2026 · Book ·
Tepung maggot (Hermetia illucens) merupakan bahan baku alternatif yang kaya protein dan dapat dijadikan sebagai salah satu pakan alternatif untuk budidaya ikan nila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penambahan tepung maggot (Hermetia illucens) dalam pakan komersil terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan 4 perlakuan pakan dan 3 kali ulangan, yaitu P0 (100% pakan komersil), P1 (65% pakan komersil + 35% tepung maggot), P2 (60% pakan komersil + 40% tepung maggot), dan P3 (55% pakan komersil + 45% tepung maggot. Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 Hasil uji proksimat menunjukkan bahwa pakan dengan penambahan tepung maggot mampu meningkatkan kandungan protein hingga 43,75% pada perlakuan P2 (60% pakan komersil + 40% tepung maggot) menghasilkan pertumbuhan panjang mutlak (1,03 cm) dan bobot mutlak tertinggi (1,02 g), nilai Feed Conversion Ratio (FCR) paling efisien (1,62), Specific Growth Rate (SGR) yang tinggi (3,32), serta tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate) yang cukup tinggi (93,33%). Hasil uji sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan formulasi yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang nyata (P > 0.05) terhadap semua parameter uji. Penambahan tepung maggot pada pakan komersil hingga 40% memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan ikan nila. Maggot meal (Hermetia illucens) is a protein-rich alternative feed ingredient that can be used as an alternative feed for tilapia cultivation. This study aimed to determine the effectiveness of adding maggot meal (Hermetia illucens) to commercial feed on the growth of tilapia (Oreochromis niloticus). This study used a quantitative descriptive method with 4 feed treatments and 3 replications, namely P0 (100% commercial feed), P1 (65% commercial feed + 35% maggot flour), P2 (60% commercial feed + 40% maggot flour), and P3 (55% commercial feed + 45% maggot flour. Maintenance was carried out for 30 days. The results of the study showed that the P2 treatment The results of the proximate test showed that feed with the addition of maggot flour was able to increase protein content up to 43.75% in the P2 treatment (60% commercial feed + 40% maggot flour) resulted in the highest absolute length growth (1.03 cm) and absolute weight (1.02 g), the most efficient Feed Conversion Ratio (FCR) value (1.62), a high Specific Growth Rate (SGR) (3.32), and a fairly high survival rate (93.33%). The results of the physical test (ANOVA) showed that the provision of Feed with different formulations did not significantly affect (P > 0.05) all test parameters. The addition of maggot flour to commercial feed at a concentration of up to 40% yielded the best results for tilapia growth.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tepung maggot (Hermetia illucens) merupakan bahan baku alternatif yang kaya protein dan dapat dijadikan sebagai salah satu pakan alternatif untuk budidaya ikan nila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penambahan tepung maggot (Hermetia illucens) dalam pakan komersil terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan 4 perlakuan pakan dan 3 kali ulangan, yaitu P0 (100% pakan komersil), P1 (65% pakan komersil + 35% tepung maggot), P2 (60% pakan komersil + 40% tepung maggot), dan P3 (55% pakan komersil + 45% tepung maggot. Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 Hasil uji proksimat menunjukkan bahwa pakan dengan penambahan tepung maggot mampu meningkatkan kandungan protein hingga 43,75% pada perlakuan P2 (60% pakan komersil + 40% tepung maggot) menghasilkan pertumbuhan panjang mutlak (1,03 cm) dan bobot mutlak tertinggi (1,02 g), nilai Feed Conversion Ratio (FCR) paling efisien (1,62), Specific Growth Rate (SGR) yang tinggi (3,32), serta tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate) yang cukup tinggi (93,33%). Hasil uji sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan formulasi yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang nyata (P > 0.05) terhadap semua parameter uji. Penambahan tepung maggot pada pakan komersil hingga 40% memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan ikan nila. Maggot meal (Hermetia illucens) is a protein-rich alternative feed ingredient that can be used as an alternative feed for tilapia cultivation. This study aimed to determine the effectiveness of adding maggot meal (Hermetia illucens) to commercial feed on the growth of tilapia (Oreochromis niloticus). This study used a quantitative descriptive method with 4 feed treatments and 3 replications, namely P0 (100% commercial feed), P1 (65% commercial feed + 35% maggot flour), P2 (60% commercial feed + 40% maggot flour), and P3 (55% commercial feed + 45% maggot flour. Maintenance was carried out for 30 days. The results of the study showed that the P2 treatment The results of the proximate test showed that feed with the addition of maggot flour was able to increase protein content up to 43.75% in the P2 treatment (60% commercial feed + 40% maggot flour) resulted in the highest absolute length growth (1.03 cm) and absolute weight (1.02 g), the most efficient Feed Conversion Ratio (FCR) value (1.62), a high Specific Growth Rate (SGR) (3.32), and a fairly high survival rate (93.33%). The results of the physical test (ANOVA) showed that the provision of Feed with different formulations did not significantly affect (P > 0.05) all test parameters. The addition of maggot flour to commercial feed at a concentration of up to 40% yielded the best results for tilapia growth.
