Profil penulis
ANA
1.304 karya publik ditemukan.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Diagnosis Medis Pneumonia di Ruang Anggrek A RSUD dr. H Jusuf SK Tarakan
INDEKS EKOLOGI PADANG LAMUN DAN INDEKS KUALITAS AIR LAUT DESA TELUK HARAPAN DAN DESA PAYUNG – PAYUNG PULAU MARATUA
Pulau Maratua memiliki ekosistem pesisir yang kompleks, dengan kondisi padang lamun yang baik memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan laut. Data dan informasi tentang ekosistem lamun serta aspek ekologis di perairan Indonesia masih sangat minim, diperkirakan kurang dari 20% total luas perairan nasional. Oleh karena itu, penting sekali untuk meneliti kondisi ekosistem pesisir seperti padang lamun dan kualitas air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks kesehatan SEQI (Seagrass Ecological Quality Indekx) dan Status Indeks Kualitas Air laut. Penilitian ini dilaksanakan pada Januari – Maret 2025. Pengambilan data sampel menggunakan metode purposive sampling dan metode Line Intercept Transet (LIT) dengan 7 stasiun. Jenis lamun yang ditemukan terdiri dari Halodule uninervis, Cymodocea serrulata, dan Halophila minor. Nilai SEQI menunjukkan kondisi ekologi padang lamun berada pada kategori sedang hingga baik. Parameter kualitas air laut meliputi suhu, salinitas, pH, DO, TSS, minyak dan lemak, amonia total, serta ortofosfat. Hasil indeks IKAL menunjukkan kualitas air laut di pesisir Desa Teluk Harapan dan Desa Payung - Payung berada pada kategori baik hingga sedang. Kompilasi hasil analisis nilai SEQI di pesisir Pulau Maratua Desa Teluk Harapan dan Desa Payung – Payung menghasilkan nilai 0,75 hingga 0,99 dengan kriteria sedang, bagus dan bagus sekali. Kompilasi hasil pengukuran dan analisis nilai IKAL di pesisie Pulau Maratua Desa Teluk Harapan dan Desa Payung – Payung memiliki nilai antara 78,04 hingga 94,83 yang masuk dalam kategori Baik dan Sangat baik.
MODEL VON BERTALANFFY TAPAL KUDA (Tachypleus sp) DI PERAIRAN KOTA TARAKAN
Tapal kuda merupakan spesies yang memiliki nilai ekologis dan berpotensi memiliki ekonomis tinggi, namun karena statusnya sebagai hewan langka dilindungi. Pemanfaatannya harus dibatasi dan diarahkan pada kegiatan yang berkelanjutan seperti riset dan edukasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pertumbuhan dan faktor kondisi berdasarkan parameter panjang dan berat kepiting tapal kuda (Tachypleus sp) di perairan Kota Tarakan menggunakan model pertumbuhan Von Bertalanffy. Pengambilan sampel dilakukan selama dua bulan di empat titik lokasi menggunakan alat tangkap kelong. Data pertumbuhan dianalisis menggunakan model von bertalanffy dengan estimasi parameter pertumbuhan panjang maksimum (L∞), koefisien pertumbuhan (K), dan umur teoritis saat panjang nol (t0). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan kepiting tapal kuda bersifat alometrik negatif, dengan panjang maksimal individu betina (47,798 cm) lebih besar dibandingkan individu jantan (44,178 cm). Indeks kondisi menunjukkan bahwa kepiting tapal kuda memiliki bentuk tubuh yang sehat dan cenderung gemuk. Penelitian ini merekomendasikan kajian lebih lanjut mengenai aspek reproduksi dan mortalitas untuk mendukung upaya konservasi spesies ini.
