ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi etnomatematika pada artefak yang terdapat di Museum Sejarah Kota Tarakan. Fokus penelitian meliputi identifikasi artefak yang mengandung unsur etnomatematika serta identifikasi konsep dan prinsip matematika yang terdapat pada artefak tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Kepala UPT Museum Sejarah Kota Tarakan dan petugas museum. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh artefak yang mengandung unsur etnomatematika, yaitu Bebingon, Bubu Kanon, Bintul/Ambau, Telipos, Tempinak, Babun, dan Tar. Unsur etnomatematika pada artefak tersebut tercermin pada bentuk, pola, ukuran, dan struktur artefak. Konsep matematika yang ditemukan meliputi lingkaran, tabung, kerucut, kerucut terpancung, balok, persegi panjang, belah ketupat, segitiga, garis lengkung, pola, dan simetri. Prinsip matematika yang ditemukan meliputi keteraturan pola, hubungan ukuran, kesebangunan, dan keseimbangan bentuk. Temuan penelitian menunjukkan bahwa artefak Museum Sejarah Kota Tarakan tidak hanya memiliki nilai budaya dan sejarah, tetapi juga mengandung konsep dan prinsip matematika yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Tidung. Artefak tersebut memiliki potensi sebagai sumber belajar matematika berbasis budaya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Flora dan fauna wajib dikenalkan masyarakat dan generasi penrus sebagai pengetahuan dan tempat untuk mengenal flora dan fauna salah satunya adalah museum bertujuan untuk menunjang ilmu pengetahuan dengan bentuk koleksi berupa awetan basah, awetan kering, kerangka dan fosil. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi koleksi flora dan fauna di museum flora dan fauna; dan (2) menganalisis potensi koleksi flora dan fauna dalam pembelajaran biologi di tingkat SMA dan Perguruan Tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data dengan tujuan untuk mnyederhanakan dan mengkategorikan data, menyajikan data dalam bentuk deskripsi dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini ditemukan jumlah keseluruhan koleksi mencapai 72 koleksi. Koleksi flora sebanyak 42 (empat puluh dua) terdiri dari 16 koleksi kayu, 2 koleksi herbarium, dan 24 koleksi dalam bentuk gambar yang disimpan dalam figura. Koleksi fauna sebanyak 31 yang terdiri dari 30 koleksi dalam bentuk gambar dan 1 koleksi berupa awetan kering. Koleksi di museum flora dan fauna berpotensi dijadikan penunjang pembelajaran biologi di tingkat SMA dan Perguruan Tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan pendidikan serta menganalisis tren kunjungan kegiatan pendidikan dan non pendidikan di Museum Flora dan Fauna Tarakan. Jenis penelitian ini adalah survei dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berasal dari seluruh pengunjung di museum flora dan fauna pada tahun 2019. Data diperoleh berdasarkan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh kegiatan pendidikan yang dilakukan di museum flora dan fauna kota Tarakan berupa kegiatan observasi yang dilakukan oleh pelajar mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menegah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan juga tingkat Universitas. Sedangkan tren kunjungan kegiatan pendidikan dan non pendidikan pada tahun 2019 terdapat perbedaan yang signifikan yaitu kegiatan non pendidikan jauh lebih banyak dibandingkan kegiatan pendidikan. Terdapat 80% jumlah pengunjung kegiatan non pendidikan sedangkan dalam kunjungan kegiatan pendidikan sebanyak 20% dari total seluruh pengunjung pada tahun 2019.