2025 · Book ·
Pendidikan dirancang untuk mempersiapkan siswa memiliki kemampuan dan keterampilan dalam bertahan hidup salah satunya adalah kesiapan untuk bekerja. Oleh karena itu, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebaiknya dapat memberikan gambaran tentang sekolah lanjutan tingkat atas yang akan ditempuh oleh siswa, karena pemilihan Sekolah Menengah Atas (SMA) akan membantu siswa dalam merencanakan karir siswa dimasa depan, berbagai macam pilihan- pilihan jurusan yang ada baik di SMA dan SMK baik negeri maupun swasta yang ada di Kota Tarakan akan mmudahkan siswa untuk memilih yang sesuai dengan kemampuan siswa, kemudian peran Guru BK dapat mengarahkan siswa sesuai dengan potensi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan R&D (Research and Development) atau penelitian dan pengembangan yang menghasilkan suatu produk. Tujuan penelitian ini unttuk mengetahui dari segi kelayakan produk pengembangan kartu karir sebagai media layanan informasi karir. Hasil validasi dari ahli media diperoleh persentase sebesar 82% dengan kriteria “Layak”, dan hasil validasi ahli materi diperoleh persentase sebesar 85% dengan kriteria “Layak”. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kartu karir sebagai media layanan informasi karir memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan.
2024 · Thesis ·
Pendidikan dirancang untuk mempersiapkan siswa memiliki kemampuan dan keterampilan dalam bertahan hidup salah satunya adalah kesiapan untuk bekerja. Oleh karena itu, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebaiknya dapat memberikan gambaran tentang sekolah lanjutan tingkat atas yang akan ditempuh oleh siswa, karena pemilihan Sekolah Menengah Atas (SMA) akan membantu siswa dalam merencanakan karir siswa dimasa depan, berbagai macam pilihan- pilihan jurusan yang ada baik di SMA dan SMK baik negeri maupun swasta yang ada di Kota Tarakan akan mmudahkan siswa untuk memilih yang sesuai dengan kemampuan siswa, kemudian peran Guru BK dapat mengarahkan siswa sesuai dengan potensi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan R&D (Research and Development) atau penelitian dan pengembangan yang menghasilkan suatu produk. Tujuan penelitian ini unttuk mengetahui dari segi kelayakan produk pengembangan kartu karir sebagai media layanan informasi karir. Hasil validasi dari ahli media diperoleh persentase sebesar 82% dengan kriteria “Layak”, dan hasil validasi ahli materi diperoleh persentase sebesar 85% dengan kriteria “Layak”. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kartu karir sebagai media layanan informasi karir memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah produk yang berupa videoscribe berbasis animasi dan untuk mengetahui kelayakan dan model penelitian yang dimodifikasi oleh borg and gall. Tahapan pengembangan pada penelitian ini diawali dengan mencari potensi dan masalah, mengumpulkan data, mendesaian produk, melakukan validasi desain, revisi produk, setelah itu diujicobakan untuk melakukan tes hasil belajar dan memberikan penilaian produk pada siswa, tahap akhir ialah melakukan revisi produk agar menjadi lebih baik. Analisis data dilakukan dengan deskriptif presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang sedang dikembangkan telah layak dan memenuhi syarat yang digunakan sebagai video animasi. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil validasi materi sebesar 90%, hasil validasi media sebesar 87,5%, dan hasil validasi bahasa sebesar 95% serta hasil peserta didik sebesar 85%. Pada masa pandemi covid-19 uji coba produk dilakukan secara online melalui google formulir di kelas X Peminatan Bahasa di SMAN 1 Tarakan. Hasil penelitian pengembangan media pembelejaran videoscribe berbasis animasi ini menunjukkan bahwa media memenuhi kelayakan untuk digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pada materi proses morfologis.
