sedangkan, indeks dominasi tertinggi pada areal lahan non pertanian, Selanjutnya, persebaran spesies cenderung berbeda antara lahan pertanian dan non pertanian. Terdapat 17 spesies tersebar atau aktif di areal lahan pertanian dan non pertanian. Sedangkan, spesies yang hanya ditemukan pada areal non pertanian sebanyak 15 spesies, dan areal lahan pertanian sebanyak 16 spesies. Selain itu, terdapat hubungan negatif signifikan antara jumlah spesies dan pH Air. Hal ini merupakan indikasi pH merupakan faktor lingkungan yang paling berperan dalam persebaran capung.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini mengulas tentang penguatan sumber daya manusia yang ada di organisasi/perusahaan. Buku Manajemen Sumber Daya Manusia ini sangat penting di dalam peningkatan produktivitas karyawan dan mengatasi persoalan-persoalan di bidang sumber daya manusia. Buku ini berisi teori-teori Manajemen Sumber Daya Manusia yang dapat digunakan oleh pengajar dan mahasiswa. Buku ini terdiri dari sepuluh bab, yaitu : Bab 1 : Pentingnya MSDM dalam Organisasi Bab 2 : Peranan MSDM dalam Organisasi Bab 3 : Perencanaan SDM dalam Organisasi Bab 4 : Penempatan SDM dalam Organisasi Bab 5 : Penilaian Kinerja Bab 6 : Pengembangan Karir Bab 7 : Kesehatan dan Keselamatan Kerja Bab 8 : Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Bab 9 : Audit Sumberdaya Manusia Bab 10 : Sumber Daya Manusia Global
2020 · Thesis ·
Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R & D) yang bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan, kevalidan, kepraktisan dan keefektifan media Augmented Reality pada materi bangun ruang sisi datar untuk siswa SMP Negeri 5 Tarakan. Tahap penelitian dan pengembangan mengacu pada model pengembangan Borg and Gall yang terdiri dari 7 tahap, yaitu: (1) Pengumpulan Data; (2) Perencanaan; (3) Pengembangan Produk; (4) Uji Coba Lapangan Awal; (5) Revisi Produk Utama; (6) Uji Lapangan Utama; (7) Revisi Produk Oprasional. Penelitian ini menggunakan 4 instrumen, yaitu (1) lembar validasi ahli materi, (2) lembar validasi ahli media, (3) lembar validasi ahli Desain Pembelajaran dan (2) lembar siswa untuk menilai kelayakan media Augmented Reality. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh rata-rata skor dari hasil validasi materi sebesar 3,12 (Kategori sangat Baik). Persentase rata-rata skor dari hasil validasi media sebesar 3,57 (Kategori sangat Baik). Persentase rata-rata skor dari hasil validasi media sebesar 3,75 (Kategori sangat Baik). sehingga hasil dari 3 validator pada media Augmented Reality berkategori Sanagt Layak. Untuk rata-rata skor respon siswa terhadap uji coba lapangan Utama sebesar 3,64 (Kategori Sangat Baik) dan rata-rata skor respon siswa terhadap uji coba lapangan Operasional sebesar 3,60 (Kategori Sangat baik) sehingga media Augmented Reality sangat layak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media Augmented Reality pada materi bangun ruang sisi bagi siswa SMP Negeri 5 Tarakan mengacu pada model pengembangan Borg and Gall telah memenuhi syarat Layak.