ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini untukmengetahui gambarantingkat stres belajar mahasiswa di Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2020 Universitas Borneo Tarakan di Tengah Pandemi Covid-19. stress belajar adalah suatu kondisi kejiwaan yang disebabkan oleh faktor interen atau faktor ekstern yang dirasakan mahasiswa sebagai ancaman yang membahayakan dirinya sehingga menghambat aktifitas belajarnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuntitatif sifatnya deskriptif teknik yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan skala. Adapun jumlah sampel dan populasi sebanyak 70 mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada kategori pernah dan kategori jarangdalam tingkat stress belajar mahasiswa Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Borneo Tarakan. Hasil tersebut terlihat dari analisis secara keseluruhan sebanyak 70 subjek atau dengan persentase sebanyak 48,26 %. Sedangkan berdasarkan perindikatornya sebanyak 147 subjek atau dengan persentase sebanyak 73,14 %, dengan indikator pertama yaitu tingkat Stressornya, sedangkan pada indikator yang kedua dengan Reaksi Tingkat Stressor sebanyak 100 subjek atau dengan persentase sebanyak 49,75 %. Jadi, dari hasil persentase tersebut terlihat pada kategori kurang baik, artinya tingkat stress belajar mahasiswa Bimbingna dan Konseling Angkatan 2020 Unversitas Borneo Tarakan dapat dikatakan tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui adanya hubungan big five personality dengan stres belajar pada siswa di SMP Negeri 4 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Kepribadian manusia dapat dilihat dari lima dimensi kepribadian big five personality yaitu, oppenness to experiences, conscientiousness, extraversion, agreeableness, and neuroticims yang mempunyai hubungan bervariasi pada stres belajar. Hasil penelitian didapati nilai dimensi kepribadian extraversion nilai korelasi sebesar 0,107 dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang sangat rendah antara extraversion dengan stres belajar. Adapun agreeableness nilai korelasi -144 maka dapat disimpulkan bahwa adda hubungan negatif antara agreeableness dengan stres belajar lalu nilai conscientiousness analisa uji korelasi sebesar 0,136 artinya terdapat hubungan yang sangat rendah cientiousness dengan stres belajar selanjutnya neuroticism nilai korelasi -161 dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif antara neuroticism dengan stres belajar. Dan nilai openness to experience analisa uji korelasi sebesar 0,167 artinya terdapat hubungan yang sangat rendah antara openness to experience dengan stres belajar. Maka dapat disimpulkan bahwa hubungan antara adanya hubungan yang positif antara dimensi kepribadian extraversion, conscietiousness, dan openness to experience maka stress belajar akan semakin tinggi. Sebaliknya semakin rendah dimensi kepribadian extraversion, conscietiousness, dan openness to experience maka stress belajar pada siswa akan semakin rendah pula. Pada dimensi kepribadian agreeableness dan neuroticism memiliki hubungan negatif dengan stres belajar. Artinya semakin tinggi agreeableness dan neuricism maka semakin rendah stres belajar siswa. Sebaliknya semakin rendah agreeableness dan neuroticism maka semakin tinggi pula stres belajar pada siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran stres belajar siswa pada pembelajaran jarak jauh di SMP Negeri 1 Malinau Kota. Stres belajar merupakan suatu bentuk respon fisik dan psikis akibat ketidakmampuan siswa dalam menjalankan tuntutan atau tugas belajar yang melebihi dari kemampuannya yang dinilai sebagai tekanan sehingga mengalami gangguan belajar dan mempengaruhi prestasi belajarnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode survey serta pengumpulan data melalui skala. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 62 sampel. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan “Survey Tentang Stres Belajar Siswa Pada Pembelajaran Jarak Jauh di SMP Negeri 1 Malinau Kota” bahwa dari hasil analisis deskriptif terlihat dari hasil termasuk dalam kategori Sangat Tinggi sebanyak 21 responden dengan presentase sebesar 33,87%. Dapat disimpulkan bahwa hasil pesentase terlihat pada kategori Sangat Tinggi yang berarti siswa menyadari bahwa mengalami stress belajar yaitu seperti siswa merasa frustasi, tidak dapat mengontrol emosi, melakukan perilaku menyimpang dan perasaan takut dengan apa yang akan terjadi pada dirinya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran stres belajar siswa pada masa pandemi covid-19 di SMP Negeri 4 Tarakan. Stres belajar merupakan suatu bentuk respon fisik dan psikis akibat ketidakmampuan siswa dalam menjalankan tuntutan atau tugas belajar yang melebihi dari kemampuannya yang dinilai sebagai tekanan sehingga mengalami gangguan belajar dan mempengaruhi prestasi belajarnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode survey serta pengumpulan data melalui skala. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 288 sampel. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan “Survey Stres Belajar Siswa pada Masa Pandemi Covid-19 di SMP Negeri 4 Tarakan” bahwa secara keseluruhan terlihat dari hasil analisis yang termasuk dalam kategori rendah sebanyak 148 responden dengan presentase sebesar 51,4%. Dapat disimpulkan bahwa hasil pesentase terlihat pada kategori rendah yang berarti siswa tidak mengalami stres dalam belajarnya. Terlihat dari beberapa indikator yang mengalami tingkat rendahnya dalam stres belajar yaitu dari indikator fisik, emosional, intelektual dan interpersonal.