Penerapan Terapi Dzikir dalam Asuhan Keperawatan pada Pasien Halusinasi Pendengaran
Halusinasi pendengaran merupakan gejala utama pada pasien skizofrenia yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Pendekatan non-farmakologi seperti terapi dzikir relavan diterapkan di Indonesia yang kaya nilai spiritual, khususnya dalam konteks keperawatan holistik yang memadukan aspek biologis, psikologis, sosial dan spiritual. Tujuan: Menganalisis efektivitas terapi dzikir dalam menurunkan tanda dan gejala pada pasien halusinasi pendengaran. Metode: Menggunakan metode studi kasus yang dilakukan pada dua responden selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 20 menit, meliputi pengulangan kalimat istighfar, tasbih, tahmid dan takbir. Tingkat halusinasi yang diukur menggunakan skala AHRS (Auditory Hallucination Rating Scale) sebelum dan sesudah penerapan terapi dzikir. Hasil: Terjadi penurunan skor AHRS yang signifikan pada kedua responden: Tn.H dari 28 (kategori berat) turun menjadi 19 (kategori sedang) dan Tn.M dari 26 (kategori berat) turun menjadi 19 (kategori sedang). Kesimpulan: Terapi dzikir terbukti efektif dalam mengurangi gejala halusinasi pendengaran, meningkatkan ketenangan dan membantu pasien mengontrol persepsi sensori. Studi ini merekomendasikan terapi dzikir sebagai bagian dari asuhan keperawatan holistik berbasis spiritual, terutama di masyarakat dengan nilai religius yang kuat.
Penerapan Terapi Afirmasi Positif dengan Gratitude Journal pada Pasien Tunadaksa dengan Diagnosis Keperawatan Risiko Bunuh Diri
Penyandang disabilitas khususnya tunadaksa, memiliki risiko tinggi mengalami gangguan psikologis akibat stigma sosial, diskriminasi, dan penolakan dari lingkungan. Perilaku diskriminatif serta penolakan sosial dapat memberikan pengaruh negatif terhadap kesehatan mental penyandang disabilitas, yang dapat memicu timbulnya gejala depresi hingga akhirnya mengarah pada ideasi bunuh diri. Hal ini menunjukkan pentingnya intervensi yang tepat untuk membangun kembali harga diri, rasa percaya diri, serta makna hidup yang mungkin hilang akibat stigma dan diskriminasi yang mereka alami. Penulisan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas gratitude journal sebagai intervensi inovasi yang dapat membantu menurunkan ideasi bunuh diri pada pasien penyandang disabilitas. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan penerapan gratitude journal selama 6 hari. Terapi diberikan dengan durasi 10 sampai dengan 15 menit tiap sesinya. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen Revised-Suicide Ideation Scale (R-SIS) untuk menilai perubahan ideasi bunuh diri sebelum dan sesudah intervensi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan skor ideasi bunuh diri, serta peningkatan ekspresi positif pada pasien. Kesimpulan dari penulisan ini menunjukkan bahwa gratitude journal dapat menjadi intervensi psikososial yang efektif, sederhana, dan aplikatif dalam menurunkan risiko bunuh diri pada pasien penyandang disabilitas. Intervensi ini mampu memperkuat harga diri, meningkatkan penerimaan diri, serta mengurangi beban emosi negatif. Oleh karena itu, disarankan agar terapi ini dapat digunakan sebagai bagian dari intervensi keperawatan psikososial, khususnya pada kelompok pasien dengan risiko tinggi terhadap depresi dan ideasi bunuh diri.
ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA BERENCANA DENGAN PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA AKSEPTOR IUD DI PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS
Kontrasepsi merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dengan menunda dan mencegah kehamilan. Salah satu metode kontrasepsi yang bisa digunakan untuk mencegah kehamilan dalam jangka panjang yaitu IUD/AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim). Rendahnya pengguna IUD/AKDR disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya yaitu kecemasan. Penanganan yang tepat diperlukan untuk mengurangi kecemasan tersebut agar pengguna kontrasepsi IUD dapat meningkat. Salah satu intervensi non-farmakologi yang efektif untuk mengurangi kecemasan pada akseptor KB IUD adalah dengan pemberian aromaterapi lavender. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan penatalaksanaan asuhan kebidanan keluarga berencana dengan pemberian aromaterapi lavender untuk mengurangi kecemasan pada akseptor IUD di puskesmas gunung lingkas. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan metode studi kasus. Studi kasus ini menjelaskan tentang asuhan kebidanan pada akseptor KB IUD sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi lavender untuk mengurangi kecemasan. Hasil menunjukkan kecemasan yang dirasakan oleh akseptor IUD berkurang dari kategori kecemasan sedang menjadi tidak ada kecemasan. Penerapan aromaterapi lavender terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan pada akseptor IUD dan dapat digunakan sebagai alternatif intervensi non-farmakologis.
