Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Dialek Duri
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Klausa Pemerlengkap Dalam Bahasa Massenrempulu Dialek Duri Di Kota Tarakan (Kajian Sintaksis)

2026•

Ika Puspita.2026. Klausa Pemerlengkap Bahasa Massenrempulu Dialek Duri di Kota Tarakan (Kajian Sintaksis). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Borneo Tarakan (dibimbing oleh Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S.,M.A dan Muhammad Ilham, S.,S.M.Pd). Penelitian ini membahas klausa pemerlengkap dalam bahasa Massenrèmpulu dialek Duri di Kota Tarakan dengan kajian sintaksis. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendokumentasian bahasa daerah, khususnya bahasa Massenrèmpulu dialek Duri yang masih digunakan oleh masyarakat penuturnya di lingkungan perantauan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan fungsi klausa pemerlengkap dalam bahasa Massenrèmpulu dialek Duri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa tuturan bahasa Massenrèmpulu dialek Duri yang mengandung klausa pemerlengkap. Sumber data diperoleh dari penutur asli bahasa Massenrèmpulu dialek Duri yang berdomisili di Kota Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, simak, rekam, catat, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung untuk menentukan struktur klausa utama dan klausa pemerlengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klausa pemerlengkap dalam bahasa Massenrèmpulu dialek Duri memiliki beberapa bentuk, yaitu klausa pemerlengkap verba, klausa pemerlengkap nomina, klausa pemerlengkap adjektiva, dan klausa pemerlengkap preposisional. Dari segi fungsi, klausa pemerlengkap berperan melengkapi makna unsur dalam klausa utama, seperti isi ujaran, isi pengetahuan, isi pikiran, isi harapan, isi perasaan, isi kabar, dan isi pembicaraan. Dengan demikian, klausa pemerlengkap memiliki peran penting dalam membentuk kalimat yang utuh secara sintaktis dan semantis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ARGUMEN DALAM KALIMAT PASIF BAHASA MASSENREMPULU DIALEK DURI DI KOTA TARAKAN (KAJIAN SINTAKSIS)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas mengenai variasi kalimat pasif dan bentuk argumen dalam bahasa Massenrempulu dialek Duri. Kalimat pasif merupakan bentuk turunan dari kalimat aktif transitif yang mengalami perubahan struktur, di mana objek dalam kalimat aktif dapat beralih menjadi subjek dalam kalimat pasif. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi variasi bentuk pasif serta menganalisis argumen inti maupun non-inti yang muncul dalam kalimat pasif bahasa Massenrempulu dialek Duri. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, pencatatan, dan dokumentasi terhadap penutur asli bahasa Massenrempulu dialek Duri di Kota Tarakan. Data yang terkumpul diklasifikasikan dan dianalisis berdasarkan pendekatan sintaksis. Dari hasil penelitian diperoleh kalimat pasif kanonikal (agent demotion, theme promotion, dan morphological marking), kalimat pasif non-kanonikal (pasif ti- dan bare pasif), argumen inti dan data argumen non-inti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Massenrempulu dialek Duri memiliki variasi kalimat pasif yang khas, baik dari segi struktur maupun peran argumennya. Temuan ini memberikan kontribusi dalam kajian sintaksis bahasa daerah serta berperan dalam dokumentasi dan pelestarian bahasa Massenrempulu dialek Duri di tengah komunitas diaspora.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kontrastif pada Kausatif Analitik Bahasa Massenrempulu Dialek Duri dan Bahasa Indonesia (Kajian Sintaksis)

2024•

Penelitian ini membahas tentang analisis kontrastif kausatif analitik antara bahasa Massenrempulu dialek Duri dan bahasa Indonesia dengan menggunakan kajian sintaksis. Kausatif analitik dibangun oleh dua verba yang berbeda untuk menyatakan sebab-akibat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik simak, teknik rekam, dan teknik catat. Data yang diperoleh bejumlah 85 data melalui metode wawancara kemudian dianalisis menggunakan metode agih. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk klausa dasar dan kausatif analitik dalam bahasa Massenrempulu dialek duri dan bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan perbedaan pembentukan kausatif analitik antara bahasa Massenrempulu dialek Duri dan bahasa Indonesia. penelitan ini mengungkapkan bahwa pembentukan kalimat kausatif analitik dalam bahasa Massenrempulu dialek Duri ditandai dengan verba kausatif mangkabua dan kuanni, sedangkan dalam bahasa Indonesia ditandai dengan verba kausatif membuat, menyuruh dan menyebabkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KESUBJEKAN DALAM BAHASA MASSENREMPULU DIALEK DURI DI KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EKA PURWANTI 2024. Kesubjekan Dalam Bahasa Massenrempulu Dialek Duri di Kota Tarakan. (dibimbing oleh Achmad Dicky Romadhan dan Rita Kumala Sari). Kesubjekan adalah istilah yang digunakan untuk menentukan posisi atau letak subjek dalam sebuah klausa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan klausa dasar dan kesubjekan dalam bahasa Massenrempulu dialek Duri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik catat dan teknik rekam. Instrumen yang digunakan adalah wawancara terstruktur. Data pada penelitian ini berupa data lisan yang diambil langsung dari penutur asli bahasa Massenrempulu dialek Duri. Struktur klausa dasar dalam bahasa Massenrempulu dialek Duri terdiri atas klausa verba, klausa adjektiva, klausa nomina, dan klausa adverbia. Klausa dasar dalam bahasa Massenrempulu dialek Duri subjek berada di awal klausa. Alat uji subjek yang digunakan untuk menguji atau mengetahui posisi subjek dalam bahasa Massenrempulu dialek Duri ialah struktur kanonis, kontrol, perelatifan, penaikan (raising), dan penyisipan adverbia. Alat uji subjek berupa stuktur kanonis dalam bahasa Massenrempulu dialek Duri ialah berada di awal klausa. Alat uji subjek berupa kontrol, jika argumen tersebut dapat dikontrol maka argumen tersebut dipastikan subjek. Alat uji subjek berupa perelatifan, selalu ditandai dengan bentuk jok sebagai pemarkah relatif dalam klausa bahasa Massenrempulu dialek Duri. Alat uji subjek berupa penaikan (raising), argumen yang bukan subjek dapat dinaikkan fungsinya menjadi subjek melalui mekanisme penaikan (raising). Alat uji subjek berupa penyisipan adverbia dalam bahasa Massenrempulu dialek Duri, berada diposisi setelah subjek dan sebelum predikat yang berkategori verba.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail