ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengangkat permasalahan bangunan permukiman yang tidak memiliki persetujuan kegiatan pemanfaatan ruang di kawasan pesisir Kota Tarakan, sebuah isu kompleks yang melibatkan aspek hukum, sosial, ekonomi, dan lingkungan, di mana pertumbuhan kawasan yang tidak terkendali mengancam tata ruang, ekosistem pesisir, serta kepastian hukum masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif-empiris dengan pendekatan studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, wawancara dengan pejabat Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Tarakan, serta observasi lapangan untuk memperoleh data faktual terkait jumlah, karakteristik, dan distribusi bangunan ilegal. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan data signifikan antara instansi terkait dengan DLH mencatat 450–500 unit bangunan tanpa izin, sementara PUPR menemukan lebih dari 2.800 unit yang memperlihatkan perbedaan metodologi pendataan serta lemahnya koordinasi. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa upaya pemerintah berupa pemetaan, sosialisasi, relokasi bertahap, legalisasi aset, dan program restorasi lingkungan telah membawa dampak positif berupa peningkatan kesadaran hukum masyarakat serta perbaikan penataan kawasan, meskipun masih terkendala resistensi warga, keterbatasan anggaran, dan kompleksitas status tanah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan permasalahan membutuhkan sinergi antarinstansi, penguatan regulasi, serta integrasi sistem perizinan digital yang transparan. Saran yang diajukan adalah perlunya reformasi tata kelola perizinan pesisir yang partisipatif, peningkatan kapasitas aparatur, serta pendekatan inklusif berbasis pemberdayaan masyarakat agar penataan kawasan pesisir Kota Tarakan dapat berkelanjutan, berkeadilan, dan mendukung visi menuju “Green Coastal City.”
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hutan mangrove merupakan ekosistem pesisir yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis tinggi, namun saat ini menghadapi ancaman kerusakan serius. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran masyarakat adat Tidung dalam konservasi serta pemanfaatan berkelanjutan hutan mangrove di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni 2025 dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan etnografi. Subjek penelitian ditentukan secara purposif, meliputi tokoh adat, tokoh masyarakat, dan warga yang terlibat aktif dalam kegiatan konservasi. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara semi-terstruktur, observasi partisipan, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat adat Tidung berperan penting dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove melalui penerapan kearifan lokal. Aturan adat “Maliu” melarang penebangan sembarangan dan tindakan yang merusak lingkungan. Selain itu, masyarakat aktif melakukan penanaman kembali serta pengawasan kolektif terhadap kawasan pesisir. Pemanfaatan sumber daya alam dilakukan secara seimbang dan berkelanjutan, seperti pemanfaatan hasil perikanan untuk pangan dan ekonomi, serta penggunaan kayu, nipah, dan tanaman obat untuk kebutuhan sehari-hari. Praktik ini mencerminkan harmoni antara kepentingan ekonomi, sosial-budaya, dan kelestarian lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Peran Kelompok Wanita Tani (KWT) Cinta Tangguh dalam meningkatkan kesejahteraan anggota di Kelurahan Kampung Satu Skip Kota Tarakan. Metode penentuan sampel menggunakan sensus dan Responden dalam penelitian ini adalah seluruh anggota yang tergabung dalam KWT Cinta Tangguh. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data yaitu menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan kuisioner. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan Skala Liker dan analisis model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa KWT memiliki peran sebagai Kelas Belajar dengan skor 27,75 dengan kategori Berperan, Wahana Kerjasama, memiliki skor 27,94 dengan kategori Berperan dan Unit Produksi memiliki skor 27,44 dengan kategori Sangat Berperan. Dapat disimpulkan peran KWT memiliki skor 83,13 dengan kategori Berperan. Program yg dilaksanakan oleh KWT Cinta Tangguh adalah Perkarangan Pangan Lestari (P2L) yang berkontribusi positif terhadap ketahanan pangan anggota. Faktor pendukung dalam pelaksanaan peran adalah pengelolaan demplot sebagai kelas belajar, adanya pendampingan penyuluh, adanya dukungan dari dinas terkait, kerjasama dengan baik antar anggota, adanya subsidi dari instansi terkait, dan melakukan kunjungan ke KWT lainnya guna menambah wawasan dan pengalaman, dan faktor penghambat adalah kurangnya keberlanjutan program, kondisi cuaca, faktor waktu, dan terbatasnya luas lahan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Media pembelajaran online merupakan media pembelajaran yang menggunakan fasilitas internet sehingga siswa dan guru dapat berkomunikasi secara online. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pemanfaatan media pembelajaran berbasis online dalam pembelajaran biologi di SMA Negeri 1 Malinau Kota . Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Teknik pengumpulan data dilakukan secara tringulasi ( teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi). Media pembelajaran online yang digunakan dalam pembelajaran biologi di SMA Negeri 1 Malinau Kota yaitu whatsapp. Hambatan yang dialami dalam melakukan pembelajaran online yaitu terkendala mengenai jaringan dan kuota internet. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan dalam melaksanakan pembelajaran online yaitu dengan menggunakan wifi terdekat atau menggunakan hotspot dari wifi orang tua.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kalimantan Utara merupakan salah satu penghasil Crude Palm Oil (CPO) terbesar di Indonesia. PT Citra Sawit Lestari merupakan salah satu pabrik yang menghasilkan sawit 152,039 Mt/tahun tingginya produksi ini tentunya akan mengakibatkan tingginya juga produksi limbah. Limbah kelapa sawit sendiri adalah limbah biomassa dengan jumlah yang cukup besar dalam bentuk limbah organik berupa tandan kosong kelapa sawit (Tankos), cangkang dan sabut, serta limbah cair Palm Oil Mill Effluent (POME) yang dapat di manfaatkan menjadi energy listrik. POME memiliki potensi energi yang tinggi dimana POME diurai di kolam limbah dibiarkan membusuk secara alami yang menghasilkan biogas dengan kandungan utama (62%) gas methana (CH4). Gas ini muncul akibat dari proses perombakan senyawa-senyawa organik secara anaerobic. POME memiliki potensi energi yang tinggi menghasilkan aliran limbah cair harian sebesar 384,000 m3/hari. yang dapat menghasilkan energi sebesar 49,08 kWh. Dalam Analisa pemanfaatan limbah POME sebagai pemenuh kebutuhan listrik pabrik dan non pabrik di PT Citra Sawit Lestari sebesar 700 kWh dimana untuk kebutuhan daya pabrik per hari 11.200 Kw, per bulan 260.800, per tahun 3.494,4 MW, dan kebutuhan daya non pabrik sebesar 130 kWh, per hari 3.120 Kw, perbulan sebesar 93.600 Kw,per tahun sebesar 1.123,2 MW. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisa yang dilakukan dihasilkan daya sebesar 49,08 kWh. Maka penggunaan POME sebagai bahan bakar alternatif PLTBio di PT. Citra Sawit Lestari Tidak memenuhi syarat sebagai bahan bakar alternatif.