ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jamur makroskopis merupakan fungi yang memiliki tubuh buah berukuran relatif besar dan dapat diamati secara langsung. Jamur ini dapat ditemukan di berbagai habitat, termasuk ekosistem mangrove yang memiliki substrat berupa kayu lapuk, batang matiKeberadaannya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, salah satunya salinitas, meskipun beberapa jenis mampu beradaptasi pada salinitas tertentu. Peran utama jamur terlihat dalam proses dekomposisi bahan organik, terutama serasah di lingkungan hutan dan sistem agroforestri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jamur makroskopis, kondisi parameter lingkungan, nilai indeks keanekaragaman, serta potensi pemanfaatannya sebagai sumber belajar Biologi di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Bekantan (KKMB) Kota Tarakan, dilakukan dengan metode survei eksploratif menggunakan garis transek dan plot berukuran 5 x 5 m pada tiga stasiun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Bekantan (KKMB) ditemukan 169 individu jamur makroskopis yang tergolong ke dalam 13 genus. Jamur yang paling dominan adalah Auricularia. sedangkan genus lain yang ditemukan antara lain Shizophyllum, Trametes, Ganoderma, Daldania, dan Fuscoporia. Sebagaian besar jamur ditemukan pada substrat kayu lapuk yang memiliki kelembapan tinggi sehingga mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuh buah jamur. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) yang diperoleh sebesar 2,07 yang termasuk kategori sedang. Nilai tersebut menunjukkan bahwa komunitas jamur makroskopis di kawasan penelitian memiliki tingkat keanekaragaman yang cukup baik dengan distribusi individu yang relatif merata dan tidak didominasi secara berlebihan oleh satu spesies tertentu. Kondisi lingkungan berupa suhu, pH tanah, salinitas, intensitas cahaya, dan jenis substrat turut memengaruhi keberadaan jamur lokasi penelitian. Hasil penelitian berpontensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar Biologi SMA kelas X pada Kurikulum Merdeka, khususnya materi keanekaragaman hayati, fungi, dan ekosistem. Pemanfaatan potensi lokal melalui hasil penelitian ini dapat mendukung pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan dekat dengan lingkungan peserta didik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis jamur makroskopis di Desa Labang dan pemanfaatan jamur oleh masyarakat suku Dayak Agabag sebagai bahan makanan, obat-obatan kerajinan, cerita atau ritual oleh masyarakat desa labang kecamatan lumbis pansiangan, dan mengetahui potensi sumber belajar biologi dalam kurikulum 2013 ditinjau dari kearifan lokal. Metode penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Cara menetukan subjek pada penelitian ini yaitu dengan teknik purposive sampling, adapun subjek yang digunakan adalah ketua adat, kepala desa, dan masyarakat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu tahap reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur yang ditemukan pada lokasi penelitian adalah 21 spesies 7 diantaranya dapat dikonsumsi dan 14 jamur beracun dari 13 famili. Berdasarkan hasil analisis kurikulum 2013, penelitian ini berpotensi sebagai sumber belajar biologi berdasarkan pada materi ciri-ciri jamu, kelompok jamur, peranan jamur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jamur makroskopis adalah organisme eukariota (sel-selnya mempunyai inti sejati) yang dimasukkan ke dalam golongan kelompok cendawan sejati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks keanekaragaman jamur makroskopis yang di temukan di kawasan Hutan Wisata Air Panas Semolon Kecamatan Mentarang Kabupaten Malinau dan mengidentifikasi potensi implementasi hasil penelitian ini pada proses pembelajaran Biologi kelas X SMA/MA. Penelitian dilakuakan di Hutan Wisata Air Panas Semolon Kecamatan Mentarang Kabupaten Malinau. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu Indeks keanekaragaman jenis jamur makroskopis di Hutan Wisata Air Panas Semolon untuk stasiun 1 dan stasiun 3 tergolong sedang dengan nilai indeks keanekaragaaman untuk stasiun 1 yaitu 3 dan indeks keanekaragaman untuk stasiun 3 adalah 2.6. Sedangkan untuk Stasiun 2 tergolong rendah dengan indeks keanekaragaman 0.4, serta jenis jamur makroskopis yang diperolah di hutan wisata air panas semolon, ditemukan sebanyak 22 famili pada famili Pleurotaceae terdapat 2 spesies, famili Polyporaceae ditemukan 4 spesies, dan famili Marasmiaceae 5 spesies, sedangkan famili yang lain masing-masing hanya terdapat 1 spesies. Untuk pemanfaatan hasil penelitian jamur makroskopis di hutan wisata air panas semolon dapat digunakan sebagai sumber belajar siswa kelas X SMA/MA pada materi jamur ciri, dan karakteristik jamur dan perananya dalam kehidupan.