Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: hormone
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Hormon Giberelin dengan Konsentrasi yang berbeda terhadap Produksi Tanaman Labu Kuning Golden Mama 35 (Cucurbima Moschata)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman labu kuning Golden Mama 35 merupakan salah satu tanaman sumber pangan yang kaya kandungan gizi. Selain itu, tanaman ini juga memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Dalam budidaya labu Golden Mama 35 ada beberapa permasalahan yang dihadapi petani, diantaranya adalah produksi yang masih rendah. Salah satu solusi yang dapat digunakan untuk meningkatkan produksi dengan memberikan hormon pada tanaman tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh hormon GA3 terhadap pertumbuhan generative dan produksi labu kuning Golden Mama 35, serta mengetahui konsentrasi hormon GA3 yang memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan generative dan produksi labu kuning Golden Mama 35. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok 1 faktor yaitu konsentrasi GA3 yang tediri dari P0 = Kontrol (0 ppm), P1 = 1,5 ppm GA3 / Tanaman, P2 = 2 ppm GA3 / Tanaman, dan P3 = 2,5 ppm GA3 / Tanaman. Percobaan diulang sebanyak 6 kali, sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Parameter penelitian adalah umur berbunga, jumlah bunga, persentase bunga menjadi buah, rata-rata berat buah, berat buah/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hormon GA3 memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan generative dan produksi labu kuning Golden Mama 35. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan generative dan produksi labu kuning Golden Mama 35 akibat perlakuan konsentrasi hormone yang berbeda pada parameter umur berbunga, jumlah bunga betina, berat per buah dan berat buah/tanaman. Sedangkan pada parameter persentase bunga menjadi buah menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi hormone tidak memberikan pengaruh yang nyata. Berdasarkan uji BNT 5 % diperoleh hasil bahwa konsentrasi hormone yang memberikan nilai pertumbuhan generative dan produksi terbaik yaitu perlakuan P2 untuk umur berbunga (15 hari), perlakuan P3 untuk jumlah bunga betina (5,83), rata-rata berat buah (1812,87 g) dan berat buah per tanaman (8762, 33 g).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERTUMBUHAN BENIH IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) MELALUI PENGUNAAN KUNYIT DAN HORMON TIROKSIN PADA PAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kunyit (Curcuma domestica val) merupakan tanaman herbal yang sejak lama digunakan sebagai bumbu makanan dan obat. Kandungan terbesar dalam kunyit adalah kurkumin yakni sebesar 94%. Kurkumin bersifat sebagai antioksidan dan dapat diterapkan dalam bidang akuakultur salah satunya dicampur dalam pakan ikan karena dapat meningkatkan metabolisme dan penyerapan nutrisi. Penambahan Penggunaan teknik rekayasa hormonal merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas pengembangan beberapa ikan air tawar termasuk ikan lele. Beberapa hormon yang telah diketahui memiliki peranan positif dalam meningkatkan pertumbuhan ikan antara lain hormon tiroksin. Hormon tiroksin merupakan salah satu hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid berfungsi untuk membentuk, menyimpan, dan mengeluarkan zat yang berhubungan dengan pengaturan laju metabolisme. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kunyit maupun tiroksin sebagai bahan alternatif campuran pakan ikan untuk meningkatkan pertumbuhan benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan pakan yang diberikan yaitu tanpa pemberian ekstrak (P1), penambahan kunyit 4,8 gr/kg pakan (P2), penambahan tiroksin 0,1 mg/kg pakan (P3) dan penambahan kunyit 4,8 g/kg pakan dikombinasikan dengan tiroksin 0,1 mg/kg pakan (P4). Berdasarkan analisis statistik ANOVA (SPSS 20) pertumbuhan panjang mutlak, berat mutlak dan SGR (Specific Growth Rate) menunjukan hasil yang tidak berbeda nyata disetiap perlakuannya. Data pengukuran kualitas air yaitu suhu 27-28 0C, nilai pH 6-7 dan nilai amoniak 0,006-0,014 mg/l. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian tepung kunyit 4,8 g/kg pakan dikombinasikan dengan tiroksin 0,1 mg/kg pakan (P4) menunjukan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya, sehingga dapat kita ketahui bahwa penambahan ekstrak kunyit maupun tiroksin dapat meningkatkan pertumbuhan benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Abstract Turmeric (Curcuma domestica val) is an herbal plant that has long been used as a spice in food and medicine. The largest content in turmeric is curcumin, which is 94%. Curcumin is an antioxidant and can be applied in aquaculture, one of which is mixed in fish feed because it can increase metabolism and nutrient absorption. Addition The use of hormonal engineering techniques is one way that can be done to improve the quality of development of some freshwater fish, including catfish. Several hormones that have been known to have a positive role in increasing fish growth include the hormone thyroxine. Thyroxine is a hormone produced by the thyroid gland. The thyroid gland functions to form, store, and secrete substances related to the regulation of metabolic rate. This study was conducted to determine the effect of adding turmeric flour and thyroxine as an alternative ingredient in fish feed mixtures to increase the growth of African catfish (Clarias gariepinus) fry. The study used a completely randomized design with 4 treatments and 3 replications. The feed treatments given were without extract (P1), adding turmeric 4.8 g/kg feed (P2), adding thyroxine 0.1 mg/kg feed (P3) and adding turmeric 4.8 g/kg feed combined with thyroxine. 