MODEL VON BERTALANFFY TAPAL KUDA (Tachypleus sp) DI PERAIRAN KOTA TARAKAN
Tapal kuda merupakan spesies yang memiliki nilai ekologis dan berpotensi memiliki ekonomis tinggi, namun karena statusnya sebagai hewan langka dilindungi. Pemanfaatannya harus dibatasi dan diarahkan pada kegiatan yang berkelanjutan seperti riset dan edukasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pertumbuhan dan faktor kondisi berdasarkan parameter panjang dan berat kepiting tapal kuda (Tachypleus sp) di perairan Kota Tarakan menggunakan model pertumbuhan Von Bertalanffy. Pengambilan sampel dilakukan selama dua bulan di empat titik lokasi menggunakan alat tangkap kelong. Data pertumbuhan dianalisis menggunakan model von bertalanffy dengan estimasi parameter pertumbuhan panjang maksimum (L∞), koefisien pertumbuhan (K), dan umur teoritis saat panjang nol (t0). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan kepiting tapal kuda bersifat alometrik negatif, dengan panjang maksimal individu betina (47,798 cm) lebih besar dibandingkan individu jantan (44,178 cm). Indeks kondisi menunjukkan bahwa kepiting tapal kuda memiliki bentuk tubuh yang sehat dan cenderung gemuk. Penelitian ini merekomendasikan kajian lebih lanjut mengenai aspek reproduksi dan mortalitas untuk mendukung upaya konservasi spesies ini.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.H DI PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS
STUDI DESKRIPTIF PERAN ORANG TUA DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER KEMANDIRIAN ANAK PUTUS SEKOLAH DI KELURAHAN SELUMIT PANTAI
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena anak putus sekolah yang masih menjadi permasalahan sosial di daerah pesisir. Di Kelurahan Selumit Pantai, fenomena anak putus sekolah masih tinggi yang disebabkan oleh faktor ekonomi, perundungan di sekolah, dan minimnya bimbingan dari orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam pengembangan karakter kemandirian anak putus sekolah di Kelurahan Selumit Pantai. Anak-anak yang berhenti sekolah cenderung memiliki keterbatasan dalam pengembangan karakter, khususnya dalam aspek kemandirian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari dua anak putus sekolah dan dua orang tua, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dan dokumentasi, serta observasi sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam pengembangan kemandirian anak meliputi tiga aspek utama: kemandirian emosional, kemandirian perilaku, dan kemandirian nilai. Meskipun terdapat usaha dari orang tua dalam memberikan dukungan emosional dan sosial, tingkat kemandirian anak masih terbatas, khususnya dalam hal pengambilan keputusan dan emosional. Faktor ekonomi dan tingkat pendidikan orang tua menjadi kendala utama. Maka, dapat disimpulkan bahwa keterlibatan aktif orang tua sangat penting dalam membentuk karakter mandiri anak putus sekolah. Sehingga perlu memberikan edukasi dan pelatihan kepada orang tua di daerah rawan putus sekolah. Program pemberdayaan keluarga, konseling keluarga, serta pelibatan komunitas perlu ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya kemandirian anak.
Kesubjekan Bahasa Dayak Kenyah Uma' Alim (Kajian Sintaksis)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur klausa dasar dan kesubjekan dalam bahasa Dayak Kenyah Uma' Alim, salah satu sub-suku dari rumpun Dayak Kenyah yang hidup di Desa Long Peso, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Instrumen penelitian yang digunakan adalah analisis data dan alat uji subjek, termasuk struktur kanonis, penyisipan adverbial, perelatifan, penaikan (raising), dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur klausa dasar dalam bahasa Dayak Kenyah Uma' Alim terdiri atas klausa verba, klausa adjektiva, klausa nomina, dan klausa berpredikat frasa preposisi. Subjek dalam bahasa Dayak Kenyah Uma' Alim selalu berada di awal klausa dan memiliki kesamaan dengan klausa dasar Bahasa Indonesia. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa subjek dalam bahasa Dayak Kenyah Uma' Alim memiliki ciri-ciri subjek lintas bahasa, yang dibuktikan dengan penerapan kelima alat uji subjek. Hasil penelitian ini bahwa kesubjekan bahasa Dayak Kenyah Uma' Alim memiliki persamaan dan ciri-ciri subjek lintas bahasa, sehingga memberikan kontribusi pada pemahaman tentang bahasa daerah di Indonesia.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VII SMP Negeri 14 Tarakan
Kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan yang penting dimiliki oleh siswa karena menjadi dasar dalam melatih kebiasaan berpikir kritis dan berpikir sistematis saat menghadapi berbagai permasalahan, baik dalam konteks matematika maupun dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis di SMP Negeri 14 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara tes berupa soal essay. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal pretest dan posttest sebanyak 3 soal essay, dengan masing-masing soal memuat 4 indikator kemampuan pemecahan masalah. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan desain non-equivalent control group dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 14 Tarakan yaitu sebanyak 128 orang. Melalui teknik kluster sampling diperoleh kelas VII-2 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-1 sebagai kelas kontrol, dengan masing-masing kelas terdiri dari 32 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil pretest, sebagian besar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berada dalam kategori sedang, masing-masing sebanyak 14 siswa (46,6%) dan 13 siswa (44,8%). Setelah diberi perlakuan sebagian besar siswa yang mengikuti posttest berada dalam kategori tinggi dan sangat tinggi, yaitu 15 siswa (50%) di kelas eksperimen dan 13 siswa (44,8%) di kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji t diperoleh bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran STAD terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis.
