Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Musuh alami
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keanekaragaman lanskap dan musuh alami pada areal budidaya tanaman padi di pulau tarakan

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keanekaragaman lanskap suatu pertanian, diduga mempengaruhi kondisi keanekaragaman musuh alami. Informasi tentang kedua hal tersebut penting untuk digunakan sebagai bahan dalam pengelolaan hama dengan memanfaatkan musuh alami. Tujuan pada penelitian ini; (1) menganalisis keanekaragaman lanskap dan musuh alami pada areal di sekitar budidaya tanaman padi. (2) membandingkan keanekaragaman lanskap pada beberapa areal budidaya tanaman padi terhadap musuh alami di Pulau Tarakan. Lokasi penelitian di areal budidaya tanaman padi Kelurahan Tanjung Pasir, Mamburungan, dan Mamburungan Timur. Pengambilan sampel menggunakan perangkap jebak, perangkap nampan kuning, dan jaring ayun. Analisis lanskap menggunakan indeks keanekaragaman lanskap (H), sedangkan perbedaan komposisi musuh alami menggunakan perbandingan jenis dan jumlah individu, indeks keanekaragaman (H’), kekayaan (R), dan kemerataan (E). Musuh alami kelompok insekta terdiri dari 13 famili, 17 genus, 17 spesies dan 277 individu. Kelompok Araneae terdiri dari 3 famili, 3 genus, 3 spesies dan 22 individu. Spesies predator dari kelompok insekta yang memiliki jumlah tertinggi yaitu Chlaenius nigricans (41.4%) dari kelompok insekta. Indeks keanekaragaman lanskap, kekayaan spesies dan keanekaragaman Shanon-Wiener, dan indeks kemerataan pada Mamburungan Timur (H=1,35; R=3,10; H’=1,73; E=0,64), Mamburungan (H=1,37; R=2,30; H’=1,81; E=0,76), dan Tanjung Pasir masing-masing sebesar (H=1,08; R=2,19; H’=1,56; E=0,63). Indeks kesamaan tertinggi pada antara Tanjung Pasir dan Mamburugan Timur (85%). Musuh alami cenderung memiliki hubungan dengan keanekaragaman lanskap areal budidaya tanaman padi. Keanekaragaman musuh alami tertingi ditemukan pada lokasi yang memiliki keanekaragaman lanskap yang tinggi atau memiliki tapak-tapak yang beragam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POTENSI HAMA DAN MUSUH ALAMI PADA BERBAGAI POLA LANSKAP TANAMAN HORTIKULTURA DI PULAU TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Potensi hama dan musuh alami di lanskap budidaya tanaman hortikultura di kota Tarakan perlu dikaji sebagai dasar dalam pengelolaan hama dan pemanfaatan musuh alami. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis hama dan musuh alami pada berbagai lanskap budidaya tanaman hortikultura, serta bagaimana hubungan perbedaan pola lanskap terhadap potensi hama dan musuh alami tersbut. Terdapat 4 lokasi yakni Gunung Amal, Mamburungan, Juata Permai, dan Kampung 6. setiap lokasi dilakukan pengambilan sampel sebanyak 9 titik dengan menggunakan perangkap jebak dan perangkap nampan kuning. Hasil penelitian menunjukkan lanskap areal budidaya tanaman hortikultura memiliki potensi hama dari kelompok insekta terdiri dari 7 famili, 10 genus, 11 spesies, dan 485 individu. Selain itu, potensi musuh alami dari kelompok insekta terdiri dari 7 famili, 8 genus, 8 spesies, dan 273 individu, serta kelompok Araneae terdiri dari 1 famili, 1 genus, 1 spesies, dan 91 individu individu spesies. Spesies yang berpotensi sebagai hama yakni Phlaeoba sp di lokasi Gunung Amal (44.3%), dan Mamburungan (41%), serta spesies Maladera sp1 di lokasi Juata Permai (67%) dan Kampung 6 (47.2%). Sedangkan, musuh alami yakni Oxyopes salticus di lokasi Gunung Amal (44.3%), dan Juata Permai (41%), serta spesies Rhaphium elegantulum di lokasi Kampung 6 (67%), dan Mamburungan (47,2%). Terdapat perbedaan nilai indeks keanekaragaman antar lokasi penelitian. Lokasi Mamburungan memiliki nilai indeks tertinggi. Selain itu, berdasarkan nilai kekayaan spesies, keanekaragaman Shannon, dan kemerataan indeks keanekeragaman cenderung mempengaruhi komposisi hama, namun tidak untuk potensi musuh alami.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DAYA PIKAT TANAMAN REFUGIA DAN GULMA TERHADAP MUSUH ALAMI DI AREAL BUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemanfaatan tumbuhan berbunga (refugia) dalam rangka memikat musuh alami hadir di areal budidaya, merupakan bagian dari pendekatan pengendalian hayati secara konservasi. Potensi gulma berbunga pada areal budidaya tanaman kelapa sawit, serta penanaman refugia, merupakan upaya rekayasa meningkatkan keberlanjutan musuh alami di areal tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan membandingkan komposisi musuh alami pada areal budidaya tanaman kelapa sawit yang ditanami refugia dan hanya ditumbuhi oleh gulma. Penelitian survey dengan melakukan sampel musuh alami pada petak gulma tanpa tanaman refugia (GO), Gulma dan tanaman kenikir (GT), Gulma dan tanaman bunga matahari (GM), dan Gulma, tanaman kenikir dan tanaman bunga kertas (GMT). Jumlah petak pengamatan masing-masing sebanyak 4 kali. Pengambilan data utama utama berupa jenis dan jumlah (komposisi) arthropoda menggunakan jaring ayun selama 4 kali pengambilan. Selain itu, dilakukan analisis nilai SDR gulma, jumlah bunga, dan warna pada masing-masing unit percobaan. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, dengan membandingkan rata-rata antar variabel, serta hubungan antara variabel jumlah bunga dan jumlah individu musuh alami menggunakan analisis regresi dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan Komposisi spesies musuh alami pada areal tumuhan gulma dan tambahan tumbuhan refugia terdiri dari 5 Ordo, 11 Famili, dan 14 Spesies. Spesies Bathyphantes nigrinus merupakan predator yang dominan dari kelompok laba-laba dan dari kelompok insekta dari spesies Cosmolestes picticep. Terdapat perbedaan rata-rata jumlah dan individu spesies musuh alami pada areal budidaya tanaman kelapa sawit yang hanya ditumbuhi gulma dan tambahan tanaman refugia, dan petak yang terdapat tambahan tanaman refugia memiliki jumlah individu musuh alami lebih tinggi. Selanjutnya, terdapat hubungan positif dan nyata antara jumlah bunga dan jumlah individu musuh alami.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail