ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu permasalahan dalam budidaya ikan gurami (Osphronemus gouramy), adalah tingkat pertumbuhan yang relatif lambat serta tingginya biaya pakan komersial, sehingga diperlukan komposisi pakan yang seimbang untuk meningkatkan efisiensi budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian grindal worm, pakan komersial, serta kombinasi keduanya terhadap pertumbuhan, sintasan, dan efisiensi pakan benih ikan gurami. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas tiga perlakuan dan tujuh ulangan, yaitu A (pakan komersial 100%), B (grindal worm 100%), dan C (kombinasi 50% grindal worm dan 50% pakan komersial). Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari dengan parameter pertumbuhan mutlak berat dan panjang, sintasan (SR), Feed Conversion Ratio (FCR), serta kualitas air. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak berat tertinggi diperoleh pada perlakuan C sebesar 1,22 g, diikuti perlakuan B sebesar 1,15 g, dan terendah pada perlakuan A sebesar 0,63 g. Pertumbuhan mutlak panjang tertinggi juga diperoleh pada perlakuan C sebesar 1,55 cm, diikuti perlakuan B sebesar 1,26 cm, dan perlakuan A sebesar 1,16 cm. Nilai FCR tertinggi terdapat pada perlakuan A sebesar 1,76, diikuti perlakuan B sebesar 1,31, sedangkan nilai terendah diperoleh pada perlakuan C sebesar 1,23. Tingkat sintasan pada seluruh perlakuan mencapai 100%. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan (p 0,05), namun tidak berpengaruh nyata terhadap sintasan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan, bahwa Pemberian Kombinasi 50% grindal worm Enchytraeus buchholzi dan 50% pakan komersial memberikan hasil terbaik, Perlakuan ini merupakan yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Upaya peningkatan produksi gurami dilakukan dengan cara meningkatan kualitas pakan. Daun katuk mengandung senyawa kimia yang dapat meningkatkan reproduksi ikan sedangkan kunyit memiliki aktivitas hepatoprotektif dalam mencegah dan memperbaiki kerusakan hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon hati induk ikan gurami yang diberi pakan modifikasi dengan ekstrak daun katuk dan tepung kunyit yang terdiri dari Perlakuan A (control), Perlakuan B (Tepung kunyit 4,8 g/kg pakan), Perlakuan C (ekstrak katuk 0,6 g/kg pakan) dan Perlakuan D (Kombinasi). Hasil uji menunjukkan nilai HSI pada setiap perlakuan mengalami peningkatan. Nilai rata-rata HSI tertinggi terdapat pada perlakuan C yaitu sebesar 2,09 %, diikuti dengan Perlakuan B dengan nilai HSI sebesar 1,67 %, Perlakuan D sebesar 1,45 %, dan nilai HSI terendah terdapat pada Perlakuan A yaitu sebesar 1,32%. Hasil pengamatan histologi menunjukkan bahwa induk betina ikan gurami pada fase reproduksi memiliki respon hati yang baik dikarenakan hati ikan tidak mengalami nekrosis ataupun kerusakan. penggunaan ekstrak katuk dan kunyit secara terpisah dapat memperbaiki fungis hati pada fase reproduksi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu upaya meningkatkan produksi ikan gurami adalah dengan meningkatkan kualitas pakan calon induk agar menghasilkan telur dan benih yang berkualitas. Peningkatan pakan calon induk dilakukan dengan pengkayaan pakan yaitu dengan mengkombinasi pakan pelet dengan bahan baku alam yang mengandung hormon yang dapat membantu dalam mempercepat reproduksi, seperti daun katuk dan rimpang kunyit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan yang telah dikombinasi dengan esktrak katuk dan tepung kunyit terhadap profil hormon estradiol pada induk ikan gurami. Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan yaitu (P0) pakan komersial tanpa pencampuran ekstrak katuk dan tepung kunyit, (P1) pakan komersial dengan tepung kunyit 4,8 gram/kg pakan, (P2) pakan komersial dengan tepung katuk 0,6 gram/kg pakan, (P3) pakan komersial dengan tepung kunyit 4,8 gram/kg pakan dan tepung katuk 0,6 gram/kg pakan, dengan pemberian pakan dilakukan selama 8 minggu dan pengambilan serum darah dilakukan per dua minggu. Hasil pengukuran hormon estradiol-17β pada perlakuan terbaik yaitu (P3) dengan kisaran nilai 457,53±21,62 pg/ml sampai dengan 1705,10±875,30 pg/ml. Hasil pengukuran suhu, pH dan DO berada dalam kisaran yang optimum hidup ikan gurami. Pakan yang dikombinasi dengan tepung kunyit dan ekstrak kunyit dapat meningkatkan konsentrasi estradiol yang ada di dalam darah induk gurami yang akan digunakan dalam perkembangan gonad.