Pengaruh Bimbingan Kelompok Terhadap Kedisiplinan Siswa Di SMA Negeri 2 Tarakan
Disiplin merupakan kunci keberhasilan dan juga kesuksesan, sehingga jika seseorang memiliki perilaku tidak disiplin akan berdampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain karena dapat menjauhkan diri dari kesuksesan. Salah satu upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan memberikan layanan bimbingan kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok Terhadap kedisplinan siswa di SMA Negeri 2 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan desain pre-eksperimental design dengan jenis one group pretest and possttest design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa angket, menggunakan indikator kedisiplinan dari sobri (2020) kedisiplinan siswa ditinjau dari 3 aspek yaitu: 1) ketertiban; 2) kemampuan mengendalikan diri; dan 3) kemampuan berkonsentrasi. Populasi penelitian ini adalah 451 siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Tarakan, dengan menggunakan teknik simple random sampling, yang menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 12 siswa. Teknik Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan software SPSS 25. Hasil penelitian pada saat pemberian pretest pada siswa berada pada kategori sangat tinggi dan tinggi dapat dilihat dari hasil analisis data dengan nilai rata-rata 156,7 dan setelah pemberian posttest berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata 175,3. Berdasarkan analisis data uji hipotesis yaitu analisis paired sample t-test (parametrik) mendapatkan hasil yaitu sig sebesar 0,000 0,05, maka ha diterima dan ho ditolak artinya ada pengaruh bimbingan kelompok terhadap kedisiplinan siswa di SMA Negeri 2 Tarakan.
ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI DENGAN PENERAPAN PIJAT BAYI TERHADAP DURASI TIDUR USIA 0-3 BULAN DI KELURUHAN JUATA LAUT
Bayi adalah masa tahapan pertama kehidupan seorang manusia setelah lahir dari rahim seorang ibu. Pada masa ini, perkembangan otak dan fisik bayi selalu menjadi perhatian utama. Masa bayi adalah masa keemasan sekaligus masa kritis perkembangan seseorang. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi adalah pola tidur. Tidur adalah salah satu bentuk adaptasi bayi terhadap lingkungannya. Setelah lahir, bayi biasanya tidur selama 16 - 18 jam sehari. Memasuki usia 2 bulan bayi mulai lebih banyak tidur malam dibanding siang, sampai usia 3 bulan, bayi baru lahir akan menghabiskan waktu tidurnya sekitar 15-17 jam, Semakin usia bayi bertambah, jam tidurnya juga semakin berkurang. Upaya yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tidur pada bayi telah berkembang, baik terapi farmakologi maupun nonfarmakologi, salah satu terapi nonfarmakologi untuk mengatasi masalah tidur yaitu dengan pijat bayi. Bayi yang dilakukan pemijatan akan tidur dengan lelap dan pada waktu bangun, daya konsentrasinya akan lebih penuh. Pijat bayi merupakan terapi sentuh kontak langsung dengan tubuh yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman pada bayi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus yaitu memberikan asuhan kebidanan pada seorang bayi 0-3 bulan yang mengalami masalah durasi tidur. Data ini di kumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi melalu SOAP. Dengan demikian hasil pijat bayi dapat diketahui dengan akurat karena peneliti dapat membandingkan Hasil sebelum dan sesudah pijat bayi dapat diketahui bahwa sebelum dilakukan pijat yaitu (11,00 jam) sedangkan sesudah di lakukan pijat yaitu ( 13,28 jam) dan rata-rata peningkatan durasi tidur bayi yaitu (+2,20 jam).
