Abstrak
EKA PURWANTI 2024. Kesubjekan Dalam Bahasa Massenrempulu Dialek Duri di Kota Tarakan. (dibimbing oleh Achmad Dicky Romadhan dan Rita Kumala Sari). Kesubjekan adalah istilah yang digunakan untuk menentukan posisi atau letak subjek dalam sebuah klausa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan klausa dasar dan kesubjekan dalam bahasa Massenrempulu dialek Duri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik catat dan teknik rekam. Instrumen yang digunakan adalah wawancara terstruktur. Data pada penelitian ini berupa data lisan yang diambil langsung dari penutur asli bahasa Massenrempulu dialek Duri. Struktur klausa dasar dalam bahasa Massenrempulu dialek Duri terdiri atas klausa verba, klausa adjektiva, klausa nomina, dan klausa adverbia. Klausa dasar dalam bahasa Massenrempulu dialek Duri subjek berada di awal klausa. Alat uji subjek yang digunakan untuk menguji atau mengetahui posisi subjek dalam bahasa Massenrempulu dialek Duri ialah struktur kanonis, kontrol, perelatifan, penaikan (raising), dan penyisipan adverbia. Alat uji subjek berupa stuktur kanonis dalam bahasa Massenrempulu dialek Duri ialah berada di awal klausa. Alat uji subjek berupa kontrol, jika argumen tersebut dapat dikontrol maka argumen tersebut dipastikan subjek. Alat uji subjek berupa perelatifan, selalu ditandai dengan bentuk jok sebagai pemarkah relatif dalam klausa bahasa Massenrempulu dialek Duri. Alat uji subjek berupa penaikan (raising), argumen yang bukan subjek dapat dinaikkan fungsinya menjadi subjek melalui mekanisme penaikan (raising). Alat uji subjek berupa penyisipan adverbia dalam bahasa Massenrempulu dialek Duri, berada diposisi setelah subjek dan sebelum predikat yang berkategori verba.