2022 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah produk yang berupa videoscribe berbasis animasi dan untuk mengetahui kelayakan dan model penelitian yang dimodifikasi oleh borg and gall. Tahapan pengembangan pada penelitian ini diawali dengan mencari potensi dan masalah, mengumpulkan data, mendesaian produk, melakukan validasi desain, revisi produk, setelah itu diujicobakan untuk melakukan tes hasil belajar dan memberikan penilaian produk pada siswa, tahap akhir ialah melakukan revisi produk agar menjadi lebih baik. Analisis data dilakukan dengan deskriptif presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang sedang dikembangkan telah layak dan memenuhi syarat yang digunakan sebagai video animasi. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil validasi materi sebesar 90%, hasil validasi media sebesar 87,5%, dan hasil validasi bahasa sebesar 95% serta hasil peserta didik sebesar 85%. Pada masa pandemi covid-19 uji coba produk dilakukan secara online melalui google formulir di kelas X Peminatan Bahasa di SMAN 1 Tarakan. Hasil penelitian pengembangan media pembelejaran videoscribe berbasis animasi ini menunjukkan bahwa media memenuhi kelayakan untuk digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pada materi proses morfologis.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dalam proses pembelajaran matematika sering dijumpai beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi yang diajarkan. Salah satu kesulitan yang dimaksud adalah kesalahan siswa dalam mengerjakan soal matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan yang siswa dalam menyelesaikan soal matematika materi FPB dan KPK pada siswa kelas IV SDN 017 Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes terkait materi FPB dan KPK dengan menggunakan prosedur Newman yang dikonfirmasi melalui proses wawancara. Sebanyak 22 siswa kelas IV-B menjadi partisipan dalam penelitian dan mengerjakan tes terkait FPB dan KPK yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Setelah itu peneliti memilih 6 siswa untuk mewakili setiap kategori kemampuan untuk diwawancarai. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) subjek kemampuan tinggi, sedang dan rendah tidak mengalami kesalahan berdasarkan prosedur Newman jika soal langsung meminta untuk mencari FPB dan KPK dari dua bilangan; (2) terdapat kesalahan lain yang muncul diakibatkan ketidakhati-hatian subjek dalam menyelesaikan soal; (3) subjek kemampuan tinggi mengalami kesalahan transformasi karena kesulitan mengubah soal berbentuk cerita menjadi soal berbentuk matematis; (4) subjek kemampuan sedang tidak memiliki keterampilan dalam mengaplikasikan konsep KPK pada soal cerita; (5) subjek kemampuan rendah mengalami kesalahan yang diakibatkan terbalik dalam menggunakan prosedur FPB dan KPK pada soal yang berbentuk soal cerita. Penelitian ini menemukan satu jenis kesalahan lain yang berbeda dari 5 tahapan berdasarkan prosedur Newman yang dialami siswa kelas IV-B SDN 017 Tarakan dalam menyelesaikan soal matematika materi FPB dan KPK. Kesalahan Siswa, Prosedur Newman, FPB, KPK
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam proses pembelajaran matematika sering dijumpai beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi yang diajarkan. Salah satu kesulitan yang dimaksud adalah kesalahan siswa dalam mengerjakan soal matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan yang siswa dalam menyelesaikan soal matematika materi FPB dan KPK pada siswa kelas IV SDN 017 Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes terkait materi FPB dan KPK dengan menggunakan prosedur Newman yang dikonfirmasi melalui proses wawancara. Sebanyak 22 siswa kelas IV-B menjadi partisipan dalam penelitian dan mengerjakan tes terkait FPB dan KPK yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Setelah itu peneliti memilih 6 siswa untuk mewakili setiap kategori kemampuan untuk diwawancarai. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) subjek kemampuan tinggi, sedang dan rendah tidak mengalami kesalahan berdasarkan prosedur Newman jika soal langsung meminta untuk mencari FPB dan KPK dari dua bilangan; (2) terdapat kesalahan lain yang muncul diakibatkan ketidakhati-hatian subjek dalam menyelesaikan soal; (3) subjek kemampuan tinggi mengalami kesalahan transformasi karena kesulitan mengubah soal berbentuk cerita menjadi soal berbentuk matematis; (4) subjek kemampuan sedang tidak memiliki keterampilan dalam mengaplikasikan konsep KPK pada soal cerita; (5) subjek kemampuan rendah mengalami kesalahan yang diakibatkan terbalik dalam menggunakan prosedur FPB dan KPK pada soal yang berbentuk soal cerita. Penelitian ini menemukan satu jenis kesalahan lain yang berbeda dari 5 tahapan berdasarkan prosedur Newman yang dialami siswa kelas IV-B SDN 017 Tarakan dalam menyelesaikan soal matematika materi FPB dan KPK. Kesalahan Siswa, Prosedur Newman, FPB, KPK