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN READ, ANSWER, DISCUSS, EXPLAIN, CREATE (RADEC) TERHADAP LITERASI SAINS SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 2 TARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Read, Answer, Discuss, Explain, Create (RADEC) terhadap literasi sains siswa di SMA Negeri 2 Tarakan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya tingkat literasi sains siswa yang disebabkan oleh kurangnya pengalaman dalam mengerjakan soal-soal yang menuntut penalaran mendalam. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah non-equivalent control group design dengan pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 2 Tarakan. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling, sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI-A dan XI-C yang berjumlah 63 orang. Pengumpulan data literasi sains menggunakan instrumen tes berupa pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah uji prasyarat, uji N-Gain, dan uji hipotesis. Uji prasyarat penelitian ini terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas, sedangkan untuk uji hipotesis menggunakan uji Independent Sampel T-Test. Hasil uji Independent Sampel T-Test menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terhadap literasi sains siswa, dengan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 taraf signifikasi α= 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan model Read, Answer, Discuss, Explain, Create (RADEC) berpengaruh terhadap literasi sains siswa.
THE EFFECTIVENESS OF CAKE APPLICATION ON SPEAKING SKILL AT EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP MUHAMMADIYAH BOARDING SCHOOL TARAKAN
The purpose of this study was to investigate the effectiveness of Cake application on the speaking skill of eighth grade students at SMP Muhammadiyah Boarding School Tarakan. This study employed a pre-experimental design with one class pre-test and post-test with four meetings involving 18 students. The assessment of speaking skill was focused on 5 aspects; grammar, vocabulary, fluency, pronunciation, and comprehension. The descriptive text used for evaluating students’ speaking skill which focused on the theme of Independence Day. The result of statistical analysis through paired sample t-test showed significance value of p = 0.000 (p 0.05), which indicated that the use of the Cake application had a positive effect on students’ speaking skill and it was an effective and interesting learning tool to improve spoken English skill.
Pengembangan media pembelajaran papan susun berbantuan flash card membaca untuk siswa kelas III SDN 032 Tarakan
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa papan susun berbantuan flash card membaca yang dirancang untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan membaca di kelas III-A SDN 032 Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca siswa serta kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi lima tahap, yaitu: Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Subjek penelitian adalah siswa kelas III-A SDN 032 Tarakan. Instrumen pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket validasi, angket respons siswa, dan tes kemampuan membaca. Hasil validasi dari ahli media, ahli bahasa, dan ahli materi masing-masing menunjukkan persentase sebesar 96%, 94%, dan 88%, yang dikategorikan sangat layak. Respons siswa pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan juga menunjukkan tingkat kemenarikan yang tinggi, dengan persentase masing-masing sebesar 96% dan 87,8%. Efektivitas media diuji melalui analisis N-Gain berdasarkan tes sebelum pembelajaran (pre-test) dan tes setelah pembelajaran (post-test), yang menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca siswa secara signifikan dengan skor rata-rata sebesar 0,82, yang dikategorikan tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, media papan susun berbantuan flash card membaca dinyatakan layak, menarik, dan efektif digunakan dalam pembelajaran membaca di kelas III sekolah dasar.
PENGEMBANGAN MEDIA POHON PINTAR MATERI SUKU KATA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS I-A SDN 013 TARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran pohon pintar mata pelajaran Bahasa Indonesia pada materi suku kata kelas I-A SDN 013 Tarakan. Berdasarkan observasi awal, ditemukan masalah pada pemahaman membaca suku kata peserta didik. Hal Ini disebabkan kurang adanya media yang menarik digunakan guru saat proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE, yang terdiri dari lima tahapan: Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Hasil penelitian menunjukkan media Pohon Pintar yang dikembangkan memiliki kelayakan berdasarkan validasi dari ahli media dan ahli materi. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media persentase sebesar 90% dan ahli materi memperoleh persentase sebesar 80%. Selain itu uji coba terbatas memperoleh persentase sebesar 96% dan uji coba lapangan memperoleh persentase sebesar 99%. Hasil angket respon guru mempeoleh persentase sebesar 100%. Hasil validasi ahli media dan ahli materi menujukkan bahwa media pohon pintar sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil angket respon guru dan peserta didik pada saat uji coba terbatas dan uji coba lapangan bahwa tingakat ketertarikan peserta didik terhadap media pohon pintar sangat menarik.