0.1 mg/kg feed (P4). Based on the statistical analysis of ANOVA (SPSS 20) absolute length growth, absolute weight and SGR (Specific Growth Rate) showed that the results were not significantly different in each treatment. Water quality measurement data are temperature 27-280C, pH value 6-7 and ammonia value 0.006-0.014 mg/l. Based on the results of this study showed that the administration of turmeric flour 4.8 g/kg of feed combined with thyroxine 0.1 mg/kg of feed (P4) showed better results than other treatments, so we can know that the addition of turmeric extract and thyroxine can increasing the growth of African catfish (Clarias gariepinus).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK DAN HORMON GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SEMANGKA (Citrullus vulgaris)

2022•

Watermelon (Citrullus vulgaris) is indonesia's most popular fruits. As a result, in order to increase the production of these plants, it is important to create culture technologies. Increased production is essential not only in terms of quantity, but also in terms of producing high-quality fruit. Nitrogen (N), phosporus (P), and potassium (K) fertilizers, as well as the use of Growth Regulators (ZPT), can be used to increase watermelon yields. The hormone gibberellins is one of the most commonly used growth regulators. This study took place on the grounds of the University of Borneo Tarakan's Faculty of Agriculture from February to December 2021. The study used a factorial randomized block design (RAK) with two treatment factors: NPK fertilizer with four levels of N0 ( no treatment), N1 (1,5 grams/plant), N2 (3 grams/plant), N3 (5 grams/plant) and gibberellins with four levels of G0 (no treatment), G1 (100 ppm), G2 (200 ppm), and G3 ( 300 ppm). The results of this study showed that the application of NPK fertilizer had no significant effect on the growth characteristics of 2 WAP, but had a substantial effect on 3 WAP and 4 WAP. The use of NPK fertilizer resulted in a considerable difference in the production metrics. Gibberellin administration had no discernible influence on growth or output measures. Growth and production characteristic were unaffected by the combination of the two treatments.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

LAJU PEMATANGAN OVARI INDUK KEPITING BAKAU (Scylla serrata.) PADA PAKAN YANG BERBEDA DENGAN PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING DAN HORMON TIROKSIN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepiting bakau merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomis penting dengan permintaan yang semakin meningkat. Dalam rangka meningkatkan produksi kepiting bakau, maka perlu adanya peningkatan atau percepatan pematangan ovari sehingga ketersediaan benih juga meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju kematangan ovari kepiting bakau (Scylla serrata) dengan pemberian ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dan hormon tiroksin pada pakan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan pengambilan data menggunakan, GSI (Gonad somatik indeks), HSI (Hepato somatik indeks) dan SR (Survival rate). Analisis data dilakukan dengan menggunakan sidik ragam ANOVA dan sofware SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dan hormon tiroksin dengan pemberian pakan udang mendapatkan nilai terbaik yang telah memasuki TKO IV dalam kurun waktu 20 hari. Mud crab is a comodity with a good economic value and increasing demand. In order to increase the production of mud crab, it is necessary to accelerate the maturation of the ovaries to boost the seed availability. The purpose of thr research was to determine the rate of maturity of the ovaries of mud crab (Scylla serrata) by giving karamunting (Melastoma malabathricum) and thyroxine hormone in different feeds. This research employed an experimental method with a completely randomized design (CRD) with 4 treatment and 3 replication and the data collected include GSI (Gonad Somatik Index), HSI (Hepato Somatik Index), and SR (Survival Rate). The technique of data analysis was performed using ANOVA variance of SPSS 25,0 software, The results of the research showed that the administration of karamunting leaf extract (Melastoma malabathricum) and the hormone thyroxine with shrimp feeding has resulted in the best value in which the ovarian has developed its TKO IV in a period of 20 days.