ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Upaya untuk meningkatkan produksi tanaman terus dilakukan dengan berbagai strategi peningkatan teknologi budidaya. Salah satunya adalah penambahan bahan organik pada lahan pertanaman sawi. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui pengaruh bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil berbagai varietas sawi. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor dan empat ulangan. Faktor pertama adalah jenis bahan organik yang terdiri dari perlakuan tanpa penambahan bahan organik (kontrol), sekam bakar, baglog, dan kompos, faktor kedua adalah jenis sawi yang terdiri dari sawi manis dan sawi pahit. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kompos pada jenis sawi manis menghasilkan tanaman sawi tertinggi (29,46 cm), terbanyak jumlah daunnya (9 helai) dan terluas ukuran luas daunnya (160,2 cm2) serta menghasilkan berat tanaman terberat pada jenis tanaman sawi pahit (101,50 g). Tanaman sawi manis dan sawi pahit menunjukkan perbedaan respon pertumbuhan dan hasil berdasarkan perlakuan pemberian bahan organik. Respon yang dihasilkan dipengaruhi oleh karakter genetik dan pola alokasi fotosintat masing-masing jenis sawi. Bahan organik kompos efektif meningkatkan pertumbuhan tanaman dan hasil tanaman sawi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
UJI EFEKTIVITAS Gliocladium virens SEBAGAI AGEN HAYATI PENYAKIT BUSUK PANGKAL PADA SAWI (Brassica juncea L.) Abstrak Sawi merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki peranan strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan berperan sebagai sumber bahan makanan bergizi bagi masyarakat. Banyak kendala yang ditemui pada budidaya sawi salah satu hambatan yang sering dihadapi para petani sawi adalah gangguan penyakit, salah satu penyakit yang menyerang tanaman sawi yaitu busuk pangkal yang di sebabkan oleh Rhizoctonia solani. Salah satu agen antagonis yang di gunakan dalam pengendalian hayati yaitu Gliocladium sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Gliocladium virens sebagai agen hayati penyakit busuk pangkal pada tanaman sawi (Brassica juncea L.). dan mengetahui dosis Gliocladium virens yang dapat memberikan intensitas serangan terendah penyakit busuk pangal pada tanaman sawi (Brassica juncea L.). Penelitian dirancang menggunakan Rancanan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan perlakuan isolat Gliocladium virens yaitu M0 = Tanpa inokulasi Gliocladium virens (Kontrol) MI = Fungisida dithane-M45 80 WP 20 ml/tanaman, M2 = Gliocladium virens 5 ml/polybag 10^8 , M3 = Gliocladium virens 10 ml/polybag 10^8, M4 = Gliocladium virens 15 ml/polybag 10^8, M5 = Gliocladium virens 20 ml/polybag 10^8. Terdapat 6 perlakuan percobaan setiap perlakuan dilakukan sebanyak 4 ulangan dalam setiap ulangan terdapat 4 unit eksperimen sehingga diperoleh 96 polybag percobaan. Parameter diamati meliputi jumlah daun, tinggi tanaman, persentase serangan, intensitas serangan dan efektivitas pengendalian. Data hasil penelitian di uji normalitas, data yang berdistribusi normal di analisis dengan Sidik Ragam Anova (Analisis Of Varience) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Tets (DMRT). Data yang tidak berdistribusi normal dianalisis menggunakan analisis non-parametrik Kruskal Wallis. Data hasil penelitian menunjukan bahwa Gliocladium virens mampu menekan persentase serangan penyakit busuk pangkal (Rhizoctonia solani) pemberian Gliocladium virens dengan dosis 20 ml/tanaman memberikan nilai persentase serangan penyakit busuk pangkal paling rendah di banding perlakuan lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman sawi (Brassica juncea L.) merupakan jenis tanaman hortikultura yang mengandung vitamin A, dan nutrisi lain yang bermanfaat dalam menjaga dan kesehatan tubuh manusia. Salah satu masalah dalam budidaya tanaman sawi yang dapat menurunkan hasil dan produksi diakibatkan oleh serangan hama. Hama tanaman dianggap sebagai dalam sistem produksi pertanian di Indonesia yang dapat menyebabkan kehilangan hasil. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gejala serangan hama pada tanaman sawi di kota tarakan dengan mengidentifikasi serangan yang di sebabkan oleh hama sehingga dapat ketahui jenis hama yang menyerang tanaman sawi di kota tarakan. Dalam pelaksanaan penelitian insidensi serangan hama pada tanaman sawi (Brassica juncea L.) ini yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi lapangan. Terdapat jumlah intensitas serangan yang diakibatkan oleh hama dan berbagai keanekaragaman jenis hama yang menyerang tanaman sawi dan musuh alami pada hama tersebut, adapun dari hasil pengamatan di kebun petani kampung 6, saya dapat mengetahui presentase kerusakan tanaman sebelum pengendalian dan sesusah pengendalian dan penurunan dan kualitas produksi tanaman sawi yang paling besar yaitu disebabkan oleh cuaca. Cuaca adalah salah satu kendala utama dalam budidaya tanaman sawi (Brassica juncea L.)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sistem agribisnis adalah semua aktivitas mulai dari pengadaan dan penyaluran sarana produksi sampai kepada pemasaran produk-produk yang di hasilkan oleh usaha tani dan agroindustri yang saling terkait satu sama lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem agribisnis dan Mendeskripsikan permasalahan sistem agribisnis pada usaha tani sawi di Kelurahan Kampung 6, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan. Metode penentuan sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah snowball sampling dan penentuan responden menggunakan metode key informan dari pihak kelompok tani yaitu: 14 orang perwakilan kelompok tani dan 2 orang penyuluh. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan hasil dari penelitian ini menunjukkan apa yang terjadi pada subsistem agribisnis dan permasalahan pada setiap subsistem agribisnis, seperti petani masih menggunakan sarana produksi tradisional, menggunakan bibit dengan kualitas baik serta terdapat permasalahan berupa sulitnya untuk mendapatkan pupuk kulit udang.