Identifikasi dan Karakterisasi Jenis Udang (Crustacea) Di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kawasan Hutan Gunung Selatan Kota Tarakan Dan Potensinya Terhadap Pembelajaran Biologi
Keberadaan udang air tawar pada ekosistem sungai tropis memiliki peran penting dalam menjaga kesimbangan ekologis serta berpotensi menjadi sumber belajar kontekstual dalam pendidikan biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan karakteristik morfologi serta habitat udang (Crustacea) yang ditemukan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Hutan Gunung Selatan Kota Tarakan, sekaligus mengkaji relevansinya sebagai sumber pembelajaran biologi. Penelitian menggunakan metode deskriptif-eksploratif dengan teknik purposive sampling pada empat stasiun pengamatan. Sebanyak 12 individu berhasil dikoleksi, masing-masing 1 individu (Stasiun I), 2 individu (Stasiun II), 4 individu (Stasiun III), dan 5 individu (Stasiun IV). Seluruh sampel teridentifikasi sebagai satu spesies, yaitu Macrobrachium rosenbergii (udang galah). Spesies ini ditemukan pada habitat beraliran lambat dengan substrat berpasir hingga sedikit berlumpur, disertai batuan berlumut dan vegetasi riparian yang rapat. Karakteristik habitat tersebut mendukung ketersediaan ruang berlindung dan sumber pakan bagi M. rosenbergii. Temuan ini memiliki implikasi pedagogis yang signifikan, karena dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar berbasis lingkungan pada materi Keanekaragaman Hayati di SMA serta pengayaan materi pada mata kuliah Invertebrata dan Ekologi Hewan di perguruan tinggi. Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada dokumentasi keanekaragaman fauna perairan di Kota Tarakan, tetapi juga memperkuat integrasi potensi lokal dalam pembelajaran biologi.
INDEKS EKOLOGI PADANG LAMUN DAN INDEKS KUALITAS AIR LAUT DESA TELUK HARAPAN DAN DESA PAYUNG – PAYUNG PULAU MARATUA
Pulau Maratua memiliki ekosistem pesisir yang kompleks, dengan kondisi padang lamun yang baik memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan laut. Data dan informasi tentang ekosistem lamun serta aspek ekologis di perairan Indonesia masih sangat minim, diperkirakan kurang dari 20% total luas perairan nasional. Oleh karena itu, penting sekali untuk meneliti kondisi ekosistem pesisir seperti padang lamun dan kualitas air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks kesehatan SEQI (Seagrass Ecological Quality Indekx) dan Status Indeks Kualitas Air laut. Penilitian ini dilaksanakan pada Januari – Maret 2025. Pengambilan data sampel menggunakan metode purposive sampling dan metode Line Intercept Transet (LIT) dengan 7 stasiun. Jenis lamun yang ditemukan terdiri dari Halodule uninervis, Cymodocea serrulata, dan Halophila minor. Nilai SEQI menunjukkan kondisi ekologi padang lamun berada pada kategori sedang hingga baik. Parameter kualitas air laut meliputi suhu, salinitas, pH, DO, TSS, minyak dan lemak, amonia total, serta ortofosfat. Hasil indeks IKAL menunjukkan kualitas air laut di pesisir Desa Teluk Harapan dan Desa Payung - Payung berada pada kategori baik hingga sedang. Kompilasi hasil analisis nilai SEQI di pesisir Pulau Maratua Desa Teluk Harapan dan Desa Payung – Payung menghasilkan nilai 0,75 hingga 0,99 dengan kriteria sedang, bagus dan bagus sekali. Kompilasi hasil pengukuran dan analisis nilai IKAL di pesisie Pulau Maratua Desa Teluk Harapan dan Desa Payung – Payung memiliki nilai antara 78,04 hingga 94,83 yang masuk dalam kategori Baik dan Sangat baik.