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RESPON UJI TANTANG TANPA PEMBERIAN PAKAN BENIH IKAN LELE (Clarias gariepinus) PASCA PEMIJAHAN DENGAN INDUK YANG DIBERI TEPUNG KUNYIT (Curcuma domestika) DAN HORMON TIROKSIN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan lele merupakan salah satu komoditas yang sangat diminati masyarakat dan ikan lele juga memiliki permintaan pasar yang cukup tinggi. Upaya dalam peningkatan produksi ikan lele melalui subsektor perikanan budidaya dapat dicapai dengan adanya penyediaan benih yang cukup tahan dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari uji tantang pada benih ikan lele tanpa pemberian pakan Pasca Pemijahan Dengan Induk Yang Diberi Tepung Kunyit (Curcuma domestika) Dan Hormon Tiroksin. Uji tantang yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan benih ikan lele berumur 3 hari. Penelitian terbagi menjadi dua tahapan, tahapan pertama yaitu pemberian dosis (4,8 gram tepung kuyit, 0,1 mg horomon tiroksin). tahapan kedua yaitu pengujian dosis. Uji tantang pada benih ikan lele dilakukan selama 12 hari. Parameter yang diukur selama penelitian yaitu kelangsungan hidup, dan pertumbuhan benih ikan lele, serta parameter kualitas air (pH, suhu, DO, dan amoniak). Hasil penelitian menunjukkan kelangsungan hidup benih ikan lele pada pemijahan induk yang diberi tepung kunyit (4,8 gram) sebesar 42% dan hormon tiroksin (0,1 mg) sebesar 45%, sedangkan perlakuan pada kontrol sebesar 45%. Hasil pertumbuhan pada benih ikan lele menunjukkan hasil yang tidak berbeda jauh antar perlakuan. Sedangkan, hasil pengukuran kualitas air selama penelitian didapatkan hasil pengukuran yang masih tergolong baik bagi benih ikan lele (Clarias gariepinus) Catfish is a commodity highly preferred by many people and demanded by the markets. The efforts made to increase the catfish production through aquaculture sub-sector can be achieved when the quality and resistant seeds are adequately provided. This research aimed to figure out the effect of non-feeding challenge test on catfish seeds after spawned from broodstock administered with turmeric powder (Curcuma domestica) and thyroxine hormone. The challenge test was conducted in this research using 3-day old catfish seeds. The research was divided into two stages: dosage administration (4.8 grams of turmeric powder and 0.1 mg of thyroxine hormone), dosage testing. Challenge test on catfish feeds was performed in 12 days. The measured parameters included the catfish seeds’ survival and growth, as well as water quality level (pH, temperature, DO, and ammonia). The research results showed that cthe carfish seeds’ survival level spawned from their broodstocks administered with turmeric powder (4.8 grams) was 42% and those with thyroxine hormone (0.1 mg) wa 45%, while the control treatment was 45%. The research results also shot that the growth of catfish seeds had no significant different with that in the other treatments. In addition, the research results indicate that the water quality was still relatively good for the catfish seeds (Clarias gariepinus).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

OPTIMALISASI DOSIS PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum L) PADA PROSES GANTI KULIT KEPITING BAKAU (Scylla serrata)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pertumbuhan kepiting bakau melalui proses moulting membutuhkan hormon ekdisteroid. Hormon ekdisteroid dihasilkan oleh hewan dan tumbuhan. Pada tumbuhan, ekdisteroid dikenal dengan fitoekdisteroid. Salah satu bahan baku yang memiliki kandungan bioaktif seperti hormon ekdisteroid adalah daun karamunting (Melastoma malabathricum L). Tujuan penelitian ini adalah menguji potensi karamunting sebagai sumber pengganti hormon yang berasal dari tumbuhan untuk stimulan proses moulting pada kepiting bakau (Scylla serrata). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan A (Kontrol), perlakuan B (3 µg/g), perlakuan C (5 µg/g) dan perlakuan D (7 µg/g). Diperoleh hasil bahwa penyuntikan dengan dosis terbaik adalah 5 µg/g bobot tubuh memberikan presentase moulting terbaik dengan nilai sintasan hidup 100%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada pemberian ekstrak daun karamunting (Melastoma malabthricum L) dapat berperan terhadap stimulant moulting pada kepiting bakau (Scylla serrata). The growth of mangrove crabs through the moulting process requires ecdysteroid hormones. Ecdysteroid hormones are produced by animals and plants. In plants, ecdysteroids are known as phytoecdysteroids. One of the raw materials that has bioactive content such as ecdysteroid hormones is karamunting leaf (Melastoma malabathricum L). The purpose of this study was to examine the potential of karamunting as a substitute source of plant-derived hormones to stimulant the moulting process in mud crabs (Scylla serrata). This research is an experimental study, using a completely randomized design with 4 treatments and 5 replications. Treatment A (control), treatment B (3 g/g), treatment C (5 g/g) and treatment D (7 g/g). That the results of the injection with the best dose of 5 g/g body weight giving the best percentage of moulting with a survival value of 100% serrata).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail