Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Self-harm
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN KESEPIAN DENGAN KEJADIAN MELUKAI DIRI SENDIRI (SELF-HARM) PADA REMAJA SMP DI WILAYAH PESISIR KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stres dan kesepian yang dirasakan oleh remaja saat ini sering dikaitkan dengan perilaku melukai diri sendiri (self-harm). Remaja merupakan fase masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa dimana remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap banyak hal. Dukungan orang tua, teman sebaya, serta lingkungan menjadi faktor yang penting dalam pencegahan remaja untuk melakukan self-harm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara tingkat stres dan kesepian dengan self-harm pada remaja SMP di wilayah pesisir Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Survey Analitik. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 386 siswa SMP yang ada di Kota Tarakan. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kesepian dengan self-harm pada remaja SMP di wilayah pesisir Kota Tarakan. Rekomendasi dari peneliti yaitu agar permasalahan kesehatan mental pada remaja di Kota Tarakan dapat ditinjau lebih dalam lagi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Teknik Rational Emotive Behavior Theraphy (REBT) Terhadap Perilaku Self-Harm Pada Peserta Didik di SMP Negeri 14 Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Self- harm merupakan setiap perilaku sengaja yang bukan termasuk bunuh diri yang menyebabkan luka pada tubuh dengan tujuan melepaskan penderitaan emosional. Perilaku self-harm juga ditemukan di SMP Negeri 14 Tarakan, terdapat kurang lebih 24 kasus self-harm jenis self-cutting di sekolah tersebut. Self-cutting termasuk bentuk dari cara melukai diri sendiri dengan mengoreskan atau menyayat benda tajam pada salah satu bagian tubuh. Upaya yang dapat dilakukan dalam menurunkan perilaku self-harm adalah menerapkan layanan konseling kelompok dengan teknik rational emotive behavior therapy (REBT). Teknik rational emotive behavior therapy (REBT) membantu seseorang menyadari bahwa mereka dapat hidup lebih rasional dan produktif, mengubah kebiasaan berpikir serta perilaku yang merusak diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik rational emotive behavior therapy (REBT) terhadap perilaku self-harm pada peserta didik di SMP Negeri 14 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-experiment one-group pretest-postest design. Jenis pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan populasi sebanyak 160 peserta didik dan sampel berjumlah 5 peserta didik kelas VII. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen berupa skala likert tentang perilaku self-harm. Analisis data dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji paired sample t-test dengan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh konseling kelompok dengan teknik rational emotive behavior therapy (REBT) terhadap perilaku self-harm peserta didik kelas VII di SMP Negeri 14 Tarakan tahun pelajaran 2023/2024.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail